1,721,052 research outputs found
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PROFESI NOTARIS DALAM PEMBUATAN PARTIJ AKTA
The legal acts clients who come to the notary. Formulated into an authentic deed in accordance with the authority of a notary, and then the notary made the deed at the request of the client. Therefore, the notary must ensure that the deed made it complies according to the legal rules that have been determined, so that the interests of concered are protected with such deed. A notarial deed is an authentic deed made according to the forms and procedures set in this constitution. Notary bound with the truth formil because of the liability according UUJN, if the parties dispute, so notary can not be punished
PENGARUH PEMBERIAN JUS BUAH NAGA MERAH (HYLOCEREUS POLYRHIZUS) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DI DESA TOBAI BARAT KECAMATAN SOKOBANAH KABUPATEN SAMPANG
Latar belakang : Masih banyak Lansia yang belum paham cara mengobatinya selain obat-obatan menurunkan tekanan darah bisa dengan pemberian atau pembatasan makanan salah satunya pemberian jus buah naga merah yang saat ini masih banyak yang belum tau manfaatnya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pemberian jus buah naga terhadap penurunan tekanan darah pada lansia di Tobai Barat Sampang
Metode : Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 32 lansia diambil menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen pemberian jus buah naga dan variabel penurunan tekanan darah. Pengumpulan data dengan observasi tekanan darah, pengolahan data editing, coding, scoring dan tabulating, analisa data menggunakan analisis bivariat dengan uji wilcoxon
Hasil : Hasil penelitian ini didapatkan p value = 0,000 (<0,05) artinya, terdapat pengaruh pemberian jus buah naga terhadap penurunan tekanan darah pada lansia. Sebelum diberikan jus buah naga setengahnya mengalami hipertensi sedang (50,0%) dan sesudah diberikan jus buah naga menjadi hampir setengahnya hght normal (43,3%)
Kesimpulan : Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh pemberian jus buah naga terhadap penurunan tekanan darah pada lansia di Tobai Barat Sampan
MODEL SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA TERPADU DENGAN BATERAI TERHUBUNG JARINGAN LISTRIK
Pemanfaatan energi matahari sebagai energi bersih dan terbarukan melalui sistem pembangkitan listrik tenaga surya terkoneksi dengan jaringan listrik umum (PLTSTJL) misalnya Perusahaan Listrik Negara telah menjadi perhatian yang besar bagi para peneliti sebelumnya. Perkembangan terbaru sistem PLTSTJL ini adalah dipadu dengan sistem penyimpan energi untuk menjaga stabilitas dan keandalan sistem tenaga listrik. Paper ini menyajikan model PLTSTJL yang lebih stabil, efektif, murah dan handal daripada sistem yang telah ada yang mendukung kawasan lingkungan konservasi. Metode yang dipakai dalam paper ini adalah melakukan tinjauan pustaka untuk mempelajari dan mengetahui perkembangan sistem yang ada. Langkah berikutnya adalah melakukan desain, pemodelan, simulasi dan analisis topologi yang optimal untuk sistem PLTSTJL terpadu dengan sistem penyimpan energi barupa baterai. Pengubah daya antara baterai dan jaringan listrik adalah sistem 2 arah Selanjutnya mengembangan suatu koordinasi strategi pengendalian yang baru berbasis sistem cerdas yaitu fuzzy logic controller (FLC) dalam sistem PLTSTJL tersebut Unjuk kerja sistem yang dikembangkan dibandingan dengan model-model yang telah ada
Pendidikan dan Kelestarian Lingkungan
Dewasa ini ahli-ahli pendidikan memberikan pengertian pendidikan dengan warna proses perkembangan masyarakat yang bermuka dan beraspek banyak (Dr. Emile Salim). Istilah pendidikan itu telah dikenal banyak orang dan setiap orang tahu dan mengerti apa pendidikan itu - melihat salah satu kemungkinannya. Kemungkinan lain adalah bahwa setiap orang sebenarnya tidak tahu dan tidak mengerti pendidikan; atau setiap orang sesungguhnya tidak mengerti pendidikan, mereka hanya tahu saja.Pendidikan itu suatu made-man structure, kata T. A. Razik, pemikir pola analisa sitem. Pendidikan adalah suatu proses interaksi yang menuju ke suatu tujuan khusus (rumusan hasil rapat kerja Fakultas Ilmu Pendidikan - IKIP Yogyakarta).Pendidikan suatu proses pembentukan pribadi seperti yang dicita-citakan, atau suatu proses pembentukan pribadi dengan cara mendalam seperti terlihat pada perubahan tingkah laku yang diharapkan dan dicita-citakan
Pemeriksaan Kwantitatif Perpindahan Nucleolus Akibat Axotomi N.Hvpoglossus Dari Kelinci
Dipakai kelinci jantan dewasa. Masing-masing nervus hypolessus kiri dipotong sepanjang kurang lebih 2 mm, untuk kemudian dibiarkan hidup postoperative dengan lama yang berbeda-beda. Kemudian kelinci di perfusi, mula –mula dengan air garam fisiologis selanjutnya dengan campuran formaldehyde dan acidum aceticum.
Medula oblongata kita ambil dan pada tempat dimana terdapat nucleus nervus hypoglossus dibuat potongan seri secara transversal, dan dicat dengan cresyl violet fast. Dengan bantuan mikroskop cahaya preparat diamati dan dihitung jumlah nucleolus keseluruhan, juga dihitung jumlah nucleolus yang eksentrik.
Selain itu digambar pula pasda kertas berkotak-kotak nucleolus yang eksentrik dengan nucleusnya memakai camera lucida. Hal ini dipakai untuk menentukan kesektor mana nucleolus berpindah. Dengan cara ini dapat diambil kesimpulan bahwa nucleolus pindah ketepi secara in vivo dan pindahnya ketepi tidak menunjukkan spesifikasi
Implementasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap
Bantuan Pangan Non Tunai adalah program bantuan pangan yang diberikan pemerintah mulai Tahun 2018 kepada keluarga penerima manfaat setiap bulannya dengan mekanisme akun elektronik yang digunakan hanya untuk membeli bahan makanan pokok di e-warung KUBE atau pedagang bahan pangan yang ditunjuk sebagai agen penyalur oleh Himbara. Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk memberikan pilihan bagi keluarga penerima manfaat dalam mencukupi kebutuhan pokok sehari-hari. Di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota dan kecamatan telah dibentuk tim koordinasi bansos pangan sebagai pelaksana program BPNT. Adanya mekanisme perubahan mekanisme penyaluran dengan menggunakan mekanisme transaksi elektronik ternyata tidak serta merta menjadikan program berjalan lancar tanpa permasalahan. Salah satu yang terjadi adalah di Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap. Beberapa kepala desa mengeluhkan terkait kurangnya koordinasi dalam pelaksanaan program antara pendamping, Himbara dengan pemerintah desa. Permasalahan yang lain yaitu adanya kegiatan pengumpulan kartu milik KPM yang akan mencairkan BPNT
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan program BPNT di Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap serta untuk mengetahui bagaimana peran Tim Koordinasi Bansos Pangan Kecamatan kroya dalam pelaksanaan BPNT. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Informan dipilih dengan metode purposive samplingdan Snowball Sampling. Keabsahan data diuji dengan teknik triangulasi yaitu dengan membandingkan dan mengecek kembali informasi yang diperoleh agar benar-benar dapat dipercaya. Data-data hasil penelitina dianalisis dengan metode analisis interaktif.Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa pelaksanaan Program BPNT di Kecamatan Kroya berjalan baik sesuai dengan Pedoman Umum BPNT, tetapi belum optimal karena ada beberapa hal menyebabkan kurangnya kondusifitas dalam pelaksanaan program. Komunikasi dan koordinasi dalam pelaksanaan program berjalan cukup baik. Kurangnya kemampuan dan pemahaman dalam transaksi elektronik menyebabkan KPM menjadi tergantung kepada e-warung dalam mencairkan bantuan. Adanya data-data yang belum valid terkait penerima BPNT menjadi kendala yang menghambat kelancaran pelaksanaan distribusi BPNT. Keberadaan tim koordinasi bansos pangan Kecamatan Kroya menjadi sangat penting untuk menjaga iklim dan suasana kondusif dalam pelaksanaan program
Pendidikan Pengguna Di Perpustakaan Daerah Jawa Tengah Menggunakan Animasi 3 Dimensi Berbasis Muvizu
Animation technology have developed in the last few decades rapidly. Many animation tools can be used to make a 3D animations by users easily one of which is Muvizu software. It can be used without specialist skills, so users can reduce the time needed to create 3D animation movie. Muvizu is used for the develope a 3D animation that used as a media of user education programs in the library, so the program can use at any time. The research method used ADDIE models beginning with analysis, design, development, implementation which is tested to experts and evaluation at each step. This research is foccus on designing and developing 3D animation using muvizu software consist of story development, pre-production, production, and post-production. The results of the research from material expert showed very good results on general material aspects and user education content. While the results media expert showed very good on the aspects of software engineering, audiovisual communication, and learning design
Development of National Technology Audit Policy
The Laws have mandated implementation of technology audit, nevertheless such implementation needs an additional policy that is more technical. The concept of national audit technology policy shall make technology audit as a tool to ensure the benefit of technology application for society and technology advance for nation independency. This article discusses on technology audit policy concept especially infrastructure requirement, with emphasis on regulation, implementation tools, and related institution. The development of technology audit policy for national interest requires provision of mandatory audit implementation, accompanied by tools for developing technology auditor’s competence and technology audit institutional’s mechanism. To guide technology auditor’s competence, concept of national audit technology policy shall classify object of technology audit into product technology, production technology, and management of technology, accompanied by related parameters of technology performance evaluation
Analisis Efektifitas Mesin/Alat Pabrik Gula Menggunakan Metode Overall Equipments Effectiveness
The national sugar production capability especially of the state owned sugar factory tends to decrease while demand increases. To overcome the problem, government has issued the presidential Decree No. 5/2010 and declared a revitalization program of sugar industry as a priority development program. The Ministry of Industry has implemented the program by restructuring the sugar factory's machinery/equipments. Since there are many of factories (51 units) and the budget is limited, the ministry should be selective as to which factories need to be restructered, and therefore the program shoud be supported by prior information about the machinery efficiency status of each factory. To provide those information, this study applies the application of the Overall Equipment Effectiveness (OEE) method on 39 state owned sugar factories. The results indicate that the everage rate of OEE for the 39 sugar factories for the year of 2010 to 2012 is 61.28% (best practice: 77.4%), while Availability, Performance, and Quality is 86.43%, 91.39%, and 77.02% respectively. The study also identifies 19 worst factories in efficiency, and therefore recommends those factories as priority to be restructured
Analisis Efektifitas Mesin/Alat Pabrik Gula Menggunakan Metode Overall Equipments Effectiveness
The national sugar production capability especially of the state owned sugar factory tends to decrease while demand increases. To overcome the problem, government has issued the presidential Decree No. 5/2010 and declared a revitalization program of sugar industry as a priority development program. The Ministry of Industry has implemented the program by restructuring the sugar factory's machinery/equipments. Since there are many of factories (51 units) and the budget is limited, the ministry should be selective as to which factories need to be restructered, and therefore the program shoud be supported by prior information about the machinery efficiency status of each factory. To provide those information, this study applies the application of the Overall Equipment Effectiveness (OEE) method on 39 state owned sugar factories. The results indicate that the everage rate of OEE for the 39 sugar factories for the year of 2010 to 2012 is 61.28% (best practice: 77.4%), while Availability, Performance, and Quality is 86.43%, 91.39%, and 77.02% respectively. The study also identifies 19 worst factories in efficiency, and therefore recommends those factories as priority to be restructured
- …
