1,721,925 research outputs found
Tafsir kontekstual dalam tafsir Sunda Al-Razi karya Uu Suhendar: Analisis Hermeneutika Gadamer
Hermeneutika yang menjadi kajian interpretasi dari kalam Tuhan yang dapat memperjelas apa yang Tuhan firmankan menjadi sebuah alat untuk menafsirkan sebuah ayat, dalam karya ilmiah ini penulis menggunakan teori Hermeneutika Gadamer untuk membuktikan bahwa terdapat sebuah teori kontekstual dalam Tafsir Sunda Al-Razi Karya Uu Suhendar karena keunikan tersebut penulis membuat judul yang bernama “Tafsir Kontekstual dalam Tafsir Sunda Al-Razi Karya Uu Suhendar (Analisis Hermeneutika Gadamer”, memiliki rumusan masalah apa saja tema yang terdapat dalam penafsiran kontekstual tersebut dan bagaimana persamaan horizon dari penafsiran Uu Suhendar dengan Hermeneutika Gadamer.
Penelitian ini menggunakan metode library research atau penelitian kepustakaan. Adapun sumber data yang digunakan adalah data-data primer dan sekunder, serta pemilihan ayat yang ditafsirkan secara kontekstual. Data akan dianalisa dengan metode deskriptif analitik. Landasan teori yang digunakan adalah teori kontekstual Hermeneutika Gadamer.
Berdasarkan analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa terdapat 10 tema yang dibahas secara kontekstual yaitu; Al-Falaq; 2 dan 4 tentang kejelekan media sosial, Al-Lahab; 4-5 tentang nama samaran dalam al-Quran, Al-Quraisy; 4 tentang pemerintahan yang baik untuk kesejahteraan rakyat, Al-Fil; 2 tentang tipu daya, Al-Humazah; 2-3 tentang menumpuk harta, Al-‘Ashr; 3 tentang perlombaan, Al-Zalzalah; 1-3 tentang isi bumi dan Al-Zalzalah; 7-8 tentang main kartu tanpa uang, At-Tin 1-3 tentang manfaat dan kandungan dari buah tin dan zaitun, Asy-Syams; 1-7 tentang perhitungan panas neraka, ‘Abasa; 5-10 tentang bahasa gaul. Meskipun terdapat beberapa tema yang dibahas secara kontekstual tidak dapat dikatakan bahwa Tafsir Uu Suhendar adalah Tafsir Kontekstual karena dalam pembahasan Uu Suhendar lebih banyak menggunakan semantik. Dalam menafsirkan satu tafsir penulis ketahui bahwa beliau menerjemahkan dahulu ayat tersebut ke dalam Bahasa Sunda, kemudian beliau bahas/menafsirkan ayat tersebut per-kata, dan langkah terakhir beliau menjelaskan keseluruhan ayat tersebut diantaranya ada yang dibahas secara madzhab al-ra’yi dan diantaranya ada yang dibahas dengan madzhab al-ma’tsur, dan diantara pembahasan tersebut terdapat penafsiran yang menggunakan konteks masa kini.
Kata Kunci: Uu Suhendar, Tafsir Nusantara, Tafsir Sunda, Hermeneutika Gadamer
Pedoman katalogisasi : cara mudah membuat katalog Perpustakaan/ Suhendar
106 hal.: ill.; 21 cm
Pedoman katalogisasi : cara mudah membuat katalog Perpustakaan/ Suhendar
106 hal.: ill.; 21 cm
Pedoman katalogisasi : cara mudah membuat katalog Perpustakaan/ Suhendar
106 hal.: ill.; 21 cm
Pedoman katalogisasi : cara mudah membuat katalog Perpustakaan/ Suhendar
106 hal.: ill.; 21 cm
Pedoman katalogisasi : cara mudah membuat katalog Perpustakaan/ Suhendar
106 hal.: ill.; 21 cm
Perbandingan metodologi penafsiran A. Hassan dalam Tafsir Al-Foerqon dan Uu Suhendar dalam Tafsir Al-Razi
Meskipun produk tafsir itu terlahir dari organisasi yang sama dan daerah yang sama, tidak menutup kemungkinan kuduanya memiliki metodologi yang berbeda. Begitupun dengan A. Hassan dan Uu Suhendar. Disisi lain A. Hassan dalam menafsirkan Al-Qur’an dengan menggunakan metode Ijmali dan bahasa yang sangat lugas. Sedangkan disisi lain Uu Suhendar dalam menafsirkan Al-Qur’an dengan menggunakan metode Tahlily.
Tujuan penelitian skripsi ini adalah untuk mengetahui perbedaan dan persamaan metodologi penafsiran yang digunakan oleh A. Hassan dalam Tafsir Al-Foerqon dan Uu Suhendar dalam Tafsir Al-Razi.
Penelitian ini berangkat dari sebuah pemikiran, yang mana kerangkan pemikiran penelitian ini menggunakan teori Metodologi Tafsir. Yakni teori yang berorientasi kepada sumber, metode dan corak penafsiran yang digunakan oleh mufasir.
Penelitian ini menggunakan metode deskriftif komparatif yang bersifat deskritif, serta mengumpulkan data dengan cara studi dokumenter dari barbagai sumber baik sumber primer (kitab tafsir yang dijadikan objek penelitian) maupun sumber sekunder (buku-buku yang mendukung). Dengan langkah: (a) mengumpulkan data (b) mengelola data (c) menganalisis data dan (d) membuat kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukan adanya peerbedaan dan persamaan dari kedua tafsir tersebut. Dari aspek sumber penafsiran, tafsir Al-Foerqon menggunakan sumber bi al-Ra’yi sedangkan sumber yang tafsir Al-Razi gunakan ialah sumber bi al-ma’tsur. Sedangkan dari aspek metode penafsiran, tafsir Al-Foerqon menggunakan metode Ijmali, dan tafsir Al-razi menggunakan metode tahlily. Kemudian dari aspek corak penafsiran, keduanya sama-sama bercorak lughowi
- …
