1,721,186 research outputs found
Komposisi Karawitan "Rimang"
Komposisi Karawitan "Rimang"
Karya: Sihono Bejo. Ujian penyajian karawitan, PendapaISI Surakart
Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Pokok Bahasan Kubus Dan Balok Siswa Kelas V c SDN Ajung 03
Pembelajaran dikatakan baik jika kondisi pembelajaran aktif dan hasil belajar yang diperoleh sesuai dengan yang diharapkan. Terdapat suatu hubungan atau keterkaitan antara aktivitas belajar siswa dengan hasil belajar siswa yang diperoleh. Menerapkan model pembelajaran yang efektif hakikatnya adalah upaya untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas pembelajaran. Permasalahan yang kerap terjadi dalam pembelajaran matematika di kelas adalah rendahnya aktivitas belajar siswa yang berdampak pada hasil belajar siswa yang rendah dan tidak terpenuhinya KKM yang ditentukan. Pembelajaran kooperatif tipe numbered head together (NHT) dipilih sebagai solusi untuk memperbaiki permasalahan pembelajaran matematika dengan pokok bahasan volum kubus dan balok. Pembelajaran kooperatif tipe numbered head together (NHT) adalah jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling membagikan ide dan mempertimbangkan jawaban yang paling tepat. Pada pelaksanaannya, kelas dibagi menjadi beberapa kelompok heterogen yang terdiri dari 5-6 siswa yang bekerjasama dan bertanggungjawab dengan tahapan: (1) persiapan; (2) penomoran (numbering); (3) pertanyaan (questioning) dan berpikir bersama (heads together); (4) pemberian jawaban (answering); (5) kesimpulan; (6) penghargaan. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan dua siklus model adaptasi Hopkins, pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA POKOK BAHASAN PERUBAHAN WUJUD BENDA PADA SISWA KELAS IV SDN KEPATIHAN 06 JEMBER SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2015/2016
Strategi pembelajaran inkuiri terbimbing adalah strategi yang menuntut siswa menemukan jawaban dari sesuatu yang ingin diketahui secara ilmiah dan gaya belajarnya sendiri dengan bimbingan guru. Pada pembelajaran inkuiri siswa dapat mengembangkan kemampuan berfikir sistematis, logis, kritis dan melatih keterampilan ilmiah. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji adakah pengaruh strategi pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar IPA pokok bahasan perubahan wujud benda pada siswa kelas IV SDN Kepatihan 06 Jember semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan populasi seluruh siswa kelas IV yang terdiri dari kelas IVA dan kelas IVB SDN Kepatihan 06 Jember. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes. Skor tes siswa berupa nilai hasil pre-test dan post-test yang dianalisis dengan menggunakan rumus uji-t. Hasil analisis dengan rumus uji-t diperoleh thitung=8,104 dengan keefektifan relative sebesar 47,278%. Hasil perhitungan menunjukkan > yaitu 8,104 > 1,994 sehingga hipotesis alternatif (Ha) yang berbunyi ada pengaruh yang signifikan penggunaan strategi pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar IPA pokok bahasan perubahan wujud benda pada siswa kelas IV SDN Kepatihan 06 Jember diterima. Berdasarkan hasil penghitungan di atas dapat disimpulkan bahwa pencapaian hasil belajar kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan strategi pembelajaran inkuiri terbimbing menunjukkan lebih baik bila dibandingkan dengan kelompok yang belajar tanpa menggunakan strategi pembelajaran inkuiri terbimbing
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Make A Match Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas II Mata Pelajaran IPS Pokok Bahasan Peran Anggota Keluarga di SDN Kencong 03 Jember
Penerapan model pembelajaran kooperatif teknik Make A Match atau mencari pasangan dikembangkan oleh Lorna Curran pada tahun 1994. Model pembelajaran kooperatif teknik Make A Match dapat memupuk kerja sama siswa dalam menjawab pertanyaan dengan mencocokkan kartu yang ada ditangan mereka, proses pembelajaran lebih menarik dan siswa lebih antusias mengikuti pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas II melalui penerapan model pembelajaran kooperatif teknik Make A Match mata pelajaran IPS pokok bahasan peran anggota keluarga di SDN Kenocng 03 Jember. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subjek penelitian terdiri dari 20 siswa, yaitu terdiri dari 9 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus, tiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penerapan model pembelajaran kooperatif teknik Make A Match dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas II di SDN Kenocng 03 Jember. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi dan hasil belajar siswa kelas II SDN Kencong 03 meningkat. Motivasi belajar siswa pada Pra Siklus sebesar 54% (kriteria cukup) meningkat pada Siklus I sebesar 71,25% (kriteria tinggi) dan meningkat lagi pada Siklus II sebesar 82,25% (kriteria tinggi). Hasil belajar siswa pada Pra Siklus sebesar 67,15 dengan kriteria hasil belajar cukup meningkat menjadi 77,40 dengan kriteria hasil belajar baik pada Siklus I, meningkat lagi menjadi 81,90 dengan kritria hasil belajar sangat baikpada siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif teknik Make A Match dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas II pokok bahasan peran anggota keluarga di SDN Kencong 03 Jember
Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas III Tema Lingkungan Alam di SDN Sumbersari 02 Jember
Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya aktivitas dan hasil belajar siswa kelas III SDN Sumbersari 02 Jember mata pelajaran PKn. Hal tersebut dikarenakan guru masih menggunakan metode pembelajaran ceramah dan tanya jawab. Kegiatan pembelajaran yang masih konvensional ini mengakibatkan siswa cepat bosan yang berpengaruh pada aktivitas dan hasil belajar siswa siswa kelas III SDN Sumbersari 02 masuk dalam kategori rendah Penelitian bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada tema lingkungan alam melalui Problem Based Learning (PBL). Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas, yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas III yang berjumlah 33 siswa, yang terdiri atas 18 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan Problem Based Learning (PBL), rata-rata aktivitas siswa meningkat sebesar 11,21%. Pada siklus I persentase aktivitas belajar siswa sebesar 59,69% menjadi 70,90% pada siklus II. Demikian juga dengan presentase rata-rata hasil belajar siswa yang mengalami peningkatan sebesar 7,21%. Pada siklus I presentase rata-rata hasil belajar siswa sebesar 71,12% meningkat menjadi 78,33% pada siklus II. Kesimpulan dari penelitian penerapan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dan belajar menjadi lebih bermakna
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Pada Mata Pelajaran IPS Pokok Bahasan Sumber Daya Alam dan Kegiatan Ekonomi di SDNU Bagorejo 01 Jember
Pembelajaran IPS di sekolah dasar hendaknya dapat merangsang peran aktif siswa dan memberikan pengetahuan yang kompleks kepada siswa melalui fakta, peristiwa, interaksi, dan isu-isu sosial yang terjadi di dalam masyarakat. Adanya peran serta siswa sangat diperlukan dalam hal tersebut. Namun kenyataannya dalam pembelajaran yang berlangsung, siswa masih terlihat pasif. Hal ini dikarenakan kurang adanya variasi penggunaan model atau metode dalam pembelajaran. Oleh karena itu dilakukan penelitian tindakan kelas dengan siswa kelas IV sebagai subjek penelitiannya. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation dalam pelajaran IPS pokok bahasan sumber daya alam dan kegiatan ekonomi kelas IV SDNU Bagorejo 01 Jember semester gasal Tahun Pelajaran 2015/2016. Pada siklus I, persentase rata-rata aktivitas belajar siswa sebesar 78,9% dan pada siklus II meningkat menjadi 92,39 dan masuk kriteria sangat aktif. Skor hasil belajar siswa secara klasikal pada siklus I sebesar 67,17 dan pada siklus II meningkat menjadi 71,91 dengan kriteria baik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation pada pelajaran IPS pokok bahasan sumber daya alam dan kegiatan ekonomi dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV di SDNU Bagorejo 01 Jember
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif dengan Teknik Mind Map untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Tema Indanhnya Negeriku Di SDN Kebonsari 05
Penelitian ini bertujuan meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Kebonsari 05 Jember melalui penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Time Token dengan Teknik Mind Map Tema Indahnya Negeriku. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tiindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas 4 tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN Kebonsari 05 Jember tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 22 siswa, terdiri atas 8 siswi perempuan dan 14 siswa laki-laki. Skor aktivitas belajar diperoleh menggunakan instrumen observasi dan skor tes hasil belajar siswa diperoleh menggunakan instrumen tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Time Token dengan Teknik Mind Map dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar tema indahnya negeriku siswa kelas IV SDN Kebonsari 05 tahun ajaran 2015/2016. Skor rata-rata aktivitas belajar pada pra siklus sebesar 44,5 dengan kategori kurang aktif, pada tahap siklus I meningkat sebesar 68, 64 dengan kategori aktif dan pada tahap siklus II meningkat sebesar 83,6 dengan kategori sangat aktif. Sementara untuk hasil belajar siswa pada pra siklus sebesar 58,2 kategori kurang baik, pada siklus I meningkat menjadi 73,65 kategori baik, dan pada siklus II meningkat menjadi 80 kategori sangat baik
Penerapan Strategi Pembelajaran Belajar Tuntas (Mastery Learning)
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pokok bahasan
proses daur air. Penelitian ini dilakukan di SDN Pancakarya 01 kelas V Semester Ganjil tahun
ajaran 2012/2013 Jember menggunakan penelitian tindakan kelas. Metode pengumpulan data
menggunakan perencanaan, pelaksanaan, observasi, wawancara dan refleksi. Pada siklus I
rata-rata persentase aktivitas belajar siswa sebesar 54,47%, dan pada siklus II sebesar 81,04%.
Hasil belajar IPA menggunakan strategi pembelajaran belajar tuntas juga mengalami
peningkatan. Pada siklus I rata-rata hasil belajar siswa sebesar 62,68, dan pada siklus II
sebesar 65,89. Dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi belajar tuntas dapat
meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V SDN Pancakarya 01 Ajung Jember
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia pada Kemampuan Membaca Menemukan Pikiran Pokok Bacaan Siswa Kelas IV SDN Menampu 03 Jember
Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh atau dampak dari suatu perlakuan (treatment) tertentu terhadap perubahan suatu kondisi atau keadaan tertentu. Penerapan model pembelajaran yang diterapkan oleh guru masih kurang bervariasi yang memungkinkan anak kurang termotivasi dalam belajar. Selain itu terbatasnya interaksi antar siswa pada waktu pembelajaran membuat peserta didik kurang leluasa untuk saling bertukar perndapat, ide, maupun gagasan, hal tersebut menjadikan anak kurang bersemangat karena pembelajaran yang monoton seperti biasa. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Menampu 03 Jember. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan sampel penelitian terdiri atas 40 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Pelaksanaan penelitian dengan menerapkan model pembelajaran CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) dilaksanakan selama 6 hari, sejak tanggal 27 April sampai 3 Mei 2016. Sebelum melakukan penelitian terlebih dahulu dilakukan uji homogenitas. Uji homogenitas bertujuan untuk mengetahui kondisi suatu kelas homogen atau tidak homogen. Hasil penelitian menunjukkan harga= 3,258, kemudian harga dikonsultasikan dengan yang memiliki pada taraf signiikansi 5%, nilai db = 38 mempunyai = 2,0252. Berdasarkan penghitungan tersebut dapat diketahui bahwa > (3,258 > 2,0252). Hal tersebut menunujukkan bahwa hipotesis nihil ditolak () dan hipotesis alternatif () diterima. Berdasarkan pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh positif yang signifikan pada penerapan model pembelajaran CIRC terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia kemampuan membaca menemukan pikiran pokok bacaan siswa kelas IV SDN Menampu 03 Jember diterima
PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN IPA TOPIK ENERGI ALTERNATIF BERORIENTASI PADA PEMBELAJARAN BERSAMA ALAM UNTUK KELAS IV SDN PAKIS 3, JEMBER.
embelajaran IPA menuntut pelaksanaanya dilakukan secara inkuari, hal ini bertujuan agar siswa dapat memahami materi yang disampaikan dengan lebih mendalam. Melalui pembelajaran bersama alam siswa didorong untuk menemukan konsep – konsep IPA dengan melakukan pengamatan secara langsung pada alam sekitar, sehingga siswa tidak hanya mengetahui teori – teori dari buku saja melainkan juga didapat dari mengamati dan memahaminya secara langsung dari lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil dari proses pengembangan pembelajaran IPA dengan berorientasi pada pembelajaran bersama alam serta mengetahui tingkat keefektifannya. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan uji validitas perangkat, observasi, angket, dokumentasi, dan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil analisis data uji validitas perangkat pembelajaran memperoleh nilai sebesar 84% dan 86% untuk kategori sangat layak, dalam segi kepraktisan perangkat dapat dikatakan praktis dengan mengacu pada aktifitas siswa sebesar 84% untuk kategori aktif, serta angket siswa sebesar 96% yang menunjukkan siswa senang dengan pembelajaran bersama alam, serta dalam segi keefektifan perangkat berada dalam kategori tinggi dengan nilai keefektifan relatif sebesar 81.6%, dan ditunjukkan dengan meningkatnya ketuntasan hasil belajar siswa sebesar 85.7%. Dapat disimpulkan perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan adalah perangkat pembelajaran yang layak digunakan untuk pembelajaran IPA berorientasi pada pembelajaran bersama alam
- …
