335 research outputs found
KAJIAN MOBILITAS PEMBAWA MUATAN PADA LAPISAN ORGANIK SPIRULINA sp: DRIFT CURRENT, MAGNETOCONDUCTANCE, DAN EFEK HALL
Supatmi
Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Sebelas Maret
ABSTRAK
Telah dilakukan karakterisasi mobilitas pembawa muatan pada lapisan
Spirulina sp hasil deposisi spin coating di atas substrat Printed Circuit Board
(PCB). Karakterisasai UV-VIS digunakan untuk mengkonfirmasi bahwa larutan
yang digunakan merupakan klorofil. Mobilitas pembawa muatan meningkat
seiring dengan kenaikan jumlah lapisan Sedangkan dengan peningkatan
kecepatan putar, mobilitas pembawa muatan menurun secara eksponensial.
Sementara mobilitas pembawa muatan menurun secara linear dengan kenaikan
suhu post heating. Pengaruh medan magnet terhadap mobilitas pembawa muatan
terungkap dalam magneto-conductance dan efek Hall. Pada magnetoconductance, teramati karakteristik simetri respon pembawa muatan terhadap
medan magnet. Karakteristik magneto-conductance berubah dengan tegangan.
Akhirnya dari pengamatan efek Hall diperoleh ketergantungan secara linier
tegangan Hall dengan medan magnet yang membuka peluang aplikasi sebagai
sensor medan magnet.
Kata Kunci : lapisan Spirulina sp, mobilitas pembawa muatan, magnetoconductance, efek Hall
PENGARUH PENURUNAN KONSENTRASI FOSFOR DALAM MEDIA MURASHIGE SKOOG (MS) TERHADAP PERTUMBUHAN KALUS DAN PRODUKSI RESERPIN PULE PANDAK [Rauvolfia verticillata (Lour.) Baillon] SECARA IN VITRO
ABSTRAK
Supatmi. 2007. PENGARUH PENURUNAN KONSENTRASI FOSFOR
DALAM MEDIA MURASHIGE SKOOG (MS) TERHADAP PERTUMBUHAN
KALUS DAN PRODUKSI RESERPIN PULE PANDAK
[Rauvolfia verticillata (Lour.) Baillon] SECARA IN VITRO. Jurusan Biologi.
FMIPA. UNS.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi
fosfor dalam media MS terhadap pertumbuhan dan produksi reserpin kalus
Rauvolfia verticillata (Lour.) Baillon.
Kerangka penelitian ini didasarkan pada potensi R. verticillata sebagai
obat antihipertensi. Perlakuan konsentrasi fosfor (KH2PO4) dalam media
pertumbuhan kalus akan menghambat pertumbuhan kalus dan mempengaruhi
sintesis asam amino triptofan. Triptofan akan menghasilkan triptamin sebagai
substrat dari enzim striktosidin sintase. Sriktosidin sintase adalah enzim yang
mengaktifkan pembentukan reserpin.
Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan
faktor tunggal yaitu konsentrasi fosfor (KH2PO4) dengan masing-masing 5
ulangan. Konsentrasi fosfor (KH2PO4) yang digunakan adalah: 0(kontrol); 42,5;
85; 127,5; dan 170 (standar baku media MS) mg/l. Data yang diambil adalah data
kualitatif yaitu morfologi (tekstur dan warna) kalus R. verticillata, serta data
kuantitatif (berat basah, berat kering, dan kadar reserpin) kalus R. verticillata
Analisis data kuantitatif menggunakan analisis varian (ANAVA) dan dilanjutkan
dengan uji DMRT pada taraf 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi fosfor berpengaruh
terhadap pertumbuhan dan kandungan reserpin kalus R. verticillata. Rata-rata
berat basah dan kering kalus tertinggi diperoleh pada konsentrasi fosfor 85 mg/l,
sedangkan berat basah kalus terendah diperoleh pada konsentrasi 0 mg/l dan berat
kering kalus terendah pada 42,5 mg/l. Kadar fosfor (KH2PO4) dibawah media MS
menghasilkan kadar reserpin yang lebih tinggi, semakin rendah kadar fosfor pada
media MS meningkatkan reserpin semakin rendah. Kadar reserpin tertinggi
dihasilkan oleh kalus R. verticillata pada kadar fosfor 127,5 mg/l, sedangkan
kadar reserpin terendah pada kadar fosfor 42,5 mg/l
PerancangannEnterprise Architecture Menggunakan ZachmannFramework di Unit LaboratoriumA Fakultas Ilmu Terapan Universitas Telkom
Abstrak :
Volume 8 Nomor 1, 2022, 32-43 ISSN: 2460-1799 P-ISSN: 1432-602743
Refah Istifahani Handoko, Sri Supatmi
Jurusan.Magister Sistem Informasi.UNIKOM Jl. Dipati Ukur No. 112-116, Bandung, Jawa Barat, Indonesia
[email protected]
PerancangannEnterprise Architecture Menggunakan
ZachmannFramework di Unit LaboratoriumA
Fakultas Ilmu Terapan Universitas Telkom
ZachmanaframeworkAmerupakanAsalahAsatu metodeAdibuat untuk perancangan model arsitektur enterprise yang dapat
mendukung semua manajerial organisasi atau perusahaan agar bisa lebih memahami secara keseluruhan enterprise. Sehingga, organisasi dapat memiliki kemampuan untuk menenapkan struktur dasar organisasiAyang membantu sistem intrgrasi, pengembangan interpretasi, penataan serta perbaikan arsitektur perangkat sistem informasi yang dimiliki organisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah agar tercapainnya secara optimal antara strategi Sistem Informasi dan Teknologi Informasi dengan strategi bisnis dan hasil dari penelititian
ini adalah berupa Blue Print.
Kata kunci : Enterprise Architecture, Zachman Framework, EA
STRATEGI KOMUNIKASI USTADZAH SUPATMI S.Pd DALAM MEMBANGUN KARAKTER ISLAMI DI TPA AL-HIKMAH DESA SUMBUSARI OGAN KOMERING ILIR ( STUDI KASUS SANTRI TPA Al-HIKMAH )
Skripsi ini berjudul “ Strategi Komunikasi Ustadzah Supatmi S.Pd dalam Membangun
Karakter Islami di TPA Al-Hikmah Desa Sumbusari”. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui karakter santri dan startegi komunikasi apa yang digunakan dalam membangun
karakter islami di TPA Al-Hikmah Desa Sumbusari Ogan Komering Ilir. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan sumber data
primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalahobservasi,
wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian adalah deskriptif
kualitatif dengan carareduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori yang
digunakan yaitu teori operant conditioning yang belandasankan dari sebuah respon. Hasil dari
penelitian strategi komunikasi kepada Utadzah Supatmi S.Pd dalam membangun karakter
islami dengan menggunakan tiga tahapan yaitu dengan cara merumuskan, implemantasi, dan
evaluasi dan juga dapat mengetahui karakter islami santri di TPA Al-Hikmah Desa
Sumbusari Ogan Komering Ilir
Kata Kunci : pembinaan, karakterislami, strategi komunikas
PENERAPAN PENILAIAN KINERJA PADA PRAKTIKUM BIOLOGI DALAM MENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA SUB KONSEP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN MAKHLUK HIDUP DI SMP MUHAMMADIYAH 1 CIREBON
FITRI SUPATMI : ”Penerapan Penilaian Kinerja pada Praktikum Biologi dalam Meningkatan Hasil Belajar Siswa pada Sub Konsep Pertumbuhan dan Perkembangan Makhluk Hidup di SMP Muhammadiyah 1 Cirebon” Penelitian ini bertujuan mengembangkan asesmen kinerja untuk mengukur kinerja dalam melaksanakan praktikum IPA Biologi di SMP Muhammadiyah 1 Cirebon. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini mengikuti prinsip kerja penelitian tindakan kelas (PTK) atau Classroom Ection Research. Pelaksanaan PTK melalui proses pengkajian berdaur yang terdiri dari empat tahap, yaitu : perencanaan tidakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Dasar pemikiran dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penerapan penilaian kinerja dalam menilai hasil praktikum siswa dengan penerapan penilaian kinerja. Penilia kinerja adalah tindakan atau praktek berdasarkan hasil pengamatan penilaian terhadap aktivitas siswa sebagaimana yang terjadi. Dari persoalan tersebut penulis tertarik untuk malakukan suatu tindakan yaitu dengan memberikan suatu penilaian kinerja dengan alternatif asesmen kinerja untuk menilaian hasil belajar siswa sebagai proses kegiatan belajarnya dan membantu guru dalam pencapaian target kurikulum dan kompetensi dasar hasil praktikum. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 1 Cirebon yang berjumlah 29 siswa, yang terdiri atas 11 siswi dan 18 siswa. Subjek penelitian ini heterogen berdasarkan kemampuan yakni ada yang mempunyai kemampuan tinggi, sedang, rendah dah sangat rendah, tetapi kemampuan interaksi cukup baik, Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1) Berdasarkan data yang diperoleh dalam peneliti bahwa penerapan penilaian kinerja praktikum dalam meningkatkan hasil belajar siswa yang telah diterapkan sudah efektif dalam hal menilai kegiatan praktikum dilihat dari hasil kegiatan praktikum nilai observasi siswa pada siklus pada I mendapatkan nilai rata-rata sebesar 2 (sedang) dan pada siklus II mendapatkan nilai rata-rata sebesar 2,9 (baik). 2) Hasil belajar siswa dalam belajar biologi mengalami peningkatan pada saat proses belajar mengajar langsung yang dapat dilihat dari hasil tes kognitif siswa setiap siklusnya yaitu hasil tes rata-rata kelas siklus I 55% dan siklus II 69% mengalami kenaikan hasil belajar siswa sebesar 11,29 %. 3) dan dari Respon siswa setelah diterapakan penilaian kinerja praktikum untuk meningkatkan hasil belajar siswa mengenai konsep pertumbuhan dan perkembangan termasuk dalam katagori cukup baik
Do Political Connections Moderate the Effect of Institutional Ownership on Social Disclosures?
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bukti empiris pengaruh kepemilikan institusional maupun kepemilikan institusional lembaga keuangan dan asing terhadap social disclosures dengan koneksi politik sebagai variabel moderasi. Social disclosures diukur menggunakan bobot skor dari 104 indikator pada Global Reporting Initiative (GRI) meliputi banking sector, financial institution sector, securities company sector, insurance sector and other/public sectors tahun 2018. Sampel penelitian ini menggunakan 98 perusahaan industri keuangan di Indonesia yang tercatat dalam BEI (Bursa Efek Indonesia) pada periode 2018-2022 dengan jumlah 490 observasi. Hipotesis penelitian diuji menggunakan teknik analisis regresi data panel. Hasil penelitian membuktikan bahwa makin tinggi kepemilikan institusional, terutama kepemilikan institusional lembaga keuangan dan asing, maka makin tinggi pula social disclosures yang dilakukan perusahaan. Makin tinggi proporsi pihak yang terkoneksi politik dalam perusahaan, makin kuat pengaruh kepemilikan institusional terhadap social disclosures, khususnya social disclosures mengenai masyarakat dan tanggung jawab produk. Temuan ini mendukung teori legitimasi bahwa perusahaan berkomitmen untuk selalu menampilkan berbagai kegiatan sosial dan lingkungan kepada masyarakat agar dapat diterima oleh lingkungan sosialnya dan kelangsungan hidup perusahaan dapat terjamin.This research aims to find empirical evidence of the influence of institutional ownership and institutional ownership of financial and foreign institutions on social disclosures with political connections as a moderating variable. Social disclosures are measured using the weighted score of 104 indicators on the Global Reporting Initiative (GRI) including the banking sector, financial institution sector, securities company sector, insurance sector and other/public sectors in 2018. This research sample uses 98 listed financial industry companies in Indonesia on the BEI (Indonesian Stock Exchange) in the 2018-2022 period with a total of 490 observations. The research hypothesis was tested using panel data regression analysis techniques. The research results prove that the higher the institutional ownership, especially the institutional ownership of financial and foreign institutions, the higher the social disclosures carried out by the company. Then, the higher the proportion of political connections in the company, the stronger the influence of institutional ownership, both financial and foreign institutions, on social disclosures, especially social disclosures regarding Society and Product Responsibility. These findings support the legitimacy theory that companies are committed to always presenting various social and environmental activities to the community so that they can be accepted by the social environment and the company's survival can be guaranteed
Audit Key Performance Indicator: Studi Kasus Pada Universitas Kristen Satya Wacana
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan audit Key Performance Indicator (KPI) di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dengan meninjau persepsi kepala direktorat terhadap kesesuaian indikator KPI dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing unit. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan analisis deskriptif kualitatif, melibatkan 11 unit Direktorat di UKSW selama periode 15 Juli 2024 hingga 16 Januari 2025. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis Google Form yang diisi kepala direktorat, wawancara semi-terstruktur secara tatap muka dan daring, serta observasi laporan audit direktorat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 82% kepala direktorat memahami instrumen audit KPI dengan baik, sedangkan 18% lainnya merasa cukup memahami, namun menyarankan adanya penyesuaian indikator agar lebih relevan. Selain itu, 45% responden menilai indikator KPI sudah sesuai dengan kebutuhan unit kerja mereka, sementara 55% lainnya merasa masih ada indikator yang perlu disempurnakan. Meskipun indikator KPI saat ini telah selaras dengan Standar Operasional, beberapa direktorat menilai perlunya indikator yang lebih spesifik agar lebih akurat dalam mencerminkan pencapaian kinerja unit kerja. Temuan ini mengindikasikan bahwa efektivitas audit KPI sangat bergantung pada pemahaman kepala direktorat dan kesesuaian indikator dengan operasional masing-masing unit. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan kepada Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) untuk mempertimbangkan revisi dan penyempurnaan indikator KPI guna meningkatkan relevansi serta akurasi pengukuran kinerja dalam mendukung optimalisasi sistem penjaminan mutu di UKSW.This study aims to evaluate the implementation of the Key Performance Indicator (KPI) audit at Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) by examining the perceptions of directorate heads regarding the alignment of KPI indicators with the main duties and functions of each unit. This study employs a case study approach with qualitative descriptive analysis, involving 11 directorate units at UKSW during the period from July 15, 2024, to January 16, 2025. Data were collected through Google Form-based questionnaires completed by directorate heads, semi-structured face-to-face and online interviews, as well as observations of directorate audit reports. The findings indicate that 82% of directorate heads have a good understanding of the KPI audit instruments, while 18% feel they have a sufficient understanding but suggest adjustments to make the indicators more relevant. Furthermore, 45% of respondents perceive the existing KPI indicators as appropriate for their respective units, whereas 55% believe that certain indicators still require refinement. Although the current KPI indicators are aligned with operational standards, several directorates emphasize the need for more specific indicators to accurately reflect the performance achievements of their units. These findings suggest that the effectiveness of the KPI audit is highly dependent on the understanding of directorate heads and the suitability of indicators with the operational context of each unit. Therefore, this study recommends that the Quality Assurance Agency (LPM) consider revising and refining KPI indicators to enhance their relevance and accuracy in performance measurement, thereby supporting the optimization of the quality assurance system at UKSW
Evaluasi Penerapan Manajemen Risiko Operasional Menggunakan Risk Control Self Assesment di PT Bank X Cabang Ambon
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan evaluasi manajemen risiko operasional pada PT. Bank X Cabang Ambon yang juga telah menggunakan RCSA. Risk and Control Self Assessment (RCSA) merupakan sebuah modul yang bertujuan untuk mengidentifikasikan profil risiko yang dimiliki oleh masing-masing unit yang terdapat di Bank serta kecukupan kontrol yang diaplikasikan untuk risiko tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan studi kasus pada PT. Bank X Cabang Ambon dengan data yang diperoleh melalui wawancara, obeservasi dan terlibat langsung sebagai pelaku. Hasil penelitian terhadap evaluasi penerapan manajemen risiko operasional atas penggunaan risk control self assessment pada PT Bank X Cabang Ambon dinilai telah memadai.The aim of this research is to evaluate operational risk management at PT. Bank X Ambon Branch has also used RCSA. RCSA. Risk and Control Self Assessment (RCSA) is a module that aims to identify the risk profile of each unit in the Bank as well as the adequacy of the controls applied to these risks. This research is qualitative research with a case study at PT. Bank X Ambon Branch with data obtained through interviews, observation and direct involvement as actors. The results of research on the evaluation of the implementation of operational risk management on the use of risk control self assessment at PT Bank X Ambon Branch are considered adequate
Pengaruh Struktur Kepemilikan terhadap Environmental, Social, Governance Performance Disclosures pada Industri Manufaktur
This study aims to find empirical evidence of the effect of ownership structure on environmental, social, governance disclosures in the manufacturing industry listed on the IDX in 2020-2022. The ownership structure in this study uses three forms, namely family ownership, institutional ownership and managerial ownership as measured by the proportion of share ownership, while ESG disclosure is measured using a score of 28 indicators according to the guidelines issued by GRI. Using 126 samples of manufacturing companies or 378 observations, the test results of panel data regression analysis found that institutional ownership and managerial ownership have a positive effect on ESG disclosure while family ownership has a negative effect. The findings in this study are in line with stakeholder theory which states that shareholders will encourage companies to disclose ESG sustainability.Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bukti empiris pengaruh struktur kepemilikan terhadap environmental, social, governance disclosures pada industri manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2020-2022. Struktur kepemilikan dalam penelitian ini menggunakan tiga bentuk, yaitu kepemilikan keluarga, kepemilikan institusional dan kepemilikan manajerial yang diukur berdasarkan proporsi kepemilikan saham, sementara pengungkapan ESG diukur menggunakan skor sebanyak 28 indikator menurut pedoman yang dikeluarkan oleh GRI. Dengan menggunakan 126 sampel perusahaan manufaktur atau 378 observasi, hasil pengujian analisis regresi data panel menemukan bahwa kepemilikan institusional dan kepemilikan manajerial berpengaruh positif terhadap pengungkapan ESG sedangkan kepemilikan keluarga berpengaruh negatif. Temuan pada penelitian ini sejalan dengan teori stakeholders yang menyatakan bahwa pemegang saham akan mendorong perusahaan dalam pengungkapan keberlanjutan ESG
Transaksi Pihak Berelasi Dalam Grup Bisnis Milik Keluarga (Studi Kasus Pada Perusahaan Lippo Grup)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik transaksi pihak berelasi yang dilakukan oleh 16 perusahaan yang tergabung dalam Lippo Grup serta terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2021. Data diolah dengan statistik deskriptif untuk memberikan gambaran tentang jenis, nominal, dan jumlah pihak yang terkait dalam transaksi pihak berelasi yang dilakukan Lippo Grup. Hasil penelitian menunjukkan transaksi pihak berelasi yang paling banyak dilakukan oleh Lippo Grup, terkait jenis dan nominal adalah aset sedangkan yang paling sedikit adalah beban. Sedangkan, berdasarkan jumlah pihak berelasi, jumlah pihak berelasi terkait liabilitas adalah yang paling banyak dilakukan dan jumlah pihak berelasi terkait pendapatan yang paling sedikit dilakukan. Transaksi pihak berelasi tersebut ditemukan lebih banyak dilakukan dengan perusahaan dalam Lippo Grup yang tidak terdaftar di BEI. Dari besaran nominalnya, ditemukan transaksi pihak berelasi bersifat tunnelling lebih besar dibandingkan propping. Namun, dari sisi jumlah pihak berelasi untuk traksaksi pihak berelasi bersifat propping lebih banyak dibandingkan tunnelling
- …
