107 research outputs found
Pengaruh Virus Avian Influenza H5N1 Terhadap Performan Reproduksi Unggas Dan Macaca Fascicularis Di Indonesia Sebagai Kajian Bahan Seed Vaksin
Influenza merupakan salah satu penyakit menular yang menyebabkan penyakit dan kematian di seluruh dunia pada saat ini. Ini disebabkan virus Influenza memiliki kemampuan untuk berubah atau bermutasi melalui antigenic drift dan antigenic shift pada genome virus sehingga memiliki potensi untuk menyebabkan pandemik pada manusia dan unggas. Fakta lain dari virus HSN1 yang telah menginfeksi hewan maupun manusia menunjukkan gangguan pada semua organ, termasuk organ reproduksi.Pengaruh infeksi virus H5N1 pada produksi telur unggas sangat jelas terlihat di lapangan, sehingga menyebabkan kerugian yang sangat tinggi pada usaha para peternak.
Upaya pemerintah dalam meningkatkan populasi temak untuk keperluan peningkatan produksi telur dilakukan melalui penyediaan bibit temak dan penyediaan vaksin untuk memberantas penyakit-penyakit unggas yang dapat mengganggu produksi telur.Dari perkembangan penelitian yang telah dilakukan pada sel Drosophila sp, menunjukkan bahwa protein PB1 dan PB2 mempunyai fungsi spesifik pada mitokondria. Protein PB1 dan PB2 dapat mempengaruhi gen COX6A1 dalam transpor elektron enzim?2 yang tergolong pada enzim cytochrom c. Jika dirinci lebih lanjut maka protein PB 2 mempunyai peran dalam signal targetting dalam mitokondria sedangkan PB1 akan mengganggu fungsi mitokondria pada membran dalam maupun luar mitokondria. Akibat gangguan virus H5N1 pada sistem di mitokondria, akan mengganggu produksi energi dalam bentuk ATP
Perbaikan Metode Pembelajaran Mata Kuliah Fisiologi Dan Teknologi Reproduksi
Hasil dari kegiatan metocie mata kuliah Fisiologi dan Teknologi Reproduksi Inl bermanfaat untuk proses belajar mengajar dan peningkatan ranah kognitif mahasiswa yang dapat dilihat dari perolehan nilai mahasiswa berupa :
Jumlah nilai A, B, B/C dan E pada tahun 2003 masing-masing sebesar 4,86%, 16,67%, 34,72% dan 5,56% sedang pada tahun 2004 masing-masing meningkat sebesar 8,22%, 17,81%, 40,41% dan 6,16%. Q Jumlah Nilai NB dan 0 pada tahun 2003 masing-masing sebesar 11,8% dan 9,03% sedang pada tahun 2004 menurun menjadi 6,85% dan 5/r8%
Pengembangan Budaya Kewirausahaan Di Perguruan Tinggi
Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia, dengan jumlah penduduk yang cukup besar, sehingga merupakan pangsa pasar yang cukup menjanjikan untuk penjualan air susu sapi. Universitas Airlangga sejak tahun 2009 mempunyai Pusat Pembinaan Karir dan Kewirausahaan yang mempunyai aktivitas diantaranya memberikan peluang dan tata cara mengirim lamaran untuk peke~aan, dan rnengadakan pelatihan untuk kewirausahaan. Fakultas Kedokteran Hewan di Universitas Airlangga mata kuliah kewirausahaan dilaksanakan pada semester IV dengan beban 2 sks. Penyiapan wirausaha baru melalui peningkatan ketrampilan dalam usaha petemakan sapi perah untuk menunjang program pemerintah dalam ketahanan pangan nasional merupakan magang kewirausahaan yang dibiayai dengan dana Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi diikuti oleh sernbilan mahasiswa terpilih dengan melalui tahapan seleksi. Kegiatan ini dibimbing oleh tiga orang dosen dan beraktivitas di perusahaan sapi perah milik Nur Rohman yang berdomisili di Wonocolo Vl/3, kecamatan Wonocolo kota Surabaya. lndikator kine~a kegiatan ini adalah dihasilkannya rencana bisinis, dengan indikator tambahan bagi mahasiswa peserta magang, bagi pcngusaha mitra MKU, dan bagi tim pelaksana dengan lama kegiatan empat bulan
Pengembangan Budaya Kewirausahaan di Perguruan Tinggi
Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia, dengan jumlah penduduk yang cukup besar, sehingga merupakan pangsa pasar yang cukup menjanjikan untuk penjualan air susu sapi. Universitas Airlangga sejak tahun 2009 mempunyai Pusat Pembinaan Karir dan Kewirausahaan yang mempunyai aktivitas diantaranya memberikan peluang dan tata cara mengirim lamaran untuk peke~aan, dan mengadakan pelatihan untuk kewirausahaan. Fakultas Kedokteran Hewan di Universitas Airlangga mata kuliah kewirausahaan dilaksanakan pada semester IV dengan beban 2 sks.
Penyiapan wirausaha baru melalui peningkatan ketrampilan dalam usaha peternakan sapi perah untuk menunjang program pemerintah dalam ketahanan pangan nasional merupakan magang kewirausahaan yang dibiayai dengan dana Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi diikuti oleh sembilan mahasiswa terpilih dengan melalui tahapan seleksi.
Kegiatan ini dibimbing oleh tiga orang dosen dan beraktivitas di perusahaan sapi perah milik Nur Rohman yang berdomisili di Wonocolo V1I3, kecamatan Wonocolo kota Surabaya. Indikator kine~a kegiatan ini adalah dihasilkannya rencana bisinis, dengan indikator tambahan bagi mahasiswa peserta magang, bagi pengusaha mitra MKU, dan bagi tim pelaksana dengan lama kegiatan empat bulan.
Dalam dua bulan pertama pelaksanaan yang bertepatan dengan bulan puasa, mahasiswa peserta magang melakukan peninjauan pengambilan gambar lokasi peternakan, mewawancarai petemak tentang jenis pakan yang diberikan, jumlah produksi susu per hari, praktek tentang cara pengelolaan sapi perah yang meliputi pembersihan kandang, pemberian pakan, memandikan sapi dan pemerahan susu serta kontrol kesehatan sapi perah, sisa waktu kegiatan dilakukan untuk membuat rencana bisnis.
Kesimpulan yang dapat diambil dalam 3 bulan pelaksanaan MKU ini adalah : 1) te~adi penumpukan produksi susu baik pagi maupun siang hari pada saat bulan puasa .2) pembuatan susu masak atau pasteurisasi diharapkan dapat mengatasi keadaan tersebut 3). ampas tahu masih merupakan pakan pilihan yang belum tergantikan untuk sapi perah di kota 4). mahasiswa MKU banyak memperoleh manfaat dengan kegiatan ini dan 5). Pembuatan Rencana Bisnis dengan judul Usaha Pemasaran Susu Masak Siap Saji, Upaya Alternatif Mencegah Penumpukan Susu Segar Saat Bulan Puasa
Hubungan Paritas Terhadap Jenis Kelamin Pedet Yang Dilahirkan Pada Sapi Perah
Penelitian ini dilaksanakan dibawah bimbingan Prof. Dr. Pudji Srianto,
drh., M.Kes. sebagai dosen pemilik penelitian dan Dr. Tri Wahyu Suprayogi, drh.,
M.Si. sebagai dosen pembimbing serta.
Kebutuhan susu yang meningkat merupakan salah satu faktor pendorong
bagi perkembangan peternakan sapi perah di Indonesia. Produksi susu sapi dalam
negeri sampai saat ini hanya mencapai 925,8 ton dan hanya memenuhi 20-30%
(Badan Litbang Pertanian, 2012). Manajemen pakan merupakan hal paling
penting di dalam usaha peternakan sapi perah, sebuah usaha peternakan sapi perah
memerlukan anggaran kebutuhan pakan mencapai 70% dari seluruh biaya
produksi.
Produksi susu yang berkualitas tinggi dihasilkan oleh peternakan yang
mempunyai pengelolaan dan manajemen pakan yang baik, disamping itu juga
tergantung dari genetik dan stadium laktasi sapi perah (Sidik, 2004). Pemberian
pakan ternak di Indonesia umumnya selain hijauan ditambah dengan pakan
konsentrat dengan jumlah yang optimal. Salah satu faktor penyebab rendahnya
produksi susu sapi nasional adalah rendahnya populasi sapi perah di Indonesia
Angka Fertilisasi Semen Beku Domba Merino Dalam Pengencer Tris Kuning Telur dan Skim Kuning Telur Pada Fertilisasi in Vitro
The aim of this study was to evaluate fertilization rate of Merino sheep frozen semen that processed by using two kind of diluter egg yolk tris (P1) and egg yolk tris (P2). Merino sheep semen was taken by using artificial vagina than divided by two treatments. One part was diluted with egg yolk tris and the other with egg yolk skim. Fertilization rate was evaluated by In Vitro Fertilization (IVF) methode. Data was analized by using t-test. The result showed that there was no significance difference between two treatments (P>0,05). This study conclude that either egg yolk tris or egg yolk skim can be used as a diluter for frozen semen processing of Merino sheep. Both of them can produce almost equal fertilization rat
Determination of Born Calves’Sex Based On Insemination Time in Dairy Cows
Former researchers found that there are differences of shape, cap size, motility ability, age,
electricity and chemical characters between Y and X chromosome bearing sperm. Y sperm moves faster, has smaller size but shorter life time within female reproduction tract. In opposite, X sperm is 3% fatter and has more round shape. Concerning its bigger shape, X sperm moves slower, but has longer life time in female reproductive tract. Based on that matter, this research was conducted to find out the sex of born calves depend on insemination time, early to inseminate, best time to inseminate and late to inseminate. This research us
ed 40 head of cows, divided by four groups; each
group consists of 10 head. Control group was inseminated by sexed semen, first, second, third and forth group was inseminated by unsexing semen, respectively on early, the best and late time of insemination. Successfully pregnancy was obtained from the best time insemination, both by sexing and unsexing semen. While born calves sex were not significant different, meant almost the same,
from both semen. Research result showed in
semination by both sexing and unsexing semen which
was done in early time to inseminate will tend yield female calves.
Key words: sexing semen, insemination time, dairy cow, born calves se
MENGELOLA AKTIVITAS SEKSUAL POSTPARTUM MENUJU TERCAPAINYA SWASEMBADA SAPI PERAH DI INDONESIA
Sapi perah merupakan mesin biologis yang sangat mengagumkan, dapat dibayangkan dengan intake pakan ternak yang berupa tumbuhan pakan dan pakan konsentrat akan menghasilkan produk berupa susu yang dalam SK Dirjen Peternakan No. 17 Tahun 1983, definisi susu adalah susu sapi yang meliputi susu segar, susu murni, susu pasteurisasi, dan susu sterilisasi. Berdasarkan hasil awal Pendataan Sapi Potong, Sapi Perah dan Kerbau (PSPK) tahun 2011, jumlah sapi perah di Indonesia sebanyak 597.135 ekor dengan laju pertumbuhan 2,5%. Dari jumlah populasi tersebut sebagian besar terpusat di Pulau Jawa yaitu sebanyak 98% dan sisanya tersebar dibeberapa wilayah luar Jawa, sedangkan produksi susu sapi dalam negeri sampai saat ini baru mencapai sekitar 679.000 ton pertahun dan hanya mampu memenuhi 26% kebutuhan konsumsi susu nasional. Kecerdasan dan kualitas suatu bangsa sangat berkolerasi dengan seberapa besar konsumsi protein hewani oleh masyarakat di suatu negara, hal ini mengingat peran protein hewani dalam membentuk masyarakat yang sehat, cerdas, produktif dan berkualitas hampir tidak dapat digantikan oleh protein nabati. Sumber protein asal hewan adalah daging, ikan, ayam, telur dan susu. Sapi perah menyumbang susu dan daging dalam pemenuhan kebutuhan protein nasional. Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) triwulan I (Maret 2011), menyebutkan bahwa rata-rata Konsumsi Protein (gram) per Kapita Menurut Kelompok Makanan adalah sebagai berikut: ikan 8,02 gram; daging 2,75 gram, telur dan susu 3,25 gram, atau total kebutuhan protein hewani sebesar 13,9 gram bandingkan dengan negara-negara berkembang seperti Brazil, Korea, China, Philipina dan Afrika Selatan yang memiliki konsumsi protein hewani sebesar 2040 gram/kapita/hari
The Role of Human, Animal, Environment to Maintain Ecosystem as Global Food Security
Emerging and reemerging disease for animal in Indonesia still appear for every year. These diseases not only caused by viral disease like Avian Influenza, Malaria, Rabies but there are some kind of other infectious disease like bacterial disease as well as brucellosis, anthrax's, tuberculosis (TBC) and also parasitic disease like toxoplasmosis. These way model prevention of emerging and reemerging disease in Indonesia more important role, although base on the globally of infectious disease on two years ago have founded new infectious disease, that call Zika virus in Brazilian become large problem in the world. The veterinarian profession is a valued partner for their comprehensive education and expertise within healthcare professional networks and respected leaders in multidisciplinary teams. In the 21st century global food security and access to safe water are concerns. In the one health approach are for establishing guidance and policy, and approach relies on disciplines amongst other welfare, health, economics, social and environmental science. One Health concept is a worldwide strategy for expanding interdisciplinary collaborations and communications in all aspects of health care for humans, animals and the environment. This approach model have been done and realized at our university through collaboration between some research center at the university, and were combined between program in regional, national government and international.
Key Words: Emerging and reemerging disease, preventing, one health concepts, multidisciplinary team
Pemanfaatan Bioteknologi Sederhana Dalam Mengatasi Proses Ngurak Pada Itik Di Desa Branggahan Kediri
Pemanfaatan Bioteknologi Sederhana Dalam Mengatasi Proses Ngurak Pada Itik Di Desa Branggahan Kedir
- …
