3 research outputs found

    AKIBAT HUKUM PERJANJIAN JUAL BELI DI BAWAH TANGAN TERHADAP RUMAH YANG DIBELI MELALUI KPR (Studi di PT. BANK TABUNGAN NEGARA (Persero) Tbk CABANG SURAKARTA)

    No full text
    ABSTRAK AKIBAT HUKUM PERJANJIAN JUAL BELI DI BAWAH TANGAN TERHADAP RUMAH YANG DIBELI MELALUI KPR (Studi di PT. BANK TABUNGAN NEGARA (Persero) Tbk CABANG SURAKARTA) Menurut ketentuan yang berlaku jual beli rumah KPR haruslah dilakukan dengan sepengetahuan bank selaku kreditur dan dilaksanakan sesuai prosedur yang telah ditentukan oleh bank, yaitu dengan melalui alih debitur. Alih debitur berarti debitur lama (penjual) mengalihkan kreditnya kepada pembeli atau debitur baru, dan pihak debitur baru bersedia untuk melanjutkan angsuran kredit dari pihak penjual debitur lama. Akan tetapi dalam kehidupan sehari-hari ternyata masih banyak terjadi peralihan hak atas rumah dan tanah yang dilakukan dibawah tangan tanpa sepengetahuan bank. Penjual dan Pembeli rumah KPR tersebut beranggapan bahwa jual beli telah selesai dan kepemilikan rumah telah beralih dari penjual kepada pembeli hanya dengan adanya kuitansi dan perjanjian jual beli yang dibuat di bawah tangan tersebut meskipun pembeli masih mempunyai kewajiban untuk melunasi angsuran ke bank. Hal yang demikian melanggar ketentuan yang telah diatur dalam Perjanjian Kredit, Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan, Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, serta syarat sahnya perjanjian dalam Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis empiris, yaitu dengan mengkaji peraturan perundang-undangan, teori-teori hukum dan yurisprudensi kemudian dihubungkan dengan fakta riil di lapangan. Data diperoleh dari data primer dan data sekunder. Data primer bersumber dari staff consumer loan PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Cabang Surakarta, Notaris/PPAT, dan pembeli serta penjual rumah KPR. Untuk jenis data primer, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Pengumpulan data sekunder dilakukan melalui studi pustaka, dokumen, arsip, bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis interaktif yang meliputi 3 alur kegiatan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Perjanjian jual beli rumah KPR di bawah tangan melanggar ketentuan hukum dan tidak memenuhi syarat sahnya suatu perjanjian sehingga perjanjian tersebut batal demi hukum, yaitu dari semula perjanjian tersebut dianggap tidak pernah ada. Perjanjian jual beli rumah KPR di bawah tangan yang dilakukan tanpa sepengetahuan kreditur tidak memberikan perlindungan hukum kepada pembeli rumah KPR tersebut. Oleh karena itu, tindakan yang paling tepat untuk pengalihan rumah KPR adalah dengan cara alih debitur secara resmi melalui bank. Selain itu, upaya lain perlindungan hukum bagi pembeli rumah KPR adalah dengan mengajukan permohonan penetapan pengadilan atas jual beli rumah KPR yang telah terlanjur dilakukan di bawah tangan

    Law Enforcement Against Illegal Logging as an Effort to Mitigate Climate Change: Case Study in the Mountain Ciremai Area

    No full text
    The environment is an essential and inseparable part of human life. Environmental degradation can also damage the habitats of surrounding flora and fauna, ultimately leading to extinction. Illegal logging causes both direct and indirect environmental damage. This study addresses two main research questions: how weak supervision and law enforcement regarding timber harvesting permit regulations contribute to the rise of illegal logging activities in the Mount Ciremai area, and how illegal logging laws are enforced in the region. This research employs a normative juridical method, which emphasizes legal norms and applicable regulations, as outlined in legislation relevant to the legal issues being studied. The study also involves interviews with the management of Mount Ciremai National Park (TNGC). The purpose of this research is to examine how law enforcement in Kuningan Regency, particularly in the Mount Ciremai area, responds to environmental damage caused by unauthorized tree cutting or illegal logging. Despite various meetings and discussions held to address the issue, the proposed action plans often failed to resolve the root causes. The lack of evidence and supporting materials remains a major challenge for the TNGC management. Therefore, this article is expected to contribute to policy considerations at both the regional and national levels

    Self-concept and self-actualization in the short story Shodiqi Adz Dzill: A review of humanistic psychology

    No full text
    This study aims to analyze the self-concept and self-actualization contained in the short story Shodiqi Adz Dzill by Arezo Zaenab based on Carl Rogers' humanistic psychology theory. This research uses descriptive qualitative method with Carl Rogers' humanistic psychology theory approach. The data sources in this research are primary data and secondary data. The data collection technique used in this research is reading and writing. From the results of this study, the author found seven data findings which are divided into four components of self-concept, and success in achieving self-actualization, which include: (1) real self, Sarah's attitude that sticks to her perception, (2) ideal self, Sarah tries to accept her mother's views, (3) conditional positive regard, Khadijah accepts Sarah without worrying too much about her behavior, (4) unconditional positive regard, Khadijah accepts Sarah without worrying too much about her behavior, and (5) self-actualization, Sarah overcomes her psychological challenges and reaches her best potential. Based on the results of the above research, it can be concluded that with the acceptance and support of her mother, Sarah managed to overcome these challenges, change her views, by developing to reach her best potential without being afraid of shadows anymore
    corecore