4 research outputs found
Blended collaboration problem-based learning to improve critical thinking ability and complete learning of students on human heredity materials
Based on the analysis at SMAN 36 in Biology learning, some students do have not optimal critical thinking skills and have not achieved minimum completeness. This can be seen in the lack of willingness to ask questions, involvement in opinion, and formulating problems does not reflect questions that use higher-order thinking. The study aims to determine the improvement of critical thinking skills and learning completeness of students in class XII MIPA 4 SMAN 36 Jakarta in human heredity. The method used is classroom action research which consists of two cycles through BCPBL. Learning is carried out with presentation discussions to explain the cases of each group which are prepared asynchronously. Data collecting by tests, observation of learning activities, and student response questionnaires. The research data were analyzed using a comparative description followed by reflection. The comparative description is done by comparing the initial condition data, cycles I and II, both for learning activities and learning outcomes. The results of this study indicate that BCPBL can improve critical thinking skills and complete learning from cycle I to cycle II. The results of the daily assessment in the first cycle showed that 28 students (77.78%) completed. The second cycle showed that 31 students (86.11%) completed it. Through BCPBL learning activities, students have an active learning experience, have interest, and respond as expected
Guided Discovery-Blended Learning (GDBL): An Innovative Learning to Improve Conceptual Excretory System
This research aimed to determine the effect of the Guided Discovery Blended Learning (GDBL) strategy on concept mastery of the human excretory system. The research method was quasi-experimental with a pretest-posttest control group design. The samples consisted of the eleventh-grade students of Senior High school Jakarta in 2019/2020. Class MIPA-2 was the control class taught using Guided Discovery, and class MIPA-4 were the experimental class taught using GDBL. The learning process had been carried out both online and in the classroom. Research data were collected by integrating essay tests, students' responses to learning strategies, and observation sheets of syntax implementation. The data were descriptively analyzed and tested using ANCOVA. The normality test was performed using the Kolmogorov-Smirnov formula, and the homogeneity test was performed using Levene's test. The statistical tests indicated that the data were normally distributed and homogeneous; thus, ANCOVA analysis using SPSS 24 was performed. The data analysis with the ANCOVA test at 0,05 significance level obtained p value = 0.000, which means that H0 was rejected. The research result implied that GDBL affected students' concept mastery of the human excretory system. It cultivated habits to independently rearrange the concept through teachers' guidance, both from sourcebooks and online media. GDBL can be used as an alternative for biology studies
PERBEDAAN LAMA PERSALINAN KALA II PADAPOSISI MIRING DAN POSISI SETENGAH DUDUK
Di BPS Suparini ibu bersalin menggunakan posisi setengah duduk dan belum menggunakan posisi lain seperti posisi miring,posisi tegak,posisi jongkok, posisi terlentang dan posisi duduk bersandar dengan penolong.sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang perbedaan posisi miring dan setengah duduk pada ibu bersalin pada lama kala II di BPS Kota Bandar Lampung Tahun 2013.Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan lama persalinan kala II pada posisi miring dan setengah duduk di BPS Suparini, BPS Kartini dan BPS Lia Maria Bandar lampung. Subyek penelitian ini adalah ibu inpartu kala II. Obyek penelitian ini adalah posisi miring dan setengah duduk pada ibu bersalin.Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan rancangan penelitian quasi eksperiment. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu inpartu kala II di BPS Suparini, BPS Kartini dan BPS Lia Maria. Besar sampel penelitian ini ditentukan dengan rumus independent two sample sehingga sampel berjumlah 160 dengan tehnik pengambilan sampel accidental sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah check list melalui observasi. Selanjutnya data di analisis dengan analisis univariat menggunakan mean sedangkan analisis bivariat dengan uji independent sample t-tes.Hasil penelitian nilai rata-rata waktu pada persalinan kala II pada posisi miring yaitu 34,54 menit dan pada posisi setengah duduk yaitu 43,85 menit sedangkan perbedaan nilai rata-rata diantara posisi miring dan setengah duduk adalah 9,31 menit. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji t didapatkan nilai pvalue 0,02< (0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan lama kala II antara kelompok posisi miring dan kelompok posisi setengah duduk. Sehingga disarankan agar  penolong persalinan dapat menerapkan posisi miring pada proses persalinan kala II sehingga dapat mengurangi angka partus lama pada ibu bersalin dan asfiksia pada bayi.Â
Borneo: jurnal ilmu pendidikan LPMP Kalimantan Timur edisi khusus Volume XIII No. 38 2019
Peningkatan kompetensi bagi guru mengalami berbagai macam hambatan, salah satu dari hambatan tersebut adalah hambatan eksternal seperti penyediaan nara sumber yang kompeten, sarana yang mendukung, ketersediaan anggaran, jarak dan lain sebagainya. Hambatan tersebut sangat berpengaruh terhadap peningkatan kompetensi guru. Tujuan dari penulisan ini adalah (1) Mencari alternatif dalam mengatasi hambatan peningkatan kompetensi untuk setiap guru melalui Kelas Maya, (2) Mendeskripsikan manfaat penerapan kelas Maya. Salah satu aplikasi pada internet yang bisa digunakan untuk media pembelajaran online adalah Edmodo. Berdasarkan tujuan dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa: Kelas Maya berbasis Edmodo dapat menjadi alternative dalam mengatasi hambatan peningkatan kompetensi guru. Manfaat penerapan kelas Maya berbasis Edmodo adalah memberikan kesempatan setiap guru untuk dapat terlibat dalam peningkatan kompetensi guru menjadi lebih besar, pembelajaran dapat dilakukan sesuai dengan waktu yang disepakati dan menghemat anggaran atau biay
