1,720,968 research outputs found

    DAKWAH DENGAN AUDIO VISUAL ( Efektifitas Dakwah Islamiyah Mengunakan Media Teknologi Audio Visual Pada Masyarakat)

    Full text link
    Seiring dengan perkembangan zaman , kemajuan teknologi komunikasi semakin meningkat dan menyebar ke seluruh pelosok daerah terutama teknologi audio visual yang semakin mudah di akses oleh masyarakat.Akan tetapi dengan berbagai kemajuan teknologi ini umat Islam khususnya para tokoh masyarakat belum dapat menerapkannya sebagai sarana berdakwah yang apabila mengunakan media massa ini efek yang ditimbulkan akan lebih mengena dan jangkauannya lebih menyeluruh dibandingkan mengunakan media konvensional yang hanya mengena pada sebagian kelompok saja.Komunikasi efektif mempunyai berbagai nuansa dan variasi sesuai dengan kepentingan dan tujuanya. Walaupun pada prinsinya tujuanya sama, yakni bagaimana pesan komunikasi yang di sampaikan dapat di serap, di hayati, dan diumpanbalikan oleh khalayaknya secara positif,, lahanya bisa berbeda – beda. Komunikasi efektif bagi seorang manejer tujuanya profitable dalam kaitan bisnis, komunikasi efektif bagi seorang guru tujuanya menyukseskan proses belajar mengajar, komuniaksi efektif bagi seorang artis tujuanya membuat penonton puas dengan pertunjukanya. Walaupun terdapat nuansa – nuansa dalam ilmu terapan komunikasi efektif , pada hakikatnya, ia tetap berpuncak pada prinsip – prinsip ilmu komunikasi.Semakin ketat persaingan dan derasnya arus informasi khususnya dari pengaruh orang-orang non muslim  di dunia Audio Visual,   menuntut umat Islam harus lebih kreatif dalam mengolah suatu ide agar menjadi sesuatu produk yang berguna bagi kemajuan pengetahuan ummat Islam dan media yang di gunakan harus lebih modern yang mempunyai jangkauan yang lebih luas lagi. Untuk itu pengguasaan terhadap dunia Audio Visual, menjadi hal yang sangat penting dan sangat dibutuhkan khususnya dalam dunia penyiaran Islam

    Menjaga Kebersihan Lingkungan dengan Mengadakan Tempat Pembuangan Akhir (Tpa) Sampah di Dusun Timur Sawah Desa Pandanwangi Kecamatan Tempeh Lumajang

    Full text link
    Abstrak: Kebersihan lingkungan menjadi salah satu faktor utama demi berlangsungnya hidup yang bersih, sehat, dan nyaman. Terhindar dari berbagai macam penyakit sangat diinginkan oleh setiap orang. Dalam menjaga kebersihan lingkungan hidup tidak hanya diri kita sendiri, tetapi juga masyarakat, dan juga pemerintah. Kurangnya perhatian masyarakat terhadap lingkungan sangat familiar untuk saat ini. Kebanyakan dari mereka berfikir secara parsial dan hanya ingin menguntungkan diri sendiri, seperti masalah pembuangan sampah yang tidak pada tempatnya, pembuangan limbah pabrik, polusi udara, pencemaran air, dan lain-lain. Kasus-kasus yang menyangkut masalah kebersihan dalam lingkungan hidup yang selalu mempengaruhi kesehatan masyarakat setiap tahunnya selalu meningkat, salah satanya adalah banjir. Oleh sebab itu, kesehatan masyarakat dan bagaimana mengatasi masalah-masalah kesehatan masyarakat dalam rangka memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat perlu diperhatikan, bukan hanya berbicara atau berteori tentang penyakit dan juga. Jadi, jika kita dapat menjaga kebersihan lingkungan hidup dan menjaga kesehatan dalam lingkungan hidup, kita pasti akan terhindar dari macam-macam penyakit, sehingga lingkungan hidup yang nyaman dan tentram akan tercipta. Salah satu cara untuk memusnahkan sampah adalah dengan mengadakan Tempat Pembuangan Ahir (TPA)

    Telaah Pemikiran Sayyid Abdullah bin Alwy Al-Haddad Tentang Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak dalam Kitab Risalatul Mu’awanah

    Full text link
     Sayyid Abdullah bin Alwy al-Haddad adalah salah satu dari beberapa tokoh yang masyhur dikalangan tasawuf. Susunan kitab maupun wirid yang telah beliau tulis banyak dikenal dikalangan pesantren, baik pesantren modern maupun salaf. Oleh karena itu peneliti ingin mengkaji lebih mendalam tentang pendidikan akhlaq yang dikemukakan oleh beliau. Tentunya peneliti menggunakan kitab-kitab yang telah beliau susun, guna sebagai referensi/rujukan utama dalam penulisan artikel ini. Adapun penelitian dalam artikel ini mencakup bagaimana Pemikiran  Sayyid Abdullah bin Alwy al-Haddad tentang nilai-nilai pendidikan akhlak dalam kitab Risalatul Mu’awanah? Bagaimana relevansi pemikiran Sayyid Abdullah bin Alwy al-Haddad tentang nilai-nilai pendidikan akhlak dalam kitab Risalatul Mu’awanah terhadap kehidupan sekarang? Hasil Penelitian ini mengidentifikasikan tentang nilai-nilai pendidikan akhlak yang dikemukakan oleh al-Habib Abdullah bin Alwi bin Muhammad al-Haddad sangat relevan dengan pendidikan sekarang, dan sangat dibutuhkan untuk merubah para santri yang saat ini masih berakhlak madhmumah (jelek), menjadi pribadi yang berakhlakul karimah (baik). Model pendidikan akhlak yang dikemukakan oleh Sayyid Abdullah bin Alwy al-Haddad bisa dibilang sangat praktis dan tetap berpegang teguh dengan al-Qur’an dan al- Hadist. Di setiap pembahasannya terdapat uraian-uraian tentang kewajiban, kesunahan dan anjuran yang harus dilakukan oleh seseorang yang cinta bersikap menuju jalan akhirat, yang dari setiap uraiannya disertakan dasar-dasar (dalil-dalilnya). Dengan demikian, bagi siapa saja yang mempelajarinya pasti akan menjadi lebih yakin, mantap dan termotivasi untuk melaksanakannya

    Pendampingan Pemulihan Tanah Melalui Pengaplikasian Biosaka Bersama Gapok Tancam di Dusun Sukosari Kecamatan Tempursari Kabupaten Lumajang

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan potensi yang ada pada masyarakat secara maksimal, sehingga membentuk masyarakat yang mandiri dalam menghadapi problematika yang ada disekitarnya baik itu linggkungan tetangga, desa, kota bahkan negara. Penelitian ini menggunakan Metodologi Participatory Action Reaseach (PAR). Hasil dari penelitian ini yang pertama adalah menghadapi keluhan petani terkait langkanya pupuk non kimia dan harga pupuk yang mahal, dilihat dari akar masalah tersebut yaitu  masyarakat petani tidak memilki skill dalam membuat pupuk kimia sehingga solusi atas permasalahan tersebut ialah mengadakan pendampingan pemulihan tanah melalui pengaplikasian biosaka yang diselesaikan masyarakat bersama kelompok tani dan fasilitator. Biosaka adalah suatu metode pertanian ramah lingkungan yang dapat digunakan sebagai nutrisi alam bagi tanaman dan dikembangkan sebagai debat uji bahan alami Kegunaan dari pengaplikasian biosaka ialah dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia, ditengah kelangkaan pupuk kimia. Kesimpulan dari penelitian ini ialah aktifnya kelompok tani yang menjadi refleksi dari pemecahan masalah terkait harga pupuk yang mahal diharap masyarakat bisa mandiri dalam menghadapi problematika terkait pertanian dan terbentuknya kebersamaan sifat gotong royong yang terbangun dalam diri masyarakat dalamm menghadapi problematika kebutuhan bersama

    Reaktualisasi Pendidikan Karakter di Era Disrupsi

    Full text link
    The development of education always changes with the times, the wider the access to interaction the wider the challenges. Students who have been educated in the past face real challenges today, while children who are currently educated will face challenges in the future. The transformation of education has indeed become an inevitable necessity to keep up with the flow of disruption. Education in the past was quite easy to make children become obedient and easily regulated individuals even though the function of three education center was imbalanced and mostly played a role in the school environment. However, the results are satisfying in shaping the character and personality of a good child. It is different from the current conditions in which the role of the family and community education environment must begin to be played maximally. This condition is the impact of the era of disruption that can not be dammed, not only the mindset of students who are contaminated by the thought of "free learning" according to their assumptions and perceptions, teachers have also begun to be infected with "viruses" of materialistic thinking transmitted by the world of disruption. Educators, parents, and the community need to understand the importance of character-based education transformation, education that shapes professional, independent, and Islamic personalities.  To realize the dream of character education there needs to be an awareness of learning and teaching. Educators must change the mindset in teaching, change patterns and habits in the school, family and community environment, with the aim that they can be actively involved. Educators need to find ways, think about it and combine Islamic values ​​and local culture. The involvement of educators in the above three environments is believed to be able to neutralize the negative seduction caused by the sophistication of globalization. So that Education can be interpreted as an effort to transform knowledge (transfer of knowledge), enrichment of value (transfer of value), knowledge of cultural character (transfer of culture), and inculcation of religious values ​​(transfer of religious) towards the orientation of changing patterns of individual behavior so that it has sublime value and is intelligent as well as skilled

    Pluralisme Perspektif Pendidikan Islam: Relevansi Gagasan Abdurrahman Wahid Dalam Konteks Keindonesiaan

    No full text
    Dalam sejarah perkembangan agama Islam, diketahui bahwa hijrahnya Nabi ke Madinah dengan tujuan menjamin keamanan masyarakat agamanya serta demi kondisi-kondisi yang dibutuhkan bagi penyiaran agama Islam. Di Madinah, Nabi mengeluarkan sebuah Piagam yang menjamin kebebasan beragama orang-orang Yahudi sebagai suatu komunitas, dengan menekankan kerjasama seerat mungkin antara muslim dengan non muslim untuk bekerjasama demi keamanan mereka bersama. Kecenderungan sekelompok kecil umat Islam yang sering bersikap keras terhadap penganut agama lain menurut Abdurrahman Wahid merupakan proses pendangkalan agama. Proses pendidikan dan dakwah Islam yang cenderung bersifat memusuhi, mencurigai, dan tidak mau mengerti agama lain merupakan faktor lain yang memperburuk hubungan antarumat beragama di Indonesia. Hal ini dilakukan baik oleh mubalig maupun guru-guru di sekolah. Padahal tidak ada ayat atau hadis nabi yang memerintahkan kaum Muslim bersikap keras demikian, apalagi terhadap agama-agama samawi

    Penerapan metode resitasi dan Simulasi untuk Meningkatkan Kemampuan kognitif Siswa

    Full text link
    Metode pemberian tugas belajar atau resitasi merupakan metode mengajar yang berupa pemberian tugas oleh guru kepada siswa, dan kemudian siswa harus mempertanggung jawabkan atau melaporkan hasil tugas tersebut sedangkan Metode simulasi sebagai metode mengajar merupakan kegiatan untuk menirukan suatu perbuatan. Menurut Abu Ahmadi simulasi (simulation) berarti tiruan atau suatu perbuatan yang bersifat pura-pura saja. Adapun fokus dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimanakah Penerapan Metode Resitasi Dan Simulasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Siswa Pada Aplikasi Pembelajaran Tematik Di Kelas III MIS. Nurul Islam Mojosari? 2) Apa saja kelebihan dan kelemahan Penerapan Metode Resitasi Dan Simulasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Siswa Pada Aplikasi Pembelajaran Tematik Di Kelas III MIS. Nurul Islam Mojosari? 3) Apa saja kendala-kendala Penerapan Metode Resitasi Dan Simulasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Siswa Pada Aplikasi Pembelajaran Tematik Di Kelas III MIS. Nurul Islam Mojosari? Adapun tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk Mengetahui Kemampuan Kognitif Siswa Dengan Denggunakan Penerapan Metode Resitasi Dan Simulasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Pada Aplikasi Pembelajaran Tematik Di Kelas III MIS. Nurul Islam Mojosari 2) Untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan Penerapan Metode Resitasi Dan Simulasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Siswa Pada Aplikasi Pembelajaran Tematik Di Kelas III MIS. Nurul Islam Mojosari 3) Untuk Mengetahui kendala-kendala Penerapan Metode Resitasi Dan Simulasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Siswa Pada Aplikasi Pembelajaran Tematik Di Kelas III MIS. Nurul Islam Mojosari. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat kualitatif karena peneliti mengumpulkan data dengan cara bertatap muka langsung dengan peserta didik dan guru kelas yang berada di MI Nurul Islam Mojosari Tahun Pelajaran 2017/2018 Kecamatan Sumbersuko Kabupaten Lumajang

    Analisis Pendidikan Karakter Berbasis Keluarga Karya Dr. H. Amirullah Syarbini, M. Ag.

    Full text link
    Character is defined by good values ​​(knowing value of goodness, willing to do goodness, living in good values) which are embedded in self and behavior. Character is specific identity of a person or group of people that contain values, abilities, and persistence in facing difficulties and challenges. The phenomenon of moral/akhlaq damage that affects society has prompted the Indonesian government to implement the National Policy for National Character Development (KN-PKB). One of the realizations of this policy is the importance of character education in schools, informal (family), and non-formal (community). Character education will run effectively if it involved three insitutions namely family, school and society. Family education plays an important role because it is the family that shapes the character of a child. To formulate a model framework for character education in the family it can be conceptualized through an educational approach system. If the term system is linked with education (education system), it can contain the meaning "a unitary component consisting of educational elements that are interconnected with one another to achieve educational goals." In a system there are elements, parts, or components that are interrelated and tidy, and the mechanism is interconnected in one unit, all of which are aimed at achieving one goal. The contents of the character education model framework include components: objectives, educators, students, materials, methods, tools, programs, and evaluation

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
    corecore