1,721,011 research outputs found
Hubungan Pengetahuan Perawat dengan Pelaksanaan Identifikasi Pasien di Ruang Rawat Inap RSUD Dr. R.M. Djoelham Binjai
Penelitian ini mengungkapkan bahwa pengetahuan perawat dalam melakukan pelaksanaan identifikasi pasien serta kinerja pelaksanaan yang optimal merupakan domain yang penting agar terciptanya asuhan keperawatan yang efektif, karena semakin tinggi pengetahuan perawat maka akan semakin tinggi pula pelaksanaan identifikasi pasien yang akan dilakukan. Banyaknya kasus mengenai kesalahan dalam identifikasi pasien akibat kurangnya pengetahuan perawat serta minimnya kemampuan perawat dalam melakukan tindakan identifikasi pasien menunjukkan perlunya menambah wawasan serta ketepatan dalam melakukan identifikasi pasien. Adapun tujuan dari penelitian ini yaituuntuk mengetahui bagaimana hubungan pengetahuan perawat dengan pelaksanaan identifikasi pasien di ruang rawat inap RSUD Dr.R.M Djoelham Binjai. Metode kuantitatif yang menghasilkan data deskriptif dengan menggunakan lembar kuesioner dan lembar observasi sehingga dapat mengukur bagaimana pengetahuan perawat dan pelaksanaan identifikasi pasien di ruang rawat inap. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan proporsional random sampling dengan jumlah sampel 60 responden perawat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan perawat tentang pelaksanaan identifikasi memiliki kategori baik dan pelaksanaan identifikasi pasien sebagian besar dilakukan secara optimal. Analisis bivariat dengan menggunakan perhitungan korelasi Spearman’s rho diperoleh nilai r = 0,531 dan nilai p = 0,000. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan perawat dengan pelaksanaan identifikasi pasien di ruang rawat inap RSUD Dr. R.M. Djoelham Binjai.105 HalamanSkripsi Sarjan
Pengembangan Protokol Penilaian Kinerja Perawat Berbasis Caring di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan
Protokol penilaian kinerja perawat berbasis caring merupakan sebuah panduan penilaian kinerja perawat pelaksana yang dikembangkan untuk mengukur kinerja perawat sehari-hari berdasarkan perilaku caring perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan protokol penilaian kinerja perawat berbasis caring di Rumah Sakit Santa Elizabeth Medan.
Jenis penelitian yang digunakan adalah Action Research, penelitian dilakukan dalam 1 (satu) siklus dari bulan Juli 2017 sampai Februari 2018. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Jumlah partisipan dalam penelitian ini sebanyak 18 orang, yang terdiri dari 8 orang perawat manajerial dan 10 orang perawat pelaksana. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah panduan focus group discussion dan kuesioner. Data dianalisis secara kualitatif menggunakan content analysis dan secara kuantitatif menggunakan uji stastistik deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan ada 6 tema yang muncul, yaitu: i) Pelaksanaan penilaian kinerja yang sudah berjalan, ii) Indikator kinerja perawat yang harus dinilai, iii) Hambatan dalam pelaksanaan penilaian kinerja, iv) Faktor pendukung dalam pelaksanaan penilaian kinerja, v) Pemahaman manajerial tentang penilaian kinerja berbasis caring dan vi) Harapan terkait pelaksanaan penilaian kinerja. Pengetahuan perawat manajerial tentang protokol penilaian kinerja perawat berbasis caring sebelum perumusan protokol memiliki pengetahuan baik sebanyak 62,5%, sedangkan pengetahuan manajerial setelah perumusan protokol memiliki pengetahuan baik meningkat menjadi 87,5%.
Penelitian ini menghasilkan suatu protokol penilaian kinerja perawat berbasis caring, yang perlu diterapkan oleh manajerial rumah sakit. Protokol ini direkomendasikan kepada pihak manajerial keperawatan dalam mengukur kinerja perawat secara spesifik, sehingga dapat mengurangi komplain dari pasien terhadap pelayanan rumah sakit dan diharapkan meningkatkan mutu asuhan keperawatan.Tesis Magiste
Pengembangan Model Penugasan Primary Nursing di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara
Primary nursing adalah bentuk model penugasan keperawatan yang bertujuan untuk meningkatkan tanggungjawab dan kemandirian perawat secara profesional. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan model penugasan primary nursing di ruang rawat inap rumah sakit Universitas Sumatera Utara dengan output penelitian yaitu blueprint model penugasan primary nursing ruang rawat inap rumah sakit Universitas Sumatera Utara. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain action research dengan tahapan reconnaissance, planning, acting, observing dan reflecting. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner untuk mengukur pengetahuan perawat tentang model penugasan primary nursing dan Focus Group Discussion (FGD) untuk mengeksplorasi persepsi partisipan sebelum dan sesudah dilakukan perumusan blueprint model penugasan primary nursing. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini adalah 12 partisipan, yang diambil melalui purposive sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai Agustus 2018. Hasil penelitian diperoleh peningkatan pengetahuan partisipan tentang model penugasan primary nursing sebelum dan sesudah perumusan blueprint model penugasan primary nursing dan diperoleh output penelitian berupa blueprint model penugasan primary nursing ruang rawat inap rumah sakit Universitas Sumatera Utara.204 HalamanTesis Magiste
Persepsi Pasien Rawat Jalan Tentang Alur Pelayanan di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara
Alur pelayanan pasien adalah proses urutan pelayanan pasien sejak mendaftar, diperiksa sampai dengan meninggalkan tempat pelayanan dan mendapatkan tindak lanjut di rumah jika diperlukan sesuai kebutuhan pasien berdasarkan ketentuan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pasien rawat jalan tentang alur pelayanan di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara. Penelitian deskripsi kuantitatif. Pengambilan sampel denngan teknik sampling purposive sampling. Sampel penelitian adalah sebanyak 97 pasien rawat jalan di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner data demografi dan kuesioner persepsi pasien rawat jalan tentang alur pelayanan. Data dianalisis dengan uji univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 76 pasien rawat jalan (78,4%) memiliki persepsi baik tentang alur pelayanan di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara.101 HalamanSkripsi Sarjan
Pengetahuan Perawat Tentang Pencegahan Infeksi bagi Pasien yang Mengalami Tindakan Operasi di RSUD Dr. Djasamen Saragih
Prevention from infection is a complicated process such as preparing and
maintaining soft erwironment for patients. Bod process of prevention from
infection can cause the incidence of infection so that the healing process can be
obstructed II is an indicator of nursing care quality and closely related 10
professionoJ nursing practice so that nurses' knowledge is very importanJ in
preventing from infection. The objective of the research was to idenlify nurses'
knowledge of prevenling from the incidence of infeclion in patients in the postoperation
at RSUD dr. Djasamen Saragih The research wed descriptive design.
The population was 39 nurse practitioners. and all of them were used as the
samples (total sampling). 1he dora were gathered by using questionnaires. The
result of the research showed that 27 respondents (69.2%) had bad knowledge.
The conclusion was that nurses' knowledge of preventing from the incidence of
infection in the operaJion was not good It is recommended that the hospital
managemenl increase the quality of nurses by providing training, seminars, and
discussion regularly about the Prevention and the Handling of infection so that
the goal will be achieved according to what has been expectedPencegahan infeksi merupakan proses yang kompleks dengan mempersiapkan dan
mempertahankan lingkungan yang aman bagi pasien, proses pencegahan infeksi
yang tidak berjalan dengan baik dapat menyebabkan terjadinya infeksi sehingga
proses penyembuhan menjadi terhambat. Pencegahan infeksi merupakan indikator
mutu pelayanan keperawatan dan erat kaitannya dengan praktik keperawatan
professional, pengetahuan menjadi dasar pemahaman perawat dalam menerapkan
tindakan pencegahan infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi
pengetahuan perawat dalam mencegah terjadinya infeksi pada pasien yang
mengalami tindakan operasi di RSUD Dr. Djasamen Saragih. Penelitian
menggunakan desain deskriptif dengan jumlah populasi sebanyak 39 orang dan
jumlah sampel sebanyak 39 perawat pelaksana dengan metode penelitian Total
Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian
pengetahuan menunjukkan bahwa sebagian besar perawat pelaksana memiliki
pengetahuan yang kurang baik sebanyak 27 orang (69,2%). Kesimpulan
penelitian ini adalah pengetahuan perawat dalam mencegah infeksi tindakan
operasi berada dalam kategori kurang baik. Berdasarkan hasil penelitian maka
diharapkan direktur RSUD Dr. Djasamen Saragih lebih meningkatkan kualitas
sumber daya perawat pelaksana melalui pelatihan, seminar, diskusi rutin tentang
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi serta dapat menambah sumber informasi
melalui buku tentang pencegahan dan pengendalian infeksi sehingga hasil dan
tujuan tercapai secara optimal sesuai dengan yang diharapkan.Skripsi Sarjan
Pengetahuan Perawat tentang Pencegahan Pasien Risiko Jatuh di Ruang Rawat Inap RSUD Dr. R.M Djoelham Binjai
The risk for falling down is the increase in the vulnerability to falling down which
can cause physical danger. It is an incidence which can cause a person to
immediately to fall sprawling into the floor of the lower place, Patients' saftty is
very important so that decreasing the risk for falling down should be done as
early as possible based on knowledge. The research used descriptive method with
proportional random sampling technique. The objective of the research was to
identifY nurses' knowledge of preventing patients from the risk for falling down.
The research instrument was questionnaires. The population was 92 nurses in the
Inpatient Wards of RSUD dr. RM. Djoelham, Binjai, and 75 of them were used as
the samples, taken by using Siovin formula. The result of the research showed that
43 respondents (57.3%) had good knowledge of preventing patients from the risk
for falling down. It is recommended that the hospital management provide
/raining and seminars for nurses in order to increase their knowledge of
preventing patients from the risk for falling down.Risiko jatuh adalah peningkatan kerentanan terhadap jatuh yang dapat menyebabkan
bahaya fisik. Jatuh adalah suatu peristiwa/ kejadian yang mengakibatkan seseorang
mendadak terbaring atau tidak sengaja tergeletak di lantai atau tempat yang lebih
rendah. Memberikan keselamatan kepada pasien merupakan hal yang sangat penting,
dan untuk mewujudkan keselamatan pasien terutama menurunkan risiko cedera akibat
terjatuh maka langkah awal yang diperlukan adalah pencegahan yang didasari oleh
pengetahuan. Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan
pendekatan Proporsional random sampling. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi
pengetahuan perawat tentang pencegahan pasien risiko jatuh. Instrumen yang
digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner. Populasi pada penelitian ini adalah
perawat yang bekerja di ruang rawat inap RSUD Dr. R. M Djoelham Binjai sebanyak
92 orang. Jumlah sampel 75 orang menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa 43 orang responden (57,3%) memiliki pengetahuan dalam
kategori baik. Berdasarkan penelitian ini diharapkan kepada pihak rumah sakit untuk
memberikan pelatihan dan mengadakan seminar kepada perawat untuk meningkatkan
pengetahuan perawat tentang pencegahan pasien risiko jatuh.Skripsi Sarjan
Pengembangan Protokol Supervisi Klinis pada Pelaksanaan Edukasi Pasien dan Keluarga di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara
Supervisi di rumah sakit penting dilakukan agar perawat pelaksana dapat meningkatkan dan mempertahankan pelaksanaan tindakan keperawatan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan khususnya pada pelaksanaan edukasi pasien dan keluarga. Ketiadaan protokol supervisi klinis di rumah sakit dapat menimbulkan kesulitan dalam melaksanakan supervisi klinis. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan protokol supervisi klinis pelaksanaan edukasi pasien dan keluarga dan mengetahui dampak yang terjadi dari adanya pengembangan protokol tersebut di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara. Desain penelitian yang digunakan yaitu action research selama satu siklus yang dilakukan pada bulan Mei sampai dengan Agustus 2019. Penelitian ini melibatkan 22 partisipan (16 orang supervisor pada kegiatan FGD dan 6 orang perwakilan perawat pelaksana pada kegiatan in-depth interviews). Untuk pengisian kuesioner melibatkan 31 orang supervisor dan 142 perawat pelaksana. Pengumpulan data dilakukan melalui metode FGD, in-depth Interviews, self-report, observation, dan field notes. Data kualitatif dianalisis dengan menggunakan metode content analysis dan untuk data kuantitatif menggunakan analisis deskriptif komparatif. Analisis data kualitatif menghasilkan empat tema, yaitu penilaian terhadap protokol yang telah terbentuk, kendala yang di alami saat implementasi protokol supervisi klinis, manfaat terbentuknya protokol supervisi klinis, dan harapan terhadap protokol supervisi klinis. Sementara itu, analisis data kuantitatif menunjukkan terjadinya peningkatan pada pengetahuan, sikap, dan tindakan supervisor terkait pelaksanaan supervisi klinis. Output yang dihasilkan dari penelitian ini yaitu berupa protokol supervisi klinis yang terdiri atas panduan, Standar Prosedur Operasional (SPO), alur pelaksanaan, dan contoh formulir dokumentasi pelaksanaan supervisi klinis. Penelitian ini telah memberikan dampak yang positif terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan tindakan supervisor dalam pelaksanaan supervisi klinis. Protokol ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan supervisi klinis di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara.228 HalamanTesis Magiste
Pelaksanaan Supervisi Kepala Ruangan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit USU
Supervisi adalah salah satu fungsi manajerial yang harus dijalankan oleh
kepala ruangan. Kegiatan supervisi terdiri dari perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan, pengawasan dan pencatatan. Supervisi yang tepat akan membantu
pihak manajemen rumah sakit untuk meningkatkan kinerja perawat pelaksana
khususnya dalam melakukan pekerjaannya sesuai dengan uraian tugas perawat
pelaksana. Perawat pelaksana yang melakukan tugasnya dengan baik akan
menciptakan layanan keperawatan yang baik dan berkualitas sehingga pasien puas
dengan pelayanan tersebut. Tujuan penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi
pelaksanaan supervisi kepala ruangan di ruang rawat inap Rumah Sakit USU
menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan pada bulan Mei
sampai Agustus 2020, dengan jumlah responden 58 perawat dengan teknik
pengambilan total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah
kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan supervisi pada
kegiatan perencanaan dilaksanakan dengan baik sebanyak 57 perawat (98,3%),
pengorganisasian dilaksanakan dengan baik sebanyak 57 perawat (98,3%),
pengarahan dilaksanakan dengan baik sebanyak 58 perawat (100%), pengawasan
dilaksanakan dengan baik sebanyak 56 perawat (96,6%) dan tahap pencatatan
dilaksanakan dengan baik sebanyak 57 perawat (98,3%). Dari hasil penelitian
pelaksanaan supervisi kepala ruangan di ruang rawat inap Rumah Sakit USU
dilakukan baik sebanyak 57 perawat (98,3%). Diharapkan supervisi kepala
ruangan di Rumah Sakit USU dapat dipertahankan dan meningkatkan lagi kualitas
pelayanan keperawatan.96 HalamanSkripsi Sarjan
Pengalaman Mekanisme Koping Perawat Pelaksana IGD yang Mengalami Stres Kerja di Rumah Sakit Umum Bunda Thamrin Medan
Work stress becomes a serious problem faced by nurses especially by
those who work in an IGD (Emergency Room); they have to work fast and
accurate with prime service. The objective of the research was to explore nurses’
experience and to identify coping strategy used to handle any problems. The
research used descriptive phenomenological method. 12 participants were chosen
by using purposive sampling technique. The data were gathered by using in-depth
interview and field note method and analyzed by using Colaizzi approach. The
result of the research showed that there were 5 themes: 1) There were enabling
factors of nurses’ work stress in the IGD, 2) They shifted to do other things to
avoid it, 3) They coped with it by improving self-capacity, 4) They did various
constructive coping techniques, and 5) They did regular activities to cope with
their work stress. The conclusion was that on the average, nurses use coping
strategies that focus on problems and fix work stress. It is recommended that the
role of nursing management in handling work stress must be enhanced by
creating routine activities that enhance nurses' skills and facilitate nurses to
dealing with work stress problems.Stres kerja perawat merupakan bentuk permasalahan yang paling sering
terjadi dikalangan perawat. Perawat di unit gawat darurat dalam memberikan
pelayanan keperawatan dituntut untuk selalu bertindak cepat dan tepat serta tetap
memberikan pelayanan yang prima. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi
tentang pengalaman perawat dan mengidenfikasikan strategi koping yang
digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi. Desain penelitian yang
digunakan adalah fenomenologi deskriptif. Partisipan dalam penelitian ini
berjumlah 12 partisipan yang dipilih dengan teknik purposive sampling.
Pengumpulan data menggunakan metode in-depth interview dan field note. Data
yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan pendekatan Colaizzi. Hasil
penelitian ditemukan 5 tema yaitu peneliti mengidentifikasi lima tema yaitu: 1)
Sumber Penyebab stres kerja perawat di unit gawat darurat, 2) Melakukan
aktivitas lain untuk mengalihkan stres kerja, 3) Mengatasi stres kerja dengan
memperbaiki kemampuan diri, 4) Melakukan berbagai teknik koping kontruktif,
dan 5) Membuat kegiatan rutin penanganan stres kerja perawat. Berdasarkan hasil
penelitian ini disimpulkan bahwa rata-rata perawat menggunakan strategi koping
yang berfokus masalah dan untuk mengatasi stres kerja. Untuk itu, peran
manajemen keperawatan dalam penanganan stres kerja harus ditingkatkan dengan
membuat kegiatan rutin yang meningkatkan keterampilan perawat dan
memfasilitasi perawat dalam menangani masalah stres kerja yang dihadapi.150 HalamanTesis Magiste
Pelaksanaan Komunikasi Efektif Sbar Perawat Rawat Inap di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara
Situation, Background, Assessment, Recommendation (SBAR) adalah kerangka komunikasi efektif yang digunakan oleh perawat dirumah sakit untuk mengkomunikasikan informasi penting yang membutuhkan perhatian segera. Kegagalan komunikasi perawat dalam melakukan operan antar shift disebabkan karena kegagalan komunikasi secara langsung seperti: Komunikasi yang terlambat, Kegagalan komunikasi dengan semua anggota tim, Isi komunikasi yang tidak jelas. Hal ini menyebabkan tujuan komunikasi yang diharapkan tidak tercapai, dan menyebabkan ketidakpuasan perawat dalam melakukan operan. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi pelaksanaan komunikasi efektif SBAR perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara. Penelitian deskripsi kuantitatif. Pengambilan sampel dengan teknik total sampling. Sampel penelitian sebanyak 57 perawat dengan kriteria perawat pelaksana yang bekerja minimal satu tahun. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner data demografi dan kuesioner pelaksanaan komunikasi efektif SBAR. Data dianalisi dengan uji univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan komunikasi efektif SBAR perawat rawat inap di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara dalam ketagori baik yaitu 57 perawat (100%). Hasil penelitian ini dalam kategori baik diharapkan pelaksanaan komunikasi efektif SBAR oleh perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara dapat dipertahankan dan ditingkatkan.95 HalamanSkripsi Sarjan
- …
