183 research outputs found

    The FORA Framework - A Fuzzy Grassroots Ontology for Online Reputation Management

    No full text
    Online reputation management deals with monitoring and influencing the online record of a person, an organization or a product. The Social Web offers increasingly simple ways to publish and disseminate personal or opinionated information, which can rapidly have a disastrous influence on the online reputation of some of the entities. The author focuses on the Social Web and possibilities of its integration with the Semantic Web as resource for a semi-automated tracking of online reputations using imprecise natural language terms. The inherent structure of natural language supports humans not only in communication but also in the perception of the world. Thereby fuzziness is a promising tool for transforming those human perceptions into computer artifacts. Through fuzzy grassroots ontologies, the Social Semantic Web becomes more naturally and thus can streamline online reputation management. For readers interested in the cross-over field of computer science, information systems, and social sciences, this book is an ideal source for becoming acquainted with the evolving field of fuzzy online reputation management in the Social Semantic Web area.

    MISMATCH TRACER STUDY DAN DESAIN SILABUS

    Get PDF
    Mismatch dipicu oleh kurang adanya komunikasi antara dunia industri, pasar kerja dengan dunia pendidikan. Dunia pendidikan belum responsif atau cenderung terlambat menyikapi perkembangan industri dan dinamika pasar kerja. Upaya penyelesaian problem penyelarasan antara keduanya selama ini masih bersifat parsial dan sporadis. Kualitas kompetensi pekerja belum memenuhi kebutuhan industri dan pasar kerja; tingkat produktivitas kerja masih rendah; penciptaan usaha baru dan mandiri sebagai wujud kemampuan berwirausaha belum optimal. Mismatch adalah masalah kurang “berjodoh” antara dunia pendidikan dengan dunia industri/dunia kerja. Indikatornya adalah pengangguran. Pengangguran sarjana merupakan fenomena kasat mata yang masih banyak dibicarakan daripada diselesaikan. Dunia pendidikan sebagai penanggung jawab dalam pengelolaannya mendapatkan tantangan serius untuk mengatasinya. Dengan informasi dari tracer study maka rancangan kurikulum dan silabus akan mendapatkan masukan yang tepat dan akurat. Dengan dasar pijakan hasil tracer study tersebut maka paling sedikit dapat menginspirasi pengembangan desain kurikulum dan silabus dalam tiga hal, yaitu: (1) kompetensi apa dan dengan standar minimal seberapa yang diperlukan dunia industri sehingga SDM lulusan dengan kompetensi tersebut dapat memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif, bukan saja dalam skala lokal dan nasional tetapi sekaligus dalam skala dunia/global, (2) dengan jelasnya kompetensi yang diperlukan tersebut (apa kompetensi yang dibutuhkan dan seberapa standar minimalnya dari tracer study) maka dapat diketahui pula tentang pendekatan, metode, teknik, dan strategi pembelajaran yang harus dilakukan untuk mengasah dan membentuk kompetensi tersebut, (3) dengan jelasnya kompetensi yang diperlukan tersebut (apa dan seberapa standar minimalnya dari tracer study) maka dapat diketahui pula tentang apa saja yang perlu dievaluasi (kognisi, afeksi dan psikomotorik) dan bagaimana caranya untuk mengevaluasi atau mengukur bahwa standar kompetensi dan kompetensi dasar sudah dimiliki oleh peserta didik

    Edy Rahmayadi Governor of North Sumatra's Leadership Style in Infrastructure Development in North Sumatra for the 2018-2023 Period

    No full text
    Edy Rahmayadi's victory as Governor of North Sumatra 2018-2023 was the beginning of a number of major tasks such as overcoming the Covid-19 Pandemic and especially the development and revitalization of North Sumatra's infrastructure. Edy Rahmayadi, who has a military background, has his own unique leadership style when leading North Sumatra 2018-2023. The theory that the author uses is the theory of good governance and political leadership style. This research aims to describe the factors that influence infrastructure development in North Sumatra and the relationship between Edy Rahamayadi's leadership style for the 2018-2023 North Sumatra Governor Period on North Sumatra's infrastructure development. The research method used to answer this research is descriptive qualitative research method, through literature study, observation and interviews. The results of this research include: (1) At the beginning of his leadership, Edy Rahmayadi's leadership style was tough and firm where he did not care about other people's opinions about him, this disharmonization even occurred with his subordinates and even his deputy, namely Musa Rajekshah, so it can be said that Edy's leadership style was authoritarian. ; (2) Edy's character is dynamic, able to accept opinions from multi-segment communities, and has good thoughts and ideas, so it can be said that Edy is a transformational leader; (3) Edy Rahmayadi is considered capable of stabilizing the conditions affected by Covid-19, apart from that, Edy is a leader who prioritizes dialogue and collaboration, therefore it can be said that Edy is a leader with a participative leadership style.95 PagesSkripsi Sarjan

    Pelaksanaan Accounting dan Tax Service di Kantor Konsultan Pajak Edy Gunawan

    Get PDF
    The internship was conducted at KKP Edy Gunawan and the author was positioned in tax service. There were some tasks performed during the internship related to accounting and tax, such as fill in Surat Setoran Pajak (SSP), pay tax to the Bank, report tax to KPP Pratama Tigaraksa, make recapitulation of PPh Pasal 21, PPh Pasal 23, PPh Pasal 25, and PPh Pasal 4 (2), scan SSP, make recapitulation of petty cash, input employees data, input purchases. There were some problems during the internship. When the author input purchases, tax invoice number was not visible. When the author input employees data, there were no complete attachment such as KTP, Kartu Keluarga, and NPWP. When the author made recapitulation of PPh, the documents were not complete such as Bukti Penerimaan Surat, Bukti Penerimaan Negara and SSP. The solutions are ask for the incomplete documents. The suggestion for KKP Edy Gunawan are the company should be more careful in checking the completeness of documents that will be required, the company is also more thorough in checking whether the defective documents

    KONSEP BILINGUALISME DAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING

    Get PDF
    Artikel ini berjudul “Konsep Bilingualisme dan Pembelajaran BIPA”. Pertanyaannya adalah bagaimana konsep bilingualisme dapat membantu mempermudah dan memperlancar proses pembelajaran BIPA? Konsep pada dasarnya merupakan prinsip atau asas yang dapat menjadi dasar berfikir atau bertindak. Bagaimana pengajar dan pembelajar BIPA memanfaatkan dan menerapkan konsep bilingualisme kepada pembelajar penutur asing yang majemuk: B1-nya majemuk, latar sosial budayanya majemuk, tujuan mereka belajar B2 bahasa Indonesia juga majemuk. Konsep atau prinsip bilingualisme yang dapat dimanfaatkan sebagai kerangka dasar, misalnya: hipotesis pemerolehan versus pembelajaran, hipotesis monitor, hipotesis saringan afektif, hipotesis urutan alamiah dan hipotesis masukan, dan teori akulturasi. Selain itu, silabus pembelajarannya mempertimbangkan kemajemukan pembelajar BIPA. Bahan ajar pembelajaran BIPA pun perlu memperhatikan tujuan mereka atau penutur asing belajar bahasa Indonesia, garadasi kesulitan bahan ajar, variasi bahan ajar, konteks, dan integrasi bahan ajarnya. Sedangkan prinsip-prinsip pembelajaran BIPA yang perlu diperhatikan misalnya, aspek lintas budaya pembelajar dan pengajar, dan karakteristik pembelajar sebagai orang yang berkategori dewasa

    BUNG KARNO, FENOMENA KEBAHASAAN DAN LAHIRNYA INDONESIA MERDEKA

    Get PDF
    “Dibawah Bendera Revolusi merupakan kumpulan tulisan Bung Karno dalam majalah luar dan dalam negeri, yang terbit antara tahun 1926 sampai dengan tahun 1940-an. Bahasanya terikat konteks; penggunaan kata dan gaya bahasa sebagai wujud aksi dan reaksi terhadap konteks kondisi sosial, ekonomi dan politik yang memprihatinkan sebagai akibat sistem ekonomi kapitalis yang dijalankan penguasa asing-Belanda di Indonesia ketika itu. Kata-kata dan gaya bahasanya berenergi maskulin, “kelaki-lakian”, berkonotasi sebagai aksi bukan narasi, aktivis kehidupan bukan pengamat dan penjelas kehidupan, menggugah dan membangunkan kesadaran bukan meninabobokkan, berfungsi seperti “kejut listrik” bahkan “teror” terhadap kesadaran. Strateginya, konotasi dirangsang, polisemi diperluas optimal dan sinonimi serta antonimi diaktifkan

    Nikolai Evreinov and Edith Craig as Mediums of Modernist Sensibility

    Get PDF
    Nikolai Evreinov (1870-1953) was a Russian playwright, director, and theorist of the theatre who played a leading part in the modernist movement of Russian theatre. Evreinov's 1911 monodrama The Theatre of the Soul (V kulisakh dushi) was staged by the Crooked Mirror theatre in St Petersburg in 1912. It was also performed in London (1915) and Rome (1929), and inspired Man Ray to create his aerograph The Theatre of the Soul (1917). In this article Alexandra Smith links Evreinov's play to Russian modernist thought shaped by the atmosphere of crisis associated with the Russo-Japanese War and the first Russian Revolution. It demonstrates that Edith Craig's production of Evreinov's play suggests that the philosophy of theatricalization of everyday life might enable modern subjects to overcome the fragmentation of modern society. Craig's use of the montage-like techniques of Evreinov's play prefigures cinematographic experiments of the 1920s and Marinetti's notion of synthetic theatre. Alexandra Smith is a Reader in Russian Studies at the University of Edinburgh and is the author of The Song of the Mockingbird: Pushkin in the Works of Marina Tsvetaeva (1994) and Montaging Pushkin: Pushkin and Visions of Modernity in Russian Twentieth-Century Poetry (2006), as well as numerous articles on Russian literature and culture.</p

    Pelaksanaan Tax and Accounting Service di Kantor Konsultan Pajak Edy Gunawan

    Get PDF
    The internship was conducted at KKP Edy Gunawan and was positioned in service division. There were some tasks that author must do, make recapitulation of PPN, PPh Pasal 21, PPh Pasal 23, PPh Pasal 25, and PPh Pasal 4 (2), make recapitulation of purchase, sales, and cash, input e-SPT PPh Pasal 21, make recapitulation of employee data. During the internship, there were some problems, there were incomplete data when the author make recapitulation of PPh, like there is no Proof of Acceptance Letter, Proof of State Revenue and the Tax Payment. Solution to the problem is ask the KKP's employee for the incomplete data. suggestions for companies to be more telih carefully in receiving hardcopy or softcopy from klien

    Pelaksanaan Tax And Accounting Service Di Kantor Konsultan Pajak Edy Gunawan

    Get PDF
    The internship was conducted at KKP Edy Gunawan and was positioned in service division. There were some tasks that author must do, make recapitulation of PPN, PPh Pasal 21, PPh Pasal 23, PPh Pasal 25, and PPh Pasal 4 (2), make recapitulation of purchase, sales, and cash, input e-SPT PPh Pasal 21, make recapitulation of employee data. During the internship, there were some problems, there were incomplete data when the author make recapitulation of PPh, like there is no Proof of Acceptance Letter, Proof of State Revenue and the Tax Payment. Solution to the problem is ask the KKP’s employee for the incomplete data. suggestions for companies to be more telih carefully in receiving hardcopy or softcopy from klien

    PELATIHAN PARADIGMA DAN METODE PEMBELAJARAN

    Get PDF
    Persoalan yang dihadapi dunia pendidikan kita di antaranya sikap pembelajar terhadap proses pembelajaran relatif kuang positif. Mereka tampaknya hanya bersekolah, belum belajar. Bersekolah hanyalah seperti mengikuti tahapan-tahapan menjalani kehidupan saja, layaknya jarum jam yang bergerak tanpa ruh.Rasa ingin bisanya (tujuan psikomotor) cenderung sangat rendah. Ditandai oleh takut mencoba, takut salah, takut malu jika tidak bisa. Seolah-olah salah itu tidak boleh, pertanda bodoh bahkan goblok. Akibat lanjutannya, kebiasaan yang cenderung terbentuk adalah mencari jalan pintas, seperti menyontek, mencontoh persis, kopi-paste, “bacem”, dan membeli ke biro jasa skripsi. Bibit-bibit untuk membentuk manusia dengan karakter suka menerabas, tidak peka mutu, tidak disiplin murni bahkan watak hipokrit sudah tampak menggejala. Tidak bermental pegulat atau pengarum jeram. Bermental penerabas. Variabel yang menjadi penyebabnya tentu sangat kompleks. Jangan-jangan budaya seneoritas, feodalisme, santun ke atas telah ikut mengantar paradigma botol kosong yang harus diisi ke dalam dunia pendidikan. Guru dan sekolah layaknya penguasa yang “leluasa” membentuk, mencetak lulusan. Globalisasi menginspirasi elit pendidikan kita untuk memperbarui paradigma pembelajaran, yang berakibat pada perubahan kurikulum, silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), termasuk juga pendekatan dan metode pembelajarannya. Dengan paradigma pembelajaran bahwa siswa laksana butiran emas yang masih penuh lumpur maka prinsip yang perlu dijadikan kesadaran oleh para pendidik adalah bebaskan anak-anak dari “penjajahan” sekolahan, termasuk oleh gurunya. Pendekatan penggalian dan pengembangan potensi (butiran emas) oleh dirinya sendiri secara konsistenharus ditanamkan dan digalakkan. Guru dan manajemen sekolah hanya memfasilitasi agar tercipta atmosfer pembelajaran yang menyenangkan sehingga sekolah dan ruang-ruang kelas laksana lahan subur yang di atasnya dapat tumbuh subur benih-benih unggul yang penuh potensi. Guru bukan mengisi atau mengajar, tapi mengasah, mengasuh, menyulut, menyadarkan, memakcomblangi. Iklim atau suasana pembelajaran harus menyenangkan. Berarti, (a) fasilitas pembelajaran di sekolah harus memadai, (b) jumlah siswa per kelas juga mempengaruhinya; semakin banyak jumlahnya semakin sulit mengendalikan dan membuat suasana pembelajaran menyenangkan; (c) gaya komunikasi verbal dan nonverbal oleh guru, terutama dalam proses pembelajaran harus sirkuler bukan linier, harus demokratis bukan otoriter-doktriner, harus menyenangkan bukan membosankan dan juga harus bersifat keibuan atau kebapakan bukan kelaki-lakian, keras, kaku dan menakutka
    corecore