14 research outputs found

    Inisiasi Pembangunan Dinding Penahan Banjir Sungai di Wilayah Pasie Mesjid

    No full text
    Gampong Pasie Masjid berada dalam wilayah Kabupaten Aceh Barat. Kondisi topografi wilayah Pasie Masjid berada di sepanjang sisi sungai Meureubo sehingga sangat memungkinkan terjadinya banjir limpahan sungai. Pembangunan dinding penahan banjir di ini merupakan langkah strategis untuk mengatasi masalah banjir yang sering melanda daerah tersebut. Seiring meningkatnya curah hujan dan perubahan iklim, banjir menjadi ancaman serius bagi masyarakat dan infrastruktur. Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis desain, material, dan metode konstruksi yang tepat untuk dinding penahan banjir yang efektif. Survei lapangan, pendekatan dan pengarahan kepada masyarakat terutama perangkat gampong merupakan metode yang digunakan. Pada asesmen awal didapati telah dilakukan usaha dari aparat gampong untuk mengatasi masalah banjir, namun terlihat belum maksimal. Kondisi tersebut terlihat dari banjir yang masih terjadi di wilayah tersebut bila hujan terus menerus dalam satu dua hari. Kondisi tersebut semakin diperparah oleh tumpukan sampah yang menjadi faktor pemicu tidak lancarnya saluran air sehingga saat hujan deras desa menjadi cepat banjir. Untuk itu dilakukan pengabdian kepada masyarakat dengan melakukan inisiasi pembuatan kembali dinding penahan sungai menggunakan material beton yang dicampur dengan cangkang kerang. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa penerapan teknologi ramah lingkungan dan pemilihan material yang sesuai dapat meningkatkan daya tahan dan efisiensi dinding penahan banjir. Selain itu, partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan juga dinilai penting untuk keberhasilan proyek ini. Diharapkan, pembangunan dinding penahan banjir ini dapat melindungi wilayah Pasie Mesjid dari bencana banjir, dan juga meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim di masa depan

    Pengaruh Suhu Terhadap Kinerja Panel Surya: Literature Review

    No full text
    Kajian ini menyajikan studi komprehensif pengaruh suhu terhadap kinerja panel surya. Efisiensi panel surya terbukti dipengaruhi secara signifikan oleh kenaikan suhu operasional. Penelitian-penelitian terdahulu menunjukkan bahwa peningkatan suhu menyebabkan penurunan tegangan keluaran dan efisiensi konversi daya, meskipun terjadi sedikit peningkatan arus. Kajian ini menganalisis berbagai parameter termal yang mempengaruhi performa panel surya, termasuk koefisien suhu, resistansi termal, dan metode pendinginan yang dapat diimplementasikan untuk mengatasi efek negatif suhu tinggi. Berbagai teknik mitigasi termal juga dibahas, termasuk sistem pendinginan aktif dan pasif, modifikasi desain, serta material inovatif untuk meningkatkan disipasi panas. Hasil kajian ini dapat menjadi rujukan bagi peneliti dan praktisi dalam pengembangan sistem fotovoltaik yang lebih efisien pada berbagai kondisi iklim

    Identifikasi Pengaruh Penggunaan Heatsink Terhadap Keluaran Modul Surya

    No full text
    Panas matahari yang diserap oleh modul surya dapat menaikkan suhu dan menurunkan tegangan keluarannya. Upaya penurunan suhu modul surya agar dalam kondisi standar diperlukan untuk menjaga agar kinerjanya tetap optimal. Pemasangan bahan penyerap panas seperti heatsink merupakan salah satu metode yang dapat digunakan sebagai upaya mendinginkan modul surya. Heatsink mampu mengurangi suhu rata-rata modul surya hingga 2,43°C dan meningkatkan tegangan keluaran rata-rata modul surya hingga 2,23 Volt. Kondisi ini dapat dilihat dari rata-rata tegangan output Voc modul surya yang ditambahkan heatsink dapat mencapai tegangan rata- rata 20,76 Volt dibandingkan dengan modul tanpa penambahan heatsink 18,52 Volt. Disimpulkan bahwa penambahan bahan penyerap panas berupa heatsink lebih efektif menurunkan suhu modul surya dari pada tanpa menggunakan heatsink

    Analisis Kebutuhan Jumlah Tenaga Kerja Optimal Berdasarkan Penilaian Beban Kerja Fisik Menggunakan Cardiovascular Load dan Stopwatch Time Study (Studi Kasus UD. Batu Alam Kabupaten Aceh Barat)

    No full text
    This study aims to identify complaints of musculoskletal disorders experienced by operators due to load imbalance received by workers using the Standard Nordic Quistionaire, determine the workload received by workers based on the cardiovascular load method in the paving block manufacturing process and determine the optimal number of workers. according to company needs. about making paving blocks. Based on the results of the SNQ questionnaire distribution, the highest complaints occurred at the work station mixing cement with sand in making paving blocks and at the station for lifting raw materials to the tub for the paving block molding process with a percentage of 80.36 categorized as quite heavy, the second highest percentage was at the transfer station for paving blocks. which is printed to the drying place and moving the paving block to the soaking place with a percentage of 79.46% is categorized as quite heavy and the smallest percentage is at the paving block printing workstation with a percentage of 57.14% categorized as heavy, to overcome this it is recommended to increase the number of workers for the workload and complaints experienced by operators related to the risk of spinal cord injury (musculoskeletal) due to multiple work (Multi Tacking). Workload received by workers based on the cardiovascular load method in the process of making paving blocks with a workload value of 38.92%, the second highest workload with a load value of 34.68% and the third highest workload, namely the Nizam operator with a workload value of 31.60 so that the number The proposed workforce must optimally be employed in accordance with the company's needs in making paving blocks, namely 2 workers with the previous number of workers being 3 workers where the workers also work concurrently in carrying out their work activities

    Sosialisasi Keamanan Instalasi Listrik Pada Rumah Tinggal Sederhana

    No full text
    The increasing use of electrical equipment has an impact on increasing the need for electrical power. This is not followed by the development of electrical installations in residential homes as required in PUIL. Conditions that occur in many communities including in Gampong Panggong, and held as one of the trigger factors for fires caused by electricity.The initial survey of the problem was conducted to get an overview and then held discussions with Gampong Panggong officials to formulate the existing problems.This method is used to solve existing problems.The follow-up is to socialize the security of electrical installations in simple residences. At the end of socialization, an evaluation of people's understanding of the material submitted. Devotional activities in the form of socialization of electricity use properly and correctly in accordance with PUIL to the community. The achievement of socialization goals is characterized by increasing public knowledge of electrical safety factors, the use of appropriate equipment SNI and efforts to avoid the risk of fire due to electricity. Lack of understanding of electricity use properly and correctly due to the lack of information obtained by the public

    Pengabdian Masyarakat Melalui Pendampingan Pelaksanaan Pembangunan Gapura Gampong Padang Seurahet Aceh Barat

    No full text
    Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi akademisi dalam mendukung pembangunan desa, khususnya dalam memperkuat identitas wilayah melalui pembangunan gapura gampong. Gampong merupakan pemerintahan kecil yang memiliki tanggung jawab baik dalam mengelola pembangunan dan membentuk identitas wilayah. Gampong Padang Seurahet, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, merupakan salah satu gampong yang memiliki potensi sosial dan budaya yang kuat, namun belum memiliki penandavisual yang representatif pada pintu masuk gampong sebagai simbol identitas wilayah. Pendampingan dilakukan dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui tahapan observasi lokasi, diskusi dan musyawarah gampong, perancangan desain, pembagian peran kerja, pelaksanaan konstruksi secara gotong royong, serta monitoring dan evaluasi hasil pekerjaan. Hasil kegiatan menunjukkan terbangunnya satu unit gapura berbahan beton dengan ornamen khas Aceh yang berfungsi sebagai simbol identitas dan penyambutan. Selain menghasilkan output fisik, kegiatan inijuga meningkatkan partisipasi masyarakat, memperkuat solidaritas sosial, dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap pembangunan desa. Kegiatan ini membuktikan bahwa pembangunan berbasis partisipasi mampu menghasilkan manfaat fisik sekaligus penguatan kapasitas sosial masyarakat

    Pemanfaatan Potensi Alam Lokal Desa Meloak Sepakat

    No full text
    Program KKN Reguler XXI tahun 2024 di Desa Meloak Sepakat, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, yaitu pelatihan pembuatan minyak kemiri untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Sebelum pelatihan, dilakukan survei untuk memahami kondisi masyarakat dan potensi desa. Hasil survey menunjukkan bahwa masyarakat mengalami kesulitan dalam memasarkan hasil perkebunan, terutama biji kemiri. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah dan memasarkan produk dari biji kemiri. Tahapan pembuatan minyak kemiri meliputi pemilihan biji kemiri, pengupasan, penggorengan, penggilingan, pemerasan, penyaringan, dan penyimpanan. Peserta pelatihan diajarkan secara langsung setiap tahap proses pembuatan minyak kemiri sehingga mereka mendapatkan keterampilan praktis. Masyarakat sangat antusias mengikuti pelatihan ini karena memberikan mereka pengetahuan baru dan potensi pendapatan tambahan melalui produk minyak kemiri yang bernilai dan bermanfaat. Setelah pelatihan, masyarakat termotivasi untuk mengembangkan produk minyak kemiri sebagai usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. Pelaksanaan KKN Reguler XXI tahun 2024, membantu dalam mengembangkan inovasi baru dalam pengolahan, pemasaran, dan promosi hasil produksi desa. Dengan demikian, masyarakat diharapkan mampu berwirausaha secara lebih efektif dan meningkatkan pendapatan melalui produk minyak kemiri

    Sosialisasi Mitigasi Banjir Kepada Siswa SMPN 2 Meureubo

    No full text
    Kegiatan sosialisasi mitigasi banjir di lingkungan Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Meureubo (SMPN 2 Meurebo) bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan kesiapan siswa serta guru dalam menghadapi bencana banjir. Pendekatan edukatif dan partisipatif dilakukan pada kegiatan ini, sehingga memberikan pemahaman mengenai penyebab banjir, dampaknya dan langkah-langkah pencegahan serta penanggulangannya yang dapat di lakukan di lingkungan sekolah maupun rumah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahan siswa terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah, terutama saluran air, serta munculnya inisiatif siswa untuk turut menjaga lingkungan sekolah agar terbebas dari potensi banjir. Selain itu, pihak sekolah juga menunjukkan antusiasme untuk mengintegrasikan materi kebencanaan ke dalam kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran dini di sekolah merupakan langkah strategis dalam membentuk gernerasi yang tanggap bencana dan peduli lingkungan.

    Sosialisasi Penggunaan Alat Pengusir Burung Otomatis di Gampong Cot Kuta, Nagan Raya

    No full text
    Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dan membantu petani di Gampong Cot Kuta, Nagan Raya, dalam menggunakan alat pengusir burung otomatis berbasis teknologi sensor ultrasonik dan PIR yang ditenagai oleh energi surya. Hama burung seperti burung pipit, burung finch, dan burung munia telah menyebabkan kerusakan signifikan pada tanaman padi di daerah tersebut, mengurangi produktivitas dan meningkanya intensitas kerja petani. Dilaksanakan pada tanggal 5 Oktober 2025, program ini melibatkan dosen dan mahasiswa dari Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Teuku Umar. Metodologinya meliputi penyebaran pengetahuan, pelatihan praktis tentang instalasi dan pengoperasian alat, dan bantuan lapangan untuk mengoptimalkan penggunaan. Hasil menunjukkan bahwa alat tersebut efektif mendeteksi keberadaan burung dan mengusirnya, mengurangi kerusakan tanaman lebih dari 50% dan memungkinkan petani untuk lebih fokus pada kegiatan produktif lainnya. Penggunaan energi surya terbarukan membuat alat tersebut berkelanjutan dan cocok untuk daerah pertanianterpencil. Petani menunjukkan peningkatan keterampilan dalam mengoperasikan dan memelihara alat tersebut. Rekomendasi menekankan kalibrasi dan perawatan rutin untuk menjaga efektivitasnya. Inisiatif ini mencerminkan keberhasilan penerapan teknologi yang tepat guna untuk meningkatkan ketahanan pertanian, serta menggambarkan model untuk memperluas inovasi serupa di komunitas pertanian pedesaan yang menderita masalah hama burung
    corecore