5 research outputs found
The Effect of Activity on Firm Value with Dividend Policy as an Intervening Variable
This research aims to determine and explain whether dividend policy mediates the effect of activity on company value. The population in this study were 19 Processed food sub-industry companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2018-2022 period. The data analysis tools used were the classical assumption test, path analysis, and hypothesis testing consisting of the coefficient of determination test, t-test, and Sobel test with the help of the SPSS Version 29 application. The research results showed that: (1) Activity does not affect dividend policy. (2) Activity has a significant effect on firm value. (3) Dividend policy does not affect firm value. The results of the Sobel test showed that (4) dividend policy could not mediate the effect of activity on company value. This is because investors focus more on the company's ability to generate profits and grow in the future, and high dividends can give a negative signal. Companies that retain profits and reinvest in profitable projects are generally preferred by investors and have the potential to increase the company's value in the future
Kesiapan Sumber Daya Manusia Kabupaten Tolitoli Menghadapi Transformasi Digital dan Otomasi
Digital transformation and automation have posed major challenges for many regions, including Tolitoli Regency in Central Sulawesi. Amidst the dominance of traditional economic sectors and limited access to technology, the readiness of human resources (HR) is essential in adapting to the changing times. This study aims to assess the readiness level of Tolitoli’s workforce to face the digital era by examining three main indicators: education level, ownership of information and communication technology (ICT) devices, and frequency of internet access. A descriptive quantitative approach was employed, utilizing secondary data from the 2024 official statistics published by BPS. Findings reveal that most of Tolitoli’s working-age population holds only basic to intermediate education, with limited access to ICT and the internet. The region\u27s Digital Readiness Index (DRI) is estimated at 40–45%, classified as low. These findings highlight the urgent need for strategic interventions, including digital training, strengthening vocational education, and promoting a more inclusive and contextual digital literacy culture.Transformasi digital dan otomasi telah menjadi tantangan besar bagi banyak daerah, termasuk Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Di tengah dominasi sektor ekonomi tradisional dan keterbatasan akses teknologi, kesiapan sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci utama untuk menjawab perubahan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kesiapan SDM Tolitoli dalam menghadapi era digital, dengan meninjau tiga indikator utama: tingkat pendidikan, kepemilikan perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK), serta frekuensi akses internet. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data sekunder dari publikasi resmi BPS tahun 2024. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas penduduk usia produktif Tolitoli memiliki pendidikan menengah ke bawah, dengan akses TIK dan internet yang masih terbatas. Skor Digital Readiness Index (DRI) daerah ini berada pada kisaran 40–45%, tergolong rendah. Temuan ini menegaskan perlunya intervensi strategis melalui pelatihan digital, penguatan kurikulum vokasional, serta pembangunan budaya literasi teknologi yang lebih inklusif dan kontekstual
Pengaruh pengungkapan corporate social responsibility dan penerapan goodcorporate governance terhadap nilai perusahaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) dan penerapan Good Corporate Governance (GCG) terhadap nilai perusahaan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Sumber data berupa data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji asumsi klasik, regresi data panel dan pengujian hipotesis dengan menggunakan alat bantu Eviews 9.0. Adapun hasil penelitian menunjukan bahwa CSR, jumlah Dewan Komisaris, jumlah Dewan Direksi, jumlah Komite Audit, jumlah Kepemilikan Institusional dan jumlah Kepemilikan Manajerial secara simultan berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Secara parsial CSR, jumlah Dewan Komisaris, jumlah Dewan Direksi, jumlah Komite Audit dan jumlah Kepemilikan Manajerial tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Adapun jumlah Kepemilikan Institusional berpengaruh terhadap nilai perusahaan
PENGELOLAAN EKOWISATA DESA KAPAS BERBASIS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM) MELALUI KEMITRAAN BUMDES
Pengabdian masyarakat yang dilakukan merupakan Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) di Desa Kapas Kecamatan Dakopamean Kabupaten Tolitoli. Kegiatan ini bekerja sama dengan mitra sasaran BUMDes Usaha Bersama dan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) yang bertujuan untuk pengetahuan dan pemberdayaan mitra terkait pengelolaan ekowisata berbasis Sistem Infomasi Manajemen (SIM). Kegiatan ini diikuti oleh 35 peserta dari kedua mitra sasaran. Hasilnya adalah peningkatan level pemberdayaan mitra terkait penerapan dan pengaplikasian digitalisasi system informasi manajemen pada setiap pencatatan dan transaksi keuangan BUMDes. Dari aspek manajemen kegiatan ini didukung dengaan adanya MOU Bersama Pemerintah Daerah melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Tolitoli. Sementara dari aspek pemasaran, terbentuknya pemandu wisata yang berkompeten sehingga dapat meningkatkan pelayanan. Selanjutnya dari sisi investasi mitra bisa membuat produk unggulan berupa bakso dan abon ikan khas hasil kekayaan laut Desa Kapas
Penyuluhan Hukum Mengenai Dampak Korupsi, Narkoba, dan Begal Dalam Rangka Meningkatkan Kesadaran Bernegara Bagi Warga Binaan Pemasyarakatan
Kejahatan semakin marak terjadi di Indonesia terutama di daerah-daerah dan dapat menimbulkan kerugian bagi orang lain. Kejahatan timbul dari adanya kesempatan bagi pelaku melakukan kejahatan seperti kejahatan korupsi, narkoba, pencurian, begal, dan sebagainya. Oleh karena itu, pelaku perlu mendapatkan hukuman untuk mempertanggung jawabkan kesalahannya di lembaga pemasyarakatan. Pada pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dilatarbelakangi adanya kekurangan informasi dan pemahaman mengenai hukum tentang dampak dari korupsi, narkotika, dan begal pada warga binaan pemasyarakatan di Lapas Pemuda Kelas IIA Kota Tangerang. Tujuan diadakannya pengabdian kepada masyarakat yaitu untuk memberikan pemahaman tentang ilmu hukum kepada peserta warga binaan pemasyarakatan mengenai hukum agar memahami dampak dari korupsi, narkoba, dan begal. Metode pengabdian yang dipakai yaitu dengan beberapa tahapan dari awal sampai selesai pengabdian, seperti mulai dari survey ketempat lokasi, koordinasi, pelaksanaan, evaluasi, dan laporan. Selain metode dari tahapan tersebut, pengabdian menggunakan bahan hukum sekunder berupa buku, peraturan, ataupun artikel ilmiah yang bertujuan dijadikan bahan analisis dalam menyelesaikan laporan dan artikel ilmiah. Kesimpulan dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yaitu menghasilkan sebuah pemahaman keilmuan bagi warga binaan pemasyarakatan mengenai aturan dan dampak dari korupsi, narkotika, dan begal di tengah masyakat, serta menjalin kerjasama hubungan baik antara Kanwil Kementrian Hukum dan HAM dengan Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang dalam melaksanakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat
