1,721,178 research outputs found
Penentuan Garis Lengkung Sedimen (Sediment Rating Curve) pada Musim Kemarau di Daerah Aliran Sungai Bedagai (Studi Kasus : Sub-DAS Bedagai)
Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi masalah kurangnya data sedimen pada
suatu daerah aliran sungai (DAS) di Sumatera Utara. Hal ini dikarenkan
pencatatan pengukuran sedimen masih kurang yang disebabkan oleh besarnya
biaya yang dibutuhkan, waktu yang relatif panjang, dan risiko untuk mendapatkan
data tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan persamaan
garis lengkung sedimen. Garis Lengkung Sedimen adalah persamaan yang
menghubungkan antara debit sungai dengan debit sedimen, sehingga untuk
memperoleh debit sedimen, cukup menggunakan data debit sungai. Penelitian ini
menggunakan metode deskriptif berupa data primer (data debit dan konsentrasi
sedimen) dan data sekunder (data curah hujan). Hasil penelitian diperoleh garis
lengkung sedimen Qs = 19.914Qw1.9641 dan R2 = 0,7506. Debit sedimen yang
diperoleh telah melampaui batas yang ditetapkan oleh Departemen Kehutanan
mengenai kriteria untuk penentuan DAS.This research was conducted to overcome the problem of lack of sediment data in
a watershed in North Sumatra due to the lack of sediment measurements
recording which caused by the amount of cost required, relatively long time, and
the risk of obtaining such data. The purpose of this study was to obtain the
equation of sediment curved line. Sediment curved line is an equation that
connects the river discharge with the sediment discharge. The river discharge
data could be used to obtain the sediment discharge. This research used
descriptive methods in the form of primary data (debit data and sediment
concentration) and secondary data (climate data). Results showed that
sedimentary curved lines was Qs = 19.914Qw1.9641 dan R2 = 0.7506. The obtained
sediment discharge has exceeded the limits set by the Ministry of Forestry
regarding to the criteria for watershed determination.62 HalamanSkripsi Sarjan
Penentuan Garis Lengkung Sedimen (Sediment Rating Curve) pada Musim Kemarau di Daerah Aliran Sungai Bedagai (Studi Kasus : Sub-DAS Bedagai)
Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi masalah kurangnya data sedimen pada
suatu daerah aliran sungai (DAS) di Sumatera Utara. Hal ini dikarenkan
pencatatan pengukuran sedimen masih kurang yang disebabkan oleh besarnya
biaya yang dibutuhkan, waktu yang relatif panjang, dan risiko untuk mendapatkan
data tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan persamaan
garis lengkung sedimen. Garis Lengkung Sedimen adalah persamaan yang
menghubungkan antara debit sungai dengan debit sedimen, sehingga untuk
memperoleh debit sedimen, cukup menggunakan data debit sungai. Penelitian ini
menggunakan metode deskriptif berupa data primer (data debit dan konsentrasi
sedimen) dan data sekunder (data curah hujan). Hasil penelitian diperoleh garis
lengkung sedimen Qs = 19.914Qw1.9641 dan R2 = 0,7506. Debit sedimen yang
diperoleh telah melampaui batas yang ditetapkan oleh Departemen Kehutanan
mengenai kriteria untuk penentuan DAS.This research was conducted to overcome the problem of lack of sediment data in
a watershed in North Sumatra due to the lack of sediment measurements
recording which caused by the amount of cost required, relatively long time, and
the risk of obtaining such data. The purpose of this study was to obtain the
equation of sediment curved line. Sediment curved line is an equation that
connects the river discharge with the sediment discharge. The river discharge
data could be used to obtain the sediment discharge. This research used
descriptive methods in the form of primary data (debit data and sediment
concentration) and secondary data (climate data). Results showed that
sedimentary curved lines was Qs = 19.914Qw1.9641 dan R2 = 0.7506. The obtained
sediment discharge has exceeded the limits set by the Ministry of Forestry
regarding to the criteria for watershed determination.62 HalamanSkripsi Sarjan
Penentuan Liku Kalibrasi Debit (Rating Curve) pada Musim Kemarau di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bedagai (Studi Kasus: Sub DAS Bedagai)
Watersheds in Northern Sumatera have automatic measurements that are still limited, resulting in a lack of availability of data or information regarding the flow rate data of a watershed. Determination of the calibration curve to get the rating curve, where the rating curve shows the relationship between water level and discharge, by knowing the value of the water level and discharge of watershed it can predict the value of river discharge which aimed to be complement of the lack of information on the discharge data in Bedagai watersheds. To get a rating curve, several equation models were used such as linear, power function, logarithmic, polynomial, and exponential. From research conducted in the field at Bedagai watershed a strong correlation was obtained in the equation of the power function model with the equation of Q = 28.073x1.9698 with R2 of 0.917, and r of 0.958.Daerah Aliran Sungai di Sumatera Utara memiliki pengukuran secara otomatis yang masih terbatas, sehingga menyebabkan kurangnya ketersediaan data atau informasi mengenai data debit aliran suatu DAS. Penentuan liku kalibrasi untuk mendapatkan grafik rating curve, dimana grafik rating curve menunjukkan hubungan antara tinggi muka air dan debit, dengan mengetahui nilai tinggi muka air dan debit suatu DAS maka dapat memprediksi besarnya nilai debit sungai yang bertujuan untuk melengkapi kekurangan informasi data debit di DAS Bedagai. Untuk mendapatkan grafik rating curve maka digunakan beberapa persamaan model seperti model linier, berpangkat, logaritmik, polinomial, dan eksponensial. Dari penelitian yang dilakukan di lapangan yaitu di DAS Bedagai maka didapatkan korelasi yang kuat pada persamaan model berpangkat dengan persamaan yaitu Q = 28,073x1,9698 didapat nilai R2 = 0,917, dan r = 0,958.71 HalamanSkripsi Sarjan
Penentuan Liku Kalibrasi Debit (Rating Curve) Pada Musim hujan Di Daerah Aliran Sungai Bedagai (Studi Kasus: Sub Das Bedagai),
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan persamaan (rating curve) hubungan antara tinggi muka air sungai dengan debit di DAS Bedagai. Penelitian ini dilakukan dengan mengukur debit sungai dan menggunakan alat water level logger untuk mencatat tinggi muka air secara otomatis. Liku kalibrasi debit merupakan kurva yang menunjukkan hubungan antara tinggi muka air dan debit pada suatu daerah aliran sungai sehingga dapat memprediksi besarnya suatu debit sungai, dengan mengetahui nilai tinggi muka air dan debit sungai, dari hasil penelitian yang dilakukan dilapangan dengan menggunakan lima model yaitu model eksponensial, model linier, model logaritmik, model polinomial, dan model berpangkat. Dari kelima model tersebut didapatkan korelasi yang paling kuat yaitu persamaan polinomial dimana Q = 24,859x2+6,5558x-2,114 didapat nilai R2 = 0,998 dan r = 0,999.66 HalamanSkripsi Sarjan
Penentuan Garis Lengkung Sedimen (Sediment Rating Curve) pada Musim Hujan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Deli
The purpose of this research was to obtain the equation of sediment rating curve in Deli watershed. Sediment rating curve is a curve which shows relation between river discharge and value of rate of sediment flow, so that it can be use to predict the magnitude of sedimentation without doing field measurement. This research was done by collection of sediment sample using a sample bottle which was attached to the wall of the measuring, where the height of each sample bottle would represent some of the magnitude of the river discharge by sampling at least once a week. From the results of the research which was conducted, the value of rate the sediment flow at the location of research was included in a very high criteria (more than 20 ton/ha/years) and had exceeded the criteria for sediment load issued by Ministry of Forestry. The equation of the river discharge with sediment discharge was Qs =14,115Q 2,2736 with the coefficient of determination (R2) of 0,711.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan persamaan garis lengkung sedimen (Sediment rating curve) di Daerah Aliran Sungai Deli. Garis lengkung sedimen merupakan kurva yang menunjukkan hubungan antara debit sungai dengan nilai debit sedimen sehingga dapat digunakan untuk memprediksi besarnya sedimentasi tanpa melakukan pengukuran langsung ke lapangan. Penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan sampel sedimen dengan menggunakan botol sampel yang ditempel pada dinding sekat ukur, dimana ketinggian setiap botol sampel akan mewakili beberapa besaran debit sungai dengan pengambilan sampel minimal 1 kali seminggu. Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh bahwa nilai debit sedimen pada lokasi penelitian termasuk kriteria sangat tinggi (lebih besar dari 20 ton/ha/thn) dan sudah melebihi batas kriteria muatan sedimen yang dikeluarkan oleh Kementerian Kehutanan. Persamaan hubungan debit sungai dengan debit sedimen adalah Qs=14.115Q 2.2736 dengan nilai koefisien diterminasi (R2) sebesar 0.711.62 HalamanSkripsi Sarjan
Penentuan Liku Kalibrasi Debit (Rating Curve) Pada Musim hujan Di Daerah Aliran Sungai Bedagai (Studi Kasus: Sub Das Bedagai),
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan persamaan (rating curve) hubungan antara tinggi muka air sungai dengan debit di DAS Bedagai. Penelitian ini dilakukan dengan mengukur debit sungai dan menggunakan alat water level logger untuk mencatat tinggi muka air secara otomatis. Liku kalibrasi debit merupakan kurva yang menunjukkan hubungan antara tinggi muka air dan debit pada suatu daerah aliran sungai sehingga dapat memprediksi besarnya suatu debit sungai, dengan mengetahui nilai tinggi muka air dan debit sungai, dari hasil penelitian yang dilakukan dilapangan dengan menggunakan lima model yaitu model eksponensial, model linier, model logaritmik, model polinomial, dan model berpangkat. Dari kelima model tersebut didapatkan korelasi yang paling kuat yaitu persamaan polinomial dimana Q = 24,859x2+6,5558x-2,114 didapat nilai R2 = 0,998 dan r = 0,999.66 HalamanSkripsi Sarjan
Penentuan Garis Lengkung Sedimen (Sediment Rating Curve) pada Musim Hujan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bedagai
River conditions in Indonesia have started to be alarming where sediment
concentrations have increased from time to time. The high concentration of
sediment can affect the profile and flow of the river cross section and less optimal
utilization. The purpose of the research was to obtain the equation of sediment
rating curve in Bedagai watersheds in rainy season. Sediment rating curve show
the relationship between river debit with sediment debit value used to predict the
magnitude of the sedimentation process. Taking sample by several times a day
based on the water level and an analysis of sediment concentration by analyzing
each sample of water in the bottle. The result of the research was the average
value of sediment debit reaches 27.88 tons / ha / year. Based on the sediment load
criteria issued by the forestry department which have very high criteria (more
than 20 tons / ha / year). The equation of river debit with sediment debit is Qs =
19.707Q1,8491 with the coefficient of determination (R2) = 0.8501.Kondisi sungai sudah di Indonesia saat ini sudah mulai memprihatinkan dimana
konsentrasi sedimen semakin meningkat dari waktu ke waktu. Tingginya
konsentrasi sedimen dapat mempengaruhi profil dan alur penampang sungai serta
pemanfaatan yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan
persamaan garis lengkung sedimen di DAS Bedagai pada musim hujan. Garis
lengkung sedimen merupakan kurva yang menunjukkan hubungan antara debit
sungai dengan nilai debit sedimen yang digunakan untuk memprediksi besarnya
proses sedimentasi. Pengambilan sampel dilakukan dengan beberapa kali dalam
sehari berdasarkan ketinggian muka air dan dilakukan analisa konsentrasi sedimen
dengan menganalisa dari setiap sampel air yang ada dalam botol. Dari penelitian
yang telah dilakukan diperoleh nilai rata-rata debit sedimen mencapai 27,88
ton/ha/tahun. Berdasarkan kriteria muatan sedimen yang dikeluarkan oleh
departemen kehutanan yang mempunyai kriteria yang sangat tinggi (lebih besar
dari 20 ton/ha/tahun). Persamaan debit sungai dengan debit sedimen adalah Qs =
19,707Q1,8491 dengan nilai koefisien determinasi (R2) = 0,8501.63 HalamanSkripsi Sarjan
Pencetakan Kompos Berbagai Bentuk Dengan Menggunakan Jenis Kompos Yang Berbeda
Pencetakan Kompos Berbagai Bentuk Dengan
Menggunakan Jenis Kompos Yang Berbeda, dibimbing oleh TAUFIK RIZALDI
dan EDI SUSANTO.
Penggunaan kompos saat ini masih mengalami kendala yaitu kebutuhan
dosis yang sangat besar sering kali menyulitkan proses penebarannya,
membutuhkan ruangan yang lebih luas untuk penyimpanan dan daya simpannya
relatif lebih singkat, serta bentuknya kurang menarik. Untuk itu penelitian ini
dilakukan untuk membuat bentuk kompos agar lebih menarik dengan variasi jenis
kompos dan dosis bahan perekat. Penelitian ini dilakukan pada Juli - September
2009 menggunakan rancangan acak lengkap faktorial 2 faktor yaitu jenis kompos
(kotoran sapi, jerami, sekam) dan dosis bahan perekat (20%, 25%, 30%).
Parameter yang diamati adalah kapasitas efektif alat, persentase kerusakan
hasil,lama kompos melebur, analisis ekonomi, break event point, net present
value, internal rate of return.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kompos berpengaruh sangat
nyata terhadap kapasitas material, kerusakan hasil dan memberikan pengaruh
berbeda nyata terhadap kapasitas hasil dan lama kompos melebur. Dosis bahan
perekat berpengaruh sangat nyata terhadap kapasitas material dan kapasitas hasil,
dan memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap kerusakan hasil cetakan
dan lama kompos melebur. Interaksi perlakuan berpengaruh sangat nyata
terhadap kapasitas material, kerusakan hasil cetakan dan lama kompos melebur.
Hasil yang terbaik diperoleh pada kombinasi kompos jerami dengan dosis bahan
perekat sebesar 30%86Skripsi Sarjan
Studi tentang Jumlah Sudu Impeler dan Diameter Pipa Outlet Pompa Sentrifugal Buatan Lokal
Penelitian ini dilakukan di Bengkel Dinas Pertanian Sumatera Utara dengan
menggunakan Raneangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Pengujian dilakukan
dengan dua faktor yaitu jumlah sudu impeler dan diameter pipa outlet masing-masing
4 kali ulangan,
Perlakuan jumlah sudu impeler (I) terdiri dari 2 taraf yaitu:
I1=3 sudu I2=6 sudu.
Faktor diameter pipa outlet terdiri dari 3 taraf yaitu:
D1 = 0,75 inch D2 = 1 inch
1,25 inch
Pengamatan dan pengambilan data meliputi :Debit air (V/dt), Kebutuhan
Energi (KWh) dan Tekanan (kg/cm’).72 HalamanSkripsi Sarjan
Evaluasi Laju Infiltrasi Menurut Persamaan Kostiakov pada Ultisol di Kebun Percobaan Tambunan A
Infiltration rate is important to observe because it is related to potential surface run-off, flood, erosion, water storage of soil, and stream discharge especially during dry season. However, because the infiltration equation is valid for only certain condition of the land measured, it is important to manually collect data on all types of soil. The research was mainly conducted to evaluate infiltration rate related to soil physical properties, namely initial soil water content, bulk density, particle density, soil porosity, organic material content, and soil texture. The measurement was carried out on ultisol vegetated with wild grass in Kebun Percobaan Tambunan A. The evaluation showed that initial water content, bulk density, particle density after infiltration had higher values than before infiltration but soil porosity after infiltration had smaller value than before infiltration. The soil texture in the measured land was sandy clay loam65 HalamanSkripsi Sarjan
- …
