45 research outputs found

    Pengaruh Relationship Marketing, Store Atmosphere, dan Social Media Marketing terhadap Customer Trust dan Repurchase Intention Pelanggan (Studi Kasus pada Coffee Shop di Kota Bogor).

    No full text
    sesama coffee shop sangat tinggi, oleh karena itu penting bagi masingmasing coffee shop untuk menemukan cara agar perusahaan dapat mempertahankan pelanggan, sehingga tercipta repurchase intention yang berkelanjutan, sebagai tahap awal dari terciptanya loyalitas pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh relationship marketing, store atmosphere, dan social media marketing terhadap customer trust dan repurchase intention pada pelanggan Ngopi Doeloe, Popolo Coffee, Rumah Kopi Ranin, Starbucks Coffee, The Coffee Bean & Tea Leaf, dan JCo Donuts & Coffee Bogor. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian survey. Penelitian ini dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada 407 pengunjung coffee shop dengan metode convenience sampling. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan structural equation model (SEM) dengan software IBM SPSS AMOS 20, untuk menguji hipotesis dari pengaruh variabel-variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel relationship marketing dan social media marketing masing-masing berpengaruh signifikan terhadap customer trust dan repurchase intention. Sedangkan store atmosphere tidak berpengaruh signifikan terhadap repurchase intention, namun dapat berpengaruh signifikan melalui variabel customer trust

    Kesiapan Karyawan terhadap Implementasi EBusiness di PT Indonesia Kendaraan Terminal.

    No full text
    PT Indonesia Kendaraan Terminal merupakan satu-satunya terminal kendaraan di Indonesia yang bertujuan untuk mengimplementasikan bisnis elektronik (e-business) dalam pekerjaannya. Kesiapan karyawan merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pengimplementasian e-business. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapan karyawan terhadap implementasi e-business di PT Indonesia Kendaraan Terminal Jakarta dan penelitian prioritas action plan dalam rangka menyukseskan implementasi e-business. Pengukuran tingkat kesiapan digunakan metode analisis tabulasi silang dan analisis deskriptif menggunakan metode sensus. Hasil dari pengukuran tingkat kesiapan karyawan menunjukkan bahwa penguasaan teknologi telah mendukung untuk implementasi e-business. Penelitian prirotas action plan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process menjelaskan prioritas tindakan paling utama yaitu perlunya peningkatan fitur e-business dan integrasi sistem pada e-business

    Pengaruh Experiential Marketing, Behavioural Intention, Kepuasan Konsumen dan Peranan Gender Terhadap Loyalitas (Studi Kasus : Coffee Shop di Kota Bogor)

    No full text
    Produksi kopi di Indonesia bertambah setiap tahunnya dikarenakan saat ini semakin banyak masyarakat yang memiliki kebiasaan untuk meminum kopi. Hal inilah yang mendorong berkembangnya coffee shop di kota-kota besar di Indonesia, salah satunya di Kota Bogor. Banyaknya coffee shop menjadi tantangan bagi para pengusaha untuk bersaing dan mendapatkan loyalitas konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan loyalitas yaitu dengan experiential marketing, behavioural intention dan kepuasan konsumen. Alat analisis yang digunakan dalam meneliti pengaruh adalah analisis SEM (Structural Equation Modeling). Data penelitian ini didapat dari penyebaran kuesioner dengan teknik convinience sampling dan didapatkan 426 responden. Hasil uji analisis membuktikan bahwa adanya pengaruh signifikan yang positif langsung antar variabel eksogen (behavioural intention dan kepuasan konsumen) serta pengaruh tidak langsung yaitu experiential marketing dengan variabel endogen yaitu loyalitas. Selain itu, hasil penelitian pun menghasilkan bahwa perbedaan gender yaitu laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan sikap yang berpengaruh terhadap loyalitas

    Aspek Teknologi dan Organisasi: Pengaruhnya terhadap Adopsi E-Commerce pada Usaha Mikro Kecil di Kabupaten Grobogan.

    No full text
    Indonesia saat ini sedang memasuki era digital dimana kebanyakan informasi dapat diakses dengan mudah. Kemudahan ini membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang sangat memiliki prospek bisnis yang menjanjikan. E-commerce merupakan salah satu alternatif teknologi sebagai alat pemasaran yang dapat digunakan oleh UMK dalam memperluas bisnisnya guna mencapai target pasar yang sebelumnya tidak terjangkau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap adopsi e-commerce di usaha mikro kecil Kabupaten Grobogan. Responden pada penelitian ini adalah usaha mikro dan kecil (UMK) dengan total 100 responden, berdomisili di Kabupaten Grobogan dengan target yaitu para pelaku usaha mikro dan kecil (UMK). Metode pengambilan sampel yaitu Nonprobability Sampling dengan teknik Purposive Sampling. Alat analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan SEM-PLS menggunakan Smart PLS 3.0. Hasil menunjukan bahwa faktor organisasi dan teknologi berpengaruh positif dan signifikan terhadap adopsi e-commerce

    Manajemen Risiko Rantai Pasok Unggas Terkait Kasus Avian Influenza Di Kabupaten Bandung

    No full text
    Munculnya berbagai macam penyakit pada peternakan unggas dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar. Salah satu cara untuk menanggulangi penyebaran AI adalah dengan mengidentifikasi aliran produk unggas dari hulu ke hilir. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengkaji rantai pasok unggas serta menganalisis berbagai gangguan risiko tertinggi yang timbul terkait kasus AI di Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan untuk menentukan dan menganalisis risiko tertinggi dalam rantai pasok unggas adalah metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Multi Expert-Multi Criteria Decision Making (ME-MCDM). Aliran produk mengalir dari peternak-perusahaan inti-RPHU-pedagang besar-restoran dan supermarket-pedagang kecil-konsumen. Penyebaran AI dapat terjadi sepanjang aliran produk dari hulu ke hilir. Hasil AHP terkait kasus AI adalah prioritas faktor rantai pasok adalah make (0.563) dan prioritas anggota rantai pasok adalah perusahaan inti (0.401), dengan risiko operasional yang memiliki prioritas terbesar adalah sumber daya manusia (0.411)

    Consumers’ Choice for Vegetable Market Channels in Indonesia

    Get PDF
    The purpose of this study is to explore consumers’ choice for vegetable market channels and to determine the factors which affect their choices. A survey involving 887 respondents was carried out in Jabodetabek area. This study found that the traditional retail formats (e.g., wet market, peddler, and kiosks aka warungs) were the favorable place for vegetable purchasing. The results of the multinomial logit model analysis suggests that consumers’ retail format choice is determined by domicile, education level, income level, employment status of women, and purchase frequency. Moreover, other factors that influenced consumer choice is price, quality of product, safety concern, store attributes, easiness & availability, and brand & traceability information. Keywords: Consumers’ choice, vegetable market channels, multinomial logit analysis, factor analysis, Jabodetabek

    Analisis Nilai Tambah dan Penentuan Metrik Pengukuran Kinerja Rantai Pasok Pepaya Calina (Studi Kasus di PT Sewu Segar Nusantara)

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kondisi rantai pasok pepaya Calina, menganalisis nilai tambah yang dihasilkan oleh setiap anggota pada rantaipasokankomoditas pepaya Calina, dan mendesain metrik pengukurankinerja anggota rantai pasokan. Metode Hayami dan Analytic Network Process (ANP) merupakan metode yang digunakan untuk menghitung nilai tambah dan mendesain metrik pengukuran kinerja rantai pasok pepaya Calina. Nilai keuntungan yang diraih oleh mitra tani sebesar 57.74%. Sementara perusahaan mendapatkan nilai tambah sejumlah 50.7% untuk Sunpride dan 55.56% untuk Sunfresh. Sedangkan bagi ritel dan pasar tradisional, nilai keuntungan yang diperoleh sebesar 36% dan nilai tambah sebesar 16.56%. Dalam penentuan metrik pengukuran kinerja rantai pasok menggunakan ANP, indikator yang dirasa paling berpengaruh dalam menentukan sustainable supply chain menurut para pakar adalah kualitas (0.74). Hal ini disebabkan karena kualitas dianggap mampu dalam menentukan tingkat harga, memberikan kepuasan kepada konsumen dan dalam jangka panjang mampu menciptakan loyalitas konsumen. Oleh karena itu, petani sebagai penentu kualitas dan kuantitas pepaya Calina menjadi pihak paling berpengaruh di dalam rantai pasok (0.287), yang berujung pada keuntungan ekonomi rantai pasok kedepannya.Kata kunci : analytical network process, nilai tambah, pengukuran kinerja, rantai paso
    corecore