86 research outputs found
PENGEMBANGAN ASESMEN PORTOFOLIO MATEMATIKA DALAM SETING PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERDASARKAN MASALAH BERBASIS BUDAYA BATAK DI SMA
Akar masalah dalam penelitian ini adalah kenyataan hasil belajar siswa dalam pelajaran matematika kurang memuaskan, dan orientasi pembelajaran matematika yang terjadi selama ini kurang menekankan pada usaha memampukan siswa mengonstruksi pengetahuan dan penilaian yang dilakukan oleh guru belum berorientasi pada proses, sehingga siswa kurang memahami konsep dan tidak mampu memecahkan masalah. Penelitian ini termasuk jenis penelitian pengembangan (Developmental Research) yang bertujuan untuk mendapatkan suatu model Asesmen Portofolio Matematika (APM) dalam seting Pembelajaran Matematika Berdasarkan Masalah Berbasis Budaya Batak (PBM-B3) yang dapat mengaktifkan siswa belajar dan guru dapat mendeteksi perkembangan belajar siswa. Model pengembangan yang digunakan untuk mengembangkan APM- PBM-B3 ini mengacu pada model pengembangan pendidikan umum dari Tjeerd Plomp (1997) dengan memperhatikan 3 aspek kualitas material dari Nieveen, yakni aspek kevalidan, aspek kepraktisan, dan aspek keefektifan. Adapun fase-fase dalam pengembangan APM-PBM-B3 ini:1) Fase investigasi awal. Pada fase ini dilakukan analisis terhadap: (a) kebutuhan lingkungan, (b) kurikulum (c) teori-teori belajar, (d) teori asesmen; 2) Fase desain. Pada fase ini didesain perangkat APM-PBM-B3, dan desain instrumen penelitian. Kegiatan yang dilakukan pada fase ini meliputi (a) merancang buku model APM-PBM-B3, dan (b) merancang perangkat APM-PBM-B3; 3) Fase realisasi. Pada fase ini dibuat/disusun Prototipe APM-PBM-B3; 4) Fase tes, evaluasi, dan revisi. Fase ini difokuskan pada dua hal, yakni: (a) memvalidasi, dan (b) mengadakan uji coba lapangan prototipe APM-PBM-B3 yang telah disusun. Hasil validasi dari 7 (tujuh) validator menunjukkan bahwa pengembangan APM-PBM-B3 dan perangkat pendukung APM-PBM-B3 adalah valid, dan hasil uji coba pada siswa kelas I SMA Negeri 1 Balige tahun ajaran2008/2009 diperoleh: (1) perangkat pendukung pelaksanaan APM-PBM-B3 memenuhi kriteria praktis, dan (2) perangkat pendukung pelaksanaan APM-PBM-B3 memenuhi kriteria efekti
Dinamika Sosial Pasar Tradisional Malam hari (Studi Deskriptif : Pasar Sambu Kelurahan Pusat Pasar Kec. Medan Kota Sumatera Utara)
Kehidupan pasar menggambarkan proses-proses sosial dimana hal ini dengan
adanya proses tawar-menawar yang menjadi aktifitas yang paling dominan dalam
kehidupan dinamika pasar tradisional. yang melibatkan aktor-aktor didalamnya.
Hubungan hubungan social dalam kehidupan pasar menciptakan suatu proses sistem
ekonomi yang dibarengi dengan sistem sosial sehingga adanya keseimbangan dalam
kedinamikaan kehidupan pasar yang mengakibatkan para aktor-aktor pasar saling
berhubungan satu sama lain yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan pasar tersebut.
Dalam kehidupan pasar tadisional sambu malam hari bahwa adanya suatu sistem dalam
suatu proses konseptualisasi dinamika yaitu distributor, pedagang, dan OKP. Pasar ini
menggambarkan adanya proses hubungan yang bersifat sosial dan ekonomi bersifat
ekonomi karena mereka menghubungkan kepentingan bisnis yang didapat dari aktifitas
masing masing dari para aktor-aktor tersebut sedangkan bersifat sosial karena
menghubungkan pelanggan dan klien yang saling ketergantungan satu sama lain.
Perspektif inilah adanya keseimbangan terhadap kedinamikaan pasar tradisional sambu
malam hari bahwa antara hubungan aspek social dan ekonomi menjadi dasar tujuan
dalam mempererat dan mempertahankan hubungan antara actor actor pasar tersebut
Metode penelitian yang digunakan untuk permasalahan ini menggunakan metode
kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang mencoba untuk menggambarkan proses
dinamika pasar tradisional sambu malam hari. Unit analisis penelitian ini adalah
distributor, pedagang, dan OKP. Lokasi penelitian terletak di pasar sambu dan sekitarnya
dan waktu penelitian dilakukan pada malam hari mengingat aktifitas para informan
dilakukan pada malam hari
Dari analisis diperoleh bahwa kehidupan pasar tradisional di pasar sambu malam
hari dilakukan oleh pelaku pasar yaitu distributor, pedagang, dan OKP kegiatan aktifitas
para pelaku pasar tersebut memiliki fungsi yang berbeda tetapi saling berkaitan satu sama
lain ini dikarenakan adanya ketergantungan antar pelaku pasar tersebut. seperti aktifitas
distributor sebagai penyalur barang dan pedagang sebagai penampung barang dari
distributor sedangkan OKP lebih kepada memberi jaminan keamanan terhadap distributor
dan pedagang ditambah lagi adanya proses pembongkaran barang, retribusi kebersihan,
menyediakan tempat dan sebagainya. Hal ini menjadi dasar hubungan mereka sebagai
bentuk proses kedinamikaan diantara mereka dalam melakukan aktifitas-aktifitas
ekonomi dalam bentuk mekanisme sosial.82 HalamanSkripsi Sarjan
Dinamika Sosial Pasar Tradisional Malam Hari (Studi Deskriptif: Pasar Sambu Kelurahan Pusat Pasar Kec Medan Kota Sumatera Utara)
Kehidupan pasar menggambarkan proses-proses sosial dimana hal ini dengan
adanya proses tawar-menawar yang menjadi aktifitas yang paling dominan dalam
kehidupan dinamika pasar tradisional. yang melibatkan aktor-aktor didalamnya.
Hubungan hubungan social dalam kehidupan pasar menciptakan suatu proses sistem
ekonomi yang dibarengi dengan sistem sosial sehingga adanya keseimbangan dalam
kedinamikaan kehidupan pasar yang mengakibatkan para aktor-aktor pasar saling
berhubungan satu sama lain yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan pasar tersebut.
Dalam kehidupan pasar tadisional sambu malam hari bahwa adanya suatu sistem dalam
suatu proses konseptualisasi dinamika yaitu distributor, pedagang, dan OKP. Pasar ini
menggambarkan adanya proses hubungan yang bersifat sosial dan ekonomi bersifat
ekonomi karena mereka menghubungkan kepentingan bisnis yang didapat dari aktifitas
masing masing dari para aktor-aktor tersebut sedangkan bersifat sosial karena
menghubungkan pelanggan dan klien yang saling ketergantungan satu sama lain.
Perspektif inilah adanya keseimbangan terhadap kedinamikaan pasar tradisional sambu
malam hari bahwa antara hubungan aspek social dan ekonomi menjadi dasar tujuan
dalam mempererat dan mempertahankan hubungan antara actor actor pasar tersebut
Metode penelitian yang digunakan untuk permasalahan ini menggunakan metode
kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang mencoba untuk menggambarkan proses
dinamika pasar tradisional sambu malam hari. Unit analisis penelitian ini adalah
distributor, pedagang, dan OKP. Lokasi penelitian terletak di pasar sambu dan sekitarnya
dan waktu penelitian dilakukan pada malam hari mengingat aktifitas para informan
dilakukan pada malam hari
Dari analisis diperoleh bahwa kehidupan pasar tradisional di pasar sambu malam
hari dilakukan oleh pelaku pasar yaitu distributor, pedagang, dan OKP kegiatan aktifitas
para pelaku pasar tersebut memiliki fungsi yang berbeda tetapi saling berkaitan satu sama
lain ini dikarenakan adanya ketergantungan antar pelaku pasar tersebut. seperti aktifitas
distributor sebagai penyalur barang dan pedagang sebagai penampung barang dari
distributor sedangkan OKP lebih kepada memberi jaminan keamanan terhadap distributor
dan pedagang ditambah lagi adanya proses pembongkaran barang, retribusi kebersihan,
menyediakan tempat dan sebagainya. Hal ini menjadi dasar hubungan mereka sebagai
bentuk proses kedinamikaan diantara mereka dalam melakukan aktifitas-aktifitas
ekonomi dalam bentuk mekanisme sosial82 HalamanSkripsi Sarjan
Development of Learning Videos to Improve Students' Ability to Understand Mathematical Concepts on Polynomial Material
Behind the success of successful online teaching and learning, there must be careful preparation in creating or building the system. Some complaints that are around us are that some students have difficulty in online-based mathematics learning. Some of them have difficulty signaling due to cloudy or rainy weather, not having money to buy internet quota, boredom during the teaching, and learning process, and difficulty understanding the material in online learning. Although there are examples that have been explained by the teacher, they still do not understand what their teacher teaches them. The teacher had already made learning materials using instructional video media, but it was still not enough for students to understand the polynomial material taught by the teacher, and according to the teacher the main problem was that the students' ability to memorize formulas was still lacking. The objectives of this research to see validity, effectiveness and practicality of the video development using PowerPoint and Filmora application. This research is development research that applies the Dick & Carey development model. This research focuses on developing learning videos using PowerPoint as a learning media, and Filmora as a learning video editing medium
Analisis Pemahaman Konsep Matematika Siswa Dalam Penerapan Pembelajaran Berbasis Konstruktivisme
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat pemahaman konsep matematika siswa dan mengidentifikasi kesulitan yang mereka hadapi dalam pembelajaran berbasis konstruktivisme. Dilaksanakan di SMP Negeri 1 Sei Kepayang Barat, penelitian ini melibatkan siswa kelas VII yang mempelajari aritmatika sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, dengan instrumen tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 13% siswa memiliki kemampuan sangat tinggi, 34,8% tinggi, 43,5% sedang, 4,3% rendah, dan 4,3% sangat rendah. Kesulitan yang dialami siswa meliputi kesulitan dalam memberikan contoh dari suatu konsep dan menentukan hubungan antar konsep dalam pemecahan masala
Analysis of Metacognition Difficulties and Mathematical Connections of Students using the Jigsaw Type Cooperative Learning Model
Development of Learning Devices Through Problem Based Learning Model to Improve Students Metacognition Skill at SMPN 17 Medan
This study aims to: 1) develop devices learning oriented problem-based learning models that meet the valid, practical, and effective criteria, 2) Improve students' metacognition skill by using development learning-oriented devices of problem-based learning models. This development study uses the Dick and Carey development model which completed in ten stages. The learning devices resulted from this study are: Implementation Learning Plan (RPP), Student Activity Sheet (LAS), Teacher Hand Book (BPG), Student Books (BS), and Metacognition Skill Test (TKM). Subjects in this study were students of class VII-1 and VII-2 in SMPN 17 Medan. The results showed that: 1) the development of learning devices meet the criteria of valid, practical, and effective review from each criteria, 2) There is an increase in student's metacognition skill of using development learning-oriented devices based on problem-based learning model. Keywords: Development, Learning Device, Problem Based Learning Model, Dick and Carey Development Model, Metacognition Skil
Analysis of Metacognition Difficulties and Mathematical Connections of Students Using the Jigsaw Type Cooperative Learning Model
- …
