39 research outputs found
DISTINGUISH ERRORS IN STUDENTS FINAL ORAL TEST OF PHONOLOGY CLASS
Abstract The objectives of the study were finding the types of errors were made by the students in the final oral testand the causes of the errors. The method was using descriptive approach which concern in descriptive qualitative technique. The data collection method was using observation and interview. The steps of the data analysis were recording the student’s spoken, transcribing, eliminating, identifying, composite report. The result showed that the students gaps of the score because of three errors. They were pre systematic, systematic and post systematic errors. Those errors were affected by three causes. They were interference, intralingual and developmental. Keywords: Errors, Oral Test, Phonology</p
PEER EVALUATION TO TEACH SEMANTICS
This study begins from the problem of student’s confidence to express their knowledgein order to support their understanding the references in learning semantics. Theobjective of this study knows the significance of achievement process in Semanticsclass. The technique of this study is using peer evaluation to conduct semantics class.Method of the study is using classroom action research with questionnaire, test anddocumentation during the semester. The result showed the raising reaction of thestudents’ confidence in expressing their knowledge. It was proven by the gain of thestudents score in cycle 1 and 2.Keywords: Semantics, Peer Evaluation, Achievement</p
Dinamika Fenomenologi: Analisis Pengalaman Guru Dalam Konteks Pendidikan di SMP Global Madani
Untuk menyelidiki pengalaman guru dengan kepemimpinan kreatif di SMP Global Madani, penelitian ini menggunakan fenomenologi. Penelitian melibatkan dua belas guru dan mengumpulkan data melalui observasi kelas, wawancara, dan analisis dokumen. Hasilnya menunjukkan beberapa aspek penting dari pekerjaan guru di SMP Global Madani. Sebagian besar guru (7 dari 12) mengemukakan bahwa penunjang pembelajaran berupa teknologi (internet) terfasilitasi dengan baik. Namun siswa dapat terpapar informasi yang salah karena penunjang belajar dan teknologi yang tersedia tidak selalu akurat. Selain itu, terlalu fokus pada teknologi dapat menyebabkan stres dan isolasi sosial. Beberapa guru (5 dari 12) juga menekankan kesulitan disiplin siswa, menekankan betapa sulitnya menjaga kelas tetap sesuai dengan nilai-nilai Islam. Di sisi positifnya, sebagian besar guru (9 dari 12) melihat penggunaan teknologi sebagai fokus yang positif, yang menunjukkan upaya untuk meningkatkan keterlibatan dan interaktivitas siswa. Selain itu, beberapa guru (6 dari 12) melihat metode kreatif seperti proyek kolaboratif dan permainan peran untuk meningkatkan minat dan partisipasi siswa. Penelitian ini menggunakan analisis tematik untuk menunjukkan kompleksitas pengalaman guru di SMP Global Madani. Ini mencakup perjuangan guru untuk mengatasi keterbatasan sumber daya dan dinamika disiplin siswa. Fokus utama adalah pencapaian positif guru dalam penggunaan teknologi dan pendekatan pembelajaran kreatif. Oleh karena itu, hasil ini diharapkan dapat membantu dalam pengembangan praktik pendidikan, terutama dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dan kreativitas di tingkat pendidikan menengah
Analisa Hasil Terjemahan Google Translate Dalam Lirik Lagu “To The Bone” Oleh Pamungkas
Bahasa disetiap negara memiliki perbedaan, sehingga tidak semua masayarakat dapat mengikutinya. Sehingga diperlukan terjemahan untuk menghubungkan orang-orang dari bahasa yang berbeda. Perkembangan teknologi semakin pesat salah satunya adalah google translate. Namun google translate memiliki kelemahan yaitu sering terjadi kesalahan Bahasa saat menerjemahkan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kesalahan bahasa hasil terjemahan google translate dalam lirik lagu “To the Bone” oleh Pamungkas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah lirik lagu dari “To the Bone” oleh Pamungkas, yang diterjemahkan dari bahasa inggris ke bahasa indonesia. Kemudian dianalisis untuk mengetahui kesalahan bahasa yang ada dalam lirik tersebut. Hasil penelitian ditemukan bahwa kesalahan terjemahan yang ditemui saat menerjemahkan lirik lagu Pamungkas To the Bone oleh Google Translate terbagi menjadi empat kategori kesalahan terjemahan, yaitu kesalahan penghilangan sebanyak tujuh kesalahan, kesalahan penambahan sebanyak empat kesalahan, kesalahan pemilihan sebanyak tiga dan kesalahan urutan dengan dua kesalahan. Kesalahan mayoritas dari penggunaan google translate adalah Bahasa hasil terjemahan tidak sesuai dengan maksud yang disampikan dari lagu tersebut
TANTANGAN DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA MAHASISWA DENGAN METODE PEMBELAJARAN WAWANCARA
Penelitian ini menjawab permasalahan tentang kefektifan metode pemelajaran wawancara di kelas berbicara mahasiswa. Selain itu, penelitian ini juga melihat tantangan dosen dalam pemelajaran berbicara. Praktik bahasa dalam kelas diamati dan diberi eksperimen adalah kelas Speaking pada level beginner di Universitas Muhammadiyah Pringsewu. Mahasiswa yang menjadi subjek penelitian berjumlah 72 mahasiswa. Seluruh mahasiswa akan mendapatkan perlakuan sesuai dengan kebutuhan penelitian. Hasil penghitungan statistik t-test menunjukkan, dimana t-test 4,66 lebih tinggi dari t-table adalah 2,06 itu berarti hipotesis Ha dalam penelitian ini diterima. Berdasarkan catatan hasil pengamatan, metode wawancara juga belum berhasil sempurna untuk mengajak mahasiswa menjadi aktif di kelas. Hal ini menjadi perhatian karena masih muncul 5 mahasiswa yang memilih diam ketika diajak berbicara oleh dosen
Cultural Understanding In English Language Learning
Language and culture are two things that are interrelated in human life, especially in learning and langage teaching. The objective of this study is to dercribe the understanding of culture in learning English. This research belongs to qualitative research which applies libraries research to collect the data. The introduction of this culture is especially recommended for foreign language learning which places more emphasis on developing communication skills with the target language. The introduction of culture in learning English process can reduce the potential for misunderstandings to occur during the communication process
Analisa Puisi "Dreams" Oleh Langston Hughes
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menganalisa dan menjelaskan makna dari puisi “Dreams” karya Langston Hughes yang diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia. Metode yang digunakan ialah pendekatan kualitatif. Dalam puisi “Dreams” setelah diterjemahkan dan dianalisa, dipahami bahwa Hughes memakai kata-kata yang sederhana dan tidak rumit sehingga mudah untuk memahami makan yang terkandung dalam puisi tersebut. Dalam puisi “Dreams” terdapat dua metafora yaitu; yang petama keputusasaan hidup manusia tanpa adanya mimpi, selayaknya burung yang patah sayapnya dan yang kedua potensi yang hilang dari kehidupan tanpa adanya mimpi seumpama ladang yang tandus.
Kata kunci : Metafora, Puisi, Terjemahan
Abstract--The purpose of this writing is to analyze and explain the meaning of the poem "Dreams" by Langston Hughes which was translated into Indonesian. The method used is a qualitative approach. In the poem "Dreams" after being translated and analyzed, it is understood that Hughes uses simple and uncomplicated words so that it is easy to understand the content contained in the poem. In the poem "Dreams" there are two metaphors, namely; The first is that humans live in despair without dreams, like birds whose wings are broken, and the second is that the lost potential of life without dreams is like a barren field.
Keywords: Metaphor, Poetry, Translatio
Harmony and divergence: Unraveling the influence of Surau in Minangkabau religious landscape
Surau appears to be the first institution and the main place of teaching where scholars educated the Minangkabau people on numerous concepts from the Middle East, resulting in the development of two distinct religious concepts. This article analyses the implications of these two differing perspectives in relation to religion, leading to a shift from a previously singular religious adherence to multiple practices. Based on primary-source material including treatises, letters and historical documents as well as employing comparative and oral-historical approaches, this research investigates the tension between tradition and reform in the Minangkabau societies. The study demonstrates that surau served not only as the site for the divergence of the ideologies, but also emerged as the space for mediation and reconciliation. These case studies contribute to our understanding of Islamic education by illustrating that the transformation of religion in Minangkabau was not the result of conflict, but rather of the rich and evolving situation in the region
