846 research outputs found
SILABUS Skill Lab Biomaterial dan Teknologi Kedokteran Gigi (KGU 4162)
Pembelajaran mata kuliah skill lab.biomaterial dan Tekonologi Kedokteran Gigi meliputi: manipulasi
gipsum, carving, manipulasi malam/lilinKG, manipulasi
resin akrilik, manipulasi alloy KG, manipulasi resin
ortodontik, dan klamer adam, busur labial, pegas
kantilever, 3 jari dan half jackso
Potensi Bubuk Kulit Buah Kopi Arabika (Coffea Arabica L.) Terhadap Peningkatan Jumlah Pembuluh Darah Pasca Pencabutan Gigi Pada Tikus Wistar Jantan
Pencabutan gigi adalah tindakan pengeluaran gigi dari soket tulang
alveolar. Setelah pencabutan gigi akan dihasilkan suatu luka pada jaringan lunak
maupun jaringan keras dan timbul soket pasca pencabutan. Komplikasi yang
sering terjadi setelah pencabutan adalah perdarahan. Salah satu hal yang perlu
diperhatikan setelah tindakan pencabutan gigi adalah kecepatan proses
penyembuhan luka pasca pencabutan gigi.
Salah satu elemen penting yang dibutuhkan dalam proses penyembuhan
luka yaitu pembuluh darah. Pembuluh darah berperan dalam pengangkutan
oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan pada proses penyembuhan luka.
Pembentukan pembuluh darah dipengaruhi oleh growth factor VEGF (Vascular
Endothelial Growth Factor). Pengobatan dengan menggunakan tanaman sedang
digemari pada saat ini, salah satu tanaman yang berkhasiat untuk mempercepat
proses penyembuhan luka adalah kulit buah kopi arabika.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan
rancangan post test only control group design. Sampel yang digunakan sebanyak
32 ekor tikus yang dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok kontrol yang
diberikan aquades dan kelompok perlakuan yang diberikan bubuk kulit buah kopi
arabika secara sondase. Setiap kelompok sebelumnya dilakukan pencabutan gigi
molar satu kiri mandibula. Selanjutnya pada hari ke-2, hari ke-4, hari ke-6 dan
hari ke-8 tikus di dekaputasi, dilanjutkan pembuatan sediaan histologi dengan
pewarnaan haematoxylin-eosin. Pengamatan dan perhitungan jumlah pembuluh
darah dilakukan menggunakan mikroskop binokuler dengan perbesaran 400x.
Hasil perhitungan kemudian dilakukan analisis data.
Berdasarkan uraian di atas, bubuk kulit buah kopi arabika berpengaruh terhadap peningkatkan jumlah pembuluh darah pada soket pasca pencabutan gigi
tikus wistar jantan. Hal ini dikarenakan pada bubuk kulit buah kopi arabika
terkandung zat-zat aktif yang dapat meningkatkan jumlah pembuluh darah yaitu
flavonoid, tanin, asam klorogenat, dan kafein. Hasil penelitian menunjukkan
adanya peningkatan yang signifikan pada jumlah pembuluh darah antara
kelompok perlakuan yang diberi bubuk kulit buah kopi arabika dengan kelompok
kontrol pada pengamatan hari kesatu, ketiga, kelima dan ketujuh. Hal ini
membuktikan bahwa bubuk kulit buah kopi arabika (Coffea Arabica L.) berperan
dalam meningkatkan jumlah pembuluh darah pada soket pasca pencabutan gigi
tikus wistar jantan
Dampak Pembangunan Pelindung Pantai Kota Banda Aceh terhadap Pengembangan Wilayah di Kota Banda Aceh Pasca Tsunami 2004
The main objective of this study was to analyze the impact of the construction of coastal protection against the development of the city of Banda Aceh with the indicator pattern space, land uses and incomes, and to analyze public perceptions of the development of coastal protection Banda Aceh. The research method is descriptive survey. Data obtained from respondents as many as 90 people through a questionnaire. The method of data analysis is done through different test average, descriptive analysis, and overlay maps to determine changes in land use patterns and the space around Turkish Banda Aceh. The results showed that the construction of coastal protection positive impact on the development of infrastructure in the city of Banda Aceh. Besides the impact of the construction of coastal protection is the change in residential areas around the coast becomes more organized and shifting public pond area from the housing area. Construction of coastal protection positive impact on public revenues, with an increase of Rp. 2,155,556, - (133.65%) (without inflation) while taking into account the inflation decline in revenue of Rp. 98 630 (5.20%) of the conditions prior to the construction of coastal protection. Perception Banda Aceh coastal communities is positive, it means that people agree and support the coastal protection.92 HalamanTesis Magiste
Kebijakan dalam Upaya Memerangi kemiskinan di Nias
Actually, NIAS district which is surrounded by sea has a great potential in various sector, such as agricultural, fishing and tourism. Until 2002, these potential are not exploit optimally and that's' why we have to use the inspirational force method that is appropriate and efficient One of the obstacle in exploiting the potential in various sector is the width of Nias district is only 5.625square kilometres or 7.8% from the width of North Sumatera province. Other obstacles that are clearly seen is the low budget and low human resources that are available. All of these are the conditions faced by the Nias community, between fallen behind in development process and poverty that have tangled them. To over come or solve the problems faced by the Nias community some polities are made in order to increase the welfare of the people. The writer feels interested in investigating further in how the policies that are practised by the district government of NIA and from all the efforts made or which are going to be in realisation by the district government of NIA, through various programs in the effort of decreasing the poverty or which is well known as " Policy Against Poverty". The methodical use in this research is a systematically series that can not be separated in writing a sdentific research that disentangles and present an outline or presents a clarification of some aspects that is searched in order to find the conclusion of a problem. In this research qualitative method is being used. The tendency in researching what you see and doing to achieve what you hope for, collecting data is the most important thing to do. This means informing on the object or subject and the loads of the data that is acquired has to go through accurate and systematic steps which is then made as a guidance in processing the data / information that are connected with the research" policies that can decrease the poverty in Nias district". The main resource of this research is interviewing the people through free interview that is non structoral and non observational. The analyses unit in this research are the people that know the conditions of NIA area now, with the limited time, difficulties in finding the data totally, and the research approach taken, the analysis unit that are approach are the prominent figure in the community, the bureaucrats, prominent figure of culture and other community members that are considered to be experts in knowing and understanding the conditions of Nias. The research was carried out through a interview guide. The procedures in data collecting that is used in this research is using techuiques such as: free interview ( non stuctutar), observation, participation and document research based on written documents, field notes, potographs, celebrations and statistic data. The results of the research shows that actually the development of Nias district itself, is caused of instability from different sectors, and very remote. The facilities/ infrastructore supporting the public economy is not yet achieved, espicially the infrastucture of the transportation and roads that cause the low productifity of agricultural growth. The development of transportational means and infrastructures has to be the main priority to increase the community's mobilitythat includes the marketing of agricultural / plantation goods of the people. The district road which is 2604.57 kilometres has faced lot of damages including the brigdes and Nias ring road which is 312 kilometres that hasto be urgently handled. The agricultural development as an effort to increse the lives of the farmers, has also faced a serious problem. There are still few group of farmers and agricultural illumination, besides the way of thing of the people that is still traditional and stiff, cuasing a little development in agricultural pattern. This conserns mainly on education background of the people that is relatively low, and which its' develoopment is done recently. The facilities available for the education in Nias district until 2000 was not fully equipped such as the buildings, teachers, and education. Poverty was also caused by some factors such as: lack of supporting facilities / infrastructure, constriction of agricultural land cultivated by families, and cultural factor that still influence the way of thinking and behavior of the community. Factors that infnenced the poverty in nias district can be identified as: Low productivity of the labour, Low education and health, opportunity of working is limited, low quality in human resources and isolated conditions.Sebenarnya Kabupaten Nias yang dikelilingi laut memiliki potensi yang cukup besar di berbagai bidang, antara lain di bidang pertanian, perikanan dan pariwisata. Sampai dengan akhir tahun 2002 potensi ini masih belum termanfaatkan secara optimal sehingga sangat diperlukan metode pemberdayaan yang tepat dan efisien. Salah satu kendala lambatnya pemanfaatan potensi diberbagai bidang tersebut adalah luas wilayah Kabupaten Nias yang mencapai 5.625 Km2 atau 7,8% dari luas wilayah propinsi Sumatera Utara. Kendala lainnya yang masih dirasakan adalah kurangnya pembiayaan serta rendahnya sumber daya manusia yang tersedia. Kesemuanya ini merupakan kondisi yang dihadapi oleh penduduk Nias, antara ketertinggalan pembangunan dan kemiskinan yang telah menjerat mereka. Untuk mengatasi berbagai permasalahan di kabupaten Nias dalam rangka meningkatkan kesejahteraan, dibuatlah berbagai kebijakan. Dari berbagai upaya yang telah dan akan dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Nias, maka penulis merasa tertarik untuk mengkaji lebih dalam lagi bagaimana sebenarnya kebijakan yang dilakukan oJeh Pemerintah Daerah Kabupaten Nias melalui berbagai program dalam upaya memerangi kemiskinan atau yang lebih dikenal dengan istilah "Policy Against Poverty". Penggunaan metodologi dalam penelitian merupakan rangkaian sistematis yang tidak dapat dipisahkan dalam menulis karya ilmiah yang menguraikan dan menjabarkan beberapa aspek yang ingin dicari untuk menarik kesimpulan dari sesuatu pennasalahan. Dalam penelitian ini, model yang digunakan adalah metode kualitatif, Kecenderungan untuk meneliti apa yang ingin dilihat dan melakukan keinginan yang akan dicapai, mengumpulkan sumber data sangatlah penting. Artinya penekanan obyek/subyek dan muatan data diperoleh diperlukan langkah-langkah yang akurat dan sistematis guna dijadikan acuan dalam mengelola data/Informasl yang berhubungan dengan penelitian "Kebijakan Memerangi Kemiskinan di Kabupaten Nias" Sumber data utama dalam penelitian ini adalah hasil wawancara dengan nara sumber melalui interview (wawancara) bebas non struktural dan Observasi (pengamatan). Unit analisis pada penelitian ini adalah orang-orang (nara sumber) yang mengetahui tentang kondisi daerah Nias saat ini, dengan keterbatasan waktu yang ada, kesulitan dalam memperoleh data secara keseluruhan, dan dengan pendekatan metode yang dilakukan dalam penelitian ini, maka unit analisis yang diambil dalam penelitian ini yang terdiri dari para tokoh masyarakat, birokrat, tokoh adat dan masyarakat lainnya yang dianggap mengetahui dan memahami kondisi Nias saat penelitian ini berlangsung dengan melakukan wawancara melalui interview guide. Prosedur pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik : Wawancara bebas (non struktur), pengamalan (observasi), partisipasi dan telah dokumen berdasarkan sumber tertulis (dokumen), catatan lapangan, foto-foto, pesta, dan data stalistik. Hasil Penelitian memperlihatkan sebenarnya kondisi pembangunan di Nias sendiri, sebagai akihat ketidak berimbangan berbagai sektoral, sangat tertinggal Didapati masih banyak sarana/prasarana pendukung perekonomian rakyat yang belum terpenuhi, terutama prasarana transportasi dan jalan yang menyebabkan mandeknya laju produktifitas pertanian. Pembangunan sarana dan prasarana perhubungan harus merupakan salah satu prioritas utama untuk meningkatkan mobilitas penduduk termasuk pemasaran hasil pertanian/perkebunan rakyat jalan Kabupaten sepanjang 2604,57 Km telah banyak mengalami kerusakan bahkan sangat memprihatinkan termasuk jemhatan dan jalan Jingkar Nias yang panjangnya 312 Km perlu segera penanganan. Pembangunan sektor pertanian sebagai upaya mendongkrak kehidupan para petani, juga mengalami masalah serius. Didapati kelompok-keJompok tani dan penyuluhan pertanian yang masih kurang, di samping pandangan masyarakat yang masih terikat pada tradisi yang kaku, menyebabkan hanya sedikit peruhahan pada pola pertanian. Hal ini tentu saja terkait dengan tingkat pendidikan rata-rata penduduk yang relatif rendah, sebagai akibat pembangunan pendidikan yang baru belakangan ini mendapat perhatian. Ketersediaan fasilitas pendidikan di Kabupaten Nias hingga tahun 2000 masih belum memadai baik itu dalam jumlah gedung, jumlah tenaga pendidik dan jenis pendidikan. Kemiskinan ini sendiri disebabkan oleh banyak hal, diantaranya sebagai akibat kurangnya sarana/prasarana pendukung, terjadinya penyempitan lahan pertanian yang dikelola oleh setiap keluarga, dan faktor budaya yang masih mempengaruhi pola fikir dan prilaku masyarakal Faktor-faktor penyebab kemiskinan di Nias dapat diidentifikasi seperti : produktivitas tenaga kerja yang rendah, rendahnya taraf pendidikan dan kesehatan masyarakat, terbatasnya lapangan kerja,rendahnya kualitas SDM dan kondisi keterisolasian.143 HalamanTesis Magiste
PERBANDINGAN PELEPASAN ION NIKEL PADA KAWAT ORTODONTIK STAINLESS STEEL YANG DIRENDAM DALAM SEDUHAN TEH HITAM DAN SEDUHAN KOPI ARABIKA
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pelepasan ion Ni pada kawat ortodontik stainless steel yang direndam dalam seduhan Teh Hitam dan seduhan Kopi Arabika. Jenis penelitian ialah eksperimental laboratoris dengan rancang the post test
only control group desaign. Sampel kawat ortodontik stainless steel berjumlah 12 dibagi menjadi 3 kelompok, 1 kelompok kontrol dan 2 kelompok perlakuan. Kawat ortodontik stainless steel direndam dalam saliva buatan, saliva buatan yang ditambah seduhan Teh Hitam dan saliva buatan yang ditambah dengan Kopi Arabika selama 10,5 jam dalam inkubator 370C. Sampel diuji dengan menggunakan alat atomic absorbtion spectrometry (AAS) untuk menghitung jumlah pelepasan ion Ni.
Hasil penelitian menunjukkan rerata pelepasan ion Ni pada kelompok kontrol sebesar 0,1797 ppm, pada kelompok perlakuan 1 sebesar 0,2827 ppm dan pada kelompok perlakuan 2 sebesar 0,1248 ppm. Data jumlah pelepasan ion Nikel kemudian di analisis dan menunjukkan data berdistribusi normal dan homogen. Kemudian data di uji One Way ANOVA dan Post Hoc Multiple Comparison Test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan 1. Terdapat perbedaan signifikan kelompok perlakuan 1 dengan kelompok perlakuan 2. Kemudian terdapat perbedaan tidak signifikan antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan 2.
Kesimpulan dari penelitian ini pelepasan ion Ni pada kawat ortodontik stainless steel yang direndam dalam saliva buatan, saliva buatan ditambah dengan seduhan Teh Hitam dan saliva buatan yang direndam saliva buatan ditambah dengan seduhan Kopi Arabika. Pelepasan ion Ni pada kawat ortodontik stainless steel yang direndam dalam saliva buatan ditambah dengan seduhan Teh Hitam memiliki pelepasan ion Ni lebih tinggi dibandingkan yang direndam dalam saliva buatan dan saliva buatan ditambah dengan seduhan Kopi Arabika
PERBEDAAN KEKUATAN DAYA ADHESI Candida albicans PADA RESIN AKRILIK HEAT CURED DAN NILON TERMOPLASTIK
Resin akrilik dan nilon termoplastik banyak digunakan sebagai basis gigi
tiruan. Kedua bahan basis gigi tiruan ini memiliki kekurangan yaitu porusitas dan
kekasaran permukaan, sifat fisik tersebut dapat memicu terjadinya peningkatan
adsorbsi protein saliva sehingga mempermudah mikroorganisme termasuk C.
albicans melakukan perlekatan atau daya adhesi pada reseptor protein saliva.
Kumpulan mikroorganisme tersebut membentuk koloni dan berpenestrasi
kepermukaan basis gigi tiruan sehingga menyebabkan terjadinya plak gigi tiruan
(denture plaque) dan denture stomatitis. Sebagai pemeriksaan pendukung untuk
mengetahui profil porusitas dan kekasaran permukaan dilakukan dengan pemeriksaan
menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM). Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui perbedaan kekuatan daya adhesi C. albicans pada resin
akrilik heat cured dan nilon termoplastik.
Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris. Penelitian dilakukan di
bagian Biomedik Laboratorium Mikrobiologi FKG Universitas Jember dan
Laboratorium Sentral FMIPA Universitas Negeri Malang. Jumlah sampel yang
digunakan sebanyak 28 sampel dan 4 sampel untuk pemeriksaan Scanning Electron
Microscopy (SEM) sebagai penunjang hasil penelitian. Sampel berbentuk persegi
ukuran (10x10x1) mm. Sampel dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok A1
(lempeng resin akrilik heat cured tanpa pemulasan), kelompok B1 (lempeng nilon
termoplastik tanpa pemulasan), kelompok A2 (lempeng resin akrilik heat cured
dengan pemulasan) dan kelompok B2 (lempeng nilon termoplastik dengan
pemulasan). Lempeng resin akrilik heat cured dan nilon termoplastik disterilkan
dengan menggunakan autoclave dengan suhu 121o C selama 18 menit, kemudian
direndam dalam saliva steril selama 1 jam dan dibilas dengan PBS 2 kali masingmasing
15 detik. Lalu lempeng dikontaminasi dengan C. albicans dan
menginkubasinya selama 24 jam pada suhu 37o C. Pada 4 sampel yang telah
dikontaminasi dengan C. albicans dilakukan pengamatan dengan menggunakan
SEM. Kemudian dibilas lagi dengan PBS 2 kali tiap 15 detik dan dimasukkan dalam
media agar Saboraud Broth dan dilakukan vibrasi dengan thermolyne selama 30
detik, dan selanjutnya dilakukan perhitungan C. albicans dengan menggunakan
spektrofotometer.
Data yang diperoleh dianalisa dengan uji Kolmogrov-Smirnov dan didapatkan
nilai signifikansi 0.2 dan 0.181 (p> 0.05) sehingga data dinyatakan berdistribusi
normal dan dianalisa dengan uji Levene didapatkan hasil nilai signifikansi 0.291 (p>
0.05) sehingga data dinyatakan berdistribusi homogen. Setelah diketahui data
berdistribusi normal dan homogen, selanjutnya dilakukan uji parametrik one way
ANOVA didapatkan nilai signifikansi 0.00, dinyatakan terdapat perbedaan.
Dilanjutkan uji HSD didapatkan nilai signifikansi 0.00 dan 0.09 (p<0.05) dinyatakan
terdapat perbedaan yang bermakna pada setiap kelompok perlakuan. Berdasarkan
penelitian ini dapat disimpulkan, bahwa terdapat perbedaan dari kekuatan daya
adhesi C. albicans pada resin akrilik heat cured dan nilon termoplastik
Potensi Kulit Buah Kopi Arabika (Coffea arabica L.) dalam Meningkatkan Jumlah Makrofag Pasca Pencabutan Gigi pada Tikus Wistar
Makrofag pada kelompok kontrol K1 dan mengalami peningkatan pada kelompok kontrol K3, akan tetapi mengalami
penurunan pada kelompok kontrol K5 dan kelompok kontrol K7. Hal ini sesuai
dengan teori bahwa pada saat terjadi luka, sel makrofag akan muncul pada hari ke1 dan meningkat hingga mengalami puncak pada hari ke-3. Kemudian, pada hari
ke-5 terjadi penurunan menunjukkan bahwa proses inflamasi telah banyak
berkurang. Sedangkan pada kelompok perlakuan, jumlah sel makrofag mengalami
peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol pada keempat
kelompok. Berdasarkan pernyataan tersebut diduga karena adanya kandungan kulit
buah kopi Arabika (Coffea arabica L.) diantaranya yaitu asam klorogenat, kafein,
dan polifenol yang mampu meningkatkan jumlah sel makrofag sehingga dapat
mempercepat proses penyembuhan luka pasca pencabutan
Personal Branding Agus Harimurti Yudhoyono Melalui Media Sosial Youtube @AgusYudhoyono
Indonesia will hold presidential and parliamentary elections in 2024 at both national and regional levels. Agus Harimurti Yudhoyono is one of the presidential candidates in the 2024-2029 elections. In political years where this, as done by Agus Harimurti Yodhoyono, will have a significant influence on the support of the Indonesian people, personal branding is an important component in the success of the plan. The development of information technology and the use of social media as a tool for developing personal branding is currently impossible to resist. Agus Harimurti Yudhoyono uses YouTube, a social media platform, to develop personal branding to attract the interest of the younger generation. The purpose of this research is to find out more about Agus Harimurti Yudhoyono's personal branding strategy on YouTube. By using foundations such as personal branding, agenda setting, framing and dramaturgy. The author uses qualitative research techniques. Framing analysis will be replaced by research that focuses on issues related to Agus Harimurti Yudhoyono's personal branding. Based on the findings of this study, personal branding, framing, and dramaturgy produce personal branding developed by Agus Harimurti Yudhoyono's management through YouTube social media which has formed a realistic personal branding. As a result, Agus Harimurti Yudhoyono's personal branding has become realistic
Potensi Kulit Buah Kopi Arabika (Coffea Arabica) Terhadap Peningkatan Ketebalan Epitel Setelah Pencabutan Gigi Tikus Wistar
Di Indonesia, pencabutan gigi merupakan tindakan yang paling sering dilakukan dalam bidang kedokteran gigi. Indikator keberhasilan pencabutan gigi adalah terjadinya proses penyembuhan yang sempurna. Salah satu parameter keberhasilan proses penyembuhan luka adalah pembentukan epitel. Apabila epitelisasi terganggu dan soket tidak tertutup dengan baik, maka luka tidak dapat dikatakan sembuh.
Pemberian obat berbahan alam merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan dalam mempercepat terjadinya epitelisasi dalam proses penyembuhan luka. Berdasarkan penelitian sebelumnya, senyawa dalam kulit buah kopi arabika yang merupakan produk samping utama (limbah) dari proses pengolahan kopi, terbukti berpotensi dalam mempercepat proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi kulit buah kopi arabika terhadap ketebalan epitel pada proses penyembuhan luka soket setelah pencabutan gigi tikus Wistar.
Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental laboratoris in vivo dengan rancangan penelitian post test only control group design. Sampel yang digunakan yaitu 24 ekor tikus Wistar yang terbagi dalam kelompok kontrol (K) dan perlakuan (P). Setiap sampel dilakukan pencabutan pada gigi molar satu rahang bawah kiri. Selanjutnya, pada kelompok kontrol dilakukan sondase dengan larutan aquadest, sedangkan pada kelompok perlakuan dilakukan sondase dengan bubuk kulit buah kopi arabika yang dilarutkan dengan air hangat. Sondase dilakukan setiap hari hingga hari ke-3 (K1, P1), ke-5 (K2, P2), dan ke-7 (K3, P3) setelah pencabutan gigi. Selanjutnya, hewan coba didekaputasi 24 jam setelah perlakuan terakhir, dan dilanjutkan dengan pemrosesan jaringan dengan arah pemotongan bukolingual serta pewarnaan jaringan menggunakan Hematoxylin-Eosin (HE
Analisis Pelepasan Ion Nikel dan Kromium Pada Kawat Thermal Nikel Titanium Yang Direndam Dengan Air Kelapa Hijau (Cocos nucifera var. Viridis)
Prevalensi maloklusi yang tinggi tentunya juga akan diimbangi dengan tingginya perawatan ortodonti, yang salah satunya memakai kawat ortodonti. Faktor jangka waktu pemakaian, lingkungan rongga mulut, tingkat keasaman (pH) dan juga makanan yang dikonsumsi dapat menimbulkan perubahan pada kawat ortodonti. Salah satu perubahan tersebut yakni pelepasan ion logam berat khususnya nikel (Ni) dan kromium (Cr) pada kawat sehingga mengurangi sifat kekuatan dan fleksibilitas kawat serta menimbulkan efek berupa alergi, karsinogenik, sitotoksis pada tubuh manusia. Pada pH asam kandungan hidrogen (H+) berjumlah banyak sehingga dapat menginduksi reaksi pelepasan ion. pH dalam rongga mulut dapat menjadi asam setelah mengkonsumsi minuman berupa air kelapa hijau (Cocos nucifera var. Viridis). Air kelapa hijau memiliki pH yang asam oleh karena kandungannya yang terdiri dari beberapa asam kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman dalam air kelapa hijau (Cocos nucifera var. Viridis) dan saliva buatan terhadap pelepasan ion nikel dan kromium kawat ortodonti Thermal Nickel-titanium (NiTi). Sampel berupa kawat ortodonti Thermal Nickel-titanium berjumlah 8 buah dengan panjang 11,6 cm dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kontrol yang direndam pada saliva buatan dan perlakuan yang direndam dalam saliva buatan ditambah air kelapa hijau. Kemudian sampel direndam pada masing- masing larutan selama 3 jam pada suhu 37oC. Sampel kemudian diambil dan larutan perendaman diuji dengan alat AAS (Atomic Absorbtion Spectrometry) untuk menghitung jumlah ion nikel dan kromium yang terlepas dari kawat. Data jumlah pelepasan ion nikel dan kromium kemudian di analisis menunjukkan data berdistribusi normal dan homogen serta terdapat perbedaan
tidak signifikan antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan. Hasil penelitian pada kelompok perlakuan memiliki jumlah pelepasan sedikit lebih kecil dibanding dengan kelompok kontrol, sedangkan jumlah pelepasan ion Kromium pada kawat Thermal Nickel-Titanium pada kelompok perlakuan sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Kesimpulan dari hasil penelitian ini yaitu terdapat pengaruh berupa pelepasan ion nikel (Ni) dan kromium (Cr) pada kawat ortodonti Thermal Nickeltitanium yang direndam dalam saliva buatan dan dalam saliva buatan dengan air kelapa hijau (Cocos nucifera var. Viridis)
- …
