72 research outputs found

    Representasi Infrastruktur Data Desa Presisi di Desa Neglasari, Kabupaten Bogor

    Full text link
    Development is a national agenda that is a priority of the nation. Sjaf et al. (2020) said that village development still has polemics about data accuracy. Positioning villagers as data objects is one of the reasons why village data presented by the auspices of the institution is not in accordance with the airy conditions. In addition, Sjaf (2019) also explained that the approach that has been done is not appropriate, thus causing data problems. Precision Village Data through the DPM approach seeks to initiate the construction of accurate data-driven villages. Involving the participation of villagers in the process of data retrieval and analysis is the purpose of making villagers as data subjects. IPB campus as a state university whose existence is surrounded by villages / villages, it is necessary to identify the forms of development programs and appropriate community service with data-based Precision Village. The database owned by Presisi Village Data can be used by the village as the foundation of neglasari village infrastructure development to increase the productivity of the village community. Data showing high internet usage in Neglasari Village is also a potential for science and technology development through education channels and infrastructure-related capacity development. Keywords: database, infrastructure, precisio

    Peran Kepemimpinan Kepala Desa terhadap Pengembangan Ekonomi Desa

    No full text
    Kepemimpinan merupakan proses kegiatan seseorang dalam memimpin, membimbing, mempengaruhi atau mengontrol pikiran, perasaan atau tingkah laku orang. Salah satu contoh kepemimpinan formal yaitu kepemimpinan kepala desa. Kepala desa sebagai seorang pemimpin memiliki peran yaitu mempengaruhi, memotivasi, mengerahkan, dan memfasilitasi. Peran kepemimpinan dimaksudkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program pembangunan desa, salah satunya adalah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Peran kepala desa menentukan sejauhmana tercapainya tujuan dari BUMDes pada desa dan masyarakat. Tujuan yang dimaksud adalah peningkatan pendapatan dan perluasan lapangan kerja bagi masyarakat desa. Adapun tujuan dari penulisan ini adalah untuk: (1) mengetahui peran kepemimpinan kepala desa dalam meningkatkan partisipasi masyarakat, (2) menganalisis hubungan tingkat partisipasi dengan tingkat keberhasilan pengembangan ekonomi desa. Metode yang digunakan dalam penulisan ini pendekatan kuantitatif yang di dukung data kualitatif. Pengumpulan data primer dan data sekunder menggunakan teknik sampel acak sederhana. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antara peran kepala desa sebagai fasilitator, terdapat hubungan antara tingkat partisipasi dengan berdayanya jaringan kemitraan, dan terdapat hubungan antara tingkat partisipasi dengan berdayanya usaha mikro. Kepala desa sebagai pemimpin masyarakat sebaiknya mampu menjalankan peran dengan baik sehingga mampu memiliki hubungan yang baik dengan masyarakat sehingga dapat mewujudkan kebutuhan bersama

    Pengaruh Peran dan Kontrol Masyarakat terhadap Penggunaan Dana Desa

    No full text
    Desa diberikan kepenuhan mutlak untuk mengatur dan mengelola tata pemerintahannya sendiri dan memberikan kewenangan kepada desa untuk membantu menjadikan desa lebih mandiri dan otonom dengan memberikan kebijakan pengalokasian dana desa melalui pemberian dana desa yang bersumber dari APBDes yang melibatkan seluruh anggota masyarakat dalam setiap kegiatan yang dihasilkan dari kebijakan tersebut. Perlunya peran dan kontrol yang melibatkan warga masyarakat desa dalam segenap proses pembangunan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan pemanfaatan hasilnya. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengidentifikasi peran dan kontrol masyarakat dalam penggunaan dana desa. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mancak, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang dengan metode kuantitatif yaitu metode survei. Penelitian ini juga didukung data kualitatif, dan menggunakan uji analisis regresi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh antara peran dan kontrol masyarakat terhadap penggunaan dana, dimana peran aktif dan kontrol objektivitas yang berpengaruh positif bidang penyelenggaraan pemerintah, pelaksanaan pembangunan, dan pembinaan kemasyarakatan

    Partisipasi Warga dalam Pembentukan Badan Usaha Milik Desa

    No full text
    Belum optimalnya potensi sumber daya yang dimiliki oleh desa untuk menguatkan ekonomi desa, maka dibutuhkan sebuah lembaga atau institusi ekonomi desa yang dapat mengelola potensi sumber daya tersebut. BUMDes merupakan sebuah lembaga yang dibentuk desa dan dikontrol bersama warga desa untuk meningkatkan standar ekonomi warga desa. Pembentukan BUMDes tidak dapat berjalan sesuai dengan rencana apabila tidak disertai dengan partisipasi warganya. Dalam penelitian ini, partisipasi warga dilihat berdasarkan tingkatan tidak ada peran, menerima ketentuan, dan kekuasaan masyarakat serta tahapan pendirian BUMDes terdiri dari sosialisasi mengenai BUMDes, musyawarah desa, dan penetapan peraturan desa tentang pembentukan BUMDes. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi hubungan partisipasi warga desa dengan tahapan pembentukan BUMDes dalam mencapai keberhasilan pembentukan BUMDes. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Hasil penelitian ini menemukan bahwa partisipasi warga Desa Sukamanah berada pada tingkatan menerima ketentuan dengan tingkat keberhasilan tahapan pembentukan BUMDes tergolong sedang. Jadi temuan ini disimpulkan semakin berpartisipasi warga desa dalam proses tahapan pembentukan BUMDes, maka semakin berhasil pembentukan BUMDes tersebut. Keberlanjutan dari pengelolaan BUMDes disarankan untuk adanya kekonsistenan dalam melibatkan warga desa

    Elit Lokal Banten dalam Pembangunan Desa.

    No full text
    Tidak sedikit tematik penelitian tentang peran elit lokal dalam pembangunan desa dilakukan dalam kajian sosiologi. Namun tematik penelitian peran elit lokal berbasis etnik masih sedikit dilakukan oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi seberapa besar peran elit lokal Banten dalam pembangunan desa. Adapun peran elit lokal yang dilihat dari kepemilikkan modal elit (modal ekonomi, modal sosial, modal budaya dan modal simbolik). Sementara itu indikator pembangunan desa dalam penelitian ini meliputi pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana serta pemenuhan kebutuhan potensi ekonomi lokal. Penelitian ini dilakukan di Desa Ciomas, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif dan kualitatif menggunakan kuisioner serta panduan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran elit lokal di Desa Ciomas lebih dominan oleh peran elit dalam aspek modal simbolik dan modal budaya. Berdasarkan data kualitatif modal ekonomi elit juga berperan dalam pelaksanaan pembangunan desa

    Canalization of Ethnic Politics in Makassar

    Full text link
    ABSTRACTLiberal democracy in the multicultural society provides practical consequences for the existence of ethnic political practices in local politic arena. This research aimedto found the canalization of ethnic politic in Makassar by using qualitative research method and actor-structural perspective, it emphasize on subjectivism, objectivism, and historical perspective.The units of analysis in this study were various actors who come from different ethnic backgrounds (Bugis, Makassar, Toraja, Mandar, and Chinese descent) in the city of Makassar, South Sulawesi. Data was collected by researchers through in-depth interviews, structured interviews, and Focus Group Discussion (FGD) with people from different backgrounds such as politicians, bureaucracy, academia, and NGO activists.Although the ethnic groups in Makassar have always shared the common value system, inter-ethnic relations are determined by three factors; the history of ethnicity, ethnic demographic structure, and dynamics of local politics based on ethnic. The three factors have various implications to the control of political and economic structure in the realm of ethnic politic. Thus, the result performed that is the pattern of political dynasty becomes an inevitable necessity.Keywords: Canalization, ethnic politic, Makassar, desentralizationABSTRAKPilihan demokrasi liberatif dalam masyarakat multikulturalisme memberikan konsekuensi hadirnya praktik-praktik politik etnik dalam arena politik lokal. Penelitian yang bertujuan menemukan pola kanalisasi politik etnik di Makassar ini menggunakan metode kualitatif berperspektif aktor-struktur dengan sifat penelitian subyektivisme, obyektivisme, dan historis. Unit analisis penelitian adalah aktor yang berasal dari latar belakang etnik berbeda (Bugis, Makassar, Toraja, Mandar, dan Cina) yang berdomisili di Makassar. Pengambilan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam, wawancara terstruktur, dan Focus Group Discussion (FGD) beragam profesi (politisi, birokrasi, akademisi, dan aktivis NGO). Terjadi pembauran kelompok etnik di Makassar dan siri’ sebagai nilai-nilai bersama yang diakui etnik Bugis maupun Makassar, namun relasi antar etnisitas di arena politik lokal ditentukan tiga faktor, yaitu sejarah etnisitas, struktur demografi etnik, dan dinamika politik lokal berbasis etnik. Selanjutnya ketiga faktor tersebut, berimplikasi terhadap penguasaan struktur politik dan ekonomi dalam kerangka politik etnik. Alhasil, pola kedinastian di arena politik lokal menjadi keniscayaan yang tidakterhindarkan.Kata kunci: Kanalisasi, politik etnik, Makassar, desentralisas

    Kelompok-kelompok Klan dalam Pembangunan Desa.

    No full text
    Keniscayaan kebudayaan etnik di Indonesia menyebabkan munculnya kelompok-kelompok klan yang berbeda berdasarkan identitas etnik. Kelompok-kelompok klan etnik adalah sub bagian dari kelompok etnik berdasarkan hubungan kekerabatan yang berasal dari nenek moyang yang sama dan melalui garis keturunan darah. Keterkaitan identitas etnik terhadap kelompok-kelompok klan tentunya mempengaruhi pola-pola hubungan yang terjadi antar kelompok klan khususnya pada aspek budaya, ekonomi, dan politik. Pola-pola tersebut pada akhirnya mempengaruhi relasi antar kelompok-kelompok klan yang menguasai sumberdaya di suatu wilayah. Kehadiran kelompok-kelompok klan yang dipengaruhi oleh identitas etnik yang berbeda tentunya mendorong pembangunan desa melalui aspek-aspek pembangunan berdasarkan kepentingan masing-masing kelompok klan. Adapun aspek-aspek yang ditinjau dalam pembangunan desa yaitu pola penguasaan lahan, pemanfaatan pembangunan infrastruktur, dan objek pembangunan. Tujuan dari penulisan ini adalah mengidentifikasi praktik dominasi kelompok-kelompok klan etnik dan menganalisis pengaruhnya terhadap pembangunan desa. Metode penelitian yang digunakan untuk menggali fakta, data dan infromasi dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif yang didukung data kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa masing-masing kelompok klan dominan berperan melalui praktik-praktik dominasi berupa praktik dominasi kedudukan klan, praktik penguasaan struktur ekonomi dan praktik dominasi kekuasaan politik terhadap penentuan objek pembangunan, pemanfaatan pembangunan infrastruktur dan penguasaan lahan dalam pembangunan desa. Dengan temuan ini disimpulkan bahwa praktik-praktik dominasi yang dilakukan oleh kelompok-kelompok klan dominan berhubungan dengan pembangunan desa. Berdasarkan temuan penelitian ini juga, maka disarankan perlunya pemahaman dalam memperlakukan keberagaman kelompok-kelompok klan maupun etnik dalam pembangunan desa untuk tercapainya pembangunan yang adil dan merata

    Covid 19, Inequality and Poverty in Rural Indonesia

    Full text link
    The Covid-19 pandemic has had an impact on inequality and poverty in rural Indonesia. This study aims to identify inequality and poverty during the Covid-19 pandemic, as well as program policies for poor families after the Covid-19 pandemic in rural Indonesia. The combination of quantitative and qualitative methods with the Drone Participatory Mapping (DPM) approach is the preferred method used by researchers to obtain Precision Village Data (PVD). From this data, the researcher used the Lorenz Curve to determine the inequality and poverty of families in three villages (Sibandang, Cikarawang and Tegallalang). The results showed that the three research villages were in low inequality conditions (Sibandang Village with the typology of plantation village = 0.39; Cikarawang Village with the typology of food crops village = 0.36; and Tegallalang Village with the typology of rice field village = 0.35) during the Covid-19 pandemic. From this inequality, every poor family in rural Indonesia has a different income. Therefore, the policy to restore the condition of poor families in rural Indonesia must address three main aspects: education, employment and income

    Faktor-faktor yang Menentukan Keberhasilan Program Pembangunan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) (Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor)

    No full text
    Program pembangunan RTLH merupakan salah satu dari program yang dijalankan di desa saat ini. Program pembangunan yang dilaksanakan di desa, diharapkan dapat mencapai keberhasilan. Namun demikian, keberhasilan program ditentukan oleh faktor-faktor yang mempengaruhinya. Adapun faktor yang dimaksud terdiri atas: kepemimpinan kepala desa, partisipasi pemangku kepentingan, dan kesesuaian mekanisme. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh faktor kepemimpinan kepala desa, partisipasi pemangku kepentingan dan kesesuaian mekanisme terhadap keberhasilan program pembangunan RTLH. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif yang didukung penelitian data kualitatif dengan menggunakan analisis uji regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukan ketiga faktor tersebut memiliki pengaruh terhadap keberhasilan program. Faktor partisipasi dari RW, RT, TPK dan masyarakat yang menerima program memiliki pengaruh paling besar terhadap keberhasilan program rehabilitasi RTLH

    Preferensi Politik Anggota Kelembagaan di Desa Sumberejo, Lumajang, Jawa Timur

    No full text
    Institutions (particularly in rural communities) has big influences (both structural and constructive) to the political preferences of the current county chief elections. The amount of institutional influence, both structural and constructive associated with the behavioral type of the voters (sociological, psychological, and economic) will eventually bring political preferences of citizens in the selection of the chief. The objectives of this research is to analyze the influences of the formal and informal institutions performances of members. The analysis is based on regression as quantitative and descriptive qualitative. The result of this research is showed that both institutions has influences to preferences of members. Thus in the formal influences is proven by structural influences such as sociological type. But there is not necesserily influences by informal on political preferences of the citizens. This invention could be one of reference for government to evaluate instituitions which exploit thier influences to consolidate their politics need
    corecore