2 research outputs found
Respon Pertumbuhan dan Hasil Kedelai di Lahan Rawa pada Dosis Pupuk Urea dan Abu Sekam yang Berbeda
Kedelai (Glycine max (L.) Merill) merupakan tanaman pangan yang penting bagi penduduk Indonesia karena memiliki banyak manfaat diantaranya sebagai sumber protein nabati, bahan baku industri, bahan industri pangan dan sering dijadikan pakan ternak. Produksi kedelai terus menurun dari tahun ke tahun sehingga impor kedelai terus meningkat, hal tersebut menjadi tantangan dalam kegiatan pertanian. Peningkatan produktivitas kedelai Nasional dapat dilakukan salah satunya dengan cara budidaya ekstensifikasi pada lahan rawa. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi antara pupuk urea dan abu sekam padi, mendapatkan dosis pupuk urea dan dosis abu sekam padi optimal terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai pada budidaya di lahan rawa. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2020 hingga Maret 2021. Penelitian ini berupa percobaan lapangan bertempat di lahan Percobaan Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial yang terdiri dari dua faktor tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk urea yang terdiri atas 4 taraf yaitu : 0, 25 , 50 dan 75 kg/ha. Faktor kedua adalah dosis pupuk abu sekam padi yang terdiri atas 4 taraf yaitu : 0, 5 , 10 dan 15 ton/ha. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan analisis varian (ANOVA) pada taraf 5%. Dosis urea dan abu sekam padi yang menunjukkan pengaruh nyata di uji lanjut dengan Polynominal Orthogonal (PO). Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara dosis pupuk urea dan abu sekam padi, dosis optimal pupuk urea terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai pada budidaya di lahan rawa belum diperoleh, rata-rata hasil kedelai yang diperoleh 3,04 ton/ha, dosis optimal abu sekam padi 8,37 ton/ha mampu meningkatkan bobot bintil akar kering sebesar 0,19 g, rata-rata hasil kedelai yang diperoleh sebesar 3,18 ton/ha
Respon Pertumbuhan dan Hasil Kedelai di Lahan Rawa pada Dosis Pupuk Urea dan Abu Sekam yang Berbeda
Kedelai (Glycine max (L.) Merill) merupakan tanaman pangan yang penting bagi penduduk Indonesia karena memiliki banyak manfaat diantaranya sebagai sumber protein nabati, bahan baku industri, bahan industri pangan dan sering dijadikan pakan ternak. Produksi kedelai terus menurun dari tahun ke tahun sehingga impor kedelai terus meningkat, hal tersebut menjadi tantangan dalam kegiatan pertanian. Peningkatan produktivitas kedelai Nasional dapat dilakukan salah satunya dengan cara budidaya ekstensifikasi pada lahan rawa. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi antara pupuk urea dan abu sekam padi, mendapatkan dosis pupuk urea dan dosis abu sekam padi optimal terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai pada budidaya di lahan rawa. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2020 hingga Maret 2021. Penelitian ini berupa percobaan lapangan bertempat di lahan Percobaan Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial yang terdiri dari dua faktor tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk urea yang terdiri atas 4 taraf yaitu : 0, 25 , 50 dan 75 kg/ha. Faktor kedua adalah dosis pupuk abu sekam padi yang terdiri atas 4 taraf yaitu : 0, 5 , 10 dan 15 ton/ha. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan analisis varian (ANOVA) pada taraf 5%. Dosis urea dan abu sekam padi yang menunjukkan pengaruh nyata di uji lanjut dengan Polynominal Orthogonal (PO). Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara dosis pupuk urea dan abu sekam padi, dosis optimal pupuk urea terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai pada budidaya di lahan rawa belum diperoleh, rata-rata hasil kedelai yang diperoleh 3,04 ton/ha, dosis optimal abu sekam padi 8,37 ton/ha mampu meningkatkan bobot bintil akar kering sebesar 0,19 g, rata-rata hasil kedelai yang diperoleh sebesar 3,18 ton/ha
