4 research outputs found

    ASUHAN KEBIDANAN PADA NEONATUS PREMATUR DENGAN BERAT LAHIR RENDAH DI PAVILIUN ANGGREK RSUD KABUPATEN JOMBANG: Midwifery Care In Premature Neonates With Low Birth Weight In The Orchid Pavilion Hospitals District Jombang

    No full text
    Pendahuluan : Usia kehamilan merupakan salah satu prediktor penting bagi kelangsungan hidup janin dan kualitas hidupnya. Persalinan prematur terjadi sebelum janin genap berusia 37 minggu. Persalinan prematur dapat mengakibatkan berat badan bayi rendah. Tujuan penelitian ini untuk melaksanakan Asuhan Kebidanan pada Neonatus Prematur dengan Berat Lahir Rendah di Paviliun Anggrek Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Jombang. Metode : penelitian ini mengguanakan design study kasus dengan menggunakan 2 responden dengan masalah kebidanan yang sama yaitu, neonatus usia 1 hari dengan usia gestasi 35-36 minggu dengan berat badan lahir rendah (>2500). Hasil : Dari hasil penelitian pada kedua responden, hanya satu yang mengalami peningkatan berat badan dalam waktu 3 hari, selama dilakukan perawaran di RSUD Jombang, kedua responden tidak mengalami hipotermi, sianosis, henti napas sewaktu-waktu, TTV dalam batas normal dan kebutuhan nutrisi tercukupi. Pembahasan : Setelah peneliti membahas tentang Manajemen Asuhan Kebidanan Pada By Ny. E dan By Ny. T yaitu Neonatus prematur dengan berat lahir rendah berdasarkan landasan teori dan penerapan manajemen asuhan kebidanan, maka peneliti dapat mengambil kesimpulan dan saran-saran yang mengacu pada pembahasan. Saran dari penelitian ini antara lain, bisa menjadi sumber wawasan dalam ilmu kebidanan, dan bisa disempurnakan lagi untuk peneliti selanjutnya. Selain itu Bidan juga harus meningkatkan asuhan kebidanannya sehingga dapat memberikan asuhan kebidanan secara maximal di tempat pelayanan kesehatan. Kata Kunci : prematur, berat lahir renda

    GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LANSIA TIDAK MENGIKUTI POSYANDU LANSIA DI POSYANDU DAHLIA 2 DUSUN NGABAR DESA SUMBERTEGUH KECAMATAN KUDU KABUPATEN JOMBANG TAHUN 2013

    No full text
    Meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia juga menimbulkan berbagai masalah seperti masalah fisik, mental psikologis dan sosial  ekonomi.  Untuk  mengatasi  masalah  tersebut,  pemerintah  membuat  program posyandu lansia untuk meningkatkan derajat kesehatan dan  mutu pelayanan kesehatan lanjut usia. Akan tetapi jumlah lansia yang mengikut posyandu lansia di posyandu Dahlia 2 tergolong rendah, ini di buktikan dari target yang di tentukan yaitu jumlah kedatangan 80% tetapi yang hadir hanya 10% dari lansia yang tercatat di posyandu. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi lansia tidak mengikuti posyandu lansia di posyandu Dahlia 2 Dusun Ngabar Desa Sumberteguh Kecamatan Kudu Kabupaten Jombang (Jarak, Pengetahuan,dan Dukungan keluarga).Penelitian  ini  menggunakan  metode  penelitian  deskriptif  dengan pendekatan Cross sectional. Cara pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner. Varibelnya yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi lansia untuk tidak mengikuti posyandu lansia. Populasinya 58 lansia yang tidak mengikuti posyandu lansia pada bulan juni di posyandu dahlia 2 Dusun Ngabar Desa Sumberteguh Kecamatan kudu kabupaten Jombang dan didapatan 53 lansia yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil dari penelitian yang didapatkan bahwa sebagian besar yaitu sejumlah 28 lansia (52,84%) jarak rumah lansia dengan lokasi posyandu lansia dekat, sebagian besar pengetahuan lansia yaitu sebanyak 30 lansia (56,60%) pengetahuannya kurang, dan sedangkan dukungan keluarga lansia sebagian besar yaitu sejumlah 32 lansia (60,38%) dukungan keluarga  lansia tergolong rendah. Dari hasil penelitian diharapkan lansia lebih aktif dalam mencari informasi dengan cara mengikuti sosialisasi yang di selengarakan oleh petugas kesehatan dan di harapkan lansia lebih aktif dalam memanfaatkan posyandu yang sudah ada, untuk keluarga diharapkan lebih memberikan dukungan keluarga secara penuh terhadap lansia, dan untuk petugas kesehatan setempat lebih aktif meningkatkan pengetahuan dan dukungan keluarga dengan cara sosialisasi tentang posyandu lansia.   Kata kunci : faktor-faktor yang mempengaruhi, posyandu lansi

    ANALISA FAKTOR-FAKTOR PENCETUS DERAJAT SERANGAN ASMA PADA PENDERITA ASMA DI PUSKESMAS PERAK KABUPATEN JOMBANG TAHUN 2013

    No full text
    Asma merupakan gangguan pada saluran bronchial dimana penyakit ini dapat disebabkan oleh banyak faktor. Prevalensi dari penyakit ini meningkat dari tahun ke tahun. Di Indonesia prevalensi asma belum diketahui secara pasti namun diperkirakan 2-5% penduduk Indonesia menderita asma. Di Jawa Timur sendiri prevalensi asma mencapai 2,62%. Asma dicetuskan beberapa faktor diantaranya: alergen, aktivitas fisik, stres dan lain-lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa faktor-faktor pencetus derajat serangan asma di Puskesmas Perak Kabupaten Jombang tahun 2013. Metode penelitian menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pengunjung penderita asma sebanyak 91 responden. Pemilihan sampel dilakukan secara Simple Random Sampling sebanyak 74 responden. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan data dianalisis dengan uji Mann-Whitney dan uji Spearman Rho. Hasil uji Mann-Whitney didapatkan nilai p value 0,002 yang menunjukkan hubungan faktor alergen dengan derajat serangan asma, dan hasil uji Spearman Rho didapatkan nilai p value 0,000 yang menunjukkan hubungan faktor aktivitas fisik dengan derajat serangan asma, dimana nilai 0,000 lebih kecil dari 0,005. Faktor-faktor pencetus derajat serangan asma menentukan tingkat serangan asma pada penderita asma itu sendiri. Dengan seringnya penderita terpapar dengan pencetus-pencetus tersebut maka serangan asma penderita akan sering terjadi berulang. Oleh karena itu diharapkan penderita untuk selalu menghindari faktor pencetus serangan asma dimana dari hasil penelitian faktor yang lebih dominan adalah faktor aktivitas fisik.   Kata Kunci: Pencetus Asma, Derajat, Serangan Asma &nbsp

    PENGARUH MUTU PELAYANAN PRIMA TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT SUMOBITO KABUPATEN JOMBANG

    No full text
    Puskesmas sebagai pelaksanaan pelayanan publik, melaksanakan pelayanan prima sesuai dengan Undang undang Republik Indonesia No 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik dan untuk mengetahui hasil layanan yang diberikan tersebut berkualitas atau tidak, dengan indeks kepuasan masyarakat sesuai dengan Keputusan Menpan Nomor: 25 Tahun 2005 tentang Pedoman Umum Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat. Di Puskesmas Sumobito melaksanakan pelayanan prima dan dievaluasi oleh tim Dinas Kesehatan lewat survey indeks kepuasan masyarakat, dan hasilnya tahun 2007 ke 2008 meningkat sedangkan tahun 2009 menurun, padahal standar pelayanan tetap. Ditambahkan dengan adanya komplain lewat kotak saran. Dasar ini untuk meneliti “Pengaruh Mutu Pelayanan Prima Terhadap Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan”. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa pengaruh mutu pelayanan prima terhadap tingkat kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Sumobito. Kualitas pelayanan kesehatan adalah menunjukkan pada tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan, yang disatu pihak dapat menimbulkan kepuasan pada setiap pasien. Kepuasan pengunjung dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya adalah assurance, tangible, empathy, responsiveness, dan realibility. Pelayanan yang berkualitas terhadap masyarakat adalah yang sesuai dengan sendi-sendi sebagai berikut: Kesederhanaan, Keamanan, Keterbukaan, Efisien,. Ekonomis, Keadilan yang merata ,Ketepatan waktu. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksplanatif dengan rancangan cross sectional, merupakan penelitian yang memberikan informasi mengenai situasi yang ada, dimana observasi antara variabel bebas dan variabel terikat dilakukan bersamaan. Pendekatan metode kwantitatif untuk mengetahui pengaruh variabel bebas dan variabel terikat. Sampel diambil dengan metode Proposional Random Sampling, sebanyak 150 responden yang pernah berkunjung ke Puskesmas. Proposi jenis kelamin perempuan 60% dan laki-laki 40%. Instrumen penelitian yang berbentuk kuesioner. Data sebelum dianalisis data akan dilakukan pengeditan dan pengkodean untuk setiap butir pernyataan dan variabel. Jumlah total rata-rata Indeks Kepuasan Masyarakat 79,1. Proporsi hasil mutu pelayanan prima diketahui kepuasan terendah di variabel “Prosedur” pada pertanyaan responden “Tingkat kecepatan pelayanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan ” dengan nilai rata-rata 1,84. Dan kepuasan tertinggi pada variabel “Biaya” pada pertanyaan responden “Tingkat kepastian biaya sesuai perda tanpa tambahan” dengan nilai rata-rata 4,46. Adapun hasil perhitungan SPSS adalah bahwa nilai uji F adalah sebesar 500,397 dengan tingkat signifikasi 0,000. Nilai signifikasi ini jauh lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa prosedure, waktu, sikap petugas, keterampilan petugas, biaya, sarana dan prasarana, secara bersama-sama berpengaruh signikan terhadap kepuasan pasien. Sedangkan nilai koefisien standar (β) variabel sikap petugas memiliki nilai lebih besar dibandingkan dengan variabel bebas lainnya yaitu sebesar 0,679. Dengan nilai ini maka kesimpulan yang dapat diambil bahwa sikap petugas memiliki pengaruh yang lebih dominan di Unit Rawat Jalan Puskesmas Sumobito. Kesimpulan bahwa Indek Kepuasan Masyarakat di Puskesmas Sumobito Th 2010 adalah 79,4 masuk dalam kategori “Puas”. Hasil nilai uji F adalah sebesar 500,397 tingkat signifikasi 0,000. Nilai signifikasi ini lebih kecil dari 0,05 dapat disimpulkan bahwa prosedur, waktu, sikap petugas, ketrampilan petugas, biaya, sarana dan prasarana secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien. Hasil uji t disimpulkan bahwa masing-masing berperan dalam tingkat kepuasan pasien. Nilai R2 (R Square) sebesar 0,955, sedangkan nilai (adjusted R square) adalah sebesar 0,953. Hal ini berarti 0,0953 atau 95,3% fenomena mutu pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan pasien dapat dijelaskan oleh vaiabel bahwa prosedur, waktu, sikap petugas, keadilan, keterampilan petugas, biaya, sarana dan prasarana sedangkan sisanya sebesar 0,047 atau 4,7 % dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel bebas yang digunakan dalam penelitian
    corecore