1,720,961 research outputs found
Analisis Sentimen Terhadap Aplikasi Pospay Menggunakan Algoritma Support Vector Machine dan Naive Bayes
In the era of business transformation, companies are intensively striving to adapt to the developments in digital technology to enhance operational efficiency and productivity. Pospay application is one form of digital transformation by PT Pos Indonesia, where its presence will impact the improvement of the company's productivity. This research focuses on sentiment analysis of the Pospay application on the PlayStore platform. By applying machine learning methods such as Support Vector Machine (SVM) and Naive Bayes, this study aims to provide solutions to the challenges of data complexity and heterogeneity. The results show a high percentage of accuracy (88% for Naive Bayes and 87% for SVM) in classifying user sentiments with a more dominant negative tendency. These findings provide valuable insights for companies to enhance the quality of their digital services.
Keywords: Sentiment, Pospay, Support Vector Machine, Naive Bayes, PlayStoreDi era transformasi perusahaan-perusahaan secara intensif berupaya untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas operasional perusahaan. Aplikasi Pospay Salah satu bentuk transformasi digital dari PT Pos Indonesia, di mana keberadaannya akan berpengaruh pada peningkatan produktivitas perusahaan. Pada Penelitian ini memfokuskan pada analisis sentimen terhadap aplikasi Pospay di platform PlayStore. Dengan menerapkan metode machine learning yaitu Support Vector Machine (SVM) dan Naives Bayes, penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi terhadap kendala kompleksitas dan heterogenitas data. Hasilnya menunjukkan tingginya persentase akurasi (88% untuk Naïve Bayes dan 87% untuk SVM) dalam mengklasifikasikan sentimen pengguna dengan kecenderungan negative yang lebih dominan. Termuan ini memberikan wawasan berharga bagi perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan digital mereka.
Keywords: Sentimen, Pospay, Support Vector Machine, Naïve Bayes, PlayStore
Load Test pada Microservice yang menerapkan CQRS dan Event Sourcing
Abstract. Load Test on Microservice implementing CQRS and Event Sourcing. In developing an application, determining the architecture is a very important job. This research implements microservice architecture with CQRS pattern and event sourcing on OpenAPI, API-driven and event-driven integration between services. Applying the right architecture can make the performance of the application faster. There are two test activities that are useful to find out the difference in the frequency of requests for APIdriven and event-driven that can affect response time, error rate and throughput, as well as analyze which architecture has better performance. The test is carried out using a load test technique using the JMeter tool. This study proves that microservices with CQRS and Event Sourcing patterns have 3.7% faster performance compared to API-driven, and communication between services has no effect on error rate and throughput. Keywords: microservice, load test, CQRS, event sourcing, software architecture Abstrak. Dalam pengembangan sebuah aplikasi, penentuan arsitektur merupakan pekerjaan yang sangat penting. Penelitian ini mengimplementasikan arsitektur microservice dengan pola CQRS dan event sourcing pada OpenAPI, integrasi antar service berbasis API-driven dan event-driven. Penerapan arsitektur yang tepat dapat membuat performansi dari aplikasi menjadi lebih cepat. Terdapat dua aktivitas pengujian yang berguna untuk mengetahui perbedaan frekuensi request pada API-driven dan eventdriven yang dapat mempengaruhi response time, error rate dan juga throughput, serta menganalisis arsitektur mana yang memiliki performa yang lebih baik. Pengujian dilakukan dengan teknik load test yang menggunuakan tool JMeter. Penelitian ini membuktikan bahwa microservice dengan pola CQRS dan Event Sourcing memiliki performansi lebih cepat 3,7% dibandingkan dengan API-driven, serta komunikasi antar service tidak berpengaruh pada error rate dan throughput.Kata Kunci: microservice, load Test, CQRS, event sourcing, software arsitektu
Pemetaan Profil Mahasiswa Untuk Memprediksi Peminatan Mahasiswa
Program sarjana terapan merupakan pendidikan akademik yang ditempuh melalui perguruan tinggi atau sederajat yang memiliki tujuan untuk memperoleh gelar sarjana terapan. Mahasiswa yang akan memperoleh gelar sarjana perlu dibimbing oleh dosen agar dapat mempersiapkan penelitian akhir sejak menjadi mahasiswa baru. Dalam rangka membuat profil mahasiswa untuk mempersiapkan tugas akhir, dibuatlah sistem prediksi minat mahasiswa dan rekomendasi dosen (siprenatredo) supaya mahasiswa bisa mengetahui minatnya dan mendapatkan dosen pembimbing yang mempunyai sesuai dengan minat mahasiswa. Siprenatredo dibangun dengan memanfaatkan sistem prediksi dan rekomendasi yang diproses dengan teknik data mining. Metode rekomendasi yang digunakan adalah metode content-based filtering algoritma yang digunakan adalah naïve bayes classifier dan term frequency invers document frequency (tfidf). Penulis penyimpulkan dengan mengimplementasikan metode content based filtering menggunakan algoritma naïve bayes classifier dan algoritma tfidf dapat memberikan hasil yang sesuai dengan kriteria mahasiswa sehingga mahasiswa bisa mendapatkan rekomendasi yang sesuai minat
IMPLEMENTASI LINEAR PROGRAMMING PADA MODEL CVRPP UNTUK PENGELOLAAN OPERASIONAL LOGISTIK
Perusahaan logistik merupakan perusahaan yang memiliki kekhususan dalam penyediaan layanan logistik, yang membantu dalam mengelola fungsi rantai pasokan termasuk pergudangan, distribusi, dan transportasi. Salah satu perusahaan logistik di kota Bandung,yang bergerak di bidang layanan jasa logistik dan memiliki layanan pickup yang bertugas untuk memasarkan produk serta melakukan layanan penjemputan barang. Pada layanan ini, tahap perencanaan aktivitas seperti rute dan kapasitas kendaraan merupakan tahapan yang penting. Namun, pada penerapannya perusahaan ini belum menerapkan aktifitas perjalanan dengan rute terbaik atau hanya berdasar pengalaman driver, serta kurang memaksimalkan kapasitas angkut kendaraan. Capacitated Vehicle Routing Problem with Pickup (CVRPP) adalah metode yang digunakan dalam penanganan masalah ini. Penelitian ini bertujuan pada pembuatan model pencarian jarak dan pemaksimalan kapasitas kendaraan yang dapat meningkatkan efisiensi operasional dalam pengelolaan kapasitas dan rute logistik. Untuk mencapai tujuan penelitian, Linear Programming dengan bahasa pemrograman Python digunakan sebagai proses perhitungan yang digunakan dan menghasilkan solusi terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rute yang terbentuk menggunakan Linear Programming menghasilkan jarak paling pendek diantara rute lainnya dengan penghematan jarak sebesar 19.99% pada analisis dan 31.92% pada aplikasi. Hal itu juga didukung dengan evaluasi dengan Optimality Gap yang bernilai 0% atau solusi yang ditemukan adalah optimal atau sangat baik
Prediksi dan Koreksi Error Servo Base Motor pada Robot Tangan Berbasis IoT Menggunakan Model Linear Regresi
Kebutuhan akan presisi pergerakan pada lengan robot berbasis Internet of Things (IoT) memunculkan tantangan terkait deviasi sudut antara posisi target dan aktual pada motor servo. Penelitian ini mengusulkan pendekatan regresi linier untuk memprediksi dan mengoreksi kesalahan sudut pada motor servo bagian base. Model dibangun menggunakan data simulasi yang mencakup sudut target, sudut aktual (disimulasikan), dan jarak objek dari sensor ultrasonik. Nilai koreksi dihitung berdasarkan selisih sudut ditambah komponen acak dan non-linear berbasis jarak, yang ditambahkan sebagai label target. Model dilatih menggunakan metode Ordinary Least Squares dan dievaluasi menggunakan metrik MAE, MSE, dan R². Hasil menunjukkan MAE sebesar 3.49°, MSE sebesar 19.49, dan R² sebesar 0.9808. Simulasi koreksi menurunkan rata-rata error dari 9.97° menjadi 1.17°. Visualisasi melalui scatter plot, histogram, dan boxplot menunjukkan peningkatan presisi dan stabilitas sistem. Model ini mampu meningkatkan akurasi pergerakan servo secara signifikan tanpa penambahan sensor atau modifikasi perangkat keras, menjadikannya solusi prediktif yang efisien untuk sistem robotik tertanam dengan kontrol terbuka.
Kata kunci: robot tangan IoT, koreksi sudut servo, regresi linier, akurasi pergerakan, simulasi kendali terbuk
Simulasi Dinamis Single Qubit dan Multi Qubit: Sebuah Pendekatan Python
This study developed a dynamic simulation system for single qubit and multi qubit using a Python-based approach, leveraging quantum computing libraries such as Qiskit, NumPy, and Matplotlib. The system is designed to simulate various quantum operations, including Hadamard, Pauli-X, Pauli-Y, Pauli-Z, CNOT, and Toffoli, with integration into a Flask-based web interface for easy user interaction. The simulation results show a high level of accuracy, with a difference of only 0.2% in measurement probabilities for single qubit operations like Hadamard and less than 0.4% for multi qubit operations like CNOT and Toffoli. The tests also demonstrated efficient execution times, ranging from 12 to 25 milliseconds, even for complex quantum operations. Validation against established literature confirms that the system is accurate, efficient, and reliable, making it a valuable tool for supporting learning and research in quantum computing.Penelitian ini mengembangkan sistem simulasi dinamis untuk single qubit dan multi qubit menggunakan pendekatan Python, memanfaatkan pustaka komputasi kuantum seperti Qiskit, NumPy, dan Matplotlib. Sistem ini dirancang untuk mensimulasikan berbagai operasi kuantum, termasuk Hadamard, Pauli-X, Pauli-Y, Pauli-Z, CNOT, dan Toffoli, dengan integrasi antarmuka web berbasis Flask untuk memudahkan interaksi pengguna. Hasil simulasi menunjukkan tingkat akurasi tinggi, dengan perbedaan hanya 0,2% pada probabilitas pengukuran untuk operasi single qubit seperti Hadamard dan kurang dari 0,4% untuk operasi multi qubit seperti CNOT dan Toffoli. Pengujian juga menunjukkan waktu eksekusi yang efisien, berkisar antara 12 hingga 25 milidetik, bahkan untuk operasi kuantum yang kompleks. Validasi terhadap literatur yang diakui menunjukkan bahwa sistem ini akurat dan efisien, serta dapat diandalkan untuk mendukung pembelajaran dan penelitian dalam komputasi kuantum
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
