2 research outputs found
Edukasi Kesehatan Reproduksi Dan Terapi Non-Farmakologis untuk Mengurangi Dismenore pada Remaja Putri di Universitas Pathum Thani, Thailand Tahun 2025
Dismenore merupakan keluhan umum yang dialami remaja putri dan berdampak terhadap kesejahteraan fisik, emosional, serta aktivitas belajar. Intervensi non-farmakologis menjadi alternatif aman untuk mengurangi nyeri menstruasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai kesehatan reproduksi dan penerapan terapi non-farmakologis untuk mengatasi dismenore. Metode kegiatan meliputi edukasi interaktif, diskusi, serta demonstrasi teknik kompres hangat, relaksasi napas dalam, dan abdominal stretching exercise. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest terhadap 30 peserta mahasiswi Universitas Pathum Thani, Thailand. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 46,15% menjadi 100%, serta peningkatan sikap dari 92,31% menjadi 100%. Edukasi yang disertai demonstrasi terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kemandirian remaja dalam mengelola dismenore secara aman dan alami
EDUKASI DAN PELATIHAN SADARI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KANKER PAYUDARA DINI DI KALANGAN REMAJA
Di Indonesia, kanker payudara juga menjadi kanker dengan insiden tertinggi, dengan jumlah kasus mencapai 65.858 kasus (16,6%) dari seluruh kasus kanker, serta menjadi penyebab kematian tertinggi akibat kanker pada perempuan. Berdasarkan data dari Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) 2020, hanya sekitar 6,9% perempuan yang rutin melakukan SADARI. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengetahui peningkatan pengetahuan remaja putri tentang SADARI sebagai upaya pencegahan kanker payudara dini dan pelaksanaan praktik SADARI pada remaja putri sebagai upaya pencegahan kanker payudara dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat diikuti oleh mahasiswi non kesehatan di Universitas Aisyiyah Pringsewu. Luaran yang direncanakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat meliputi laporan kegiatan pengabdian, artikel ilmiah yang dipublikasikan melalui jurnal pengabmas, video pelatihan, leaflet edukasi dan HAKI. Berdasarkan hasil pengabdian tersebut, penyuluhan tentang kanker payudara dan pelatihan SADARI penyakit perlu diadakan secara rutin, berkelanjutan agar pengetahuan, sikap dan keterampilan remaja putri tentang SADARI dapat meningkat. Peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan remaja putri tentang SADARI diharapkan mampu merubah perilaku menjadi lebih baik dalam hal pencegahan penyakit kanker payudara. Meningkatnya pengetahuan tentang pencegahan kanker payudara dan SADARI diharapkan dapat meningkatkan status kesehatan remaja putri dan meningkatkan kualitas hidup mereka
