1,721,015 research outputs found

    Preferensi dan Pengaruh Jenis Makanan Terhadap Pertumbuhan Larva Croccidolomia binotalis Zell.

    No full text
    Croccidolomia binotalis Zell. merupakan hama tanaman Cruciferace. Ketertarikan hama ini terhadap cruciferace karena rangsangan nutritif maupun non nutritif. Pilihan inang akan menentukan pertumbuhan, perkembangan dan aktifitas normal hama. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan berupa pemberian jenis makanan daun kubis berkrop, daun kubis bunga dan daun kubis Cina. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan uji lanjut dengan DNMRT pada taraf nyatal 5 % . Hasil penelitian menunjukkan bahwa Croccidolomia binotalis Zell. mempunyai preferensi makanan yang lebih tinggi pada daun kubis bunga daripada kubis krop dan kubis Cina. Ketiga daun kubis yang diberikan tidak menghambat pertumbuhan dan aktifitas normal larva C. binotalis Zell. Rata-rata luas daun yang dimakan larva berpengaruh terhadap pertambahan berat rata-rata larva sedangkan rata-rata berat daun yang dikonsumsi tidak berpengaruh terhadap pertambahan berat larva C. binotalis Zell

    reaksi penangkapan energi dan reaksi fiksasi karbon sebagai istilah alternatif pengganti reaksi gelap dan terang dalam proses fotosintesis

    No full text
    dua istilah gelap dan terang dalam proses fotosintesis seringkali menimbulkan salah persepsi dalam proses pembelajaran. Istilah ini muncul karena dua tahapan proses fotosintesis yaitu reaksi terang (karena memerlukan cahaya) dan reaksi gelap (tidak memerlukan cahaya tetapi memerlukan karbon dioksida). Untuk menghindari persepsi yang salah maka ada istilah alternatif yang dapat digunakan yaitu Reaksi penangkapan energi ( the energy capturing reaktion) untuk mengganti reaksi terang. Proses ini diawali dengan penangkapan foton oleh pigmen sebagai antena, dan reaksi fiksasi carbon (the fixation of carbon reaction) sebagai istilah pengganti untuk reaksi gelap. Dua istilah ini menggambarkan proses reaksi yang terjadi pada fotosintesis

    TINJAUAN HUKUM LINGKUNGAN DAN HUKUM KEHUTANAN TERHADAP KERUSAKAN HUTAN DAN LINGKUNGAN PADA IZIN USAHA PEMANFAATAN HASIL HUTAN KAYU (IUPHHK-HA) DALAM HUTAN ALAM PADA HUTAN PRODUKSI

    No full text
    ABSTRACTThe focal point of this research is to highlight the policy of the Government of the Republic of Indonesia since the New Order era in issuing forestry decisions in the form of Forest Forest Protection Permit (HPH) or Timber Forest Product Utilization Permit in Natural Forest (IUPHHK-HA now) Governments, Local Governments, and forest communities, knowing the very happy IUPHHK-HA activities due to the failure of the forestry environment, types of activities and how to recover damage to the forestry environment. Include constraints and barriers - what unit units, efforts are being made to overcome these obstacles and barriers, and appropriate forms of accountability for forest damage offenders and environmental degradation, as well as the terms and conditions that must be met by IUPHHK-HA legally and legally produced timber products in accordance with the Law and other applicable provisions.The method used is the empirical juridical approach that is the approach done by looking at existing practices in the field. This is done in a straightforward way in the field. In relation to this research with empirical juridical research methods, the authors conducted a study of primary data in the field of environmental management and implementation, on the types of IUPHK-HA activities that often cause environmental damage, the impact of these activities as well as ways - forest destruction recovery, explosive solutions, the efforts made by the Timber Forest Product Utilization Permit (Plantation Forest) in the Natural Forest in Production Forest of PT. Triwiraasta Bharata in West Kutai district of East Kalimantan Province, and a form of accountability for plasma companies undertaking lessons in the forestry environment.The results of this study and study provide an overview of Timber Forest Product Utilization Permit in Natural Forest (IUPHHK-HA) in accordance with its permit are logs, for legal and legal log products in accordance with applicable laws and regulations, the requirements are not small and the time and process is long enough. Unlike some people who imagine that the logging business is the easiest and the fastest because he immediately cuts and sales. Perhaps the assumption that there is a targeted truth is a culprit of illegal loggers or liar pemarakong.The current condition provides an overview divided into the form of IUPHHK-HA which is included in severe and full conditions. There are several things that cause it to happen, among others: forestry regulations are increasingly tight, often fickle, burdensome and get a high price; increasing legal uncertainty and business uncertainty caused by reform euphoria affecting customary land claims, customary rights, ancestral forest claims without a legal basis; reducing standing conditions due to uncontrolled illegal logging behaviors that have occurred in the last 15 (fifteen) years, overlapping of mining land spent in forested areas, international pressures exploiting the issue of forest and environmental degradation.Law Number 41 Year 1999 on Forestry, Law Number 32 Year 2009 on Environmental Protection and Management, Law Number 18 Year 2013 on Prevention and Eradication of Forest Degradation, Instruments and Highlights with correct field application and capable in implementing mandate for the Protection of deforestation and the environment, perhaps only what needs to be improved actually in enforcement and enforcemen

    Pengaruh Lama Waktu Makan Akuisisi dan Lama Waktu Makan Inokulasi Vektor Terhadap Penularan Virus Tanaman

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penularan CMV oleh Myzus persicae dan SMV oleh Aphys glycines. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama waktu makan akuisisi Myzus persicae dan Aphys glycines berpengaruh terhadap kecepatan munculnya gejala penyakit virus pada tanaman uji. Sedangkan lama waktu makan inokulasi Myzus persicae tidak berpengaruh terhadap munculnya gejala penyakit CMV pada tanaman cabe. Sedangkan lama waktu makan inokulasi Aphys glycines berpengaruh terhadap kecepatan munculnya SMV pada tanaman kedelai. Kecepatan munculnya gejala penyakit virus pada tanaman uji tidak hanya dipengaruhi oleh lama waktu makan akuisis dan waktu makan inokulasi, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti jenis kultivar tanaman, strain virus, waktu infeksi dan suhu

    reaksi penangkapan energi dan reaksi fiksasi karbon sebagai istilah alternatif pengganti reaksi gelap dan terang dalam proses fotosintesis

    No full text
    dua istilah gelap dan terang dalam proses fotosintesis seringkali menimbulkan salah persepsi dalam proses pembelajaran. Istilah ini muncul karena dua tahapan proses fotosintesis yaitu reaksi terang (karena memerlukan cahaya) dan reaksi gelap (tidak memerlukan cahaya tetapi memerlukan karbon dioksida). Untuk menghindari persepsi yang salah maka ada istilah alternatif yang dapat digunakan yaitu Reaksi penangkapan energi ( the energy capturing reaktion) untuk mengganti reaksi terang. Proses ini diawali dengan penangkapan foton oleh pigmen sebagai antena, dan reaksi fiksasi carbon (the fixation of carbon reaction) sebagai istilah pengganti untuk reaksi gelap. Dua istilah ini menggambarkan proses reaksi yang terjadi pada fotosintesis

    Pemanfaatan Entomopatogenik Fungi Lokal untuk menjaga Kwalitas Sayuran Organik Brastagi

    No full text
    Tujuan penelitian adalah untuk memanfaatkan potensi fungi entomopatogen yang ada disekitar lahan tanaman sayuran Brastagi dalam pengendalian hama-hama yang menyerang sayur, sehingga bisa digunakan menjaga kwalitas sayuran organic. Metode yang digunakan adalah eksplorasi jamur dengan umpan larva serangga Tenebrio molitor,identifikasi makroskopik terhadap jamur yang ditemukan serta mendeskripsikan manfaat fungi-fungi tersebut dalam perananya sebagai pengendalian hama terpadu secara hayati. Pada tahap lanjut jamur-jamur tersebut dapat dikembangkan untuk diaplikasikan di lapangan sehingga petani bisa mengendalikan hama sayuran tanpa penggunaan pestisida

    Pemanfaatan Entomopatogenik Fungi Lokal untuk menjaga Kwalitas Sayuran Organik Brastagi

    No full text
    Tujuan penelitian adalah untuk memanfaatkan potensi fungi entomopatogen yang ada disekitar lahan tanaman sayuran Brastagi dalam pengendalian hama-hama yang menyerang sayur, sehingga bisa digunakan menjaga kwalitas sayuran organic. Metode yang digunakan adalah eksplorasi jamur dengan umpan larva serangga Tenebrio molitor,identifikasi makroskopik terhadap jamur yang ditemukan serta mendeskripsikan manfaat fungi-fungi tersebut dalam perananya sebagai pengendalian hama terpadu secara hayati. Pada tahap lanjut jamur-jamur tersebut dapat dikembangkan untuk diaplikasikan di lapangan sehingga petani bisa mengendalikan hama sayuran tanpa penggunaan pestisida

    Pengaruh Lama Waktu Makan Akuisisi dan Lama Waktu Makan Inokulasi Vektor Terhadap Penularan Virus Tanaman

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penularan CMV oleh Myzus persicae dan SMV oleh Aphys glycines. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama waktu makan akuisisi Myzus persicae dan Aphys glycines berpengaruh terhadap kecepatan munculnya gejala penyakit virus pada tanaman uji. Sedangkan lama waktu makan inokulasi Myzus persicae tidak berpengaruh terhadap munculnya gejala penyakit CMV pada tanaman cabe. Sedangkan lama waktu makan inokulasi Aphys glycines berpengaruh terhadap kecepatan munculnya SMV pada tanaman kedelai. Kecepatan munculnya gejala penyakit virus pada tanaman uji tidak hanya dipengaruhi oleh lama waktu makan akuisis dan waktu makan inokulasi, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti jenis kultivar tanaman, strain virus, waktu infeksi dan suhu

    Pemanfaatan Entomopatogenik Fungi Lokal untuk menjaga Kwalitas Sayuran Organik Brastagi

    No full text
    Tujuan penelitian adalah untuk memanfaatkan potensi fungi entomopatogen yang ada disekitar lahan tanaman sayuran Brastagi dalam pengendalian hama-hama yang menyerang sayur, sehingga bisa digunakan menjaga kwalitas sayuran organic. Metode yang digunakan adalah eksplorasi jamur dengan umpan larva serangga Tenebrio molitor,identifikasi makroskopik terhadap jamur yang ditemukan serta mendeskripsikan manfaat fungi-fungi tersebut dalam perananya sebagai pengendalian hama terpadu secara hayati. Pada tahap lanjut jamur-jamur tersebut dapat dikembangkan untuk diaplikasikan di lapangan sehingga petani bisa mengendalikan hama sayuran tanpa penggunaan pestisida
    corecore