1,720,981 research outputs found

    PENGARUH DOSIS PUPUK SP-36 DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEDELAI (Glycine max L. Merrill) VARIETAS WILIS.

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  pengaruh dosis pupuk SP-36 dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan produksi kedelai ( Glycine max (L) Merrill ) varietas Wilis. Penelitian ini dilaksanakan di lahan sawah, di Desa Kayen kidul, Kecamatan Kayen kidul, Kabupaten Kediri,  Propinsi Jawa Timur. Alat  yang digunakan adalah cangkul, sabit, papan nama, ember, plastik, hand sprayer, rol meter, penggaris, timbangan, karung plastik, tugal, dan ajir.  Bahan yang dipakai selama penelitian antara lain: benih kedelai varietas wilis, pupuk Urea, pupuk SP-36, pupuk KCL, Insektisida dursban 20 EC, Fungisida Dithane  M 45. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode percobaan Rancangan Acak Kelompok ( RAK ) Faktorial. Dari hasil penelitian pengaruh pemberian dosis pupuk SP-36 dan Jarak tanam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai dapat disimpulkan sebagai berikut 1) Tidak terjadi interaksi antara pengaruh pemberian pupuk SP-36 dan jarak tanam perhadap semua parameter pertumbuhan maupun produksi tanaman kedelai, 2) Perlakuan dosis pupuk berpengaruh  terhadap parameter berat brangkasan basah dan kering, jumlah polong per tanaman , jumlah daun pada umur 22, 29, 36, 43 dan 50 HST, 3) Jarak tanam berpengaruh hanya pada parameter jumlah daun umur 22, 29, 36, 43 dan 50 HST, 4) Dosis pupuk SP-36 yang terbaik pada perlakuan 100 kg / ha, sedangkan perlakuan jarak tanam yang terbaik adalah 40 x 15 cm.Kata Kunci: Pupuk, SP-36, Jarak,  Produksi

    RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG (ZEA MAYS L) PADA DOSIS PUPUK SP-36

    Full text link
    RINGKASAN         Peningkatan produksi  dengan penggunaan varietas unggul yang telah ada bagi semua petani yang diikuti dengan dosis pemupukan  optimum dan cara     bercocok    tanam    yang    baik   dapat   meningkatkan   produksi   jagung          Tanaman jagung sebenarnya tidak terlalu memilih lahan.  Lahan pertanian umumnya bisa ditanami, tapi intensifikasi yang lebih intensif itulah yang diperlukan bila dibanding dengan tanaman lainnya.  Hal yang  perlu diperhatikan dalam peningkatan produksi jagung ini adalah penggunaan pupuk yang tepat, jarak tanam, pengairan yang memungkinkan dan keadaan tanah yang subur dan gembur serta tindak budidaya lainnya yang mendukung. Percobaan ini menggunakan pupuk SP 36 terhadap pertumbuhan dan hasil  tanaman jagung ( Zea mays L )Hipotesis  diharapkan pemberian pupuk 300 kgSP-36 / hektar akan memberikan  produksi tanaman jagung yang meningkat.   Percobaan dilaksanakan di desa Keniten,  Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.   Penelitian dilaksanakan mulai bulan September  – Desember  2017. Penelitian ini dilaksanakan di lapang dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap  terdiri dari satu faktor diulang empat kaliDosis pupuk SP-36 ( P ) terdiri  P1 =   50 kg / ha,  P2 =   100 kg / ha , P3 =   150 kg / ha , P4 =   200 kg / ha P5 =   250 kg / ha,  P6 =  300 kg / ha. Hasil  bahwa pengaruh pupuk SP-36 terhadap pertumbuhan tinggi tanaman berbeda nyata  dicapai ( U5 ) menghasilkan  99.323 cm, jumlah daun yaitu 11.333 helai. Perlakuan ( U4 ) menghasilkan luas daun terbanyak yaitu 34.002 cm2. Kata kunci : pupuk SP36, jagun

    PENGARUH DOSIS PUPUK N P K DAN BEBERAPA VARIETAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BEBERAPA VARIETAS TANAMAN KACANG PANJANG (VIGNA SINENSIS L)

    Full text link
    RINGKASANTujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana pengaruh dosis pupuk NPK dan beberapa varietas terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang panjang  (Vigna sinensis L ). di Desa Sidomulyo, Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri. Hipotesis Seberapa jauh pengaruh dosis pupuk NPK dan beberapa varietas yang tepat akan memberikan pertumbuhan dan produksi kacang panjang yang terbaik. Penelitian ini dilaksanakan di lahan sawah, di Desa Sidomulyo, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri,  Propinsi Jawa Timur.  Dengan ketinggian tempat 89 meter dpl, pH 6, Penelitian dilaksanakan mulai bulan Februari 2018 sampai bulan Mei 2018. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode percobaan Rancangan Acak Kelompok ( RAK ) Faktorial, dengan dua faktor dan di ulang tiga kali. Perlakuan tersebut adalah dosis pupuk NPK ( M ) terdiri 4 level, varietas ( V )   terdiri dari 3 level : M0 = tanpa pupuk NPK,  M1    = dosis pupuk 100 kg ha-1.  M2 =  dosis pupuk NPK 200 kg ha-1  M3 =  dosis pupuk 300 kg ha-1.  V1 =  Varietas Hero J2 =  Varietas Maron, V3 =  varietas Lumut Hijau  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh pupuk NPK dan varietas terjadi Interaksi yang  nyata  terhadap pengamatan panjang tanaman, jumlah daun. Luas daun, panjang polong per tanaman, jumlah polong per tanaman.   berat polong konsumsi per tanaman, berat polong konsumsi per hektar. Produksi tertinggi dicapai pada  perlakuan  dosis pupuk NPK dan beberapa varietas (M2V3 ) untuk panjang tanaman sebesar 204.793 cm,  Jumlah dayn 16.996 helai, Luas daun 64.060 cm2, jumlah polong per tanaman sebesar  34.580 buah, panjang polong per tanaman sebesar 79.420 cm per tanaman dan Berat polong per tanaman sebesar 910.843 gram dan produksi tiap hektar sebesar 21.263 ton. Kata Kunci: Pupuk, NPK, Varietas, Tanaman, Kacang Panjan

    Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Kompos/Bokashi Sebagai Pengganti Pupuk An-Organik

    Full text link
    The problem of waste is the main problem for the community to be more concerned about environmental conditions. In this case, livestock waste is the focus of researchers, considering that livestock waste that is not appropriately managed also affects the environment, including public health conditions. From this thought, community service was carried out in Blabak Village, Semen District, Kediri Regency. Using the Community Development method is an effort to develop community empowerment by making the community as subjects and objects directly, to increase their participation in development for their interests. The implementation method uses emancipatory participation to interact, communicate, and dialogue with residents through training or counseling activities. The result of community service is that socialization about the dangers of waste can make the community aware because there is a match between exposure to the dangers of waste and the conditions experienced by the community. Second, the impact of the Bokashi-making practice is that the sewers are not polluted due to the disposal of livestock manure, which reduces the unpleasant odor of the sewage disposal. The other side is that people understand that waste into bokashi fertilizer can be traded to earn income.Permasalahan Limbah adalah permasalahan utama bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungannya. Dalam hal ini limbah peternakan menjadi focus peneliti mengingat limbah ternak yang tidak di kelola dengan baik juga mempengaruhi lingkungan termasuk kondisi kesehatan masyarakat. Dari pemikiran tersebut pengabdian masyarakat dilakukan di Desa Blabak Kecamatan Semen Kabupaten kediri. Menggunakan metode Community Development, merupakan usaha dalam mengembangkan pemberdayaan masyarakat dimana masyarakat adalah subyeks sekaligus obyek secara langsung dalam usaha peningkatan partisipasi mereka pada pembangunan untuk memenuhi kepentingan mereka pribadi. Untuk metode pelaksanannya memakai partisipasi emansipatoris, sehingga terjadi interaksi, komunikasi, dan dialog dengan warga melalui kegiatan pelatihan atau penyuluhan. Hasil dari pengabdian masyarakat adalah Sosialisasi tentang bahaya limbah mampu menyadarkan masyarakat karena terdapat kesesuaian antara paparan bahaya limbah dan kondisi yang sedang di alami oleh masyarakat. Kedua, Dampak praktik pembuatan Bokashi adalah dari segi lingkungan selokan tidak tercemar karena pembuangan kotoran ternak yang dampaknya mengurangi bau tidak sedap dari pembuangan kotoran tersebut. Sisi lain yakni masyarakat mengerti pemanfaatan limbah menjadi pupuk bokashi ini dapat di perjual belikan untuk mendapatkan pendapatan

    Pendampingan Kegiatan Pembibitan Padi Sistem Dapog di Bumdes Sosrohbahu Desa Rejeni Kabupaten Sidoarjo

    Full text link
    Rejeni Village has a Village Business Unit (Bumdes) named SOSROBAHU with ten members. The Bumdes runs several business units in various fields. The central business unit of Bumdes Sosrobahu is the agricultural sector, namely a production input shop and rice planting services using a Transplanter. The number of farmers in Rejeni Village is also quite large, around 247 farmers, with the main commodity being rice. In the socialization program activities, the implementing team held discussions to explore the problems, namely: The lack of knowledge of farmers about the tray system of rice nurseries, the seeds produced by farmers\u27 seedlings are often yellow, often experience root breakage when planted, have not used suitable planting media for tray system rice nurseries. This Community Partnership Program offers several approach methods to help solve existing problems. The results of the activities in Rejeni Village can save the cost of producing a seedling container/tray IDR4,500,000.00.Rejeni Village has a Village Business Unit (Bumdes) named SOSROBAHU with ten members. The Bumdes runs several business units in various fields. The central business unit of Bumdes Sosrobahu is the agricultural sector, namely a production input shop and rice planting services using a Transplanter. The number of farmers in Rejeni Village is also quite large, around 247 farmers, with the main commodity being rice. In the socialization program activities, the implementing team held discussions to explore the problems, namely: The lack of knowledge of farmers about the tray system of rice nurseries, the seeds produced by farmers\u27 seedlings are often yellow, often experience root breakage when planted, have not used suitable planting media for tray system rice nurseries. This Community Partnership Program offers several approach methods to help solve existing problems. The results of the activities in Rejeni Village can save the cost of producing a seedling container/tray IDR4,500,000.00

    Perlakuan Dosis Pupuk Urea Dan Sp-36 Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Jagung ( Zea Mays L ) Varietas Arjuna

    No full text
    The aim of this research was to study the effect of urea and SP-36 doses on the growth and production of maize (Zea mays L.). This research is a factorial study using a randomized block design (RBD) consisting of two factors with three replications. The first factor is the dose of urea (N) consisting of: 100 kg / ha; 200 kg / ha; 300 kg / ha. The second factor is SP-36 fertilizer, consisting of: 50 kg / ha; 100 kg / ha; 150 kg / ha. Data were analyzed using analysis of variance and continued with the smallest significant difference test (LSD) at 5% level if the results were significant. The results showed that there was an interaction between the dose of urea and SP-36 on the growth and production of maize. Urea doses of 200 kg / ha and 150 kg / ha produced the highest plant height (182.606 cm), the highest number of leaves (9,550 pieces) and the highest leaf area (120,456 cm2). Production of ear length, ear weight, 1000 seeds weight and dry seed weight per plant, the highest yields were achieved at the combination of 200 kg / ha or 3.030 grams of urea fertilizer per plant and 100 kg / ha or 1.515 grams per plant resulted in the highest ear length (19,980 cm). ), the largest ear weight (144,270 grams), the highest weight of 1000 seeds (246,743 grams), the highest dry seed weight (93,856 grams).Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh dosis pupuk Urea dan SP-36 terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung (Zea mays L.). Penelitian ini merupakan penelitian faktorial menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor dengan tiga kali ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk Urea (N) terdiri dari: 100 kg/ha; 200 kg/ha; 300 kg/ha. Faktor kedua adalah pupuk SP-36, terdiri dari: 50 kg/ha; 100 kg/ha; 150 kg/ha. Data dianalisis menggunakan analisis varian dan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT) taraf 5% apabila hasil signifikan. Dari hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi dosis pupuk Urea dan SP-36 terhadap pertumbuhandan produksi tanaman jagung. Dosis pupuk Urea 200 kg/ha dan 150 kg/ha menghasilkan tinggi tanaman tertinggi (182.606 cm), jumlah daun terbanyak (9.550 helai) dan luas daun tertinggi (120.456 cm2). Produksi panjang tongkol, berat tongkol, berat 1000 biji dan berat biji kering per tanaman hasil tertinggi dicapai pada Kombinasi dosis pupuk Urea 200 kg/ha atau 3.030 gram per tanaman dan 100 kg/ha atau 1.515 gram per tanaman menghasilkan panjang tongkol tertinggi (19.980 cm), berat tongkol terbesar (144.270 gram), berat 1000 biji tertinggi (246.743 gram), berat biji kering tertinggi (93.856 gram)

    Seed treatment pada benih jagung manis dalam menekan penyakit bulai (downy mildew) untuk meningkatkan hasil produksi di masa pandemi

    Full text link
    Kehadiran pandemi COVID-19, membuat sistem disektor pangan dari proses produksi, distribusi hingga konsumsi (hulu hingga hilir) telah mengalami banyak perubahan besar. Salah satu komoditas tanaman pangan yakni jagung perlu perhatian khusus pada saat pandemi ini.Karena tidak boleh terjadi kegagalan panen, agar kebutuhan pangan pada saat pandemi tetap terpenuhi. Banyak penyebab terjadinya kegagalan panen jagung, yang terutama disebabkan oleh serangan bulai (Peronosclerospora maydis). Pencegahan serangan bulai dapat dilakuan dengan cara seed treatment dengan fungisida. Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini, tim pelaksana melakukan diskusi dengan tujuan untuk: 1) menjelaskan perihal tentang maksud dan tujuan rencana pengabdian kepada masyarakat; 2) mendata masalah-masalah yang dihadapi masyarakat; 3) melakukan diskusi tentang pencegahan dan penanggulangan penyakit bulai jagung melalui metode pengolahan benih dengan menggunakan fungisida; 4) menentukan jadwal dan lokasi pelaksanaan rencana pengabdian masyarakat. Pengamatan dilapang dilaksanakan ketika tanaman berumur 13 HST, hasil menunjukkan bahwa serangan penyakit bulai pada jagung terjadi mulai 24 hari setelah tanam. Perlakuan seed treatment pada benih jagung menunjukkan hasil yang lebih baik jika di bandingkan kontrol

    Pengaruh Pupuk Urea Dan Pupuk Organik Sapi Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Padi Varietas Ir. 64 (Oryza Sativa L)

    Full text link
    Rice plants (Oryza sativa L.) have long been known in Indonesia because they have a role as the main food ingredient of Indonesian society. One way to increase rice production is to determine the optimal urea fertilizer and the frequency of organic fertilizers. This study used a randomized block design (RBD) consisting of two factors and three (3) replications. The first factor: urea (N) fertilizer consists of 3 levels, namely N1 = 0 kg / ha, N2 = 100 kg / ha, N3 = 200 kg / ha. The second factor: organic fertilizer (P) which consists of 3 levels, namely: P1 = 10 tonnes / ha, P2 = 20 tonnes / ha, P3 = 30 tonnes / ha. The results of this study were that there was an interaction between urea and organic fertilizers on the height growth of rice plants in all observation variables. The highest yield for the treatment plant height (N1P1) was 72,330 cm. The highest number of leaves in the treatment (N2P3) was 6.66. The highest number of tillers in the treatment (N2 P3) was 33,553 stems. The highest production of panicle length, grain weight per clump and number of productive tillers occurred interactions where the highest yield was achieved in treatment (N2 P3), namely 30,996 cm, 43,996 grams and 20,330 pieces. The highest grain weight is 38,883 grams. The highest production plot was 2.4050 kg and the highest production per hectare was 12,158 tons/ha.Tanaman Padi (Oryza sativa L.) telah lama dikenal di Indonesia, sebab memiliki peranan sebagai bahan pangan utama masyarakat Indonesia. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi tanaman padi adalah menentukan pupuk urea yang optimal dan frekuensi pupuk organik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor dan tiga (3) ulangan. Faktor pertama : pupuk urea (N) terdiri dari 3 taraf yaitu N1= 0 kg/ha, N2= 100 kg/ha, N3 = 200 kg/ha. Faktor kedua : pupuk organik (P) yang terdiri dari 3 taraf yaitu: P1= 10 ton/ha, P2= 20 ton/ha, P3= 30 ton/ha. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat interaksi antara pupuk urea dan pupuk organik terhadap pertumbuhan tinggi tanaman padi pada semua variabel pengamatan. Hasil tertinggi untuk tinggi tanaman perlakuan (N1P1) yaitu 72.330 cm. Jumlah daun terbanyak pada perlakuan (N2P3) yaitu 6.66 helai. Jumlah anakan terbanyak pada perlakuan (N2 P3) yaitu 33.553 batang. Produksi panjang malai tertinggi, berat gabah per rumpun dan jumlah anakan produktif terjadi interaksi dimana hasil tertinggi dicapai pada perlakuan (N2 P3) yaitu 30.996 cm, 43.996 gram dan 20.330 buah. Berat bulir tertinggi yaitu 38.883 gram. Produksi perpetak tertinggi yaitu 2.4050 kg dan produksi per hektar tertinggi yaitu 12.158 ton/ ha

    Respon Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L ) Terhadap Kombinasi Pemberian Pupuk Kascing Dan Pupuk NPK

    No full text
    The study aimed to obtain the best doses of vermicompost and NPK Mutiara fertilizer to develop, produce, and quality tomato (Solanum lycopersicum L) plants. The factorial study was conducted in a completely randomized design with three replications. The first factor was the dose of vermicompost fertilizer in three levels: 100, 200, and 300 grams/plant. The second factor was the dose of NPK Mutiara 16:16:16, arranged in three levels: 10, 20, and 30 grams/plant. The results showed that the interaction was significantly different in the observation of plant height and number of leaves for the largest average in the K2N2 treatment, namely 62.23 cm for plant height and 26 for the number of leaves. In the study of fruit number, fruit weight, and production per hectare, there was no interaction at all in each treatment. This research concluded that there were significantly different interactions for the parameters of plant height and the number of leaves. However, there were no significant interactions by parameters of fruit number, fruit weight, and production per hectare. It is recommended to conduct a restudy to get the correct dose of both vermicompost and fertilizer for tomato plants. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan takaran dosis pupuk kascing dan pupuk NPK Mutiara terbaik untuk perkembangan, produksi dan kualitas tanaman tomat (Solanum lycopersicum L). Penelitian factorial dilakukan dalam Rancangan Acak Lengkap dalam tiga ulangan. Faktor pertama adalah takaran pupuk kascing tersusun tiga taraf: 100, 200, dan 300 gram/tanaman. Faktor kedua adalah takaran pupuk NPK Mutiara 16:16:16 tersusun tiga taraf: 10, 20, dan 30 gram/tanaman. Hasil penelitian mendapatkan interaksi berbeda nyata di pengamatan tinggi tanaman dan jumlah daun untuk rata-rata terbesar di perlakuan K2N2, yaitu 62,23 cm untuk tinggi tanaman dan 26 untuk jumlah daun. Pada penelitian jumlah buah, berat buah, dan produksi per hektar tidak ada interaksi pada setiap perlakuan. Dalam peneletian ini disimpulkan terdapat interaksi yang berbeda nyata untuk parameter tinggi tanaman dan jumlah daun, namun tidak terdapat interaksi berbeda nyata oleh parameter jumlah buah, berat buah, dan produksi per hektar. Disarankan untuk diadakan penelitian ulang guna mendapatkan dosis yang benar untuk tanaman tomat

    Pengaruh Sistem Olah Tanah dan Penggunaan Jenis Mulsa Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Tanah (Arachis hypogaea)

    Full text link
    Peanuts (Arachis hypogaea) are a source of protein for the fulfillment of food nutrition for the population in Indonesia. As the population increases, the need for peanuts also increases. The purpose of this research is to see how far the response of soil treatment and the use of this type of mulch are on the growth and development and also the production of peanut plants. The research was carried out on the land of the Faculty of Agriculture, Kadiri University, on January 3, 2022 to April 5, 2022. This experiment was designed with a Randomized Block Design (RAK). There are 2 factors studied, namely: The first factor is land cultivation which consists of two levels: Soil tillage (P1) and No Soil tillage (P2) with No Mulch (M1) Mulch with silver black color from plastic (M2), Straw Mulch (M3). There were 6 treatment combinations with 4 repetitions and a total of 24 plant plots. In the study, the following parameters were observed: Number of Leaves (Strand), Plant Height (cm), Number of Flowers, Number of Sample Planting Pods, Weight of Sample Planting Pods, Wet Weight of Pods (gr), Dry Weight (gr). The results of this study will then be analyzed using an Analysis of Variance (ANOVA), if the results shown are significant differences, they will be analyzed again with a follow-up test, namely the 5% BNT test. The results showed that there was a response to plant height when treatment was applied to the soil and also the use of mulch with straw as a base material at the age of 56 days after planting, then there was an interaction on the number of flowers when applied soil treatment without mulch at the age of 21 days after planting. the interaction of tillage treatment and the use of plastic mulch on the dry weight of plants 21 days after planting. Kacang tanah (Arachis hypogaea) merupakan tanam semusim yang memiliki kandungan protein yang baik dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Seiring bertambahnya penduduk, kebutuhan akan kacang tanah juga mengalami peningkatan. Permasalah dalam budidaya tanaman kacang tanah antara lain teknik bercocok tanam yang kurang tepat serta pertumbuhan gulma yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman kacang tanah. Sehingga tujuan dilakukan penelitian yaitu untuk melihat sejauh mana respon perlakuan pengolahan tanah dan penggunaan jenis mulsa terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah. Penelitian dilaksanakan dilahan Fakultas Pertanian Universitas Kadiri, pada bulan Januari-April 2022. Percobaan ini dirancang dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang diteliti ada 2 yaitu: Faktor pertama yaitu pengolahan tanah yang terdiri dari dua taraf: Pengolahan tanah (P1) dan Tanpa Pengolahan Tanah (P2) dengan Tanpa Mulsa (M1) Mulsa plastik hitam perak (M2), Mulsa Jerami (M3). Terdapat 6 kombinasi perlakuan dengan pengulangan sebanyak 4 kali dan totalnya 24 plot tanaman. Parameter yang diamati antara lain, Jumlah Daun (Helai), Tinggi tanaman (cm), Jumlah Bunga, Jumlah Polong Pertanaman Sampel, Bobot Polong Pertanaman sampel, Berat Basah Polong(gr), Berat Kering (gr). Hasil penelitian akan di Analisa menggunakan Analisis of Varians (ANOVA), apabila hasil yang ditunjukkan adalah terdapat perbedaan secara nyata maka akan di analisis kembali dengan uji lanjutan yakni uji BNT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan adanya kombinasi yang berpengaruh nyata terhadap beberapa parameter pengamatan yaitu, kombinasi antara perlakuan pengolahan tanah dengan penggunaan mulsa jerami (P1M3) berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 56 HST serta kombinasi perlakuan sistem olah tanah dengan pemerian mulsa hitam plastic (P1M2) pada parameter berat kering tanaman
    corecore