1,720,980 research outputs found

    Potensi Asap Cair Tandan Kosong Kelapa Sawit Untuk Menekan Pertumbuhan Gulma Teki (Cyperus kyllingia): Potential of Liquid Smoke from Empty Palm Oil Bunches To suppress the growth of Cyperus kyllingia

    Full text link
    C. kyllingia is an annual weed that can cause problems because it can reduce the quantity and quality of cultivated plant production, so this weed needs to be controlled. Weed control with synthetic herbicides is currently more popular because its effectiveness can be seen more quickly. However, if synthetic herbicides are used for a long period of time, they will affect soil conditions. Therefore, an alternative weed control using liquid smoke from empty oil palm fruit bunches (TKKS) is needed. The research aims to determine the potential of TKKS liquid smoke in controlling the growth of sedge weed (C. kyllingia). The design used a 1 factor Completely Randomized Design consisting of 5 treatments and 5 replications with liquid smoke concentrations of 0%, 8.3%, 16.6%, 25% and 33.3%. Research shows that TKKS liquid smoke has the potential to be used as a natural herbicide because it has an effect on suppressing the growth of the C. kyllingia weed. The best concentration that can suppress weed growth is 33.3% liquid smoke.C kyllingia merupakan salah satu gulma teki tahunan yang dapat menimbulkan masalah karena bisa menurunkan kuantitas dan kualitas produksi tanaman budidaya sehingga gulma tersebut perlu dikendalikan. Pengendalian gulma dengan herbisida sintetis saat ini lebih diminati karena lebih cepat terlihat efektivitasnya. Namun apabila herbisida sintetis digunakan dalam jangka waktu lama akan mempengaruhi kondisi tanah. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengendalian gulma menggunakan asap cair dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi asap cair TKKS dalam mengendalikan pertumbuhan gulma teki (C. kyllingia). Rancangan menggunakan Rancangan Acak Lengkap 1 faktor terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan dengan konsentrasi asap cair 0%, 8,3%, 16,6%, 25% dan 33,3%. Penelitian menunjukkan asap cair TKKS berpotensi dijadikan sebagai herbisida alami karena berpengaruh dalam menekan pertumbuhan gulma C. kyllingia. Konsentrasi terbaik yang dapat menekan pertumbuhan gulma adalah asap cair 33,3%

    Aplikasi Agensia Hayati Metarhizium anisopliae Terhadap Spodoptera frugiperda J. E. Smith: Application of the Biological Agent Metarhizium anisopliae Against Spodoptera frugiperda J. E. SmithJ. E. Smith

    Full text link
    Fall Armyworm (Spodoptera frugiperda) is an invasive insect pest that has a high appetite, causing damage and reduced yields in corn plants. One way to control these larvae is to use the biological agent Metarhizium anisopliae. The aim of this research was to determine the influence of several spore densities of the entomopathogenic fungus M. anisopliae on S. frugiperda. The design used in this research was a Completely Randomized Design (CRD) which consisted of 4 treatment levels of spore suspension density 107,108, 109  and a water control treatment as a comparison with 6 replications. Application was carried out on 3-4 instar larvae with an observation period of 12 hours for 4 days. The results of this study showed that the application of the biological agent M. anisopliae with a spore density treatment of 109caused the highest larval mortality of 76.7%. Lethal time (LT_50) for larval mortality caused by M. anisopliae is 2.80 days. From probit analysis, the Lethal Concentration (LC_50) value was 2.44 x 109 spores/ml.Ulat grayak (Spodoptera frugiperda) merupakan serangga hama invasif yang memiliki nafsu makan yang tinggi sehingga menyebabkan kerusakan dan menurunnya hasil pada tanaman jagung. Salah satu cara pengendalian larva ini adalah dengan menggunakan agensia hayati Metarhizium anisopliae. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh beberapa kerapatan spora cendawan entomopatogen M. anisopliae terhadap S. frugiperda. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 taraf perlakuan kerapatan suspensi spora 107,108, 109 dan perlakuan kontrol air sebagai pembanding dengan 6 kali ulangan. Pengaplikasian dilakukan pada larva instar 3-4 dengan priode pengamatan 12 jam selama 4 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi agensia hayati M. anisopliae perlakuan kerapatan spora 109 menyebabkan mortalitas larva tertinggi sebesar 76,7 %. Lethal time ( ) mortalitas larva yang disebabkan oleh M. anisopliae yaitu 2,80 hari. Dari analisis probit nilai Lethal Consentration ( ) sebesar 2,44 x  spora/ml

    Pengujian Dua Belas Jenis Trichoderma Untuk Mengendalikan Penyakit Antraknosa (Colletotrichum gloeosporioides) pada Bawang Merah (Allium ascalonicum L.)

    Full text link
    Telah dilakukan penelitian uji dua belas jenis Trichoderma untuk mengendalikan penyakit antraknosaColletotrichum gloeosporioides pada pertanaman bawang merah. di Kalimantan Selatan tujuandaripada penelitian ini untuk mengetahui kemampuan 12 jenis Trichoderma spp., dalam menghambatpertumbuhan C. gloeosporioides. Pengujian ini terdiri dari uji antagonis menggunakan mode kulturganda dan uji Trichoderma spp. terhadap pertumbuhan C. gloeosporioides. Penghambatan yang palingtinggi sebesar 23,93 % isolat dari Trichoderma spp. asal Sinar Baru, Rantau Badauh, KalimantanSelatan. dan penghambatannya yang terendah 7,31 % isolat Trichoderma spp. asal Margasari,Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan

    Keanekaragaman Arthropoda dan Kelimpahan Musuh Alami pada Empat Jenis Tanaman Refugia

    Full text link
    Telah dilakukan penelitian keanekaragaman arthropoda dan kelimpahan musuh alami pada empat jenis tanaman refugia pada bulan Mei-Juli 2020. Keanekaragaman ditentukan dengan indeks keanekaragaman (H’) (Shannon-Wiener) dan kelimpahan musuh alami ditentukan dengan menghitung jumlah individunya. Hasil penelitian menunjukkan nilai indeks keanekaragaman spesies tertinggi dengan waktu penangkapan dan fase yang berbeda, pada bunga kenikir pada fase sebelum berbunga pada jam 16.00-17.00 (H’=2,92), berbunga muda pada bunga marigold jam 09.00-10.00 (H’=2,57) dan berbunga tua juga pada bunga marigold jam 09.00-10.00 (H’=2,23), sedangkan indeks keanekaragaman spesies terendah adalah bunga matahari pada fase sebelum berbunga pada jam 16.00-17.00 (H’=0), berbunga muda pada bunga kenikir jam 12.00-13.00 (H’=0,46) dan berbunga tua pada tanaman bunga matahari jam 16.00-17.00 (H’=0,64). Indeks keanekaragaman spesies tertinggi secara keseluruhan pada fase sebelum berbunga adalah bunga kenikir (H’=2,80), kemudian fasel67 berbunga muda yang tertinggi adalah bunga marigold (H’=2,82) dan fase berbunga tua yang tertinggi juga pada bunga marigold (H’=2,73). Kelimpahan musuh alami secara keseluruhan ditentukan dengan menghitung jumlah yang tertangkap. Pada bunga kenikir predator sebesar 35 dan parasitoid sebesar 96 individu, kemudia pada tanaman bunga kertas predator sebesar 20 dan parasitoid sebesar 22 individu, sedangkan pada tanaman bunga marigold predator sebesar 67 dan parasitoid sebesar 52 individu serta pada tanaman bunga matahari predator sebesar 18 dan parasitoid sebesar 0 individu

    Pengaruh Pemberian Pestisida Nabati Biji Pinang Muda Terhadap Moluska Non Target

    Full text link
    Telah dilakukan penelitian pengaruh pemberian pestisida nabati biji pinang muda sebagai pestisida nabati terhadap mortalitas moluska non target.. Metode yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor dengan 4 perlakuan tingkat konsentrasi E0 (kontrol), E1 (20%), E2 (30%) dan E3 (40%) dengan 3 ulangan. Larutan pestisida nabati biji pinang muda pada konsentrasi 40% mampu mematikan moluska non target dengan mortalitas sebesar 55% untuk siput cangkang, persentase mortalitas sebesar 56,67% untuk siput tutut dan persentase mortalitas 95% untuk keong mas

    Mortalitas Ulat Grayak (Spodoptera litura F.) Yang Diaplikasi Dengan Berbagai Pestisida Nabati

    Full text link
    Telah dilakukan penelitian penggunaan campuran beberapa bahan tumbuhan terhadap larva Spodoptera litura. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan beberapa pestisida nabati dalam mengendalikan hama ulat grayak dengan metode sandwich daun. Metode yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan 5 perlakuan yang terdiri dari tiga larutan bahan uji yaitu dari daun mimba (Azadirachta indica A.Juss), dari daun bintaro (Carbera manghas) dan dari daun kepayang (Pangium edule Reinw), satu bahan pembanding yaitu air sebagai kontrol dengan 4 ulangan. Pengamatan dilakukan setiap 6 jam selama 72 jam. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi daun kepayang dengan bintaro memiliki persentase mortalitas tertinggi yaitu sebesar 58,75%, diikuti dengan kombinasi daun bintaro dengan mimba sebesar 53,75% dan kombinasi daun mimba dan kepayang sebesar 46,25%

    Pengaruh Insektisida Nabati Daun Galam (Melaleuca cajuputi roxb.) Terhadap Serangan Hama Perusak Daun Pada Tanaman Sawi

    Full text link
    The productivity of mustard (Brassica juncea L.) in Indonesia has increased in 2015-2018, in line with the increasing demand for this vegetable. One of the obstacles in the cultivation of mustard is the attack of leaf destroying pests. An alternative solution to control pests is to use natural ingredients from the galam plant (Melaleuca cajuputi Roxb.). The purpose of this study was to examine the effect of galam leaf insecticide to suppress leaf destroying pests on mustard plants. The study used fresh galam leaf extract as the main ingredient in the manufacture of vegetable insecticides, which were applied in various doses. The research place in a vegetable plantation, Guntung Payung Village, North Loktabat District, Banjarbaru and was carried out for 40 days from seeding to harvesting. This study used an experimental method with a one-factor Completely Randomized Design (CRD) consisting of 5 concentration treatments and 2 controls with 4 replications. The results showed a very significant effect on the intensity of pest attack on the 4th observation. The intensity of the attack of mustard leaf destroying pests from the highest to the lowest was shown by water control (K) treatment of 26.6%, galam leaf extract 10% ( G5) 21.3%, Galam leaf extract 6% (G3) 20.5%, Galam leaf extract 8% (G4) 17.7%, Galam leaf extract 2% (G1) 15.3%, Galam leaf extract 4 % (G2) 14.2% and Chemical control (M) 7.9%.Produktivitas  Sawi  (Brassica  juncea  L.)  di  Indonesia  mengalami  peningkatan  pada  tahun  2015-2018,  sejalan  dengan  peningkatan  kebutuhan  masyarakat  akan  sayuran  ini.  Salah satu hambatan dalam  budidaya  sawi  yaitu  serangan  hama  perusak  daun.  Solusi  altenatif  untuk  mengendalikan  hama yaitu   menggunakan  bahan  alami  dari  tumbuhan  galam  (Melaleuca  cajuputi Roxb.).  Tujuan penelitian ini untuk melihat  pengaruh  insektisida  daun  galam  untuk  menekan  hama  perusak  daun  pada  tanaman  sawi.  Penelitian  menggunakan  ekstrak  daun  galam  segar  sebagai  bahan  utama  pembuatan  insektisida  nabati,  yang  diaplikasikan  dengan  berbagai  dosis.  Penelitian  bertempat  di  pertanaman  sayuran  Kelurahan  Guntung  Payung  Kecamatan  Loktabat  Utara  Banjarbaru  dan  dilaksanakan  selama  40  hari  dari  penyemaian  sampai  panen.  Penelitian  ini  menggunakan  metode  percobaan  dengan  Rancangan  Acak  Lengkap  (RAL)  satu  faktor  yang  terdiri  dari  5  perlakuan  konsentrasi  dan  2  kontrol  dengan  4  ulangan.  Hasil  penelitian  menunjukan  berpengaruh  sangat  nyata  untuk  intensitas  serangan  hama  pada  pengamatan  ke  4.  Intensitas  serangan  hama  perusak  daun  sawi  dari yang  tertinggi  sampai yang terendah  berturut-turut  ditunjukkan  oleh  perlakuan  Kontrol  air  (K)  sebesar  26,6%,  Ekstrak  daun  galam  10%  (G5)  21,3%,  Ekstrak  daun  galam  6%  (G3)  20,5%,  Ekstrak  daun  galam  8%  (G4)  17,7%,  Ekstrak  daun  galam  2%  (G1)  15,3%,  Ekstrak  daun  galam  4%  (G2)  14,2%  dan  Kontrol  kimia  (M)  7,9%

    Pengaruh Tanaman Refugia Kenikir (Cosmos caudatus) dan Marigold (Tagetes erecta L.) terhadap Serangan Lalat Buah (Bactrocera spp.) pada Tanaman Cabai Merah Besar (Capsicum annuum L.) di Lahan Gambut

    Full text link
    Big red chili (Capsicum annuum L.) is a commodity that is very much needed, especially in the food industry and its needs are often increasing. The increasing demand is inversely proportional to the availability of chili that cannot be fulfilled. The causes include the constraints of fruit fly (Bactrocera spp.) attacks that always occur on chili plants. Symptoms caused by the presence of small holes in the chili fruit, the fruit falls out and there are larvae in the fruit. Control that is often done is to use chemical insecticides which can cause environmental pollution. One solution is to use refugia plants. This study was conducted to determine the effect of refugia plants on fruit fly attacks on chili plants and the effectiveness of kenikir (Cosmos caudatus) and marigold (Tagetes erecta L.) plants in suppressing fruit fly attacks on chili plants. The design used was a randomized block design (RAK) with 4 treatments, control (T0), kenikir and marigold plants planted with chili (T1), kenikir plants planted with chili (T2), marigold plants planted with chili (T3) and repeated as many as six times. The results of observations, refugia plants affect fruit fly attacks. Refugia marigold plant, the intensity of attack of fruit flies reached 6.01% and 19.30%, while the intensity of attack of kenikir was 13.61% and 33.61%, respectivelyCabai merah besar (Capsicum annuum L.) merupakan komoditas yang sangat dibutuhkan, khususnya dalam industri makanan dan kebutuhannya sering meningkat. Kebutuhannya yang meningkat tersebut berbanding terbalik dengan ketersediaan cabai yang tidak dapat terpenuhi. Penyebabnya antara lain adanya kendala serangan lalat buah (Bactrocera spp.) yang selalu terjadi pada tanaman cabai. Gejala yang ditimbulkan berupa adanya lubang kecil pada buah cabai, buah rontok dan terdapat larva di dalam buah. Pengendalian yang sering dilakukan adalah dengan menggunakan insektisida kimia yang dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan. Salah satu solusinya adalah dengan pemanfaatan tanaman refugia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh tanaman refugia terhadap serangan lalat buah pada tanaman cabai dan efektifitasnya tanaman kenikir (Cosmos caudatus) dan marigold (Tagetes erecta L.) dalam menekan serangan lalat buah pada tanaman cabai. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan, kontrol (T0), tanaman kenikir dan marigold ditanam bersama cabai (T1), tanaman kenikir ditanam bersama cabai (T2), tanaman marigold ditanam bersama cabai (T3) dan diulang sebanyak enam kali. Hasil pengamatan, tanaman refugia berpengaruh terhadap serangan lalat buah. Tanaman refugia jenis marigold, intensitas serangan lalat buah mencapai 6,01% dan 19,30%, sedangkan jenis kenikir intensitas serangannya mencapai 13,61% dan 33,61%

    Kemampuan Larva Haltica spp Mengendalikan Gulma Air Ludwigia hyssopifolia

    Full text link
    Telah dilakukan penelitian terhadap serangga pemakan gulma Haltica spp pada gulma Ludwigia hyssopifolia, yang bertujuan untuk melihat pengaruh populasi larva Haltica spp terhadap kerusakan gulma Ludwigia hyssopifolia. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap, menggunakan larva Haltica spp dengan jumlah0,  3, 6, 9, dan 12 larva yang diaplikasikan pada gulma Ludwigia hyssopifolia. Hasil penelitian ini  menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kepadatan populasi larva Haltica spp maka semakin besar pula tingkat kerusakan yang ditimbulkan, seperti pengaplikasian larva Haltica spp dengan jumlah 12 ekor menunjukkan intensitas kerusakan tertinggi yaitu sebesar 96,25%
    corecore