1,721,029 research outputs found
BAHASA DAN BUDAYA ETNIK JAWA PANARAGAN
Segala puji dan syukur alhamdulillah, penulis memanjatkan kepada Illahi Robbi, Yang Maha Pengasih dan Penyayang atas segala nikmat-nikmatnya yang begitu besar sehingga penulis dapat menyelesaikan buku ini.
Penulisan buku ini merupakan salah satu wujud kecintaan penulis terhadap kota kelahiran Ponorogo yang kaya akan sejarah dan budaya. Namun kekayaan tersebut, “belum” banyak terungkap melalui penulisan-penulisan mengenai sejarah, budaya, bahasa dan yang lainnya yang terbentang di bumi Reyog.
Kegelisahan terhadap langkanya sumber-sumber maupun referensi terkait hal itu, membuat hati penulis ingin memberi sumbangsih pemikiran mengenai bahasa dan budaya Ponorogo dalam buku yang berjudul Bahasa dan Budaya Etnik Jawa Panaragan. Dalam Buku ini penulis bentangkan 16 Bab mengenai bahasa dan Budaya Ponorogo khususnya dari kacamata etnolingustik.
Semoga karya sederhana ini memberi sumbangsih bagi peneliti, pemerhati maupun praktisi yang tertarik mengenai Bahasa dan Budaya Khususnya Ponorogo. Tidak lupa, kami menghaturkan ungkapan terimakasih kepada kedua orang tua Bapak Mulyono dan ibu Suparti, dua pahlawan sejati serta salam hormat pada guru-guru kehidupan baik formal maupun nonformal adalah sesuatu yang tak mungkin terbalas: hanya untaian doa semoga medapatkan amal jariah
CHARACTER EDUCATION IN THE REYOG ART OF PONOROGO AND A TEACHING STRATEGY OF ETHNOLINGUISTIC
The Reyog art is an original theater from Ponorogo which will be full of
noble values adi luhung (Virtue) heritage from ancestors. As the result of
the masterpiece creation, Reyog has symbols, codes, sign which appear an
implicit or explicit meaning. To reveal those values, it uses etnolinguistic
method approachment to know the meaning so that it was known as noble
values contained in Reyog art which can be used as a strategy to build
character education through the arts and culture based on local wisdoms.
Keywords: character education, reyog, ethnolinguisti
Javenglish: Permainan Bahasa di Era Masyarakat Multilingual.
Javanglish is a combination of two languages, namely Java or Java with English or English. These two languages are very interesting to study with a sociolinguistic approach because both languages contain linguistic and social facts. This study aims to determine the form of language games used in Javenglish, and the similarities and differences between the two languages. The method in this study went through three stages, namely provision, analysis and exposure. The results show that Javenglish aims to play language by gathuk mathuk between Javanese and English so that it creates a uniqueness, and it's funny because there are several language element games in the form of phonological games or language sounds, and semantic games or language meanings. AbstrakJavenglish merupakan penggabungan dari dua bahasa yaitu bahasa Jawa atau Java dengan bahasa Inggris atau English. Kedua bahasa tersebut sangat menarik dikaji dengan pendekatan sosiolinguistik karena dalam dua bahasa tersebut mengandung fakta bahasa dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk permainan bahasa yang digunakan dalam Javenglish, dan kesamaan dan perbedaan di antara dua bahasa tersebut, metode dalam penelitian ini melalui tiga tahap yaitu penyediaan data, analisis, dan pemaparan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Javenglish bertujuan untuk permainan bahasa dengan cara gathuk mathuk antara bahasa Jawa dan English sehingga memunculkan keunikan dan lucu karena terdapat beberapa permainan unsur bahasa berbentuk seperti permainan fonologi atau bunyi bahasa dan permainan semantik atau makna bahasa
KAJIAN ETNOLINGUISTIK TERHADAP PAKAIAN ADAT WAROK PONOROGO
Pakaian Adat merupakan sebuah identitas suatu daerah yang mana simbol dari kebudayaan yang dimiliki oleh wilayah tersebut. Hal tersebut sebagaimana Pakaian Adat Etnik Panaragan yang terkenal dengan Pakaian Khas Warok Ponorogo. Pakaian Adat Khas Ponorogo memiliki nilai filosofi yang terkandung didalamnya yang akan di telaah dengan menggunakan pendekatan etnolinguistik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pakaian adat panaragan atau warok memiliki kharakter jiwa masyarakat Ponorogo yang tersimpan dalam nilai-nilai yang terdapat dalam pakaian adat. Nilai tersebut antara lain ketenangan, keberanian, kesabaran
KEBUDAYAAN MASYARAKAT JAWA ETNIK PANARAGAN
AbstrakPonorogo menurut banyak kalangan merupakan sub etnik kebudayaan Mataraman yang meliputi Madiun, Magetan, Ngawi, Pacitan dan Trenggalek. Namun berdasarkan analisa penulis Ponorogo merupakan sub etnik kebudayaan sendiri yang tidak termasuk dalam wilayah kebudayaan Mataraman. Melainkan sebuah Etnik tersendiri Kebudayaan Jawa Etnik Panaragan. Artikel ini menjelaskan tentang kebudayaan Jawa Etnik Panaragan sehingga memiliki ciri khas tersendiri sebagai sub etnik budaya sendiri di Jawa Timur.Kata Kunci: Kebudayaan, Jawa dan Etnik Panaraga
KAJIAN ETNOLINGUISTIK TERHADAP PAKAIAN ADAT WAROK PONOROGO
Pakaian Adat merupakan sebuah identitas suatu daerah yang mana simbol dari kebudayaan yang dimiliki oleh wilayah tersebut. Hal tersebut sebagaimana Pakaian Adat Etnik Panaragan yang terkenal dengan Pakaian Khas Warok Ponorogo. Pakaian Adat Khas Ponorogo memiliki nilai filosofi yang terkandung didalamnya yang akan di telaah dengan menggunakan pendekatan etnolinguistik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pakaian adat panaragan atau warok memiliki kharakter jiwa masyarakat Ponorogo yang tersimpan dalam nilai-nilai yang terdapat dalam pakaian adat. Nilai tersebut antara lain ketenangan, keberanian, kesabaran
EKSOTIKA PARIWISATA PONOROGO
Potensi pariwisata kabupaten Ponorogo yang beraneka ragam merupakan kekayaan yang sangat perlu di lestarikan dan dikembangkan terus-menerus sehingga ada peningkatan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di kabupaten Ponorogo.
Salah satu upaya mencapai tujuan tersebut adalah dengan menyebarluaskan informasi kepada masyarakat mengenai potensi wisata melalui buku “EKSOTIKA PARIWISATA PONOROGO”. Oleh karena itu kami menyambut baik dengan terbitnya buku ini sebagai salah satu upaya memperluas cakrawala potensi wisata kabupaten Ponorogo yang mencakup budaya, alam, religi, buatan dan kuliner.
Dengan terbitnya buku ini, diharapkan pula dapat menimbulkan kecintaan terhadap kabupaten Ponorogo dengan potensi wisata yang dimiliki sehingga akan terwujud kehidupan yang mencerminkan sapta pesona (keamanan, kenyamanan, keteertiban, kebersihan, kesejukan, keramahan dan kenangan) yang pada gilirannya Ponorogo mempunyai daya tarik wisata
iv
Eksotika Pariwisata Ponorogo
yang lebih menarik sehingga semakin meningkat jumlah pengunjung yang datan berwisata ke kabupaten Ponorogo
TRANSIVITAS TEKS MANTRA WAROK AJI GEBYAGAN PADA PAGUYUBAN REYOG PONOROGO
Mantra Aji Gebyagan merupakan mantra warok sebagai pengantar ritual Gebyagan. Data mantra dianalisis menggunakan transivitas pendekatan Sistemik Fungsional Linguistik. Tujuannya dari penelitian ini untuk mengetahui lebih mendalam makna mantra aji gebyagan dan mengungkap makna ideasional. Hasilnya diperoleh proses verbal 33%, proses relasional atributif 33%, proses relasional identifikasi 25 % dan proses perilaku 9%. Data tersesebut, menunjukan bahwa dominasi faktor verbal dan relational atributif yang mengindikasikan bahwa warok memiliki kedekatan dalam olah batin yang tercermin dalam mantra untuk guna mendapatkan ridha dari Allah. Selain itu, juga terdapat proses perilaku sebagai tujuan dari mantra yaitu keselamatan dalam pentas pagelaran Reyog Ponorogo
- …
