110 research outputs found
The ergonomics risk impact on the product quality of „KePPi” Ltd
Darbā, divos, pēc nozares radniecīgos uzņēmumos (uzņēmumos „KePPi” un „X”), kuros tiek izmantoti dažādi ražošanas līdzekļi, veikta ergonomisko risku analīze, izmantojot Slodzes galveno rādītāju metodes SGR-A un SGR-C, „Ātrās ekspozīcijas kontroles” jeb ĀEK metodi un NIOSH celšanas vienādojumu, psihosociālo risku, izmantojot nodarbināto anketēšanu stresoru darbā apzināšanai un psiholoģiskā klimata noteikšanai darba vietā. Uzņēmumā „KePPi” veikta iespējamo procesa kļūdu cēloņu, seku un efektu analīze izmantojot FMEA metodi un ekonomiskā efekta noteikšana pēc ergonomisko risinājumu ieviešanas. Darba gaitā noskaidrots, kādi ergonomiskie un psihosociālie riski ietekmē uzņēmumu darbiniekus, kādi ir kļūdu rašanās (brāķa) iemesli uzņēmumā „KePPi”, kādi ir risinājumi to novēršanai. Veikti aprēķini, lai noteiktu ekonomisko efektu no ergonomisko risinājumu ieviešanas un sniegtas rekomendācijas uzņēmumu vadībām risku samazināšanai.The ergonomical risks analysis, using the Key Indicator Method versions KIM-A and KIM-C, „Quick Exposure Check” method and NIOSH lifting equation, psychosocial risk, employees questionnaire for exploring stressors and psychological climate in the work place, are carried out in two companies („KePPi” Ltd. and „X”) in related industry, in which different means of production are used. There is carried out failure mode and effect analysis (FMEA) in company „KePPi”, as well determination of economical effects after implementation of ergonomical solutions.
The author has clarified which ergonomical and psychosocial risks influence employees, what are the reasons for production defects in the company „KePPi” and has offered solutions for prevention of these risks. There are carried out calculations to determinate the economical effect of ergonomical solution implementation and offered proposals to companies management to reduce the risks
Strengthening Adolescent Reproductive Health as a Strategy to Diminish Maternal Mortality: A Case Study in Malang
The aims of this study are: (1) describing adolescent knowledge and understanding of reproductive health, (2) describing gender issues related to adolescent reproductive health, (3) describing delayed medical assistance due to socio-cultural aspects resulting in the death of the mother, and (4) strengthening adolescent awareness of reproductive health as a strategy to decrease maternal mortality. Based on a qualitative approach with a case study design, the research was conducted at Malang Regency using the snowball method, and a survey on adolescent understanding of reproduction was conducted in Singosari and Pujon. Results demonstrated that adolescent knowledge of reproductive health is relatively low. As a result, adolescents\u27 lack of understanding of reproductive health leads to unwanted pregnancies, and therefore, young women and their families are ashamed and receive social sanctions from the community. Another result revealed that the maternal mortality rate is high due to socio-economic and cultural conditions. People delay seeking medical assistance because they are experiencing poor economic conditions. Thus, they choose the help of child shamans rather than the help of doctors, midwives, or public health centers. Regarding this matter, reproductive education for young teenagers is pivotal as a preventive measure to reduce maternal mortality. Moreover, the schools may assist in this effort by including gender and reproductive education in physical education, health and sports, and biology courses
Strategi Bisnis PT Seroja Galasindo Investama dalam Berinvestasi di Sektor Riil dan Keuangan,
RINGKASAN
RAJIB ZEIN RATANG. 195040100111153. Strategi Bisnis PT Seroja Galasindo Investama dalam Berinvestasi di Sektor Riil dan Keuangan, di bawah bimbingan Prof. Dr. Ir. Keppi Sukesi., MS. sebagai Pembimbing Utama dan
Dr. Mofit Jamroni, S.Pt. M.Si.sebagai Pembimbing Pendamping.
PT Seroja Galasindo Investama adalah perusahaan Holding Company yang terdepan dalam mengeskalasi bisnis para mahasiswa dan UMKM secara berkelanjutan guna menciptakan nilai jangka panjang bagi Indonesia dan pemangku kepentingan. Hal ini mencerminkan komitmen kuat Perseroan dalam mendukung UMKM dan mahasiswa wirausaha sebagai motor pertumbuhan ekonomi Indonesia. Melalui entitas anak, Perseroan juga berinvestasi pada sektor keuangan, khususnya pada saham-saham perusahaan publik (emiten) yang listing di Bursa Efek Indonesia. Saat ini, Seroja Galasindo Group telah memiliki 5 perusahaan investee yang dimiliki secara langsung dan tidak langsung, antara lain, Seroja Boga Nusantara (sub-holding di sektor riil), Mokukombucha (teh kombucha), Showiper (pembersih sepatu instant), PT DEVRA Berdaya Kapital (sub-holding di sektor keuangan), dan DEVRA Technology (sub-holding di bidang teknologi). Perseroan memiliki perusahaan afiliasi, yakni PT DEVRA Creative Management yang bergerak di bidang Social Media & Digital Marketing Agency.
Seroja Galasindo Group, melalui PT Seroja Galasindo Investama, membedakan inovasinya dari perusahaan pendanaan lainnya dengan fokus pada pendanaan berbasis ekuitas, mentoring aktif, dan integrasi ekosistem bisnis. Berbeda dengan perusahaan pendanaan tradisional dan fintech yang menggunakan skema utang, Seroja Galasindo Group memberikan pembiayaan berbasis kepemilikan saham, mengurangi beban pembayaran bulanan. Mereka juga memberikan pendampingan kepada pelaku usaha, termasuk nasihat keuangan dan aksi korporasi. Selain itu, Seroja Galasindo Group memiliki keunggulan dalam integrasi ekosistem bisnis, dengan beragam perusahaan investee di sektor FMCG, teknologi, dan pemasaran digital. Dalam konteks agribisnis, investasinya melalui Seroja Boga Nusantara mencakup unit usaha mahasiswa yang menghasilkan produk turunan pertanian seperti roti dan donat. Terlepas dari beberapa tantangan, Perseroan tetap fokus pada sektor riil, dengan DEVRA Technology berencana berkolaborasi dengan petani bunga lokal.
Meskipun menghadapi penurunan nilai investasi pada sektor riil, Perseroan mencatat kinerja positif pada sektor keuangan, terutama melalui DEVRA Kapital. Dalam menghadapi risiko, Perseroan memiliki manajemen risiko yang efektif. Meski demikian, evaluasi terhadap kerugian investasi di sektor riil dilakukan, dan Perseroan tetap optimis terhadap pertumbuhan sektor riil melalui DEVRA Technology. Pada aspek keuangan, Perseroan mencatat saldo laba positif dan tingkat profitabilitas yang baik pada 10M2023, meskipun perlu perbaikan kinerja investasi pada sektor riil
Analisis Modal Sosial Petani Pisang Kemitraan dengan PT Nusantara Segar Abadi dalam Meningkatkan Produktivitas Pisang (Studi di Desa Ampelgading Kecamatan Selorejo Kabupaten Blitar).
RINGKASAN
Shelly Kusdayanti. 195040100113017. Analisis Modal Sosial Petani Pisang Kemitraan dengan PT Nusantara Segar Abadi dalam Meningkatkan Produktivitas Pisang (Studi di Desa Ampelgading Kecamatan Selorejo Kabupaten Blitar). Dibimbing oleh Prof. Dr. Ir. Keppi Sukesi, MS, dan Jedda Ayu Inggrida.,SP, M.Si.
Desa Ampelgading kini menjadi penghasil pisang yang bermitra dengan PT Nusantara Segar Abadi (NSA). Kemitraan ini sudah berjalan 2 tahun yang dimulai pada tahun 2020. Jenis pisang yang diproduksi adalah pisang Mas Kirana dan pisang Cavendish. Pisang dari petani akan di jual ke koperasi lalu diolah oleh koperasi dan dibeli oleh PT NSA dengan tujuan ekspor. Tujuan penelitian ini adalah Menganalisis peranan modal sosial petani pisang mitra PT NSA dalam meningkatkan produktivitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang didukung data kuantitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik analisis yang digunakan adalah metode interaktif milik Miles dan Huberman serta metode skoring.
Hasil penelitian menunjukkan pola kemitraan pisang PT NSA adalah pola kemitraan kontrak pemasaran, di mana petani dan koperasi diharuskan memproduksi pisang untuk memenuhi kebutuhan industri. Perusahaan juga diharuskan memenuhi sarana produksi serta memberikan bimbingan teknik untuk memperoleh standar yang diinginkan. Modal sosial petani pisang kemitraan dengan PT NSA adalah Kepercayaan, Norma dan jaringan berada ditingkatkan tinggi. Petani percaya dengan apa yang disampaikan oleh perusahaan dan koperasi, petani selalu berprasangka baik pada perusahaan dan koperasi, beberapa petani meminta solusi budidaya pada perusahaan maupun pihak koperasi, serta petani percaya dengan kinerja koperasi dalam membantu proses budidaya. Norma petani mitra tinggi yang diukur dari petani mengerti, menaati dan menerapkan peraturan, sanksi, serta evaluasi yang diberikan oleh pihak koperasi maupun perusahaan. Tingkat jaringan petani tinggi dengan adanya kerja sama dengan lembaga atau kelompok lain yakni PT NSA, petani mendapat dukungan yakni dari pemerintah, serta petani sangat terbantu dengan bergabungnya dalam koperasi. Adapun modal sosial bonding cenderung rendah dan bridging cenderung sedang. Modal sosial bonding serta bridging diukur dengan menggunakan dimensi interaksi petani diantaranya berbagi informasi, belajar bersama, serta bekerja sama. Modal sosial bonding rendah dikarenakan dalam suatu kelompok tani hanya sedikit petani yang tergabung dalam kemitraan pisang, sehingga interaksi petani dalam kelompok sangat sedikit. Adapun modal sosial bridging cenderung sedang di karena kan petani berinteraksi dengan petani dari kelompok lain hanya sebatas ketika terdapat sosialisasi atau sekolah lapang yang diselenggarakan oleh pihak perusahaan maupun koperasi.
Modal sosial berperan dalam meningkatkan produktivitas pisang dalam pola kemitraan PT NSA di desa Ampelgading. Modal sosial kepercayaan dan jaringan berperan dalam meningkatkan produktivitas dengan peningkatan partisipasi petani karena adanya jaringan dan kepercayaan, sehingga menjadi modal sosial tersebut menjadi hal utama dalam pembentukan awal pola kemitraan. Adapun norma, bonding dan bridging menjadi modal sosial yang mengarahkan petani dalam meningkatkan produktivitas melalui peningkatan keterampilan
Bias Gender Dalam Pekerjaan Rumah Tangga Domestik Dan Buruh Migran
Studies in a few cities/districts in east Java concerning work activities of household workers (PRT/Pembantu Rumah Tangga) domestic and abroad, demonstrate that work division according to gender has undergone some changes. The domestic/public and productive/reproductive space division, are no longer applied on women and men in terms of livelihood. in a household environment, household activities no longer have a reproductive connotation, but also productive. Furthermore, at the moment household activities have entered a commercial sector, demonstrated by the phenomenon of female household workers abroad. However, there is still gender bias and double standards in valuing that kind of work. Also, women in urban industrial sector who work as migrant worker abroad, has great impacts on the structure and gender relations of the women's household. The economic role of women has positive impacts on the allocation of household power, yet it does not affect the power allocation in the society. This study recommends the need to arrange a social safety model for household workers, both domestic and abroad, and also the need to formulate a concept of domestic and public works with a household basis congruous to the role and actual function of women
Analisis Peran Perempuan Terhadap Pendapatan Rumah Tangga dalam Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis) di Sungai Tapah Estate, PT Bumitama Gunajaya Agro, Kalimantan Barat
Perkebunan kelapa sawit di Indonesia, yang mencakup luas lebih dari 14 juta
hektar, merupakan sektor ekonomi yang penting dengan kontribusi besar terhadap
perekonomian nasional dan penyerapan tenaga kerja tinggi. Dalam industri ini, perempuan
juga memainkan peran penting dengan keterlibatan aktif dalam berbagai aspek budidaya,
panen, pengolahan, dan pemasaran produk kelapa sawit, yang sejalan dengan peningkatan
kesadaran akan inklusi gender dan pemberdayaan perempuan dalam pembangunan. Peran
ganda perempuan di perkebunan kelapa sawit, baik dalam peran domestik maupun peran
publik, berkontribusi pada perubahan sosial dan ekonomi, serta meningkatkan pendapatan
rumah tangga, dengan perusahaan-perusahaan seperti PT Bumitama Gunajaya Agro yang
memiliki kebun kelapa sawit yang luas, seperti Sungai Tapah Estate, sebagai contoh di
Kalimantan Barat, di mana penelitian lebih lanjut mengenai peran perempuan dalam
mendukung pendapatan rumah tangga di sektor ini menjadi penting. Penelitian ini
bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi peran perempuan pada perkebunan kelapa sawit di
Sungai Tapah Estate, PT Bumitama Gunajaya Agro, Kalimantan Barat, (2) Menganalisis
kontribusi pekerja perempuan terhadap pendapatan rumah tangga di Sungai Tapah Estate,
PT Bumitama Gunajaya Agro, Kalimantan Barat dan (3) Mendeskripsikan pengaruh
kebudayaan etnik Dayak dalam aktivitas kebun kelapa sawit di Sungai Tapah Estate, PT
Bumitama Gunajaya Agro, Kalimantan Barat.
Penelitan dilakukan di Sungai Tapah Estate, PT. Bumitama Gunajaya Agro,
Kalimantan Barat dan dilaksanakan selama 2 bulan. Penelitian ini menggunakan 34
responden diperoleh dari perhitungan menggunakan rumus Slovin dan 2 informan dari
Etnik Dayak. Pengumpulan data preimer menggunakan metode observasi, wawancara, dan
kuesioner. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif, analisis
harvard, analisis curahan waktu kerja, dan analisis kontribusi pendapatan rumah tangga.
Hasil penelitian ini menunjukkan perempuan dan laki-laki di Sungai Tapah Estate
memiliki peran yang berbeda dalam pekerjaan kebun kelapa sawit, dengan sejumlah
aktivitas yang lebih dominan dilakukan oleh perempuan. Perempuan berkontribusi 48,3%
dan laki-laki berkontribusi 51,7% dalam pendapatan rumah tangga. Meskipun kontribusi
pendapatan perempuan tergolong rendah, namun mereka berperan penting dalam ekonomi
rumah tangga. Selain itu, kebudayaan etnik Dayak memainkan peran yang signifikan dalam
Alfa Rizki Ferdiansyah. 195040101111120. Analisis Peran Perempuan Terhadap
Pendapatan Rumah Tangga dalam Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis) di Sungai
Tapah Estate, PT Bumitama Gunajaya Agro, Kalimantan Barat. Dibawah bimbingan Ibu
Prof. Dr. Ir. Keppi Sukesi, MS sebagai Pemimbing Utama dan Dr. Setiyo Yuli Handono,
S.P., M.P., MBA sebagai Pembimbing Pendamping.viii
aktivitas kebun kelapa sawit di daerah tersebut, mencerminkan nilai-nilai keharmonisan
dengan alam, gotong royong, dan solidaritas. Pengaruh budaya ini membantu menjaga
identitas budaya, keberlanjutan lingkungan, dan menciptakan lingkungan kerja yang
inklusif dan harmonis di perkebunan kelapa sawit.
Berdasarkan hasil penelitian, peneliti dapat menyarankan untuk meningkatkan
partisipasi perempuan dan mengurangi stereotip gender di kebun kelapa sawit, perlu
dilakukan program pelatihan dan kesadaran gender serta memastikan kesetaraan akses dan
keterlibatan antara perempuan dan laki-laki. Manajemen perkebunan juga harus
menciptakan lingkungan kerja inklusif, mendukung peran ganda perempuan, dan
memastikan kondisi kerja yang adil dan layak. Selain itu, perlu diberikan dukungan untuk
pelestarian budaya etnik Dayak di kebun kelapa sawit dengan menghormati acara adat dan
menghargai keberagaman budaya di tempat kerja. Penting juga untuk fokus pada
penghapusan diskriminasi gender di tempat kerja dan rumah tangg
Empowering Farmers in Conserving Soil and Water in the Sampeyan Watershed, Situbondo, East Java, Indonesia
Empowering farmers in managing the watershed Sampean Situbondo for soil and water conservation is urgently needed. This is intended to know the efforts of empowering farmers in managing the interrelationships between the human capital, physical capital, social capital, and farmers’ perceptions and the government's role in the process of empowerment of farmers, as well as their relation to the empowerment of farmers. It is expected that we get the economic benefits and environmental services for the development and preservation of ecosystems in the watershed Sampean Situbondo. This study deploves two methods, namely the Structural Equation Model (SEM) to test the accuracy of the hypothetical models that have been developed empirically through the theoretical justification and the relationship between the variables built into the model and SWOT analysis for the direct and indirect policy implications to be done in empowering farmers to conserve soil and water in the watershed Sampean Situbondo. The results show that: 1) the human capital significantly influences the empowerment process, 2) the role of government significant affects the process of empowerment, 3) farmers' perceptions significantly influence the empowerment process, 4) the empowerment process significantly influences the empowerment of farmers, 5) the results of the SWOT analysis suggest that the factors supporting (dry land availability for agriculture is so vast and labors in agriculture are abundant), inhibiting factors (lack of human capital, physical capital, social capital, farmers' perceptions, the role of government, the process of empowerment, and empowerment of farmers), opportunity factors (increasing the empowerment of farmers through better institutional collaboration and consolidation of government agencies, non-higher education, and financial institutions) and threat factors (developing dryland, farmer empowerment through soil and water conservation, and the limitations of the technology). Key Words: Farmer Empowerment, Soil and Water Conservatio
The Role of Local Wisdom and Society Empowerment Patterns in Fishing by using Salambau in Baun Bango Village Kamipang District Katingan Central Kalimantan
Fishery potential resource in Central Kalimantan is provided by public waterworks, river, lake and swamp which have large of fish supply. Fisherman used traditional tools that were made from bamboo and rattan surrounds their village before the existence of salambau to catch the fishes. The selection of the respondent sample was done in purposive way (intentional) towards the head of fisherman families in Kamipang. This research needs 23 families. The use of salambau as one of fishing gears does not exist yet in the level of disturbing aquatic ecosystem. However, mentoring program is needed in Baun Bango since this gear has large degree of exploitation of fishing. The suggestion to use the gear with high selectivity in large amount is an alternative to bridge the economic needs and preservation of aquatic ecosystems. Keyword : Salambau,, fishing gears, local wisdom, society empowermen
- …
