30 research outputs found
Ideologi Patriakhi Dalam Iklan Ponsel Di Media Cetak
Penelitian ini menganalisis ideologi patriakhi yang terdapat dalam iklan ponsel di berbagai media cetak di Indonesia. DaZam penelitian ini iklan ponsel yang menjadi objek penelitian adalah ponsel ericsson KSOOi, Ericsson S700i, ericsson T610 dan P91 Oi. Dari keempat iklan ponsel itu, satu diantaranya yaitu iklan Ericsson KSOOi memperlihatkan suatu sosialisasi dan internalisasi sosok Zaki-Zaki yang maskulin, yang mempertegas atribut dan label yang dilekatkan pada laki-laki sebagai sosok yang superior, hero dan sentral. Sedangkan tiga (3) iklan lainya menampilkan imej perempuan yang menjadi objek male gaze, sehingga terjadi suatu bentuk objektifikasi terhadap perempuan. Objetijkasi ini dilakukan dengan menjadikan tubuh perempuan sebagai objek santapan pandangan mata (khususnya Zaki-Zaki). Hal ini menyiratkan adanya f etisme, suatu pemberhalaan atau pengagungan tubuh sehingga f aktor-f aktor dan kualitaskualitas lain dalam diri perempuan tidak dianggap penting yang akhirnya mengakibatkan perempuan hanya diidentikkan dengan fisiknya saja
Pembeli Adalah Raja: Kasus Swalayan
Tidak dapat dipungkiri bahwa mall, plaza, supermarket dan pusat-pusat perbelanjaan dengan sistem swalayan seperti ini sudah bukan hal yang baru dan asing lagi bagi masyarakat di dunia, tidak terkecuali rnisyarakat Indonesia
Intertekstualitas Drama Pygmalion Karya George Bernard Shaw Dan Legenda Yunani Pygmalion and Galatea
Intertectuality believe that no text is original
Representasi Perempuan Dalam Masyarakat Patriakhal Yang Tergambar Dalam Antigone Karya Sophocles
People can see that women, like men are represented with various representations; some are good, some are bad. Representation is done for certain purpose. That's why in representation, representative is usually the one who gets advantage and on the other hand, the rpresented is usually put in disadvantageous position. In the case of Antigone, it is found out that the representaion is ambivalent. In one side, Antigone, as the protagonist is represented with positive representations, but in other side, she is represented with less advantageous representation. It ideologically shows that women are not strong and tough figure no matter how hard she tries to be one
Refleksi Budaya Aborijin Dan Invasi Anglo-Keltik Dalam Alinta, the Flame, Karya Hyllus Maris Dan Sonia Borg
Alinta, the flame reflects aboriginal society in which aboriginal people are shown as nomadic society who loves natur
Kewajiban Versus Moralitas Dalam "Antigone" Karyasophocles
This writing deals with a dilemma faced by Antigone on deciding what to do in response to the kings decision not to bury her brothers dead body or following her morality and conscience to conduct a burial of the brothers dead body. She finally decides to bury the dead body and face the consequence of the kings anger. As a result she has to face the punishment from the king. This writing shows that when morality guides someone, s!he should be ready to accept any consequence. Antigone s decision to oppose the king shows that obligation to obey the king is not always parallel with morality and her conscience
Nerida the Waterlily Membongkar Representasi Perempuan Aborijin Dalam Wacana Anglo-Keltik
Nerida The Waterlily Membongkar Representasi Perempuan Aborijin Dalam Wacana Anglo-Kelti
Malin Kundang Pulang Kampung, Karya Ahmad Muchlish: Mendekonstruksi Legenda Malin Kundang
To deconstruct is to undermine a universal idea or a stable meaning. It is led by a perception in which the deconstructionists believe that theres no stable meaning because every meaning can be undermined. Related to that, this writing is analyzing a short story entitles Malin Kundang Pulang Kampung which deconstructs the legendary story Malin Kundang from West Sumatra
Ideologi Orientalisme Amerika Melalui Media
Analisis ini berhubungan dengan teks-teks media cetak di media Amerika yang disajikan di Riau Pas dari tanggal 16 Desember sampai 23 Desember 2003. Analisis ini mencoba membongkar ideologi apa yang tersembunyi pada teks-teks media cetak itu. Amerika sebagai negara maju sangat memahami kemampuan media yang sangat mengagumkan untuk mengontrol orang dan menciptakan serta mempengaruhi perspektif dan cara berfikir orang melalui media, kebenaran dapat dikonstruksi dan direkonstruksi. Orientalisme adalah sa!ah satu cara yang digunakan Baral (dalam hat ini Amerika) untuk mengontrol dan mendominasi Timur (dalam ha/ ini Timur Tengah) para orientalis percaya bahwa Timur tidak mampu merepresentasikan Timur. Dari 7 teks media cetak yang penulis analisis, penulis menemukan bahwa Amerika mengkonstruksi citra positif dirinya dan disaat yang sama mengkonstruksi citra negatif Timur Tengah, selain itu, teks-teks cetak itu juga menyajikan dominasi Amerika. terhadap Timur Tengah melalui aksi-aksinya sebagai polisi du.nia yang menentukan apa dan siapa yang benar dan salah. Lebih jauh lagi, teks-teks media cetak itu ingin menyajika.n Amer;Jca sehagai penye/amat dunia pahlawan yang menjaga perdamaian dan keselamatan dunia. Dengan demikian diperluka.n pemahaman yang kritis untuk menyikapi teks-teks media itu sehingga kita tidak terjebak mempercayai kebenaran palm yang diciptakan teks-teks itu untuk kepentingan pihak-pihak tertentu
Kasus Kompleks Oedipus (Oedipus Compex) Dalam Cerpen Mengawini Ibu Karya Khrisna Pabichara: Kajian Prikoanalisis
Kasus Kompleks Oedipus (Oedipus Compex) dalam Cerpen Mengawini Ibu Karya Khrisna Pabichara: Kajian Prikoanalisi
