1,721,326 research outputs found

    Zoonosis kedokteran/ Soedarto

    No full text
    xi, 210 hal.; 23 cm

    Zoonosis kedokteran/ Soedarto

    No full text
    xi, 210 hal.; 23 cm

    Helmintologi kedokteran/ Soedarto

    No full text
    x, 203 hal. : ill. ; 21 cm

    Evaluasi Kinerja Simpang Bundaran Soedarto dan Usulan Simpang Alternatif Pemecahannya

    Get PDF
    Bundaran Soedarto menjadi potensi terjadinya pelanggaran, karena letak bundaran yang bergeser dari persimpangan. Secara terinci, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pergerakan lalu lintas di kawasan bundaran ini, membuat beberapa alternatif penanganan simpang untuk meningkatkan kinerja dan ketertiban, dan menentukan alternatif terbaik. Metode kuantitatif yang digunakan dalam analisis kinerja Bundaran Soedarto dan jaringan jalan sekitarnya mengacu pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia (1997). Metode kualitatif yang digunakan adalah metode AHP (Analytic Hierarchy Process). Dari hasil analisis diketahui bahwa tingkat ketertiban di Kawasan Bundaran Soedarto relatif rendah. Nilai derajat kejenuhan (DS) Bundaran Soedarto pada kondisi yang ada sebesar 0,877. Hasil simulasi kondisi ideal menunjukkan nilai DS sebesar 0,807. Pada Median Soedarto, nilai DS kondisi eksisting adalah 0,641, sedangkan pada kondisi ideal sebesar 0,668. Akibatnya, pada bundaran, kinerja kondisi yang ada lebih buruk daripada kondisi ideal. Sementara, pada median, kondisi yang ada justru lebih baik daripada kondisi ideal. Ada tiga usulan penanganan masalah kinerja Kawasan Bundaran Soedarto. Alternatif 1 berupa perubahan bundaran dan median menjadi simpang prioritas, alternatif 2 berupa kanalisasi, dan alternatif 3 berupa penutupan bundaran dengan median yang menerus. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa pada alternatif 1, simpang prioritas di Kawasan Bundaran Soedarto memiliki DS 0,79 sedangkan Perempatan Peternakan memiliki DS sebesar 0,82 setelah dilebarkan. Pada alternatif 2, bagian-bagian jalinan pada Median Soedarto memiliki DS 0,807, sedangkan Perempatan Peternakan memiliki DS sebesar 0,82 setelah dilebarkan. Pada alternatif 3, ruas jalan antara Kawasan Bundaran Soedarto dengan Perempatan Perternakan (bagian jalinan tunggal) memiliki DS sebesar 0,7, namun Perempatan Peternakan memiliki DS sebesar 0,83 setelah dilebarkan. Sementara, hasil analisis kualitatif dengan AHP menunjukkan bahwa alternatif 3 merupakan alternatif terbaik, disusul alternatif 1 dan alternatif 2. Kata kunci: Bundaran Soedarto UNDIP, kinerja bundaran, ketertiban lalu lintas, penataan simpang, AHP (Analytic Hierarchy Process)

    Zoonosis kedokteran/ Soedarto

    No full text
    xi, 210 hal.; 23 cm

    Zoonosis kedokteran/ Soedarto

    No full text
    xi, 210 hal.; 23 cm

    Entomologi kedokteran/ Soedarto

    No full text
    ix, 144 hal.: ill.; 21 cm

    Zoonosis kedokteran/ Soedarto

    No full text
    xi, 210 hal.; 23 cm

    Protozoologi kedokteran. Ed.1./ Soedarto

    No full text
    viii, 116 hal. : ill. ; 21 cm

    Protozoologi kedokteran. Ed.1./ Soedarto

    No full text
    viii, 116 hal. : ill. ; 21 cm
    corecore