1,720,975 research outputs found
Dinamika Sosial Urang Banjar dalam Sejarah
Sejarah Banjar—disela periode kolonial setelah kesultanan Banjar dihapuskan sepihak oleh Belanda—umumnya berlangsung top down, elitis-aristokratik, keraton-sentris. Meskipun demikian dengan pembacaan teks ini secara kritis, pembaca (reader) atau “audience” membaca bukan hanya apa yang tersurat saja tapi harus bisa melihat apa yang tersirat (implisit-eksplisit, absence-presence). Dari narasi Hikajat Bandjar atau Sedjarah Melaju, atau sumber-sumber lain termasuk juga teks makalah ini, kita masih dapat “melihat” dalam perjalanan waktu ada juga peran rakyat di dalamnya meskipun mereka masih lebih banyak sebagai objek daripada subjek. Tapi kemudian Kemerdekaan Indonesia telah membuat sejarah Banjar mengalir dan berubah: interaksi dan/atau intra aksi sosial urang Banjar sebagai gambaran dinamika sosial menjadi lebih independen dan egaliter. Kehadiran mereka di hampir seluruh kepulauan Indonesia membuat sejarah bangsa menjadi lebih unik, berwarna-warni, apalagi ketika mereka masih mempertahankan identitas komunitas banua Banjarnya
Interaksi antarsuku bangsa dalam masyarakat majemuk
Buku ini berisi kumpulan tulisan dari berbagai penulis tentang interaksi antarsuku bangsa dalam masyarakat majemu
Daeng Soetigna : Bapak Angklung Indonesia
Nama Daeng Soetigna tidak dapat dipisahkan dari kepeloporannya sebagai inovator "angklung", suatu instrumen musik dari bahan bambu yang semula khas daerah Parahiangan. Berkat ketekunan, bakat serta pengetahuannya tentang musik secara mendalam, angklung telah berhasil diangkatnya menjadi milik nasional, yang ditampilkan secara massal tidak saja dalam momen-momen seni yang bersifat nasional, tetapi juga pada tingkat-tingkat internasional. Daeng Soetigna adalah seorang seniman sekaligus seorang pendidik. Penguasaannya terhadap instrumen-instrumen musik Barat dan daerah baik teoritis maupun praktis luluh menyatu dalam dirinya sehingga ia meajadi salah seorang seniman Indonesia terkemuka. Bakat-bakat ini kemudian juga menurun kepada beberapa orang anaknya. Sebagai seorang seniman, ia juga mengajar di sekolah-sekolah, karena itu ia juga seorang pendidik.
Berkat Daeng Soetigna, angklung yang semula merupakan
suatu instrumen sederhana yang dimainkan oleh para pengemis untuk menarik perhatian orang-orang yang lewat kemudian menjadi suatu instrumen yang efektif dalam pengajaran di kelas
- …
