2 research outputs found

    KUCING DENGAN KONDISI TERLUKA SEBAGAI IDE PENCIPTAAN SENI LUKIS REPRESENTASIONAL

    No full text
    RINGKASAN   Prima, Surya Anggara. 2018. Kucing dengan Kondisi Terluka Sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis Representasional. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Triyono Widodo, M.Sn.   Kata Kunci: Kucing, Luka, Penciptaan, Lukis Representasional               Kucing merupakan salah satu hewan peliharaan favorit kebanyakan orang. Jenis kucing pun sangat beragam, dari kucing liar, kucing ras dan kucing domestik. Kucing menjadi hewan peliharaan dikarenakan tingkah lakunya yang dianggap lucu oleh sebagian orang. Pencipta mengangkat kucing sebagai ide penciptaan, namun bukan sisi lucu kucing yang ingin diangkat oleh pencipta, melainkan sisi lain kucing yaitu ketika kucing dalam kondisi terluka sehingga dijauhi oleh manusia. Pengalaman pencipta ketika menemukan kucing dalam kondisi luka-luka yang justru dijauhi oleh manusia, menunjukan bahwa manusia hanya menyukai kucing dalam kondisi yang baik dan lucu saja, namun ketika kucing tersebut dalam kondisi tidak baik dan terluka manusia terkadang merasa jijik dan menjauhinya. Kucing-kucing dengan kondisi terluka juga memiliki hak hidup yang sama.  Berdasarkan pengalaman tersebut kemudian pencipta menganalogikan pengalaman tersebut dalam kehidupan manusia. Perilaku manusia yang terbiasa melihat suatu hal hanya dari satu sisi saja, disini sisi indah yang hanya digunakan oleh manusia. Penelitian ini merupakan jenis penelitian penciptaan seni, dengan menggunakan model proses kreatif Alma Hawkins meliputi: tahap eksplorasi, tahap improvisasi, dan pembentukan. Ide penciptaan adalah kucing dalam metafora kehidupan manusia. Tujuan penciptaan ini adalah untuk memaparkan cara pandang manusia terhadap kucing dengan kondisi terluka melalui penciptaan karya lukis representasional. Penciptaan ini menghasilkan 6 karya seni lukis yang berjudul Sisi Lain #1 (Wajah Lucu Kucing), Sisi Lain #2 (Kaki Kucing), Terkurung, Luka si Manis, Tidak Lagi Lucu, dan Ibu dan Anak-anaknya. Keenam karya lukis tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman kepada apresian untuk menghargai kucing dengan kondisi terluka serta melihat suatu hal dari berbagai sudut pandang

    The Effect of Career Development on Employee Performance (Case Study at CV Anggara Prima)

    Full text link
    This research is motivated by the phenomenon of a decrease in the level of work productivity in Indonesia which has an impact on employee performance. One of the efforts made by the company in order to increase employee productivity and performance is through employee career development through training activities. Through employee career development, employee knowledge, abilities and skills will increase and will have an impact on employee productivity and performance. This study aims to determine the effect of career development on employee performance. Population is the total number of objects of a study. The population in this study were employees of PT Anggara Prima, totaling 99 people. While the sample in this study were 80 people. Data analysis technique using simple linear regression analysis. The results showed that there was a positive influence between career development on employee performance when viewed from the t-test with a t-count value (7.185 > 1.988) with a significant level of 0.05. Based on the analysis of the coefficient of determination, it can be seen that the R Square value of 0.398 or 39.8% of employee performance variables can be explained by career development variables while the remaining 60.2% is influenced by other variables not explained by the author in this study.product quality) to the dependent variable (purchase interest) is 58.9
    corecore