4 research outputs found

    ANALISIS NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM BUKU BIOGRAFI LENGKAP UMAR BIN KHATHAB Ra. KARYA ABDUL SYUKUR AL-AZIZI DAN RELEVANSINYA TERHADAP BUKU PELAJARAN SKI DI MI

    No full text
    ABSTRAK Umar Bin Khathab dapat dijadikan sebagai figur keteladanan dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter kepada generasi muda. Di dalam buku Biografi Lengkap Umar Bin Khathab Ra karya Abdul Syukur Al-Azizi, biografi Umar Bin Khathab dijelaskan lebih mendetail, karena buku tersebut secara khusus menjelaskan tentang perjalanan hidup Umar Bin Khathab, sehingga keteladanan nilai-nilai pendidikan karakter dalam buku tersebut dapat ditanamkan dengan baik kepada generasi muda. Pembelajaran mengenai kisah-kisah yang mana dalam penelitian ini menganalisis tentang nilai pendidikan karakter dalam kisah hidup Umar Bin Khathab Ra. ini penting bagi peserta didik MI, hal ini dapat dilihat dari pendapat Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid, yang menyatakan bahwa hikayat atau kisah�kisah memainkan peranan penting dalam menarik perhatian anak dan membangun pola pikirnya. Kisah menempati peringkat pertama sebagai landasan asasi metode pemikiran yang memberikan dampak positif pada akal anak, karena cerita sangat disenangi, hal tersebut dapat digaris bawahi bahwa cerita dapat memperbaiki akhlak generasi manusia pada masa sekarang ini Oleh karena itu, penelitian ini mengangkat judul analisis Nilai Pendidikan Karakter Dalam Buku biografi lengkap Umar Bin Khathab Ra. karya Abdul Syukur Al-Azizi dan Relevansinya terhadap buku pelajaran SKI di MI. Untuk mendeskripsikan masalah di atas, peneliti merumuskan masalah sebagai berikut: (1) Apa sajakah Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Dalam Buku biografi lengkap Umar Bin Khathab Ra.karya Abdul Syukur Al-Azizi? (2) Bagaimana relevansin nilai-nilai pendidikan karakter dalam buku tersebut terhadap Buku Pelajaran SKI di MI ? Untuk menjawab permasalah tersebut, penulis menggunakan metode content analysis (analisis isi). Sedangkan jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research), yaitu penelitian yang dilakukan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya bertumpu pada penelitian kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: 1.) terdapat Nilai-nilai pendidikan karakter dalam buku biografi lengkap Umar bin Khathab Ra. karya Abdul syukur al-azizi tersebut adapun nilai pendidikan karakter tersebut diantaranya: nilai Religius , Jujur, Toleransi, Disiplin, Kerja keras, Kreatif, Mandiri, Demokratis, Rasa Ingin Tahu, Semangat Kebangsaan, Cinta Tanah Air, Menghargai Prestasi, Bersahabat/Komunikatif, Cintai Damai, Gemar Membaca, Peduli iv Lingkungan, Peduli Sosial, Tanggung Jawab. 2.) Nilai-nilai pendidikan karakter dalam buku biografi lengkap Umar bin Khathab Ra. karya Abdul syukur al-azizi memiliki relevansi dengan buku pelajaran SKI di MI. Relevansi tersebut terletak pada materi yang terdapat dalam buku ajar SKI di Madrasah Ibtidaiayah kelas V. Pada materi Umar Bin Khathab sang pemberani. Dalam materi Umar Bin Khathab sang pemberani juga mengandung nilai-nilai penddikan karakter, Di antara nilai-nilai pendidikan karakter yang terdappat dalam materi pembelajaran SKI tersebut adalah : Nilai Religius , Jujur, Toleransi, Disiplin, Kerja keras, Kreatif, Mandiri, Demokratis, Semangat Kebangsaan, Cinta Tanah Air, Menghargai Prestasi, Bersahabat/Komunikatif, Cintai Damai, Peduli Lingkungan dan Peduli Sosial, serta Tanggung Jawab. Sehingga nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam buku biografi lengkap Umar Bin Khathab Ra ini Relavan dengan materi pembelajaran SKI di Madrasah Ibtidaiyah. Namun, ada dua karakter yang tidak terdapat dalam materi SKI di MI yaitu karakter gemar membaca dan karakter rasa ingin tahu. Kata Kunci: Nilai Pendidikan Karakter, Biografi Lengkap Umar Bin Khathab Ra v ABSTRACT Umar Bin Khathab can be used as an exemplary figure in instilling the values of character education in the younger generation. In the book Complete Biography of Umar Bin Khathab Ra by Abdul Syukur Al-Azizi, the biography of Umar Bin Khathab is explained in more detail, because the book specifically explains Umar Bin Khathab's life journey, so that the exemplary character education values in the book can be instilled with good to the younger generation. Learning about stories in this research analyzes the value of character education in the life story of Umar Bin Khathab Ra. This is important for MI students, this can be seen from the opinion of Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid, who stated that saga or stories play an important role in attracting children's attention and developing their mindset. Stories are ranked first as the basic foundation of thinking methods that have a positive impact on children's minds, because stories are very popular, it can be underlined that stories can improve the morals of the current generation of people. Therefore, this research raises the title Analysis of the Value of Character Education In the complete biography of Umar Bin Khathab Ra. Abdul Syukur Al-Azizi's work and its relevance to SKI textbooks at MI. To describe the problem above, the researcher formulated the problem as follows: (1) What are the values of character education in the complete biography of Umar Bin Khathab Ra. by Abdul Syukur Al-Azizi? (2) How relevant are the character education values in the book to the SKI textbook at MI? To answer this problem, the author uses the content analysis method. Meanwhile, this type of research is library research, namely research carried out to solve a problem which basically relies on critical and in-depth research of relevant library materials. The results of the research concluded that: 1.) there are character education values in the complete biography of Umar bin Khathab Ra. Abdul's gratitude al-Azizi's work, the values of character education include: Religious values, Honesty, Tolerance, Discipline, Hard work, Creative, Independent, Democratic, Curiosity, National Spirit, Love of the Motherland, Respect for Achievement, vi Friendly/Communicative, Love Peace, Love Reading, Care for the Environment, Social Care, Responsibility. 2.) Character education values in the complete biography of Umar bin Khathab Ra. AbdulThanks Al-Azizi's work has relevance to SKI textbooks at MI. This relevance lies in the material contained in the SKI textbook at Madrasah Ibtidaiayah class V. In the material of Umar Bin Khathab the brave. The brave Umar Bin Khathab's material also contains character education values. Among the character education values found in the SKI learning material are: Religious Values, Honesty, Tolerance, Discipline, Hard Work, Creative, Independent, Democratic, Enthusiasm Nationality, Love for the Motherland, Respect Achievement, Friendly/Communicative, Love Peace, Care for the Environment and Social Care, and Responsibility. So the value of character education contained in the complete biography of Umar Bin Khathab Ra is relevant to the SKI learning material at Madrasah Ibtidaiyah. However, there are two characters that are not included in the SKI material at MI, namely the character who likes to read and the character who is curious. Keywords: Value of Character Education, Complete Biography of Umar Bin Khathab R

    Editor/Author Correspondence

    No full text

    Konsep Tawakal Menurut Abdul Malik Karim Amrullah dan Relevansinya terhadap Kehidupan Sosial

    No full text
    In the current era, there are so many people who feel that they are unlucky and even desperate with what they are currently facing, this trait arises because they do not understand the true nature of trust. Therefore, many people misinterpret the word tawakal. The article explains the concept of tawakal according to Abdul Malik Karim Amrullah and its relevance to social life, in the research process, the author collects data using library data with a Sufism approach and uses two methods, namely descriptive and analytical methods. From the results of the discussion, the researcher concluded that the concept of tawakal Abdul Malik Karim Amrullah agreed with other Sufi scholars, namely submitting decisions, all matters, endeavors, and efforts to God in the Universe, He is Strong and Powerful, we are weak and helpless. The difference between the concept and the concepts of other Sufi scholars is that tawakal must be accompanied by gratitude and patience in the face of His decrees. The relationship between the concept of tawakal Abdul Malik Karim Amrullah with social life is: making people strong and ready to face the problems of life.Era saat ini, banyak sekali manusia yang merasa dirinya tidak beruntung bahkan putus asa dengan apa yang mereka hadapi saat ini, sifat ini timbul karena belum memahami hakikat tawakal yang sesungguhnya. Maka dari itu, banyak yang salah memaknai kata tawakal tersebut. Artikel menjelaskan konsep tawakal menurut Abdul Malik Karim Amrullah dan relevansinya terhadap kehidupan sosial, dalam proses penelitian, penulis mengumpulkan data-data menggunakan data kepustakaan dengan pendekatan tasawuf dan menggunakan dua metode, yaitu metode deskriptif dan analisis. Hasil pembahasan tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa konsep tawakal Abdul Malik Karim Amrullah sepakat dengan ulama-ulama sufi lainnya,  yaitu menyerahkan keputusan, segala perkara, ikhtiar, dan usaha kepada Tuhan Semesta Alam, Dia Yang Kuat dan Kuasa, kita lemah tak berdaya. Perbedaan konsepnya dengan konsep ulama Sufi lainnya ialah tawakal harus disertai dengan syukur dan sabardalam menghadapi ketetapan-Nya. Hubungan antara konsep tawakal Abdul Malik Karim Amrullah dengan kehidupan sosial ialah: menjadikan masyarakat tegar dan siap menghadapi problematika kehidupan

    Tahfizh Al-Qur’an untuk anak-anak studi kasus di Pondok Pesantren Nurul Huda Ii Singosari

    No full text
    مستخلص البحث قد تم تطوير المعهد الإسلامي القرآني للأطفال في إندونيسيا اليوم، خاصة في مدينة مالانج. وإحدى العوامل الكامنة وراء تطويره هي لأن ظهر الحفاظ الصغيرة، مثل موسى لا أودي أبو حنفي حفيظ القرآن الصغير في إندونيسيا. بل الطفولة هي فترة العصر الذهبي، بحيث إذا تمكنت بشكل جيد فيمكن أن تنشأ الأجيال القرآنية الجودة. ولكن، إن هذه الفترة هي فترة اللعب للأطفال التي تصعب دعوتهم فيها لتركيز حفظ القرآن. واستنادا إلى هذه التوجهات، يحتاج الناس إلى العلوم الواسعة من أجل نشأة أجيال القرآن الكريم. مستند إلى تلك الخلفية، فالمشكلات هي ما هو السبب الذي قد اختار به المعهد الإسلامي القرآني نور الهدى الثاني أطفالا لحفظ القرآن؟، وكيف طريقة تدريب الحفظة للأطفال التي قد استخدمها الأساتذ والأساتذة في هذا المعهد؟، وكيف طريقة تحفيظ القرآن للأطفال في هذا المعهد؟، وما هي العوامل الداعمة والمانعة على تحفيظ القرآن للأطفال في هذا المعهد؟ هذا البحث من أنواع البحث الوصفي، ويستخدم نهج النوعي. وطريقة جمع البيانات فيه هي المراقبة والتوثيقة والمقابلة. وتستخدم تقنية التحليل الوصفية النوعية. كانت تقنية التحليل الوصفية استخدمتها الباحثة لتحديد البيانات النوعية التي تكتسب من المراقبة والتوثيقة والمقابلة، ثم لتفسيرها وتشريحها. وتشرح الباحثة بيانات مجموعة وتحلّلها استنادا إلى فهم من المقابلات المتعمقة. والحاصل، (1) أن السبب في اختيار الأطفال لحفظ القرآن هو المثل العليا للحاج عبد المنان شكور الكياهي، وهي تبليغ العلوم حتى يتمكن المجتمع من قراءة القرآن وحفظه صحيح وفهم معناه وممارسة محتواه يوميا. (2) ودرّب الأساتذ والأساتذة أطفالا بإبداء حفظ الجزء "عمّ"، وتقديم نشاط التلاوة، وقراءة القرآن بالغائب قبل إقامة صلاة الجماعة. (3) وطريقة حفظ القرآن للأطفال هي بإرفاع صوتهم، وباستخدام طريقة الوحدة والسماعي. (4) وأما العوامل الداعمة فهي العوامل الخارجية التي تحيط بالمدير والمشرف والأصدقاء والمجتمع الذي يسكن حول المعهد. وأما العوامل المانعة فهي جودة المشرف، ومستوى التخلي عن الأباء، ورغبة الأطفال في الملاعب ABSTRACT Boarding schools "Tahfizh Al-Quran" for children currently have much developed in Indonesia, including in Malang city. The factors informing this development, one of them because of the emerging Young Hafez, like Musa La Ode Abu Hanafi Hafez Al-Qur'an Indonesia's youngest. Even the children's Time is the time of the golden age, so if in manage it well then can create a quality Quran’s generation. But besides that this period was a play’s period and difficult to concentrate in memorize Quran. Based on the orientation, so the community requires a vast knowledge in order to create a Quran’s generations. Based on the background, then the problem is in the formula what is the reason for boarding schools Nurul Huda II select children to memorize the Qur'an, how to ustadz/ustadzah guide memorizing the children in boarding schools Nurul Huda II, how do children memorize Qur'an at boarding schools Nurul Huda II, and what are the factors supporting and restricting of tahfizh Al-Quran to children in boarding schools Nurul Huda II. This research uses a type of descriptive and qualitative approach uses, then describe and integrate with the existing theory of conception. Data collection is done using observation, documentation, interviews, the author uses descriptive qualitative analysis techniques. A descriptive analysis of the techniques writers use to define, interpret, and outlines the data that is obtained from the author of the qualitative methods of observation, documentation and interviews. The data collected are then presented and analyzed based on the understanding of the interview in depth. The results showed that (1) the reason caregivers choose children to memorize the Qur'an because it is the ideals of KH. Abdul Mannan Syukur, He want to share his science so that the community is able to read and memorize Qur'an correctly and understand the meaning of the Qur'an as well as practising their subjects, (2) ustadz and ustadzah guide with how to start memorizing from juz juz, recitations, reading activities provide bil ghoib each prayer before the Congregation, (3) how the child memorize the Qur'an by Harden's voice, using the method of unity, using the method of sima'i, (4) supporting factors are external factors include caretakers and counselors, friends and the public boarding schools, and factors restricting tahfizh Al-Quran is the quality supervisor, the level of acceptance of the elderly, as well as a child who wants to play ABSTRAK Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur’an untuk anak-anak saat ini telah banyak dikembangkan di Indonesia, termasuk di Kota Malang. Faktor yang melandasi berkembangnya pondok pesantren tahfizh Al-Qur’an bagi anak-anak salah satunya karena bermunculan hafizh-hafizh kecil seperti Musa La Ode Abu Hanafi hafizh Al-Qur’an termuda di Indonesia. Bahkan Masa anak-anak merupakan masa golden age (usia emas) sehingga jika di kelola dengan baik maka dapat menciptakan generasi Qur’aniy yang berkualitas. Namun disamping itu masa ini merupakan masa anak bermain yang sulit untuk diajak berkonsentrasi dalam menghafalkan Al-Qur’an. Berdasarkan orientasi tersebut maka masyarakat membutuhkan pengetahuan yang luas supaya dapat menciptakan generasi Qur’ani. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan masalahnya adalah apa alasan pondok pesantren Nurul Huda II memilih anak-anak untuk menghafal Al-Qur’an, bagaimana cara ustadz/ustadzah membimbing hafalan anak di pondok pesantren Nurul Huda II, bagaimana cara anak menghafal Al-Qur’an di pondok pesantren Nurul Huda II, dan apa saja faktor pendukung dan penghambat tahfizh Al-Qur’an pada anak-anak di pondok pesantren Nurul Huda II. Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif dan menggunakan pendekatan kualitatif, kemudian mendeskripsikan dan memadukan dengan konsepsi teori yang ada. Pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan observasi, dokumentasi, wawancara, penulis menggunakan teknik analisa deskriptif kualitatif. Teknik analisa deskriptif penulis gunakan untuk menentukan, menafsirkan, serta menguraikan data yang bersifat kualitatif yang penulis peroleh dari metode observasi, dokumentasi dan wawancara. Data-data yang terkumpul, kemudian dipaparkan dan dianalisis berdasarkan pada pemahaman wawancara secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) alasan pengasuh memilih anak-anak untuk menghafal Al-Qur’an adalah berdasarkan cita-cita dari KH. Abdul Mannan Syukur yaitu ingin berbagi ilmu supaya masyarakat mampu membaca, menghafal dengan tepat dan memahami arti Al-Qur’an serta mengamalkan kandungannya (2) ustadz dan ustadzah membimbing anak dengan cara memulai menghafal dari juz amma, menyediakan kegiatan tilawah, membaca bil ghoib setiap sebelum sholat berjama’ah, (3) cara anak menghafal Al-Qur’an dengan mengeraskan suara, menggunakan metode wahdah, menggunakan metode sima’i, (4) faktor pendukungnya adalah faktor eksternal meliputi pengasuh dan pembimbin
    corecore