5 research outputs found
PERILAKU MEMILIH DALAM MASYARAKAT MULTIKULTUR: STUDI KASUS PEMILIHAN WALIKOTA MEDAN 2020
Artikel ini menjelaskan tentang bagaimana perilaku memilih masyarakat dalam Pemilihan Wali Kota Medan Tahun 2020. Studi ini mengunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, sumber data utama dari hasil survei perilaku memilih dan wawancara mendalam. Artikel ini menunjukkan bahwa perilaku memilih yang paling dominan pada masyarakat Medan ialah model sosiologis, yakni perilaku pemilih yang didasarkan pada preferensi sosiologis masyarakat. Faktor utamanya ialah disumbang oleh preferensi agama, etnis, maupun gender. Pemilih sosiologis tercatat dalam angka survey adalah sebesar 43,1%. Sedangkan pemilih rasional juga muncul, namun tidak sebesar pemilih sosiologis, yaitu pada persentase sebesar 36,8%. Demikian juga dengan pemilih psikologis yang jumlahnya hanya sekitar 10,8%. Kuatnya perilaku memilih sosiologis ini, kami menilai dipengaruhi salah satunya oleh narasi politik identitas yang sudah muncul dalam momen pemilihan sebelumnya, yakni Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017, Pemilihan Gubernur Sumatera Utara 2018, dan Pemilihan Presiden 2019. Narasi politik identias ini ikut menyumbang terhadap menguatnya pertimbangan agama dalam perilaku pemilih di Kota Medan
Political Polarization based on Religious Identities: Empirical Evidence from the 2017 Jakarta Gubernatorial
Jejak Kuasa Atas Tata Ruang (Studi Kasus Kebijakan Revitalisasi Hutan Kota Malabar)
Problem revitalisasi hutan kota dan upaya penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) oleh Pemerintah di wilayah perkotaan pada dasarnya merupakan satu kajian baru di bidang politik lingkungan di Indonesia. Penelitian ini secara khusus mengkaji kebijakan revitalisasi Hutan Kota Malabar di Kota Malang dengan pisau analisis anthroposentrisme dan ekosentrisme. Dengan menggunakan metode focus group discussion (FGD) dan dokumentasi, penulis melacak jejak kuasa dalam kebijakan lingkungan di wilayah-wilayah perkotaan. Berdasarkan analisis fakta di lapangan ditemukan sebuah trade-off kepentingan dalam skema kebijakan revitalisasi hutan kota Malabar tahun 2015. Penggunaan dana Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) dengan skema build-transfer-operate (BTO) dalam revitalisasi hutan menunjukkan terjadinya penetrasi modal di balik inisiatif penyediaan RTH yang melibatkan pihak swasta di Kota Malang. Di satu sisi, kebijakan ini dapat mempermudah pemerintah dalam pembangunan RTH. Namun di sisi lain kebijakan ini dapat merugikan anggaran pemerintah yang hanya berfungsi sebagai operator RTH.</jats:p
Democratic Values dan Toleransi Politik pada Mahasiswa Beragama Islam di Kota Makassar
Demokrasi dianggap sebagai sistem politik terbaik di dunia, karena menekankan kompromi kolektif dari seluruh elemen masyarakat dalam mengembangkan negara. Salah satu hasil demokrasi adalah toleransi politik, yakni sikap toleran-intoleran warga negara terhadap kelompok minoritas dalam berkegiatan sosial dan politik. Pada konteks Indonesia, masyarakat mayoritas (Islam) masih bersikap intoleran terhadap sebagian besar kelompok minoritas.
Kelompok masyarakat beretnis Cina-Indonesia menjadi salah satu kelompok minoritas di Indonesia, yang telah mengalami diskriminasi dari masa Orde Baru hingga Reformasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari democratic values terhadap toleransi politik dari mahasiswa beragama Islam di Kota Makassar, dengan kelompok masyarakat beretnis Cina-Indonesia sebagai kelompok minoritas yang menjadi objek penelitian.
Metode penelitian adalah kuantitatif, dengan menggunakan alat ukur democratic values dari Saiful Mujani (2019) dan toleransi politik dari Jeremy Menchik (2016). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dari democratic values terhadap toleransi politik, yang menunjukkan bahwa mahasiswa beragama Islam di Kota Makassar bersikap toleran terhadap masyarakat beretnis Cina-Indonesia
Development of Therapies for Spinal Muscular Atrophy Using Gene Therapy and Nanotechnology
Spinal muscular atrophy (SMA) is a genetic disease which is characterized by muscle weakness and atrophy. The disease arises from mutations in the survival motor neuron 1 (SMN1) gene causing degeneration of spinal cord motor neurons. No effective treatment is currently available for SMA however it may be possible to treat the disease using gene therapy. The aim of this project is to develop potential therapies for SMA by investigating different viral and non-viral gene therapy vectors and assessing the effect of potential disease modifying genes. The data collected are described under four chapters as follows:
1: The aim here was to develop a novel approach based on polymer nanoparticles (polymersomes) for gene delivery. Encapsulation of DNA by polymersomes was optimised and polymersomes were used to restore SMN levels into a fibroblast cell line isolated from a child with severe SMA. 2: The ability of adeno-associated virus serotype 5 (AAV5) vectors expressing GFP to transduce the central nervous system (CNS) following intravenous injection was tested in neonatal wild-type mice. Overall transduction efficiency of AAV5-GFP in the brain was low and very few lumbar spinal cord neurons were found to be transduced, suggesting that AAV5 is not an appropriate vector to treat diseases such as SMA. 3: AAV6 was used to overexpress hnRNP R in an in vivo model of SMA. hnRNP R is a candidate disease modifying gene for SMA due to its interaction with SMN and β-actin. However this strategy had only a very marginal effect on the phenotype and life-span of this SMA mouse model. 4: Finally AAV9 was used to silence phosphatase and tensin homolog (PTEN) in an in vivo model of SMA. PTEN is a negative regulator of growth which acts on the PI3K/Akt pathway. AAV9-mediated PTEN silencing resulted in a significant increase in the lifespan of a SMA mouse model coupled with an improved phenotype.
In conclusion this work highlights two major findings: i) polymersomes can be used to deliver SMN plasmid DNA to restore SMN mRNA and protein levels in an in vitro model of SMA; ii) AAV9-mediated silencing of PTEN can improve the phenotype and increase lifespan of a SMA mouse model
