1,734,813 research outputs found

    GNSS Reflectrometry Data

    No full text
    <p>This data content a reflector height from GNSS station at TG station.</p&gt

    Analisis tentang implikasi SKB mengenai ahmadiyah terhadap organisasi keagamaan dan aliran kepercayaan serta masalah hukumnya / oleh Dedi Susilo

    No full text
    abstrak (A) Nama: Dedi Susilo (NIM: 205030047). (B) Judul Skripsi: Analisis Tentang Implikasi SKB Mengenai Ahmadiyah Terhadap Organisasi Keagamaan dan Aliran Kepercayaan serta Masalah Hukumnya. (C) Halaman: ix + 90 + 58 + 2009. (D) Kata kunci: Keputusan, Peraturan, SKB dan Ahmadiyah. (E) Isi: Dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004, istilah keputusan secara tegas dibedakan dari pengertian peraturan. Keputusan yang bersifat mengatur harus disebut dengan ?peraturan? (regels) sebagai nomenklatur untuk membedakan ?keputusan? yang bersifat menetapkan (beschikking). Dalam prakteknya, ada saja produk hukum yang formatnya menetapkan (beschikking) tetapi substansinya sebagian atau bahkan seluruhnya bersifat mengatur (regeling), seperti SKB Ahmadiyah. Keberadaan SKB tersebut telah menimbulkan polemik, karena selain bentuk dan substansi hukumnya dipertanyakan oleh sebagian kalangan, dari pihak pemerintah dan para pakar hukum sendiri ada perbedaan pendapat mengenai kompetensi peradilan yang berwenang mengadili SKB tersebut. Oleh karena itu, sudah tepatkah pengaturan Ahmadiyah tersebut dituangkan dalam bentuk SKB? Bagaimana implikasi SKB itu terhadap organisasi-organisasi keagamaan lain di luar JAI? Bagaimana dengan masalah hukum yang ditimbulkan atas terbitnya SKB itu, khususnya mengenai kompetensi peradilan? Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dan metode penelitian hukum empiris. Data penelitian menunjukan bahwa ada cacat yuridis pada SKB Ahmadiyah, karena secara substansi SKB itu sangat jelas mengikat umum. Dengan demikian, tidak tepat kalau hal-hal yang mengikat umum itu dituangkan dalam bentuk kesepakatan bersama dari beberapa menteri. Sebaiknya SKB itu dilembagakan dalam bentuk Peraturan Menteri agar sesuai dengan struktur tata urutan peraturan yang ada. (F) Acuan: 58 (1945-2009). (G) Pembimbing Rasji, S.H., M.H. (H) Penulis Dedi Susilo

    Kinerja Pelayanan Jasa Kebandar Udaraan Oleh Bandara Susilo Sintang

    Full text link
    Penelitian ini berangkat dari adanya ada beberapa masalah yang berkaitan dengan masalah jasa pelayanan Bandar Udara Susilo seperti: Produktifitas pelayanan jasa kebandar udaraan yang disediakan oleh Kantor Bandara Susilo Sintang masih belum terlaksana sebagaimana yang diharapkan. Masih adanya keluhan-keluhan pelanggan (penumpang) terhadap pelayanan jasa kebandar udaraan yang disediakan oleh Kantor Bandara Susilo Sintang. Responsivitas pelayanan jasa kebandar udaraan yang disediakan oleh Kantor Bandara Susilo Sintang masih belum optimal. Artinya kemampuan pengelola Bandar Udara Susilo Sintang untuk mengenali kebutuhan masyarakat, menyusun agenda dan prioritas pelayanan, dan mengembangkan program-program pelayanan sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat belum optimal.Responsibilitas, pelaksanaan kegiatan jasa kebandar udaraan yang disediakan oleh Kantor Bandara Susilo Sintang belum dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip administrasi yang benar atau sesuai dengan kebijakan organisasi. Akuntabilitas, pelayanan jasa kebandar udaraan yang disediakan oleh Kantor Bandara Susilo Sintang belum dapat dipertanggungjawabkan secara baik. hasil penelitian merekomendasikan Responsivitas Unit Penyelenggara Bandara Susilo Sintang diharapkan dapat ditingkatkan lagi khususnya dalam menindaklanjuti keluhan terhadap ruangan untuk cek in keberangkatan di Bandara Susilo Sintang yang sempit serta belum tersedianya media petunjuk/pengumuman/ plank papan nama. Responsibilitas Unit Penyelenggara Bandara Susilo Sintang diharapkan dapat segera menyusun sistem dan prosedur pelayanan jasa kebandarudaraan dan pengamanan di daerah lingkungan kerja bandar udara dalam rangka menjamin kelancaran operasional bandar udara. Secara bertahap agar semua pelayanan pokok maupun penunjang kebandarudaraan tersedia pada Bandara Susilo Sintang. Akuntabilitas, laporanlaporan diharapkan dapat disediakan setiap 1 (satu) bulan sekali. Selain itu, dalam Laporan tersebut diharapkan juga secara lengkap, tidak bersifat umum sebagaimana yang dibuat selama ini. Produktifitas Unit Penyelenggara Bandara Susilo Sintang diharapkan dapat ditingkatkan lagi, terutama terkait Realisasi penerimaan yang belum mencapai target yang diharapkan. Kepuasan Pelanggan, perlu koordinasi secara intensif kepada pihak maskapai penerbangan soal ketepatan waktu kedatangan pesawat yang sering delay bahkan batal berangkat

    Susilo terima anugerah UUM

    Full text link
    Kuala Lumpur: Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono semalam menerima Ijazah Kehormat Doktor Falsafah Kepemimpinan dan Keamanan daripada Universiti Utara Malaysia (UUM)

    Susilo Susilo's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    An Analysis of Maxims in Susilo Bambang Yudhoyono’s Political SpeecheS

    No full text
    Thesis entitled " An Analysis of Maxims in Susilo Bambang Yudhoyono 's Political Speeches " is an analysis of the application of the maxim in his speech Yudhoyono . Theoretical basis used is the theory Geoffrey Leech (1983 ) which describes the level of politeness with the use of the maxim . This research uses descriptive qualitative method . This study aims to determine the types of maxims used by Susilo Bambang Yudhoyono and the most dominant maxim used Susilo Bambang Yudhoyono in his political speeches . The object of the study in the discussion of this thesis is taken from two speeches Susilo Bambang Yudhoyono , the campaign speeches and political speeches about the relationship between Indonesia and Malaysia . After analyzing the data , the findings of this analysis states that there are six maxim contained in a political speech Susilo Bambang Yudhoyono. They are tact maxim is 24.35 % , generosity maxim is 12.82 % ,approbation maxim is 2.56 % , modesty maxim is 11.58 % , agreement maxim is 37.17 % and sympathy maxim is 11.58 %. While the most dominant maxim is agreement maxim applied . Susilo Bambang Yudhoyono may be a politician or a leader by example in modesty language is .Skripsi berjudul “ An Analysis of Maxims in Susilo Bambang Yudhoyono’s Political Speeches” merupakan suatu analisis tentang penerapan maxim dalam pidato Susilo Bambang Yudhoyono. Landasan teori yang digunakan adalah teori Geoffrey Leech(1983) yang menjelaskan tentang tingkat kesopanan dengan penggunaan maxim tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis maksim yang digunakan oleh Susilo Bambang Yudhoyono dan maksim yang paling dominan yang digunakan Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato politiknya. Adapun objek kajian dalam pembahasan skripsi ini diambil dari dua pidato Susilo Bambang Yudhoyono, yaitu pidato kampanye dan pidato politik tentang hubungan Indonesia dan Malaysia. Setelah menganalisis data, hasil penemuan dari analisis ini menyatakan bahwa ada enam maxim yang terdapat dalam pidato politik Susilo Bambang Yudhoyono yaitu 24,35% maxim kebijaksanaan, 12,82% maxim keramahan, 2,56% maxim pujian, 11,58% maxim kerendah-hatian, 37,17% maxim kemufakatan dan 11,58% maxim simpati. Sedangkan maxim yang paling dominan diterapkan adalah maxim kemufakatan. Susilo Bambang Yudhoyono dapat dijadikan politisi atau pemimpin teladan dalam kesopanan berbahasanya.108 HalamanTesis Magiste

    Chandra, Susilo

    No full text

    Susilo, Hendri

    No full text
    corecore