1,721,008 research outputs found

    EVALUASI KERUSAKAN BANGUNAN AKIBAT GEMPA DI INDONESIA

    Full text link
    Earthquake Resistant Building is the main requirement for Indonesian people because Indonesia is earthquake risk prone. Surveying showed that every earthquake in Indonesia caused many material losses and fatalities. Therefore the concept of earthquake resistant building is the main requirement for community and building construction practices. There are four components that affect the performance of earthquake resistant buildings: Strength, Stiffness, Ductility and Configuration of building structures. These need to be socialized to be understood correctly so that people understand the concept of earthquake resistant buildings. Based on the observations in various regions and compared to earthquake resistant building standards and concepts, it can be shown that the failure of building structures occurs due to the poor connection details of the structural elements and structural rigidity configuration of  structure elements are not in a single entity,sturdy and compact. This paper discibes some of the basics theory of earthquake resistant and standards of SNI 03-1726-2012 and it compared to the pattern of damage of the structural elements due to earthquake. Comparison of that theory to the survey results show that the damage is due to the implementation in the field is not the same as result of the concept of theory and standards of earthquake resistant buildings regulations SNI 03-1726-2012. For this reason, it is recommended to conduct a socialization program and training in the construction of earthquake-resistant buildings to the community and to building practitioners, especially the builders and foremen Hopely that the implementation of the program can reduce the risk of material and life loss due to the earthquake in Indonesia

    EVALUASI KERUSAKAN BANGUNAN AKIBAT GEMPA DI INDONESIA

    Full text link
    Bangunan Tahan Gempa adalah kebutuhan mutlak bagi masyarakat Indonesia karena termasuk rawan resiko Gempa. Pengalaman kajain survey kerusakan bangunan akibat gempa menunjukkan bahwa setiap kejadin gempa di Indonesia banyak menelan kerugian material dan korban jiwa. Karena itu perlu pemahaman tentang konsep bangunan tahan Gempa pada masyarakat dan prkatisi konstruksi bangunan. Secara umum ada empat komponen yang mempengaruhi kinerja bangunan tahan Gempa: Kekuatan, Kekakuan, Daktilitas dan Konfigurasi struktur bangunan. Ke empat komponen ini perlu disosialisasikan untuk dipahami secara benar sehingga masyarakat mengerti tentang konsep bangunan tahan Gempa. Berdasarkan pengamatan kerusakan bangunan akibat gempa di berbagai daerah dan dibandingkan dengan standard dan konsep bangunan tahan Gempa maka dapat ditunjukkan bahwa kegagalan struktur bangunan terjadi karena detail sambungan elemen struktur tidak baik dan konfigurasi kekakuan struktur tidak merata yang mengakibatkan elemen elemen struktur bangunan tidak menjadi satu kesatuan yang kokoh dan kompak. Pada tulisan ini akan diuraikan dasar-dasar bangunan tahan gempa sesuai dengan konsep teori dan standard SNI 03-1726-2012 dan di bandingkan dengan pola kerusakan yang terjadi pada elemen struktur bangunan akibat gempa. Perbandingan teori dengan kerusakan bangunan hasil survey menunjukkan bahwa pada umumnya kerusakanan yang terjadi adalah karena pelaksananaan bangunan dilapangan tidak sesuai dengan konsep teori dan standard bangunan tahan gempa yang sudah dimuat pada peraturan bangunan tahan Gempa SNI 03-1726-2012. Untuk itu disarankan perlu dilakukan program sosilisasi dan pelatihan pembuatan bangunan tahan gempa kepada masyarakat dan kepada para praktisi bangunan khususnya para tukang dan mandor. Diaharapkan pelaksanaan program tersebut dapat mengurangi resiko kerugian materi dan korban jiwa akibat Gempa di Indonesia. Kata kunci: Tahan gempa; Kekuatan; Kekakuan; Daktilitas; Konfigurasi struktur bangunan

    The influence of transformational leadership, digital technology and work culture diversity on the effectiveness of the construction implementation team

    Full text link
    The construction project implementation team generally consists of clients, project managers, financiers, legal consultants, design leaders (architects or structural engineers), other specialized consultants, main contractors, subcontractors, cost consultants and suppliers, who must work together effectively to realize project goals. Leadership, the use of digital technology and cultural diversity characterize the effectiveness of the project implementation team. This study aims to determine the positive effects of transformational leadership, digital technology (digitization), and cultural diversity on the effectiveness of the project implementation team. This research is a survey research, involving 200 company respondents, members of the construction industry professional association in Jakarta. Multiple regression is used to analyse data. The results showed that transformational leadership, digital technology (digitization) and cultural diversity had a significant positive effect on the effectiveness of the project implementation team

    Buku Materi Pembelajaran Statika dan Mekanika Struktur 1

    Full text link
    Buku Materi Pembelajaran (BMP) ini merupakan buku pembelajaran bagi para mahasiswa semester dua (II) Program Studi Teknik Sipil, Universitas Kristen Indonesia. Nama buku materi pembelajaran ini adalah Statika dan Mekanika Struktur 1, yaitu modul mata kuliah yang membahas Pengantar Stattika, Macam Gaya dan beban pada berbagai jenis perletakan sederhana, Perletakan 3 sendi, Portal biasa, Garis pengaruh, portal 3 sendi, Pelengkung 3 sendi dan Rangka batang. Pelajaran dalam BMP ini menekankan pemahaman mengenai pengertian Statika dan mekanika struktur pada perletakan sederhana dan perletkan yang lebih kompleks. Buku modul ini disusun dalam duabelas modul yang secara keseluruhan memiliki bobot 4 sks di mana masing-masing modul akan memperlihatkan pokok-pokok penting yang harus dipahami mahasiswa dalam pembelajaran Statika dan Mekanika struktur1
    corecore