1,721,078 research outputs found

    Analisa Variasi Komposisi Polymeric Foam Diperkuat Fibreglass Sebagai Bahan Alternatif Pembuat Sepatu Kuda Terhadap Pengujian Tekan Statik dan Tarik

    No full text
    Komposit diperkuat serat adalah material non-logam yang mempunyai banyak keuntungan karena sifat fisis dan mekanis yang baik. Salah satu sifat dominan adalah memiliki berat jenis yang ringan dan relatif kuat. Pemakaian blowing agent membuat material ini menjadi lebih ringan lagi. Material yang dibentuk dikenal dengan istilah material komposit polymeric foam (PF). Dalam penelitian ini serat penguatnya ialah serat gelas (fibregalss). Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menemukan alternatif material untuk pembuatan sepatu kuda yang pada umumnya terbuat dari bahan logam. Material dibuat dengan bahan dasar resin BQTN 157 EX, serat gelas (fibre glass) sebagai penguat, polyurethane sebagai blowing agent dan katalis MEKPO untuk mempercepat terjadinya reaksi polimerisasi. Pengujian yang dilakukan terhadap spesimen uji dengan metode uji tekan dan uji tarik. Diketahui dari hasil pengujian bahwa spesimen komposisi C yang memiliki respon mekanik terbaik dengan gaya tekan rata-rata 22.838 kN dan tegangan tekan rata-rata 19.128 MPa, dan gaya tarik rata-rata 1.214 kN dan tegangan tarik 19.374 Mpa. Maka komposisi C dapat disarankan sebagai bahan alternatif pembuat sepatu kuda.Fibre-Reinforced composites is non-metallic materials that have many advantages because of their good physical and mechanical characteristic. One of the dominant characteristic is to have light density and strong. The use blowing agent makes material become lighter. The material formed is known as composite material polymericfoam (PF). In this study fiber reinforcement is fiberglass. The purpose of this research is to find alternative materials for the manufacture horse shoes that are generally made of metal. This material is madde with base material BQTN 157 EX resin, fiberglass as a reinforced, polyurethane as a blowing agent and MEKPO catalyst to accelerate the occurrence of polymerization reaction. Testing performed on test specimens by compression test ann tensile test. It is known from the test result that the compositional test specimen C has the highest respons mechanics with an average compressive force is 28.838 kN and an average compressive test of 19.128 MPa and an average tensile force of 1.214 kN and tensile stress 19.374 MPa. Than the composition of C can be suggested as an alternative material for horse shoes.Skripsi Sarjan

    Analisa Respon Parking Bumper Redesain dari Bahan Polymeric Foam diperkuat Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) Akibat Beban Tekan Statik

    No full text
    Fiber reinforced composites are non-metallic material that has many advantages because of its good physical and mechanical. One dominant trait that has a specific gravity that is light and relatively strong. Use of blowing agent makes this material becomes lighter again. Materials formed known as polymeric foam composite material (PF). As reinforcement of this study using natural fibers obtained from the processing of oil palm empty fruit bunches fiber (TKKS). The purpose of this study is to obtain the maximum compressive stress, and the maximum force that occurs due to static compressive load. Materials made with resin base material BQTN 157 EX, TKKS fibers as reinforcement, as a maker of polyurethane cavity, and MEKP catalyst to accelerate the polymerization reaction. Specimens molded into specimens that have been redesigned. Tests were carried out on this material are: static tap test. Stress distribution on testing using the car parking bumper, and press the static test. The results, obtained for a parking bumper maximum compressive force 3894.615 N, and 502.174 MPa compressive strength.106 HalamanSkripsi Sarjan

    Pembuatan dan Uji Karakteristik Material Beton Ringan (Concrete Foam) yang Diperkuat Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) Akibat Beban Statik

    No full text
    Indonesia merupakan salah satu produsen kelapa sawit terbesar di dunia. Selama ini tandan kosong kelapa sawit (TKKS) yang merupakan hasil dari pengolahan kelapa sawit hanya digunakan sebagai pupuk. Pada penelitian ini dilakukan riset yang akan menambah nilai ekonomis dari tandan kosong kelapa sawit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan proses pembuatan yang sesuai dengan kemampuan beton, mendapatkan komposisi material yang sesuai dengan kemampuan beton, serta mendapatkan tegangan dan regangan struktur beton ringan yang diperkuat serat TKKS akibat bebat statik. Pengujian yang dilakukan terhadap benda uji yang telah dihasilkan adalah pengujian tarik belah. Dari hasil penelitian ini didapat kesimpulan bahwa perbandingan antara tinggi cetakan dengan volume bahan campuran material beton ringan (Concrete Matrix Composite) adalah 1:0,75. Komposisi material dari beton ringan (Concrete Matrix Composite) yang terbaik adalah komposisi 7: semen 32,5%; pasir 32,5%; air 15,1%; blowing agent 17,6%; serat TKKS 2,3%. Hasil dari pengujian tarik belah diperoleh nilai tegangan adalah 0,18 MPa dan regangannya adalah 0,0015415.99 HalamanSkripsi Sarjan

    Pembuatan Pelat Paduan Aluminium-Magnesium dan Analisis Variasi Kampuh Las pada Paduan Aluminium-Magnesium Akibat Beban Statik dengan Menggunakan Software Ansys Workbench V 14.0

    No full text
    Aluminium is the most widely used elements in the field of technology, particularly in the field of transportation . Issues surrounding the fuel consumption and weight reduction components used, have made of aluminum-magnesium alloys in this highly developed industry. By reducing the weight of the components used , the consumption of energy in terms of fuel consumption and exhaust gas emissions can also. In this study, the addition of Aluminium Magnesium into corresponding variations done is 1.4 % and 2.2 %, then performed simulations using ansys software design models in a way resembles the shape of the original specimen , and gave the same treatment in accordance with the testing eskperimental . By using this ansys simulation , many parameters to be obtained . In this simulation searchable normal stress, maximum stress and strain to the static load. Of simulations obtained for alloy Al 98 %-Mg 1.4% at an angle of 60o hem obtained normal stress of 118.77 MPa. At the 98 % - Al alloys Mg 1.4 % at an angle of 90o hem obtained normal stress of 107.89 MPa. At the 97% - Al alloys Mg 2.2 % at an angle of 60o hem obtained normal stress of 155.2 MPa. At the 97 %-Al alloys Mg 2.2% at an angle of 90o hem obtained normal stress of 117.95 MPa . At the 98 % - Al alloys Mg 1.4 % at an angle of 60o hem obtained maximum voltage of 122.9 MPa. At the 98 % - Al alloys Mg 1.4% at an angle of 90o hem obtained maximum voltage of 132.67 MPa. At the 97 % - Al alloys Mg 2.2% at an angle of 60o hem obtained maximum voltage of 160.82 MPa. At the 97 % - Al alloys Mg 2.2% at an angle of 90o hem obtained maximum voltage of 145.35 MPa. At the 98% - Al alloys Mg 1.4% at an angle of 60o hem obtained maximum strain of 0.0020302 mm . At the 98% - Al alloys Mg 1.4% at an angle of 90o hem obtained maximum strain of 0.0021916 mm . At the 97% - Al alloys Mg 2.2% at an angle of 60o hem obtained maximum strain of 0.00260201 mm . At the 97% - Al alloys Mg 2.2% at an angle of 90o hem obtained maximum strain of 0.0023681 mm78 HalamanSkripsi Sarjan

    Performansi Respon Mekanik Bola Golf Polymeric Foam yang Diperkuat Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit (Tkks) terhadap Beban Impak

    No full text
    Penelitian bola golf polymericfoam yang intinya dari inti bola golf bekas yang masih bisa didaur ulang, dan pada penelitian ini menriset untuk mendaur ulang, Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan teknik pembuatan Bola golf berbahan komposit polymeric foam diperkuat serat TKKS. memperoleh dan membandingkan sifat mekanik Bola golf PF dengan bola golf Pabrikan yaitu jarak gelindingan dan simpangan lintasan bola yang berbahan komposit polymeric foam diperkuat serat TKKS dari hasil pengujian menggunakan teknik uji bandul. Menganalisa distribusi tegangan yang terjadi pada Bola golf polymericfoam menggunakan software Ansys 12. Setelah pengujian impak metode uji bandul, dimana jarak gelindingan bola pabrikan tidak jauh berbeda dengan bola golf polymericfoam yaitu dengan area berbeda antara lain daerah menanjak, mendatar, menurun,bola golf pabrikan dengan sudut ayunan 40° didaerah mendatar menggelinding dengan jarak 339 cm dan bola golf polymericfoam 323 cm didaerah menanjak bola golf pabrikan mengelinding 336 cm dan bola golf polymericfoam 320 cm dan untuk daerah menurun masih dengan sudut ayun yang sama jarak gelindingan bola golf pabrikan 343 cm dan untuk bola golf polymericfoam 332 cm100 HalamanSkripsi Sarjan

    Simulasi Statik Struktur Speed BUMP Paduan Bahan Concrete Foam dan Polymeric Foam dengan Variasi Rongga 1, 2 dan 3 Inci Menggunakan Software Ansys 14.5

    No full text
    Speed bump (vehicle speed limiter) is elevated sections of road in the form of additional asphalt or cement that are strung across the street for a sign of slow down. Functions that enhance safety for users jalan.Material to manufacture high speed bumprelatif this cause expensive production costs and the impact on the selling price and therefore new dilakukanPenelitian of natural fiber from oil palm empty fruit bunches (EFB). Abundant raw materials due to oil palm empty fruit bunches (EFB) often become waste is estimated to be quite economical and developed into an environmentally friendly alternative material. The purpose of this study is to simulate the static loading on the speed bump of foam concrete materials and fiber reinforced polymeric foam EFB using Ansys 14.5 software. in this study specimens to be tested 10 models and simulated static on the upper side to determine the stress distribution at the speed bump. Speed bump modeled using SolidWorks software in 2012 and was simulated using ANSYS software compared to 14.5 for voltage distribution. In this study, found that of the static simulation results at top speed bump we concluded that the total minimum voltage deformation occurs in the model bump with casing of 0.94628mm speed and maximum voltage contained in the model of speed bump of 3 inches of concrete 1,2343mm, Equivalent Elastic Strain the minimum speed bump 1 contained in the model of 0.013427 inches, and Equivalent Elastic maximum strain contained in the model of speed bump with a casing of 0.023304, while the minimum Maximum Principal Stress contained in model 3 inches of concrete speed bump for 0.002801Mpa, and Maximum Principal Stress maximum contained in the model speed bump with a casing of 0.016959MPa.Speed bump (Pembatas kecepatan kendaraan) adalah bagian jalan yang ditinggikan berupa tambahan aspal atau semen yang dipasang melintang di jalan untuk pertanda memperlambat laju kendaraan. Fungsinya agar meningkatkan keselamatan bagi pengguna jalan.Material untuk pembuatan speed bump relatif mahal ini menyebabkan biaya produksi mahal dan berdampak pada harga jual oleh sebab itu dilakukanPenelitian baru tentang serat alam dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Bahan baku yang melimpah dikarenakan tandan kosong kelapa sawit (TKKS) kerap menjadi limbah diperkirakan cukup ekonomis dan dikembangkan menjadi material altematif yang ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mensimulasi pembebanan statik pada speed bumpdari bahan concrete foam dan polymeric foam yang diperkuat serat TKKS dengan menggunakan software Ansys 14.5. pada penelitian ini spesimen yang akan diuji 10 model dan disimulasi statik pada sisi atas untuk mengetahui distribusi tegangan pada speed bump. Speed bump dimodel dengan menggunakan software solidworks 2012 dan disimulasi menggunakan Software ansys 14.5 untuk dibandingkan distribusi tegangannya. Pada penelitian ini, berhasil ditemukan bahwa dari hasil simulasi statik pada sisi atas speed bump diperoleh kesimpulan bahwa tegangan minimum total deformation terjadi pada model speed bumpdengancasingsebesar 0.94628mm dan tegangan maksimum terdapat pada model speed bump concrete diameter 3 inchi sebesar 1,2343mm, Equivalent Elastic Strain minimum terdapat pada model speed bump1 inchi sebesar 0.013427, dan Equivalent Elastic Strain maksimum terdapat pada model speed bump dengan casing sebesar 0,023304, sedangkan Maximum Principal Stress minimum terdapat pada model speed bump concrete dengan diameter 3 inchi sebesar 0.0028013Mpa, dan Maximum Principal Stress maksimum terdapat pada model speed bump dengan casing sebesar 0.016959MPa.91 HalamanSkripsi Sarjan

    Rancang Bangun dan Analisis Karakteristik Palang Komposit Berbahan Alternatif Polimer Resin Diperkuat Serat Kaca

    No full text
    Parking portal is facility that is used as access to open and close the entry and exit of a vehicle in parking area, such as malls or office buildings. In general, parking portal uses aluminum, mild steel and iron. The purpose of this research is the design and construction composite parking portal from polymeric material using resin as a binding material, fiberglass as reinforcement and catalyst is use for assisting the drying process of the reaction between resin and fiber. The composite portal designed consists of 2 compositions, namely composition A and composition B. Composition A uses 90% resin, 8% fiberglass and 2% catalyst, while composition B uses 77.6% resin, 20.4% fiberglass and catalyst. 2%. The method used to determine the characteristics of the composite portal, free fall impact test was carried out with a weight of 5 kg at a height of 2 m and 4 m, respectively. The results obtained from the free fall impact test at a height of 2 m, the energy absorbed by the composite portal of composition A is 294,35 Joules, composition B is 307,67 Joules and neither cracks occur. At a height of 4 m, the energy absorbed by the composite portal A is 589,17 Joules and causes a fracture. The energy absorbed by the composite portal B is 615,83 Joules and only causes cracks. The conclusion from this research is that composite portal B can be suggested as an alternative material for making parking portal.Palang parkir merupakan sarana yang digunakan sebagai akses pembuka dan penutup jalur keluar masuknya sebuah kendaraan dalam area perparkiran, misalnya daerah mall ataupun gedung-gedung perkantoran. Pada umumnya palang parkir menggunakan bahan aluminium, baja ringan dan besi. Tujuan dari penelitian ini adalah perancangan dan pembangunan palang parkir komposit dari bahan polimer dengan menggunakan resin sebagai bahan pengikat, serat kaca sebagai bahan penguat dan katalis berguna untuk membantu proses pengeringan reaksi antara resin dan serat. Palang komposit yang dirancang dan dibangun terdiri atas 2 komposisi, yaitu komposisi A dan komposisi B. Komposisi A menggunakan resin 90%, serat kaca 8% dan katalis 2%, sedangkan komposisi B menggunakan resin 77,6%, serat kaca 20,4% dan katalis 2%. Metode yang digunakan untuk mengetahui karakteristik palang komposit, dilakukan kegiatan pengujian impak jatuh bebas dengan berat beban 5 kg pada ketinggian masing-masing 2 m dan 4 m. Hasil yang diperoleh dari pengujian impak jatuh bebas pada ketinggian 2 m, energi yang diserap oleh palang komposit komposisi A sebesar 294,35 Joule, komposisi B sebesar 307,67 Joule dan sama-sama tidak terjadi keretakan. Pada ketinggian 4 m, energi yang diserap oleh palang komposit A sebesar 589,17 Joule dan mengakibatkan patahan. Energi yang diserap oleh palang komposit B sebesar 615,83 Joule dan hanya mengakibatkan keretakan. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini bahwa palang komposit B dapat disarankan sebagai bahan alternatif pembuatan palang parkir.120 HalamanSkripsi Sarjan

    Analisa Kekuatan Impak Helm Sepeda Motor Sni Akibat Pemberian Beban Impak Jatuh Bebas dan Simulasi dengan Menggunakan Software Ansys Workbench V 12.1

    No full text
    The purpose of this study was to obtain stress, strain and potential energy that can be absorbed by the SNI standard helmet. Free fall impact test is done using a multipurpose test equipment free fall. Helmets are tested is placed on the test rig can be set altitude fall. To determine the impact of time, then the tester is equipped with 8 pieces of type inductive proximity sensors. Helm will fall and hit the seat pad test called the anvil. The force generated will be measured using a device called a load sensor measures the loadcell placed under the anvil. Data will be transferred from the load cell to a system data acquisition that works to change the form of an analog signal into digital signal form. Finally, the data will be stored in a PC as force (N) and time (ms). After that is done simulation using ANSYS software by designing a model resembling the original specimen, and provide equal treatment in accordance with the testing experimental. From the experimental results obtained by testing the maximum stress by using anvil flat plate on the top 3.677 MPa and 4.251 MPa at the side of the helmet. For testing by simulating the maximum voltage obtained at 3.534 MPa to 3.946 MPa the top and side of the helmet on. While the voltage received by using anvil bullet helmet, helmet magnitude of the voltage received through experimental testing at 8.267 MPa for the top and side of the helmet. To test the voltage obtained by simulation maskimum at 8.259 MPa and 9.287 MPa for the top and side of the helmet. Maximum voltage received the helmet by using anvil type semicircle obtained voltage of 4.078 MPa and 3.331 MPa for the top and side of the helmet by experimental means. While the simulation is obtained by the maximum voltage of 4.218 MPa to 3.474 MPa and the upper side to side of the helmet94 HalamanSkripsi Sarjan

    Variasi Komposisi Blowing Agent terhadap Kekuatan Material Concrete Foam yang Diperkuat Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) Akibat Beban Statik

    No full text
    Komposit diperkuat serat adalah material non-logam yang mempunyai banyak keuntungan karena sifat fisis dan mekanis yang baik. Salah satu sifat yang dominan adalah memiliki berat jenis yang ringan dan relatif kuat. Pemakaian blowing agent membuat material ini menjadi lebih ringan lagi. Material yang dibentuk dikenal dengan istilah material komposit polymeric foam (PF). Sebagai penguat penelitian ini menggunakan serat alam yang didapat dari pengolahan serat tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Hasilnya, untuk parking bumper diperoleh gaya tekan maksimum sebesar 2754,35 N. Untuk uji tekan statik diperoleh massa jenis adalah 0,6.10-6 kg/mm3, kekuatan tekan sebesar 2,1004 MPa, modulus elastisitas sebesar 9,658 MPa. Sedangkan untuk brazilian test adalah massa jenis adalah 0,6.10-6 kg/mm3, kekuatan tekan sebesar 0,542 MPa, modulus elastisitas sebesar 0,75 MPa. Dan jenis kegagalan yang terjadi pada spesimen uji tekan statik adalah kegagalan geser dengan arah sudut patah atau retak 450 pada arah beban, yang ditandai dengan adanya daerah lipatan pada permukaan spesimen. Sedangkan jenis kegagalan yang terjadi pada spesimen brazilian test adalah gagal dengan cara patah rapuh, yang ditandai dengan laju retak yang cepat tanpa adanya tanda tanda deformasi awal dan tidak adanya deformasi pada daerah kepatahan71 HalamanSkripsi Sarjan
    corecore