1,720,976 research outputs found
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN PASIEN DALAM MANAGEMEN DM DI RUMAH PADA PASIEN PROLANIS DI PUSKESMAS CANDIROTO
Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang kompleks dan memerlukan perawatan medis berkelanjutan. Berdasarkan data dari IDF (International Diabetes Federation), pada tahun 2045 jumlah penderita diabetes akan meningkat 693 juta di seluruh dunia. Dukungan keluarga merupakan bentuk ikatan interpersonal meliputi perilaku, tindakan serta penerimaan terhadap anggota keluarga. Tujuan: Menganalis hubungan dukungan keluarga dengan kepatuahan pasien dalam managemen DM di rumah pada pasien prolanis di Puskesmas Candiroto.Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif metode korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini yaitu total sampling dengan sampel sebanyak 48.Hasil: Penelitian ini menunjukkan pasien DM mendapatkan dukungan keluarga baik sebanyak 30 (62.6%) responden, cukup 16 (33,3%) responden, kurang 2 (4,1%) responden. Dari 48 responden untuk tingkat kepatuhan managemen DM menunjukan hasil baik dengan jumlah 30 (62,6%), cukup dengan jumlah 16 (33,3%) responden dan kurang dengan jumlah 2 (4,1%) responden. Hasil uji statistik hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuham managemen DM menunjukan p value = 0,003 (p < 0.05) dengan tingkat keeratan 0,418, masuk dalam kategori sedang (0,26-0,50).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan managemen DM
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI DI DESA SUDIMORO KECAMATAN SRUMBUNG MAGELANG
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN FOKUS STUDI GANGGUAN POLA TIDUR DI RS HARAPAN MAGELANG
Pengaruh Kombinasi Perawatan Luka dan Massage terhadap Penyembuhan luka Ulkus Diabetic di Magelang
Hasil penelitian dengan judul Pengaruh kombinasi perawatan luka dan terapi Massage terhadap penyembuhan luka Ulcus Diabetik dapat menjadi pedoman dalam memberikan perawatan pada pasien dengan Diabetes Mellitus dengan Ulkus Diabetik agar penyembuhan luka lebih cepat dengan meningkatkan perfusi jaringan ke area luka dan tidak terjadi perlambatan penyembuhan luka sehingga mencegah terjadinya ganggren.Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan skrening pada responden dengan Diabetes Melitus yang mengalami Ulkus Diabetik, responden yang memnuhi kriteria inklusi dibagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok perlakukan dan kelompok kontrol, untuk kelompok perlakukan diberi perlakuan kombinasi dengan prosedur perawatan luka dan prosedur massage, dan kelompok kontrol dilakukan perawatan luka tanpa massage. Kemudian dilakukan pengamatan pada kelompok kontrol maupun perlakukann tentang penyebuhan luka Ulkus Diabetik.Kata kunci: Therapy Massage,perawatan luka, penyembuhan Luka ulkus Diabeti
ASUHAN KEPERAWATAN DALAM MENINGKATKAN KEPATUHAN DIET PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI PUSKESMAS TEMANGGUNG
Diabetes melitus merupakan masalah serius yang dihadapi masyarakat di seluruh dunia. Diabetes melitus termasuk penyakit kronis dengan gangguan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemia yaitu kadar gula darah yang lebih tinggi dari normal. Hiperglikemia dapat menyebabkan komplilkasi, salah satu faktor pencegahan komplikasi adalah kepatuhan terhadap diet. Peningkatan kepatuhan diet dapat dilakukan dengan memberikan edukasi dan dukungan. Tujuan karya tulis ini adalah untuk menggambarkan asuhan keperawatan dalam meningkatkan kepatuhan diet pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Temanggung. Metoda : metode yang digunakan dalam karya tulis ilmiah ini adalah studi kasus yang menggambarkan tentang proses asuhan keperawatan menggunakan instrumen penelitian yaitu format pengkajian dengan mengisi kuisioner kepatuhan untuk menilai kepatuhan diet. Hasil : Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 7 kali kunjungan didapatkan hasil pasien paham tujuan kepatuhan diet, jarak waktu pasien harus mengikuti diet yang disarankan, paham mengenai makanan yang boleh dikonsumsi, pasien makan sesuai program yang sudah dianjurkan dan peningkatan skor kuesioner kepatuhan menjalankan diet diabetes dari 3 menjadi 6. Simpulan : Kepatuhan diet diabetes melitus dapat teratasi setelah dilakukan kunjungan selama 7 kali yaitu pasien mengalami perubahan perilaku dan peningkatan kuisioner lebih dari
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN ORANG TUA DENGAN KESEHATAN MENTAL REMAJA DI MTSN 7 KEBUMEN KECAMATAN PREMBUN
Latar belakang : Remaja menurut World Health Organization (WHO) merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa berlangsung antara usia 10 sampai 19 tahun. Masa remaja terjadi suatu fase perkembangan yang dinamis dan mengalami banyak perubahan serta persoalan dalam kehidupan remaja. Perubahan tersebut meliputi perubahan fisik, mental, sosial, dan emosional. Kesehatan mental pada remaja merupakan bentuk-bentuk penyesuaian dirinya dengan lingkungan keluarga, masyarakat, dan sekolah. Remaja memerlukan dukungan sosial salah satunya berasal dari orang tua yang dapat membantu mengembangkan keseimbangan yang lebih besar, memperkuat selama momen ketidakberdayaan dan membantu dalam pencapaian tugas-tugas perkembangan.Tujuan : Mengetahui hubungan antara dukungan orang tua dengan kesehatan mental remaja siswa di MTsN 7 Kebumen, Kecamatan Prembun.Metode : Desain penelitian menggunakan kuantitatif non eksperimental dengan rancangan deskriptif korelasional dan pendekatan cross sectional. Teknik sampling proportionate stratified random sampling dan analisis data menggunakan spearman rank.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara dukungan orang tua dengan kesehatan mental remaja di MTsN 7 Kebumen dengan nilai significancy (p= 0,001 < 0,5), dimana Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara dukungan orang tua dengan kesehatan mental remaja di MTsN 7 Kebumen. Peneliti menyarankan adanya fasilitas bagi orang tua untuk mencari dan menambah wawasan mengenai dukungan orang tua dan kesehatan mental remaja.Kata Kunci : Remaja, Kesehatan Mental, Dukungan Orang Tu
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN FOKUS STUDI NYARI KEPALA AKUT DIRSUD TEMANGGUNG KABUPATEN TEMANGGUNG
latar belakang : Hipertensi merupakan gangguan pada pembuluh darah yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah terhambat sampai jaringan yang membutuhkannya. Peningkatan tekanan darah tersebut dapat menimbulkan gejala nyeri kepala ringan hingga berat. Oleh karena itu nyeri ini harus ditangani dengan tepat yaitu dengan tindakan non farmakologis nafas dalam dan farmakologis pemberian obat analgetik. Tujuan karya tulis ilmiah ini adalah menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada pasien hipertensi dengan fokus studi nyeri kepala akut.Metoda : Metode yang digunakan dalam asuhan keperawatan dengan metode penelitian deskriktif dengan studi kasus dan pendekatan keperawatanHasil : Setelah dilakukan tindakan keperawatan 3x24 jam pada responden masalah keperawatan teratasi sesuai dengan kriteria hasil yang ditetapkan. Hal ini menunjukan bahwa teknik relaksasi nafas dalam efektif dalam menurunkan tekanan darah dan menurunkan skala nyeri pada responden. Yang dibantu dengan pemberian obat analgetik.Simpulan : Nyeri akut dan tekanan darah dapat berkurang sesuai dengan kriteria hasil setelah dilakukan tindakan keperawatan yang ditetapkan
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN DERAJAT HIPERTENSI PADA LANSIA DI DESA MERGOWATI KECAMATAN KEDU KABUPATEN TEMANGGUNG
Latar belakang : Umumnya lansia hipertensi kurang aktif dalam melakukan aktivitas. Namun sebenarnya, aktivitas fisik yang teratur sangatlah penting karena dapat menurunkan derajat hipertensi. Dampak dari hipertensi yang tidak tertangani akan menimbulkan berbagai komplikasi seperti infark miokard, stroke, gagal ginjal. Tujuan : Mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan derajat hipertensi pada lansia di Desa Mergowati Kedu Temanggung.Metode : Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 62 responden. Sampling yang digunakan adalah total sampling dengan tetap menerapkan kriteria retriksi. Pengumpulan data aktivitas fisik menggunakan kuesioner tentang aktivitas fisik yang telah tervalidasi dan derajat hipertensi diukur dengan sphygmomanometer kemudian dikategorikan berdasarkan klasifikasi.Hasil : Hasil uji statistik menggunakan uji korelasi Spearman Rank didapatkan hasil p-value=0,000 (< 0,05) dengan r= -0,440, yang artinya terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan derajat hipertensi pada lansia di Desa Mergowati Kedu Temanggung, dengan kekuatan koefisien korelasi dua variabel cukup kuat dan berbanding terbalik, yang artinya semakin berat aktivitas fisik semakin rendah derajat hipertensinya.Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan derajat hipertensi pada lansia di Desa Mergowati Kedu Temanggung.Saran : Diharapkan peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan responden keseluruhan masyarakat tidak hanya penderita hipertensi
- …
