1,720,964 research outputs found

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Standardizing Reinforcement Detailing Practices in Indonesia through SNI 6816:2025

    Full text link
    This paper presents SNI 6816:2025, a national standard developed to address the growing need for clarity, consistency, and technical reliability in the reinforcement detailing of reinforced concrete structures in Indonesia. For more than two decades, SNI 6816:2002 had served as the primary reference, but it no longer reflected advancements in structural design codes, particularly SNI 2847. In response, SNI 6816:2025 was formulated by adopting and adapting technical content from ACI MNL-66(20), while aligning with Indonesian practices and regulations, including reinforcement notations and material specifications from SNI 2052. The standard is structured in two main parts. The first part is a direct adoption of ACI 315R-18, covering the principles of presenting reinforcement details. The second part contains 109 reinforcement details for key structural elements—slabs, beams, columns, walls, foundations, and slabs-on-ground—supported by clear illustrations and notes referencing the relevant clauses in SNI 2847. Additional appendices provide practical design tables and source references. All imperial units have been converted to SI units through hard conversion, and all numerical values recalculated to meet national requirements.SNI 6816:2025 is intended not only as a technical reference but as a standardization tool to support more accurate, coordinated, and verifiable reinforcement detailing practices. Its implementation is expected to enhance communication among engineers, detailers, and contractors, reduce errors in construction drawings, and promote higher-quality outcomes in structural concrete projects throughout Indonesia

    SAMBUNGAN TERPRAKUALIFIKASI SIMPSON STRONG-TIE STRONG FRAME DALAM RSNI 7972:20xx

    Full text link
    Sambungan momen Simpson Strong-Tie Strong Frame (SSTSF) merupakan salah satu sambungan balok-kolom terprakualifikasi baru yang ada dalam RSNI 7972:xx yang mengadopsi AISC 358- 16/358s1-18. Sambungan ini termasuk dalam kategori sambungan momen terkekang parsial dan memiliki elemen unik Yield-Link sebagai sarana untuk mendisipasi energi gempa. Makalah ini memaparkan konsep mekanisme kerja sambungan SSTSF, termasuk latar belakang upaya memasukkannya dalam jajaran sambungan terprakualifikasi AISC 358, disertai dengan ilustrasi penggunaannya sebagai sambungan pada rangka momen sistem struktur penahan gaya lateral gempa bangunan gedung baru dan bangunan gedung lama yang perlu diperkuat (retrofit)

    Anomali Spektrum Respons Desain SNI 1726:2012

    Full text link
    Selama ini, para perencana struktur dan ahli geoteknik meyakini bahwa spektrum respons desain untuk kelas situs Tanah Keras (SC), Sedang (SD) dan Lunak (SE) berturut-turut meningkat besarannya. Namun kenyataannya, spektrum respons desain di beberapa wilayah Indonesia menurut Peraturan Gempa Indonesia yang baru, SNI 1726:2012 yang mengadopsi ASCE 7-10, ternyata memiliki anomali, yaitu spektrum respons desain Tanah Lunak (SE) dapat lebih rendah dari Tanah Sedang (SD), bahkan di daerah-daerah rawan gempa kebanyakan lebih rendah dari Tanah Keras (SC)

    Sambungan Terprakualifikasi Menurut RSNI 7972:20xx (Adopsi AISC 358-16/358s1-18)

    Full text link
    Perubahan-perubahan signifikan pada RSNI 7972:20xx dan pembaharuan yang mencakup penambahan 4 jenis sambungan-sambungan momen terprakualifikasi baru untuk sistem Rangka Momen Khusus (RMK) dan sistem Rangka Momen Menengah (RMT) baja yang mengacu pada AISC 358-16/358s1-18 akan disajikan dalam makalah ini, termasuk sejarah dan perkembangan sambungan terprakualifikasi AISC 358 yang diadopsi secara identik oleh SNI 7972

    Spektrum Respons Desain RSNI 1726:2018 Berdasarkan Peta Gempa Indonesia 2017

    Full text link
    Rancangan Peraturan Gempa Indonesia, RSNI 1726:2018, disusun berdasarkan Peta Gempa Indonesia 2017 dan ASCE 7-16 untuk menggantikan SNI 1726:2012 yang berlaku saat ini. Penetapan nilai Koefisien Situs Fa dan Fv yang baru di dalam RSNI 1726:2018, yang mempengaruhi besarnya Spektrum Respons Desain, dibahas secara detail, termasuk latar belakang perubahannya yang mengikuti usulan PEER. Di daerah yang rawan gempa, nampak terjadi anomali di mana kondisi spektrum respons desain untuk perioda pendek di kelas situs Tanah Keras (SC), Tanah Sedang (SD) dan Tanah Lunak (SE) tidak meningkat secara berurutan akibat dari penerapan nilai Koefisien Situs Fa. Makalah ini menyajikan Spektrum Respons Desain RSNI 1726:2018 dari 17 kota besar yang mewakili seluruh wilayah Indonesia yang dibandingkan dengan Spektrum Respons Desain SNI 1726:2012 untuk mengetahui sejauh mana perbedaannya
    corecore