1,720,959 research outputs found
PENGARUH TIANG BRACING PADA STRUKTUR RUMAH TRADISIONAL NIAS SELATAN
Rumah tradisi yang ada di Indonesia dibangun dengan cara adat dan selalu beradaptasi dengan kondisi alam serta lingkungannya. Kondisi geografis yang berbeda menghasilkan rumah yang terbangun akan memiliki struktur konstruksi yang berbeda. Demikian halnya dengan rumah tradisional Nias Selatan, secara geografis Pulau Nias berada dekat dengan patahan gempa indo-australia dan eurasia. Terbukti dengan banyaknya tiang bracing pada rumah tradisional Nias Selatan, adalah hasil karya dari pengalaman masyarakatnya dalam menghadapi bencana gempa.Tujuan penelitian untuk melakukan pengkajian struktur bawah rumah tradisional Nias Selatan, dengan mengidentifikasi pengaruh tiang bracing melalui pengukuran geometrik rumah dan analisa struktur dengan metode numerik menggunakan perangkat lunak, sehingga diperoleh gambaran strukturbangunannya.Hasilnya adalah analisa struktur dengan dan tanpa bracing menggunakan metode numerik struktur rumah tradisional Nias Selatanyang dapat menjadi acuan atau sumber data pada penelitian selanjutnya, khususnya perilaku sistem struktur bangunan tradisional dalam stabilitasnya terhadap beban gempa
ANALISIS PENGUKURAN BATIMETRI DAN PASANG SURUT UNTUK MENENTUKAN KEDALAMAN SUNGAI BATANG HARI PROVINSI JAMBI
Sungai batanghari merupakan salah satu sungai terpanjang di Pulau Sumatera yang terletak pada Provinsi Jambi dan Sumatera Barat. Perkembangan kemudian lintas perdagangan dan bertambahnya arus transportasi maka dilakukan usaha pengembangan fasilitas- fasilitas khususnya yang berkaitan dengan pembangunan Breasting Dolphin serta Mooring Dolphin yang direncanakan di lokasi Batimetri ini. dalam hal ini dilakukan analisis pengukuran batimetri dan pengamatan pasang surut di Sungai batanghari buat menentukan kedalaman secara terencana. Data pasang surut selama lima piantan dianalisis dengan metode admiralty dan pengukuran kedalaman sungai yg ditentukan sinkron draft (sarat kapal) kapal maksimum yang direncanakan. ke 2 data tadi akan dikombinasikan terhadap ruang kebebasan bruto sebesar 7% asal draft maksimum. dengan memperhitungkan gerak kapal sebab dampak alam mirip gelombang, angin, dan pasang surut; kedalaman sungai batanghari ialah 1,1 kali draft kapal pada muatan penuh pada bawah elevasi muka air rencana. Dasar sungai batanghari, homogen-homogen bermorfologi flat to almost flat (homogen/ hampir rata) dengan nilai kelerengan berkisar 1,278-1,547 % serta memiliki kedalaman 2,980-20,06 m. Sedangkan tipe pasang surut sungai batanghari artinya pasang surut harian tunggal (diurnal tide); menggunakan nilai datum yang didapat menjadi berikut: MSL 2,19 m, LLWL -0,22 m, HHWL 9,06 m, dan Z0 5.43 m dengan nilai FORMZAHL 1,55 M. Dimana jenis kapal sudah ditentukan dari pihak PT. MITRA ANUGERAH PELABUHAN yang diizinkan bersandar didolphin yang sudah direncanakan perusahaan tadi. kemudian sesuai data batimetri yang sudah dikoreksi pasang surut data kedalaman sungai batanghari yang berada pada bawah 3 m; wajib dilakukan pengerukan
ANALISIS PERBANDINGAN STRUKTUR KOLOM BULAT DAN KOLOM PERSEGI TERHADAP KEKUATAN DAN BIAYA
Kolom merupakan elemen vertikal suatu struktur yang berfungsi menahan beban aksial dan momen sebagai akibat dari beban gravitasi dan beban lateral yang bekerja pada struktur. Oleh karena itu, kolom memegang peranan penting pada keutuhan struktur, apabila kolom mengalami kegagalan akan berakibat pada keruntuhan struktur bangunan atas gedung. Perbedaan yang ada pada kolompersegi dan kolom bulat sangat mendasar. Jika ditinjau dari tulangan dan sengkang, kolom bulat berpenampang spiral memilik jarak sengkang yang berdekatan dibandingkan dengan kolom persegi yang mempunyai bentuksengkang tunggal dan jarak antara yang relatif besar. Sehingga akan berpengaruh pada hasil perbandingan keduanya nanti. Kolom persegi dan kolom bulat masing - masing menghasilkan kapasitas penampang, gaya - gaya dalam seperti gaya aksial; gaya geser; gaya momen. yang berbeda. Hasil yang diperoleh dari perencanaan struktur gedung dengan programbantu SAP 2000 pada kolom persegi dan kolom bulat, ditinjau dari kapasitas penampang dengan luas dan mutu beton yang sama kolom persegi menghasilkan Pn (Aksial nominal) = 127,769 kN , Mn (Momen nominal) = 16.553,94 KNm, dan Vn (Geser nominal) = 8,073 KN sedangkan kolom bulat menghasilkan Pn (Aksial nominal) = 128,126 KN, Mn (Momen nominal) = 16.438,60 KNm dan Vn (Geser nominal) = 8,027 KN. Sehingga Kolom bulat memiliki kapasitas penampang yang lebih besar daripada kolom persegi. Ditinjau dari rasio perbandingan terhadap gaya – gaya dalam struktur, kolom persegi dengan kolombulat memiliki rasio perbandingan gaya aksial = 0,28 %, rasio perbandingan gaya geser = 0,569% dan rasio perbandingan gaya momen = 0,576 %
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
ANALISIS KETEBALAN OVERLAY TERHADAP KERUSAKAN JALAN PADA JALAN KISARAN - DESA RAWANG PANCA ARGA KABUPATEN ASAHAN
Jalan merupakan hal penting dalam pendistribusian barang dalam sektor industri. Jalan yang baik mampu mempercepat proses distribusi dari daerah satu kedaerah yang lain. Kisaran merupakan kota berkembang dalam Provinsi Sumatera Utara. Dengan pertumbuhan roda perekonomian dikota dan kabupaten Asahan mengakibatkan bertambahnya kepadatan lalu lintas. Kepadatan lalu lintas dan muatan kendaraan yang melebihi batas mengakibatkan jalan tersebut kini dalam kondisi rusak. Perlu adanya metode perbaikan yang baik agar sistem transfortasi menjadi baik, prasarananya menjadi lebih aman,nyaman, dan efisien salah satu pedomannya adalah dengan cara overlay. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tebal lapis tambah metode overlay dan menentukan metode yang paling efisien untuk ruas jalan Kisaran - Rawang Panca Arga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode SNI 1732-1989 – F. Perencanaan tebal lapis tambah menggunakan SNI 1732-1989 – F, hakikatnya sama dengan perencanaan tebal labis tambah jalan baru yang telah di uraikan metode SNI 1732-1989 – F. Tebal lapis tambah diperoleh berdasarkan kinerja sisa dari lapis perkerasan jalan lama yang diperoleh sebagai hasil pemeriksaan visual. Dalam penelitian ini untuk mendapatkan kinerja sisa dari jalan tersebut maka kami lakukan suvey ke lokasi dan didapatkan nilai kerusakan lapisan permukaan sebesar 38 % dan lapis pondasi 32% lapis pondasi bawah 90 %. Dari nilai yang sudah diproleh maka overlay ( lapis tambah ) didesain setebal 5 cm menggunakan bahan MS 744 (asbuton
PENGARUH PENAMBAHAN GETAH KARET (LATEKS) PADA KEKUATAN IKAT CAMPURAN ASPAL WEARING COURSE (AC-WC) DENGAN PENGUJIAN MARSHALL TEST (STUDI PENELITIAN)
Cara..untuk...meningkatkan .kualita campuran perkerasan .jalan .adalah .dengan .menggunakan aspal modifikasi .polimer. Karet .alam .merupakan..polimer..jenis elastomer dengan harga yang relatif murah. Sebagai produsen karet alam, Indonesia perlu mencari alternatif pemanfaatan karet alam tersebut, termasuk memanfaatkannya sebagai bahan modifikasi aspal. Penelitian ini dilakukan..dengan membuat 3 jenis..aspal yang dimodifikasi Lateks Alam, yang masing- masing dengan variasi lateks sebesar 1 %, 2 %, dan 3 %..dengan..kadar aspal optimum (KAO), Dari hasil pengujian karakteristik sifat marshall pada campuran..jenis Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) yang menggunakan getah karet sebagai tambahan campuran dengan persen variasi 5% didapat nilai Stability..2108,82 kg, Bulk Density 1,83 gr/3, Flow 3mm Void Filled 97,63%, Marshal Quotient 641,82mm, ..variasi 5,5% didapat..nilai Stability..1286,91 kg, Bulk Density 1,78gr/3, Flow 3mm, ..Void Filled 97,42%, Marshal Quotient 341,26mm, dan variasi 6% didapat nilai..Stability 1199,82 kg..Bulk..Density..1,8gr/0,03, Flow..3mm, Void Filled 97,45%, Marshal Quotient 397,79mm. Sedangkan untuk campuran normal didapat nilai Stability 877 kg, Bulk..Density 2,286gr/cc, Flow 3,544mm, Voids Filled 76, 301%
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
