50 research outputs found
StudiTentang Kesiapan Guru Matematika SMA Negeri Kota Jambi Dalam Penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
ABSTRAK *) StudiTentang Kesiapan Guru Matematika SMA Negeri Kota Jambi Dalam Penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) *) Wardi Syafmen, Dosen FKIP Universitas Jambi, Program Studi Pendidikan Matematika.  Salah satu variabel yang mempengaruhi system pendidikan nasional adalah kurikulum, kurikulum harus bisa menjawab kebutuhan masyarakat luas dalam menghadapi persoalan kehidupan. Oleh karena itu kurikulum harus dapat mengikuti dinamika yang ada dalam masyarakat. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan penyempurnaan kurikulum sebelumnya (KBK),dengan keunggulan yang dimilikinya KTSP merupakan pilihan yang tepat menurut pemerintah untuk menjawab tantangan tersebut. Dalam mengimplementasikan KTSP peranan guru sangat penting, karena gurulah yang pada akhirnya akan melaksanakan kurikulum di dalam kelas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kesiapan guru-guru SMA Negeri Kota Jambi dalam penerapan KTSP.Data penelitian diperoleh dari angket tertutup yang disebarkan kepada 106 orang responden. Berdasarkan hasil analisa dari 101 orang responden yang mengembalikan angket, diperoleh  98 orang atau 97,03 % guru matematika SMA Negeri Kota Jambi telah siap untuk menerapkan KTS
Profil Berfikir Kritis Siswa Kepribadian Steadiness Style dalam Memecahkan Masalah Matematika
ABSTRAK Proses berpikir yang penting untuk pemecahan masalah matematika adalah proses berpikir kritis, karena dapat bermanfaat untuk pembentukan konseptual siswa. Siswa kepribadian steadiness style adalah siswa yang introvert, reserve dan quite yang menolak perubahan radikal dan cenderung mempertahankan diri dalam situasi yang tidak disukainya dengan cara pasif. Sikap pasif dalam proses pembelajaran yang dilakukan siswa cenderung menimbulkan asumsi bahwa siswa tersebut tidak kritis. Padahal, siswa steadiness style adalah siswa dengan tipe kepribadian yang secara tidak langsung memiliki pemikiran kritis. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses berpikir kritis siswa tipe steadiness style dalam memecahan masalah matematika. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara berdasarkan lembar tugas pemecahan masalah. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMA yang memiliki kepribadian steadiness style pada semester genap tahun akademik 2011/2012. Proses berpikir kritis di amati dari setiap langkah pemecahan masalah menurut Polya dan diperhatikan karakteristik proses berpikir kritis yang meliputi tahap (1) identifikasi masalah dan informasi yang relevan, (2) mengeksplorasi interpretasi dan koneksi, (3) memprioritaskan alternatif dan mengkomunikasikan kesimpulan, dan (4) mengintegrasikan, memantau, dan menyaring strategi untuk penanganan ulang masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa steadiness style dapat memecahkan masalah matematika yang diberikan secara kritis. Proses berpikir kritis pada pemecahan masalah matematika yakni: tahap (1), tahap (2), tahap (3) dan tahap (4) terjadi pada setiap langkah Polya yaitu langkah memahami masalah, menyusun rencana pemecahan masalah, melaksanakan rencana pemecahan masalah dan mengecek kembali hasil pemecahan masalah. Kata Kunci : Profil berfikir kritis, Kepribadian Steadiness, Masalah Matematik
INVERS TERGENERALISASI MATRIKS ATAS FIELD
Bila A(s) [ s]mxn maka invers tergenerasi dilambangkan dengan A(s)+ [ s]mxn , s . Salah satu sifat penting dari invers tergeneralisasi matriks polynomial yang di adopsi atas matrik bilangan real adalah persamaan matriks polinomial P(s) X(s) Q(s) = K(s); s  . Persamaan matriks polynomial P(s) X(s) Q(s) = K(s); s  mempunyai solusi jika dan hanya jika P(s) P(s)+ X(s) Q(s)+ Q(s) = K(s); s  sedangkan solusi umumnya adalah : X(s) = P(s)+ K(s)Q(s)+ + Y(s) – P(s) P(s)Y(s) Q(s)Q(s)+ dengan P(s)+, Q(s)+ [ s]mxn , masing-masing invers tergeneralisasi matriks polynomial P(s) dan Q(s), sedangkan Y(s) adalah matriks sembarang  dalam dimensi X(s). Aplikasi invers tergeneralisasi matriks polynomial dapat dilihat dalam perhitungan invers kanan dan invers kiri matriks polynomial dan juga dalam sistem linear.  Kata kunci : Invers tergeneralisasi matriks, fiel
PENERAPAN MODEL TEAM BASED LEARNING ( TBL)UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH STRUKTUR ALJABAR
Pembelajaran dapat diartikan sebagai kegiatan yang terprogram dalam desain facilitating, empowering, enabling, untuk membuat mahasiswa belajar secara aktif, yang menekankan pada sumber belajar. Sebagai salah satu wujud tanggung jawab atas kewajibannya, pendidik dituntut memilih strategi/metode pembelajaran yang paling akomodatif dan kondusif untuk mencapai sasaran dan berpusatkan pada mahasiswa. (student-centered learning , SCL) , dengan strategi itu mahasiswa didorong untuk memiliki motivasi dalam diri mereka sendiri, kemudian berupaya keras mencapai kompetensi yang diinginkan. Salah satu strategi pembelajaran yang berorientasi active larning adalah Team-Based Learning (TBL). Berbagai hasil  penelitian menunjukkan bahwa TBL bukan hanya efektif untuk meningkatkan prestasi belajar dan kinerja mahasiswa tetapi juga lebih membuat kelas hidup dan mahasiswa lebih aktif dalam diskusi. Memahami konsep merupakan salah satu kesulitan mahasiswa dalam mata kuliah struktur aljabar selama ini, hal ini terlihat dari prestasi belajar mahasiswa. Penelitian ini dilakukan terhadap mahasiswa pendidikan matematika semester V yang berjumlah 36 orang, bertujuan untuk melihat apakah strategi pembelajaran TBL dapat meningkatkan prestasi dan kualitas proses pembelajaran mahasiswa pada mata kuliah struktur aljabar .Data penelitian adalah catatan dosen,lembar observasi aktivitas mahasiswa ,angket persepsi mahasiswa,tes prestasi belajar mahasiswa ( pretest dan posttest) , data tersebut dianalisis secara kulitatif dan kuantitatif.Dari hasil pengolahan data dapat disimpulkan bahwa : Penerapan strategi pembelajaran TBL dapat meningkatkan prestasi belajar mahasiswa semester V Pendidikan Matematika PMIPA FKIP Univ. Jambi pada mata kuliah struktur aljabar . Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya skor rata-rata posttest dari siklus I sampai siklus III dimana pada siklus III 95% mahasiswa mendapatkan nilai rata-rata B .dan penerapan strategi TBL disamping sangat disukai mahasiswa, juga dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran mahasiswa semester V Pendidikan Matematika PMIPA FKIP Univ. Jambi pada mata kuliah struktur aljabar. Kendala yang ditemukan dalam pembelajaran TBL ini adalah pengaturan waktu dan merancang soal pretest dan posttest, supaya pelaksanaan pembelajaran dengan strategi PBL ini efektif dan efisien maka kedua faktor ini perlu mendapat perhatian  Kata Kunci : Model Team Based Learning,Prestasi Belajar, Struktur Aljaba
Studi Tentang Dampak Sertifikasi Terhadap Kompetensi Pedagogik dan Profesional Guru Matematika di SMP N Kota Jambi
Abstrak
Pemerintah telah menerbitkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Salah satu implementasi dari undang-undang tersebut adalah pelaksanaan sertifikasi yang bertujuan dapat meningkatkan mutu pendidikan mulai dari pendidikan anak usia dini sampai pendidikan tinggi.
Guru matematika merupakan salah satu sasaran dari kebijakan tersebut dengan disertifikasinya guru-guru matematika diharapkan akan meningkatkan mutu pembelajaran matematika dan berdampak positif pada hasil belajar matemtika siswa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak sertifikasi terhadap kinerja guru matematika,terhadap kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional guru matematika, Penulis mengambil sample tiga sekolah SMP Negri di Kota Jambi. Dari hasil pengolahan data wawancara, data pengamatan dan tes hasil belajar disimpulkan bahwa kompetensi pedagogik dan kompetensi professional guru matematika SMP N. Kota Jambi tergolong baik. Sedangkan sertifikasi tidak secara otomatis berdampak positif terhadap hasil belajar matematika siswa SMP N. Kota jambi, sementara perilaku professional guru matematika yang sudah memperoleh sartifikat pendidik menunjukan hasil yang sangat baik
Sebagai guru profesional dan telah menyandang sertifikat pendidik, guru berkewajiban untuk terus mempertahankan profesionalitasnya .Pembinaan profesi guru secara terus menerus (continuous professional development) harus dilakukan antara lain menggunakan wadah guru yang sudah ada, yaitu musyawarah guru mata pelajaran (MGMP)/KKG, workshop untuk merancang perangkat pembelajaran, penataran/ diklat teknologi informasi, kegiatan seminar pendidikan dan studi banding ke sekolah-sekolah terbaik.
Kata Kunci : Dampak sertifikasi, kompetensi pedagogik, professional, hasil belajar matematik
Studi Perbandingan Penggunaan Strategi Belajar Aktif Tipe Joepardy Review dan Who Wants To Be A Millionaire Pada Pembelajaran Matematika
ABSTRAK  Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya nilai matematika siswa kelas VII SMPN 17 Kota Jambi. Hal ini dikarenakan guru bidang studi menerapkan pembelajaran ekspositori yang kurang mengaktifkan siswa di kelas. Guru matematika seharusnya dapat menciptakan proses belajar mengajar yang baik dengan menerapkan strategi belajar yang bervariasi serta dapat membuat siswa menjadi aktif dalam belajar dan strategi yang dapat diterapkan adalah strategi belajar aktif tipe Joepardy Review dan Who Wants To Be A Millionaire. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbandingan hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP N 17 Kota Jambi yang diajar dengan menggunakan strategi belajar aktif tipe Joepardy Review dan Who Wants To Be A Millionaire. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang dilakukan terhadap tiga kelas sampel yang diberikan perlakuan berbeda hasil post-test diperoleh diuji menggunakan uji-t satu arah. Dari hasil analisis data hasil belajar matematika siswa pada ketiga kelas sampel adalah homogen. Untuk pengujian diperoleh thitung > ttabel, sehingga H1 : µ1 > µ2 diterima. Jadi disimpulkan bahwa rata-rata hasil belajar matematika dengan menggunakan strategi belajar aktif tipe joepardy review lebih baik dari rata-rata hasil belajar matematika dengan menggunakan strategi belajar aktif tipe who wants to be a millionaire. Dari hasil penelitian disarankan agar guru bidang studi matematika dapat menerapkan strategi belajar aktif tipe joepardy review di kelas. Kata Kunci : Hasil Belajar, Strategi Belajar Aktif Tipe Joepardy Review, Stratregi Belajar Aktif Tipe Who Wants To Be A Millionair
Analisis Pengetahuan Prosedural Siswa Tipe Kepribadian Sensing Dalam Menyelesaikan Soal Materi Sistem Persamaan Linear Dua Ariabel
Abstrak
Masalah utama dalam pendidikan di Indonesia adalah rendahnya hasil belajar siswa di sekolah, terutama dalam pembelajaran matematika pada materi sistem persamaan linear dua variabel. Pengetahuan prosedural sangat penting dikuasai oleh siswa terutama dalam menyelesaikan soal matematika. Namun beberapa temuan penelitian menunjukkan pengetahuan prosedural siswa masih rendah.Berdasarkan hal tersebut maka tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengetahuan prosedural siswa tipe kepribadian sensing dalam menyelesaikan soal materi sistem persamaan linear dua variabel. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SMPN 2 Kota Jambi. Subjek penelitian ini adalah dua orang siswa tipe kepribadian sensing kelas VIIIF tahun ajaran 2013/2014. Instrumen penelitian terdiri dari tes kepribadian, soal materi sistem persamaan linear dua variabel dan pedoman wawancara.Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa tipe kepribadian sensing telah menggunakan pengetahuan prosedural dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linear dua variabel. Kesalahan yang dialami siswa tipe kepribadian sensing dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linear dua variabel adalah kesalahan prosedur dalam melakukan operasi perkalian dan pengurangan. Kesalahan disebabkan karena siswa kurang teliti dalam melakukan operasi perkalian dan pengurangan. Untuk itu perlu pemberian latihan yang kontinu untuk melatih ketelitian siswa.
Kata Kunci : pengetahuan prosedural, siswa tipe kepribadian sensin
Development of M-Learning Media Illustrated Crossword Puzzles to Increase Learning Motivation for Middle School Students
this study aims to produce M-Learning learning media illustrated with crossword puzzles assisted by Google Sites to increase student motivation in class VII SMP and describe the feasibility of the media in terms of validity, practicality, and effectiveness. This research is a development research using the ADDIE model, which includes analyze, design, development, implementation, and evaluation stages. The results showed that the quality of M-Learning learning media illustrated with crossword puzzles assisted by Google sites to increase student motivation, for the validation aspect of M-Learning was categorized as valid with a validity of 75%. For the practicality questionnaire, the teacher response questionnaire obtained 91.67% of the very practical criteria and the 9 student response questionnaire was 90.40% with very practical criteria, so M-Learning was stated to be very practical. For the aspect of effectiveness, it can be seen from the results of the study tests where all students passed or met the KKM, student response questionnaires with a percentage of 90.20% were very effective criteria. And the N-Gain value of 0.76 indicates that there is an increase in learning motivation in the high category, so that M-Learning is effective for increasing student motivation
ANALISIS PENGETAHUAN METAKOGNISI SISWA DENGAN GAYA BELAJAR REFLEKTIF PADA PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA
Kemampuan berpikir yang dimiliki setiap siswa tentunya berbeda-beda. Dalam kegiatan berpikir untuk menerima dan mengolah informasi kemampuan berpikir yang digunakan siswa yaitu kemampuan berpikir kognitif dan sering juga disebut gaya kognitif siswa. untuk memperoleh dan mengolah informasi tentang pengetahuan kemampuan berpikir yang digunakanpun berbeda-beda. Diantaranya yaitu pengetahuan metakognisi.Setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda-beda,  sehingga menyebabkan perbedaan pada pengetahuan metakognisi siswa termasuk didalam menyelesaikan soal pemecahan masalah matematika. Nasution (2012:94) mengemukakan tiga gaya belajar salah satunya adalah  impulsif-reflektif, Siswa dengan gaya belajar reflektif tidak terburu-buru saat menyelesaikan atau memecahkan masalah matematika walaupun dalam waktu yang tidak memungkinkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan metakognisi siswa dengan gaya belajar reflektif pada pemecahan masalah matematika dan manganalisis kesulitan-kesulitan siswa dengan gaya reflektif dalam menyelesaikan masalah matematika. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa SMA dengan gaya belajar reflektif  . Penelitian ini menggunakan tes gaya belajar reflektif, lembar tugas pemecahan masalah matematika, dan rekaman wawancara langsung.Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa dengan gaya belajar reflektif telah memenuhi indikator pengetahuan metakognisi pada pemecahan masalah matematika. Berdasarkan hasil penyelesaian soal pemecahan masalah dan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa secara umum kesulitan yang dialami siswa dengan gaya belajar reflektif dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi peluang dikarenakan faktor kurangnya pengetahuan tentang strategi, ketidaktepatan strategi yang digunakan, dan kesalahan saat memformulasikan ke dalam  bentuk kalimat matematika.Untuk itu dalam kegiatan pembelajaran guru dalam memilih metode atau strategi lebih mempertinbangkan gaya belajar siswa dan kemampuan metakognisi terutama yang berhubungan dengan pemecahan masalah matematika.  Kata  kunci  :  Pengetahuan metakognisi , gaya belajar reflektif , masalah    Matematik
Studi Perbandingan Hasil Belajar Matematika Siswa Yang Belajar Menggunakan Model Pembelajaran Two Stray Two Stray Dan Numbered Heads Together Di Kelas VII
Rendahnya hasil belajar siswa dapat disebakan oleh beberapa faktor, yaitu kurang tepatnya model pembelajaran yang digunakan oleh guru sehingga menyebabkan kurang aktifnya siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP N 22 Kota Jambi yang mengikuti proses pembelajaran dengan model pembelajaran Two Stay Two Stray dan model pembelajaran Numbered Heads Together. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Rancangan penelitian yang digunakan adalah posttest-only control design dengan dua kelas sampel. Kelas eksperimen I diajarkan dengan model pembelajaran Two Stay Two Stray dan kelas eksperimen II diajarkan dengan model pembelajaran Number Heads Together guna melihat perbandingannya terhadap hasil belajar siswa. Metode pengumpulan data menggunakan soal tes dan lembar observasi. Analisi data untuk mengetahui perbedaan rata-rata digunakan uji t dengan kriteria pengujian dua pihak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata posttest untuk kelompok eksperimen I sebesar 74,9 lebih tinggi dibandingkan kelas eksperimen II 67,77. Hasil analisis uji kesamaan dua rata-rata dengan uji t, antara kelas eksperimen I dan kelas eksperimen II diperoleh yaitu 2,3839 1,9973. Artinya hipotesis ditolak dan hipotesis diterima. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa belajar menggunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray lebih baik di bandingkan belajar menggunakan model pembelajaran Numbered Heads Together
