1,721,503 research outputs found
PENGEMBANGANGAN IRIGASI TAMPUNGAN MIKROUNTUK TANAMAN RUMPUT GAJAH DI LAHAN KERING MALANG SELATAN
Kekeringan dan kelangkaan air di daerah pegunungan Kapur Malang Selatan, merupakan fenomena keterbatasan daya dukung alam akibat pengaruh kondisi topografi, geologi dan eksploitasi lingkungan. Curah hujan yang cukup tinggi ( 2200 mm) tidak dapat dimanfaatkan secara optimal, karena belum adanya fasilitas dan teknologi yang diterapkan. Dalam penelitian ini dilakukan pengembangan teknologi penampungan curah hujan dengan tampungan sangat kecil (mikro) dari bahan kedap air tanah baras, tampungan dimanfaatkan sebagai sumber air guna kepentingan irigasi secara siraman pada tanah kering dengan luasan kecil. Tanaman yang dibudidayakan adalah rumput gajah, kebutuhan air irigasi optimal sebesar 0,33 l/dt/ha, dengan produksi tanaman per panen 46,10 kg/Ha. Penelitian ini perlu dikembangkan untuk mengetahui kemampuan kerja tampungan mikro di musim kemarau dan menentukan tingkat kebutuhan air untuk tanaman rumpur gajah
STRATEGI PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR JARINGAN JALAN PERTIGAAN KARANGLO UNTUK MENGURAI KEMACETAN LAWANG - MALANG
Suwignyo, 2016 Strategi Pengembangan Infrastruktur jaringan jalan pertigaan
Karanglo untuk Mengurai kemacetan Lawang-Malang. Tesis : Program Pasca
Sarjana Teknik Sipil ITN Malang.
Pembimbing I Dr. Ir. Sutanto Hidayat, MT, Pembimbing II Dr. Ir. Subandiyah
Azis, CES
Penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh langsung
terhadap kemacetan dan waktu tempuh. Analisis teknis yang digunakan adalah
menjaring pendapat responden (kuisoner) serta melaksanakan observasi langsung
di lokasi penelitian. Data diolah menggunakan analisis faktor dan analisis patch
dengan bantuan software Statistical Package and Service Solution (SPSS 2016).
Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel yang signifikan dan sangat
mempengaruhi kemacetan dan waktu tempuh dari Lawang-Malang adalah
penambahan jumlah lajur dan pembangunan jalan alternatif (X6) 56,805%
hambatan samping (X3) 67,688%, dan U-turn (X4) 56,722%.
Jaringan jalan yang memadai sebagai salah satu kebutuhan untuk
mendukung kegiatan kelancaran ekonomi, informasi, teknologi di suatu daerah.
Jalan Lawang-Malang adalah ruas jalan arteri primer, sehingga kecepatan rencana
adalah 60 km / jam, kapasitas lalu lintas harian rata-rata jumlahnya besar, lalu
lintas jarak jauh tidak boleh terganggu oleh lalu lintas lokal, akses jalan masuk
harus dibatasi, jalan arteri primer yang memasuki perkotaan dan atau
pembangunan kota tidak boleh terputus. Volume lalu lintas harian rata-rata
maksumum jalan arteri primer adalah 0,85. Ini berarti bahwa sebelum volume lalu
lintas mendekati kapasitas jalan arteri primer, harus dilakukan peningkatan
dengan pelebaran jalan, menambah jumlah lajur, membuat jalan alternatif atau fly
over. Jarak antara bukaan dari jalur samping ke jalan arteri primer minimal 1 km,
ke jalan arteri sekunder minimum 0.50 km. Jarak persimpangan jalan arteri primer
minimal 3 km dan untuk jalan arteri sekunder minimum 1 km (Manual Kapasitas
Jalan Indonesia).
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh
langsung terhadap kemacetan dan waktu tempuh di pertigaan Karanglo.
Kata kunci: jalan, kemacetan, Lawang-Malang, waktu tempu
- …
