3 research outputs found
Pengaruh Aplikasi Mikroba Bacillus SP. Terhadap Pertumbuhan Tanaman belum Menghasilkan Tahun 1 pada Beberapa Klon Kopi Robusta Coffea Canephora Pierre
Validasi unggah file repositori_Arini
Finalisasi unggah file repositori tanggal 17 Mei 2022_KurnadiKopi (Coffea sp.) merupakan tanaman perkebunan yang banyak
dibudidayakan dan komoditas ekspor yang memiliki peran penting bagi
perekonomian di Indonesia. Produktivitas budidaya kopi di Indonesia masih
belum optimal karena beberapa faktor yang salah satunya yaitu masih minimnya
teknologi inovasi yang mampu meningkatkan produksi tanaman kopi. Fase
penting dalam budidaya tanaman kopi yaitu pada fase tanaman muda atau
tanaman belum menghasilkan tahun 1. Pada fase ini diperlukan perlakuan
pemeliharaan dengan baik untuk tujuan mempersiapkan pertumbuhan tanaman
tersebut secara optimal. Penerapan teknologi untuk meningkatkan produksi
tanaman kopi dapat dilakukan melalui aplikasi mikroba Bacillus sp. yang dapat
berfungsi sebagai bakteri yang mampu memacu pertumbuhan tanaman serta
dengan menggunakan klon unggul.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh aplikasi Mikroba
Bacillus sp. terhadap pertumbuhan tanaman belum menghasilkan tahun 1 pada
beberapa klon kopi robusta. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan
rancangan petak terbagi dengan pola dasar RAK dengan 2 faktor dan 3 ulangan.
Faktor I sebagai petak utama adalah beberapa klon dengan 4 taraf yaitu klon
Cabutan, BP 409, BP 936, dan BP 939. Faktor II sebagai anak petak adalah
konsentrasi Bacillus sp. dengan 3 taraf yaitu 0 gr/l, 30 gr/l dan 60 gr/l. Hasil
penelitian ini menunjukkan tidak terdapat interaksi antara aplikasi Mikroba
Bacillus sp. dan beberapa klon. Sedangkan aplikasi Mikroba Bacillus sp. mampu
meningkatkan diameter batang dan terdapat perbedaan karakteristik pertumbuhan
dari beberapa klon kopi terhadap semua variabel yang diamati.Ir. Setiyono, MP (Dosen Pembimbing
Pengaruh Aplikasi Bacillus SP. terhadap Pertumbuhan TBM 1 Beberapa Klon Kopi Robusta (Coffea Canephora Pierre)
Fase penting dalam budidaya tanaman kopi yaitu pada saat memasuki Fase tanaman muda atau tanaman belum menghasilkan tahun 1 (TBM 1). Pada Fase TBM ini diperlukan pemeliharaan dengan baik untuk mempersiapkan pertumbuhan tanaman tersebut secara optimal agar pada saat tanaman memasuki masa produktif atau tanaman menghasilkan (TM) mampu memberikan hasil yang optimal. Penerapan teknologi inovasi dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman kopi TBM 1 perlu dikembangkan dan diteliti. Penerapan teknologi tersebut dapat dengan melakukan aplikasi mikroba Bacillus sp. yang dapat diaplikasikan secara foliar pada daun. Bacillus sp dapat berfungsi sebagai bakteri yang mampu memacu pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui pengaruh aplikasi Bacillus sp. terhadap pertumbuhan tanaman kopi belum menghasilkan tahun 1. Penelitian ini dilaksanakan di kebun kopi milik rakyat di Desa Curahpo Kecamatan Curahdami Kabupaten Bondowoso dari bulan Maret sampai dengan bulan april 2021. Percobaan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan pola dasar RAK yang terdiri dari 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama sebagai petak utama yaitu beberapa klon kopi (klon cabutan, klon BP 409, klon BP 936 dan klon BP 939). Faktor kedua sebagai anak petak yaitu konsentrasi Bacillus sp. (0 gr/l air, 30 gr/l air dan 60 gr/l air). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi mikroba Bacillus sp. dapat meningkatkan kandungan klorofil daun dan tinggi tanaman kopi. Secara umum semakin tinggi konsentrasi Bacillus sp. yang diaplikasikan maka akan semakin tinggi kandungan klorofil daun dan semakin cepat penambahan tinggi tanaman kopi
Pengaruh Aplikasi Bacillus sp. terhadap Pertumbuhan TBM 1 beberapa Klon Kopi Robusta (Coffea canephora Pierre)
Fase penting dalam budidaya tanaman kopi yaitu pada saat memasuki fase tanaman muda atau tanaman belum menghasilkan tahun 1 (TBM 1). Pada fase TBM ini diperlukan pemeliharaan dengan baik untuk mempersiapkan pertumbuhan tanaman tersebut secara optimal agar pada saat tanaman memasuki masa produktif atau tanaman menghasilkan (TM) mampu memberikan hasil yang optimal. Penerapan teknologi inovasi dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman kopi TBM 1 perlu dikembangkan dan diteliti. Penerapan teknologi tersebut dapat dengan melakukan aplikasi mikroba Bacillus sp. yang dapat diaplikasikan secara foliar pada daun. Bacillus sp dapat berfungsi sebagai bakteri yang mampu memacu pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui pengaruh aplikasi Bacillus sp. terhadap pertumbuhan tanaman kopi belum menghasilkan tahun 1. Penelitian ini dilaksanakan di kebun kopi milik rakyat di Desa Curahpo Kecamatan Curahdami Kabupaten Bondowoso dari bulan Maret sampai dengan bulan april 2021. Percobaan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan pola dasar RAK yang terdiri dari 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama sebagai petak utama yaitu beberapa klon kopi (klon cabutan, klon BP 409, klon BP 936 dan klon BP 939). Faktor kedua sebagai anak petak yaitu konsentrasi Bacillus sp. (0 gr/l air, 30 gr/l air dan 60 gr/l air). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi mikroba Bacillus sp. dapat meningkatkan kandungan klorofil daun dan tinggi tanaman kopi. Secara umum semakin tinggi konsentrasi Bacillus sp. yang diaplikasikan maka akan semakin tinggi kandungan klorofil daun dan semakin cepat penambahan tinggi tanaman kopi
