1,720,983 research outputs found
Analisis Efektivitas Dan Kontribusi Pajak Bumi Dan Bangunan Terhadap Pendapatan Asli Daerah(Pad) Kota Tangerang
Penelitian ini berjudul Analisa Efektifitas dan Kontribusi PBB terhadap Pendapatan ADaerah dan PDRB Kota Tanngerang . Penelitian ini adalah penelitiah deskriptif kuantitatif, dengan masalah penelitian meliputi bagaimana perkembangan PBB, bagaimana kontribusi dan bagaimana pengaruh PBB terhadap PAD dan PDRB kota Tangerang selama kurun waktu pengamatan 2014-2020. Dapa adalah data kuantitatif yang diperoleh dari BPS Kota Tangerang dan Dinas Pendapatan Kota Tangerang. Metode analisisnya adalah analisa frekwensi dan regressi sederhana.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Kota Tangerang terdiri atas 13 Kecamatan,memiliki luas 153,93 km² dengan penduduk sebanyak 2 185 304 jiwa tahun 2018. Perkembangan PBB selama kurun waktu 2014-2020 adalah 24.27 % tahun 2015. -0,88 % tahun 2016, 7,26 % tahun 2017, 2,68 % tahun 2018, 27,69 % tahun 2019,dan 0,47 % tahun 2020. PAD kota Tangerang menunjukkan perkemabngan tahun 2014 sebesar 5,41 % , tahun 2015 sebesar 16,94 %, tahun 2016 sebesar 8,04 %, tahun 2017 sebesar 25,25 %, tahun 2018 sebesar negative 6,4 % , tahun 2019 sebesar 17,78 % ,dan than 2020 sebesar 8,29 %. Perkembangan PDRB kota Tangerang untuk periode 2014 -2020 menunjukkan pertumbuhan positip antara 4,0 -5,88 % untuk tahun 2014-2019, sedang tahun 2020 menunjukkan pertumbuhan yang menurun yaitu sebesar negative 6,92 %.
Kemudian bahwa efektifitas penerimaan pajak di kota Tangerang berada antara 60 %-80 % , hanya pada tahun 2017 PBB kota Tangerang Sangat Efektif. Konrtribusi PBB terhadap PAD kota Tangerang berada paba 0,73 – 5,44 % , dan kontribusi PBB terhadap PDRB kota Tangerang tidak samapi 1 % (di bawah satu persen). Pengaruh PBB terhadap PAD adalah 72,7 % ,dan siginifikan, sedangkan PBB memiliki pengaruh terhadap PDRB sebesar 3,1 % dan tidak signifikan.
Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa penerimaan PBB di kota Tangerang masih kurang efektif,menunjukkan kontribusi dan pengaruh yang cukup besar terhadap PAD , namun berkontribusi rendah dan tidak berpengaruh terhadap PDRB kota Tangerang
Pengaruh Ukuran Perusahaan, Reputasi KAP, AuditFee, dan Komite Audit terhadap Kualitas Audit pada Perusahaan Sektor Keuanganyang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2020
Perusahaan besar khususnya perusahaan go public menginginkan hasil audit yang baik dan berkualitas. Tujuan memperoleh hasil audit yang baik adalah agar pihak berkepentingan dapat meyakini hasil dari laporan keuangan yang dipublikasi perusahaan sebagai acuan pengambilan keputusan yang dapat memberikan keuntungan bagi investor ataupun calon investor dikemudian hari dan sebagai penentuan atau referensi rencana masa depan untuk perusahaan lebih baik diperiode selanjutnya. Maka dari itu, perusahaan pastinya lebih memutuskan untuk memakai jasa kantor akuntan publik (KAP) yang telah reputasi baik di masyarakat, membayar audit fee dan melakukan rapat komite audit yang sesuai dengan ketentuan berlaku agar kualitas audit yang dihasilkan sesuai dengan harapan. Pada risetini menggunakan penelitian kuantitatif beserta objek risetnya yaitu perusahaan sektor keuangan yang terdaftar di BEI periode 2016-2020 dengan data sekunder yaitu laporan keuangan yang dipublikasi, dan jumlah sampel sebanyak 135 data, memakai metode purposive sampling. Kajian data pada riset ini dengan program SPSS versi 24 dan teknik analisis linear berganda. Hasil dari riset ini adalah ukuran perusahaan, dan audit feesecara parsial tidak memberikan pengaruh secara signifikan terhadap kualitas audit, reputasi KAP dan komite audit secara parsial memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit, dan secara simultan ukuran perusahaan, reputasi KAP, auditfee, dan komite audit memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit
Pengaruh Persepsi, Minat, dan Pengetahuan tentang Pajak Terhadap Pilihan Berkarir di Bidang Perpajakan (Studi Empiris Mahasiswa Akuntansi di Universitas Utpadaka Swastika)
Persepsi mahasiswa terhadap berkarir di bidang perpajakan tergantung dari beberapa faktor seperti minat, bakat, pengalaman, dan lain-lain. Ada banyak mahasiswa yang tertarik di bidang perpajakan karena melihat peluang karir, dan ada juga mahasiswa yang tidak tertarik di bidang perpajakan karena mempunyai persepsi yang kurang baik. Minat mahasiswa beragam juga. Ada yang tertarik, dan adapun yang tidak tertarik. Hal ini juga dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pengetahuan mahasiswa tentang pajak mungkin masih kurang cukup. Bisa jadi dikarenakannya kurang memahami dasar perpajakan, peraturan perundang-undangan terkait pajak, dan lain-lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh persepsi, minat, dan pengetahuan tentang pajak terhadap pilihan berkarir di bidang perpajakan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif dengan metode pengambilan sampel sensus sampling. Ditemukan bahwa variabel persepsi memiliki tingkat signifikansi 0,016<0,05, variabel minat memiliki tingkat signifikansi 0,015<0,05, dan variabel pengetahuan tentang pajak memiliki tingkat signifikansi 0,018<0,05. Dapat disimpulkan bahwa variabel persepsi, minat, dan pengetahuan tentang pajak berpengaruh terhadap pilihan berkarir di bidang perpajakan. sedangkan secara uji simultan menyatakan bahwa ketiga variabel independen tersebut berpengaruh secara simultan terhadap pilihan berkarir di bidang perpajakan di Universitas Utpadaka Swastika.av
Kajian Teoritis Transformasi Metrik Schwarzschild dalam Sistem Dua Koordinat
Teoritical studies have been made regarding the transformation of the Schwarzschild metric in two coordinates, the Schwarzschild metric transformation study in two coordinates: coordinates Cartesian and accelerated time-space uniform in no time flat spaces as well as local effects of a gravitational field in curved space. Gravitational field in curved space is chosen the Schwarzschild field is usually expressed in spatial space balls. Through these transformations, their metrics contain two people: (1) the rates associated with elements within the framework of the accelerated line uniform, and (2) the tribe associated with the curvature and geodesic deviation with regard to the effect of the curvature of space time. So that the results obtained from the existence of similarities between inertial mass and gravitational mass are relation with the theory of general relativity can explain local effect in the gravitational field .Telah dilakukan kajian teoritis mengenai transformasi metrik Schwarzschild dalam sistem dua koordinat, pengkajian transformasi metrik Schwarzschild dalam sistem dua koordinat ini, yaitu koordinat kartesian dan ruang- waktu dipercepat seragam dalam ruang waktu datar serta efek lokal suatu medan gravitasi pada ruang lengkung. Medan gravitasi pada ruang lengkung ini dipilih medan Schwarzschild yang biasanya dinyatakan dalam ruang spatial bola. Melalui transformasi tersebut, metriknya mengandung dua suku : (1) suku yang berhubungan dengan elemen garis dalam kerangka dipercepat seragam, dan (2) suku yang berhubungan dengan kelengkungan serta berkaitan dengan penyimpangan geodesik yang merupakan efek dari kelengkungan ruang waktu. Sehingga dari hasil yang diperoleh memperlihatkan adanya kesamaan antara massa gravitasi dan massa inersial yang kaitannya dengan Teori Relativitas Umum dapat menjelaskan efek lokal dalam suatu medan gravitasi.68 HalamanSkripsi Sarjan
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penerimaan Pajak Daerah Kota Tangerang
Penelitian ini berjudul Analisa Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Penerimaan Pajak Daerah Kota Tangerang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan pendapatan pajak daerah di kota Tangerang. Pajak daerah cukup beragam diantaranya Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Hiburan, Pajak Reklame, Pajak Penerangan Jalan, Pajak Parkir, Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan, dan lainnya sesuai dengan Nomor 28 Tahun 2009 mendefinisikan pajak daerah. Hasil penelitian ini menunjukkan adalah faktor-faktor yang mempengaruhi meliputi jumlah penduduk, pendapatan per-kapita, inflasi, pertumbuhan kredit,dan pertumbuhan ekonomi. Metode penelitian adalah metode deskriptif dengan menggunakan data statistik BPS Kota Tangerang, dengan analisa deskriptif dan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimana pertumbuhan penduduk memiliki koefisien negatif, yaitu negatif 0,393 yang artinya pertumbuhan penduduk berdampak nagatif terhadap penerimaan pajak daerah, namun tidak signifikan. Faktor pendapatan per kapita juga menunjukkan koefisien negatif terhadap peneriamaan pajak di kota Tangerang yaitu negatif 0.068, dengan tingkat signifikansi 0,831, artinya bahwa pendapatan perkapita penduduk kota Tangerang berpengaruh negatif terhadap penerimaan pajak daerah kota Tangerang. Sedangkan faktor inflasi juga menunjukkan koefien negatif 3.215, dengan tingkat signifikansi 0,00, artinya inflasi berpengaruh signifikan untuk menunrunkan penerimaan pajak daerah. Kesimpulan bahwa faktor-faktor yang dianggap signifikan terhadap penerimaan pajak daerah di kota Tangerang adalah tingkat inflasi, sedangkan faktor lainnya berpengaruh tetapi tidak signifikan. Saran dalam penelitian ini adalah agar pemerintah daerah dapat membuat kebijakan akan tingkat inflasi lebih rendah, dan meningkatkan kualitas penduduk, memperluas usaha dan kesempatan kerja bagi warga kota Tangerang sehingga kegiatan-kegiatan masyarakat kota Tangerang semakin tinggi, dan memberikan pengaruh yang positif terhadap penerimaan pajak daerah di kota Tangerang.Penelitian ini berjudul Analisa Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Penerimaan Pajak Daerah Kota Tangerang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan pendapatan pajak daerah di kota Tangerang.Sebagai sebuah daerah tingkat dua yang memiliki hak otonomi daerah, memiliki sumber-sumber pendapatan yang dapat digunakan pemerintah daerah untuk pembangunan daerah kota Tangerang, salah satunya pendapatan daerah dimaksudkan adalah pajak daerah. Pajak daerah cukup beragam diantaranya Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Hiburan, Pajak Reklame, Pajak Penerangan Jalan, Pajak Parkir, Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan, dan lainnya sesuai dengan Nomor 28 Tahun 2009 mendefinisikan pajak daerah.Terdapat berbagai faktor yang dapat mempngeruhi penerimaan pajak tersebut dan setiap daerah di Indonesia dapat berbeda-beda anatar satu daerah dengan daerah lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan adalah faktor-faktor yang mempengaruhi meliputi jumlah penduduk, pendapatan per-kapita, inflasi, pertumbuhan kredit,dan pertumbuhan ekonomi. Metode penelitian adalah metode deskriptif dengan menggunakan data statistik BPS Kota Tangerang, dengan analisa deskriptif dan regresi berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimana pertumbuhan penduduk memiliki koefisien negatif, yaitu negatif 0,393 yang artinya pertumbuhan penduduk berdampak nagatif terhadap penerimaan pajak daerah, namun tidak signifikan. Faktor pendapatan per kapita juga menunjukkan koefisien negatif terhadap peneriamaan pajak di kota Tangerang yaitu negatif 0.068, dengan tingkat signifikansi 0,831, artinya bahwa pendapatan perkapita penduduk kota Tangerang berpengaruh negatif terhadap penerimaan pajak daerah kota Tangerang. Sedangkan faktor inflasi juga menunjukkan koefien negatif 3.215, dengan tingkat signifikansi 0,00, artinya inflasi berpengaruh signifikan untuk menunrunkan penerimaan pajak daerah. Kemudian faktor penyaluran kredit menunjukkan korelasi positif 0.928 dengan tingkat signifikansi 0,053, artinya penyaluran kredit kepada masyarakat memberikan dampak terhadap penurunan penerimaan pajak daerah , namun tidak signifikan. Selanjutnya faktor pertumbuhan ekonomi menunjukkan nilai t hitung sebesar 0,744 dengan tingkat signifikansi 0,343,yang menggambarkan bahwa pertumbuhan ekonomi memberikan pengaruh terhadap peningkatan penerimaan pajak daerah, tetapi tidak signifikan.
Kesimpulan bahwa faktor-faktor yang dianggap signifikan terhadap penerimaan pajak daerah di kota Tangerang adalah tingkat inflasi, sedangkan faktor lainnya berpengaruh tetapi tidak signifikan. Saran dalam penelitian ini adalah agar pemerintah daerah dapat membuat kebijakan akan tingkat inflasi lebih rendah, dan meningkatkan kualitas penduduk, memperluas usaha dan kesempatan kerja bagi warga kota Tangerang sehingga kegiatan-kegiatan masyarakat kota Tangerang semakin tinggi, dan memberikan pengaruh yang positif terhadap penerimaan pajak daerah di kota Tangerang
Pengaruh Return On Equity (Roe) Dan Economic Value Added (Eva) Terhadap Return Saham (Studi Empiris Pada Perusahaan Asuransi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010-2014)
Penelitian ini menguji mengenai Pengaruh Return On Equity (ROE) dan Economic Value Added (EVA) Terhadap Return Saham (Studi Empiris Pada Perusahaan Asuransi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010-2014). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh atas pembahasan mengenai Pengaruh Return On Equity (ROE) dan Economic Value Added (EVA) Terhadap Return Saham (Studi Empiris Pada Perusahaan Asuransi Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010-2014).
Data penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu berupa laporan keuangan perusahaan asuransi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2010-2014. Analisis yang digunakan menggunakan Metode Linear Regresi Berganda.
Hasil penelitian menunjukan bahwa uji F Statistik bahwa Return On Equity (ROE) dan Economic Value Added (EVA) tidak berpengaruh terhadap return saham dengan tingkat signifikansi 0,383 > 0.05. Uji parsial statistik menunjukan bahwa variabel Return On Equity (ROE) dan Economic Value Added (EVA) tidak berpengaruh terhadap return saha
Pengaruh Komite Audit, Profitabilitas dan Leverage Terhadap Manajemen Laba (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur Sektor Barang Konsumsi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2020)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komite audit profitabilitas dan leverage terhadap manajemen laba yang diukur dengan discretionary accruals. Dalam agency theory, masalah keagenan muncul karena adanya perilaku oportunistik dari agent, yaitu perilaku manajemen untuk memaksimumkan kesejahteraannya sendiri yang berlawanan dengan kepentingan principal. Manajer memiliki dorongan untuk memilih dan menerapkan metode akuntansi yang dapat memperlihatkan kinerjanya yang baik untuk mendapatkan bonus dari principal, pilihan metode secara sengaja dipilih oleh manajemen dikenal dengan istilah manajemen laba.
Jenis penelitian ini adalah studi empiris. Penelitian dilakukan pada 15 perusahaan manufaktur sektor barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016-2020. Data mengenai discretionary accruals untuk mengukur manajemen laba, komite audit independen untuk mengukur komite audit, ROA (return on asset) untuk mengukur profitabilitas, debt ratio untuk mengukur leverage dan di uji dengan menggunakan uji regresi linear berganda.
Hasil penelitian menunjukan bahwa komite audit memiliki nilai sig sebesar 0,000 yang berarti bahwa komite audit berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba, pada hasil Profitabilitas menunjukan nilai sig sebesar 0,120 yang berarti bahwa profitabilitas tidak berpengaruh secara signifikan terhadap manajemen laba dan pada hasil leverage menunjukan hasil 0,223 yang berarti bahwa leverage tidak berpengaruh secara signifikan terhadap manajemen laba. Dihasil uji anova menunjukan nilaisig sebesar 0,000 yang berarti komite audit, Profitabilitas dan leverage secara bersama-sama berpengaruh terhadap manajemen laba
Pengaruh Leverage, Dewan Komisaris Independen, Ukuran Perusahaan dan Profitabilitas terhadap Tax Avoidance (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Consumer Goods yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2019-2021)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Leverage, Dewan Komisaris Independen, Ukuran Perusahaan dan Profitabilitas terhadap Tax Avoidance. Variabel independen yang digunakan adalah Leverage yang diproksikan dengan Debt to Equity Ratio (DER), Dewan Komisaris Independen yang diproksikan dengan DKI, Ukuran Perusahaan yang diproksikan dengan SIZE, dan Profitabilitas yang diproksikan dengan Return On Asset (ROA). Variabel dependen yang digunakan adalah Tax avoidance yang diproksikan dengan effective tax rate (ETR).
Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah dengan teknik purposive sampling method dan diperoleh sampel sebanyak 66 data. Data yang dipakai merupakan data sekunder, yaitu laporan keuangan perusahaan manufaktur sector industri Consumer Goods yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2019-2021. Guna membuktikan hipotesis dilakukan pengujian regresi berganda.
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa Leverage berpengaruh terhadap Tax Avoidance, Dewan Komisaris Independen tidak memiliki pengaruh terhadap Tax Avoidance, Ukuran Perusahaan tidak memiliki pengaruh terhadap Tax Avoidance, Profitabilitas berpengaruh terhadap Tax Avoidance, dan Leverage, Dewan Komisaris Independen, Ukuran Perusahaan dan Profitabilitas secara simultan berpengaruh terhadap Tax Avoidance.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Leverage, Dewan Komisaris Independen, Ukuran Perusahaan dan Profitabilitas terhadap Tax Avoidance. Variabel independen yang digunakan adalah Leverage yang diproksikan dengan Debt to Equity Ratio (DER), Dewan Komisaris Independen yang diproksikan dengan DKI, Ukuran Perusahaan yang diproksikan dengan SIZE, dan Profitabilitas yang diproksikan dengan Return On Asset (ROA). Variabel dependen yang digunakan adalah Tax avoidance yang diproksikan dengan effective tax rate (ETR).
Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah dengan teknik purposive sampling method dan diperoleh sampel sebanyak 66 data. Data yang dipakai merupakan data sekunder, yaitu laporan keuangan perusahaan manufaktur sector industri Consumer Goods yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2019-2021. Guna membuktikan hipotesis dilakukan pengujian regresi berganda.
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa Leverage berpengaruh terhadap Tax Avoidance, Dewan Komisaris Independen tidak memiliki pengaruh terhadap Tax Avoidance, Ukuran Perusahaan tidak memiliki pengaruh terhadap Tax Avoidance, Profitabilitas berpengaruh terhadap Tax Avoidance, dan Leverage, Dewan Komisaris Independen, Ukuran Perusahaan dan Profitabilitas secara simultan berpengaruh terhadap Tax Avoidanc
Analisa Keberadaan Koperasi Di Kabupaten Tangerang
Penelitian ini berjudul Analisa keberadaan koperasi di Kabupaten Tangerang yang bertujuan untuk mencari gambaran bagaimana keberadaan koperasi di kabupaten Tangerang saat ini dan masa dating. Penelitian ini penelitian deskriptif denga objek penelitian adalah koperasi yang ada di kabupaten Tangerang dengan data sekunder yaitu data yang diperoleh dari Kantor Dinas Koperasi kabupaten Tangerang dan Data BPS Tangerang dalam Angka untuk periode 2012 hingga tahun 2017.Analisis dilakukan dengan analisis comparative deskriptif antar period.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan sector pertanian telah bergeser ke sektor industry jasa, perdagangan dan manufacturing. Penggunaan lahan di Kabupaten Tangerang berubah menjadi tempat berdirinya perusahaan-perusahaan (banguan pabrik dan kantor) dan untuk pemukiman atau perumahan-perumahan.pada sisi yang lain pertumbuhan koperasi secara kuantitas menunjukkan kondisi yang positip pada awalnya namun kemudian berubah menjadi pertumbuhan negative (koperasi-koperasi yang ada sebelumnya banyak yang tidak aktif). Koperasi yang aktif hanya beroperasi sekitar kebutuhan anggota itu sendiri tanpa ada pengembangan usaha bentuk lain untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Koperasi di Kabupaten Tangerang di kelompokkan dalam beberapa kategori diantaranya Koperasi di sector pertanian,koperasi di sector perikanan,koperasi di sector peternakan,koperasi di sector perdagangan dan koperasi di sector jasa. Secara umum koperasi menunjukkan perkembangan yang semakin menurun hanya ada beberapa koperasi yang berkembang positip seperti koperasi Jasa dalam bidang Jasa Kredit (Koperasi Kredit).
Simpulan adalah bahwa koperasi di kabupaten Tangerang masih berada pada posisi yang jauh dari harapan dalam mengemban tugas sesuai dengan pasal 33 UUD45 dan atau Undang-undang Koperasi yaitu sebagai soko guru ekonomi. Bahkan, dengan era globalisasi sekarang ini koperasi cenderung tidak dapat bergerak secara mandiri, kecuali di bantu melalui kebijakan pemerintah. Saran adalah agar pemerintah melakukan terobosan baru untuk mempertahankan koperasi di Tangerang di masa –masa mendatan
The Effect Of Company Size, Liquidity, And Profitability On Company Value (Empirical Studies On Food And Beverage Subsector Companies Listed On The Indonesia Stock Exchange In 2016-2020)
This study aims to obtain empirical evidence regarding the effect of company size, liquidity, and profitability on company value. The population in this study is the financial statements of food and beverage subsector companies listed on the IDX 2016-2019.The samples were determined using purposive sampling with a total sample size of 10 companies during a period of 5 years of observation so that the total sample was 50. The research data were analyzed using multiple linear regression analysis method to determine the research method with SPSS application version 25.The result of this study indicate that the company size variable has a negative and insignificant effect on company value, liquidity has a positive and significant effect on company value, profitability has a positive and significant effect on company value on food and beverage subsector companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2016-2020.The results show that company size, liquidity, and profitability have an effect on company value
- …
