1,720,957 research outputs found

    Peningkatan Kualitas Pembelajaran Apresiasi Puisi Siswa Kelas VIIIB SMPN 1 Sumbermalang Situbondo melalui Kegiatan Apresiasi Lagu-lagu Populer Remaja; Setio Wawan Adiatma, 020210402337

    No full text
    Observasi awal menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran apresiasi puisi di kelas VIIIB SMP Negeri Sumbermalang, Situbondo kurang baik. Kurang baiknya kualitas pembelajaran ini disebabkan oleh faktor guru dan siswa. Hal ini terlihat ketika diberi kesempatan oleh guru untuk membacakan puisi di depan teman-temannya, hanya ada 2 dari 38 siswa yang berani membacakan. Siswa juga tidak berani merespon hal-hal yang telah disampaikan guru, sehingga tidak ada interaksi dalam kegiatan pembelajaran. Lagu dipilih sebagai usaha untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, karena lagu banyak diminati dan mudah dipahami oleh siswa sesuai dengan tingkat kemampuannya. Dalam penelitian ini kurang baiknya kualitas pembelajaran apresiasi puisi ditingkatkan melalui kegiatan apresiasi lagu-lagu populer remaja, karena pada dasarnya syair dalam lagu adalah puisi. Kegiatan membacakan puisi berdasarkan tinjauan pustaka dalam penelitian ini pada dasarnya adalah membacakan untuk orang lain yang merupakan suatu kegiatan pertunjukan bernilai seni, sehingga diperlukan teknik-teknik tertentu. Teknik yang perlu dikuasai dalam membacakan puisi antara lain teknik vokal, mimik/ekspresi, gesture/gerak, dan penghayatan terhadap isi puisi. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan jenis penelitian simultan terpadu. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, dilakukan kolaboratif antara peneliti dan guru. Sumber data dalam penelitian ini adalah proses kegiatan pembelajaran apresiasi puisi melalui kegiatan apresiasi lagu-lagu populer remaja, lembar observasi, lembar penilaian tes unjuk kerja siswa, serta dokumentasi berupa rekaman audio visual. Data diperoleh dari subjek terteliti, yakni guru bidang studi bahasa Indonesia kelas VIIIB dan siswa kelas VIIIB SMP Negeri Sumbermalang. Teknik pengumpulan data pada setiap siklus diperoleh melalui teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik tes unjuk kerja. Pelaksanaan pembelajaran membacakan puisi melalui kegiatan membacakan syair lagu-lagu populer remaja pada siklus I sesuai dengan format pengamatan terdapat satu deskriptor yang tidak muncul baik pada aktivitas guru maupun aktivitas siswa, walaupun bagitu aktivitas guru dan siswa masuk pada kategori sangat baik berdasarkan tingkat keberhasilan tindakan. Hasil tes unjuk kerja siswa pada siklus I, dari 24 siswa sebanyak 20 siswa telah mencapai ketuntasan belajar minimal dan 4 siswa belum mencapai ketuntasan minimal. Hasil tersebut belum mencapai ketuntasan belajar secara klasikal. Belum tercapainya ketuntasan secara klasikal ini disebabkan oleh satu deskriptor yang tidak dilakukan oleh guru yaitu memberikan contoh masing-masing penjelasan tentang hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membacakan puisi, sehingga siswa tidak mempunyai gambaran yang jelas tentang hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membacakan puisi. Pada siklus II seluruh deskriptor pada aktivitas guru muncul dan satu deskriptor pada aktivitas siswa tidak muncul, sehingga tetap masuk pada kategori sangat baik. Hasil tes unjuk kerja siswa pada siklus II dari 26 siswa hanya 2 siswa yang belum mencapai standar ketuntasan belajar minimal. Hasil tersebut sudah mencapai ketuntasan belajar secara klasikal, sehingga tidak perlu dilanjutkan pada siklus berikutnya. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa kualitas proses pembelajaran membacakan puisi siswa kelas VIIIB SMP Negeri Sumbermalang melalui kegiatan membacakan syair lagu-lagu populer remaja meningkat. Peningkatan ini ditunjukkan dengan meningkatnya tingkat keberhasilan tindakan aktivitas guru dan siswa pada siklus I dan siklus II. Oleh karena itu, dikemukakan saran sebagai berikut. Pertama, agar tumbuh rasa percaya diri dan motivasi siswa sebaiknya guru menciptakan suasana yang santai dan menyenangkan dalam pembelajaran. Kedua, rasa senang dan gemar membaca khususnya tentang sastra sebaiknya ditingkatkan oleh siswa. Ketiga, karena kegiatan apresiasi lagulagu populer remaja dapat meningkatkan kualitas pembelajaran apresiasi puisi maka disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian lanjutan pada kasus dan kelas yang sama atau mirip untuk menguji kebenaran hasil penelitian dengan menambah landasan teori yang digunakan dan memperhatikan kualitas syair lagu

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN APRESIASI PUISI SISWA KELAS VIIIB SMPN 1 SUMBERMALANG SITUBONDO MELALUI KEGIATAN APRESIASI LAGU-LAGU POPULER REMAJA

    Full text link
    Observasi awal menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran apresiasi puisi di kelas VIIIB SMP Negeri Sumbermalang, Situbondo kurang baik. Kurang baiknya kualitas pembelajaran ini disebabkan oleh faktor guru dan siswa. Hal ini terlihat ketika diberi kesempatan oleh guru untuk membacakan puisi di depan teman-temannya, hanya ada 2 dari 38 siswa yang berani membacakan. Siswa juga tidak berani merespon hal-hal yang telah disampaikan guru, sehingga tidak ada interaksi dalam kegiatan pembelajaran. Lagu dipilih sebagai usaha untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, karena lagu banyak diminati dan mudah dipahami oleh siswa sesuai dengan tingkat kemampuannya. Dalam penelitian ini kurang baiknya kualitas pembelajaran apresiasi puisi ditingkatkan melalui kegiatan apresiasi lagu-lagu populer remaja, karena pada dasarnya syair dalam lagu adalah puisi. Kegiatan membacakan puisi berdasarkan tinjauan pustaka dalam penelitian ini pada dasarnya adalah membacakan untuk orang lain yang merupakan suatu kegiatan pertunjukan bernilai seni, sehingga diperlukan teknik-teknik tertentu. Teknik yang perlu dikuasai dalam membacakan puisi antara lain teknik vokal, mimik/ekspresi, gesture/gerak, dan penghayatan terhadap isi puisi. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan jenis penelitian simultan terpadu. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, dilakukan kolaboratif antara peneliti dan guru. Sumber data dalam penelitian ini adalah proses kegiatan pembelajaran apresiasi puisi melalui kegiatan apresiasi lagu-lagu populer remaja, lembar observasi, lembar penilaian tes unjuk kerja siswa, serta dokumentasi berupa rekaman audio visual. Data diperoleh dari subjek terteliti, yakni guru bidang studi bahasa Indonesia kelas VIIIB dan siswa kelas VIIIB SMP Negeri Sumbermalang. Teknik pengumpulan data pada setiap siklus diperoleh melalui teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik tes unjuk kerja. Pelaksanaan pembelajaran membacakan puisi melalui kegiatan membacakan syair lagu-lagu populer remaja pada siklus I sesuai dengan format pengamatan terdapat satu deskriptor yang tidak muncul baik pada aktivitas guru maupun aktivitas siswa, walaupun bagitu aktivitas guru dan siswa masuk pada kategori sangat baik berdasarkan tingkat keberhasilan tindakan. Hasil tes unjuk kerja siswa pada siklus I, dari 24 siswa sebanyak 20 siswa telah mencapai ketuntasan belajar minimal dan 4 siswa belum mencapai ketuntasan minimal. Hasil tersebut belum mencapai ketuntasan belajar secara klasikal. Belum tercapainya ketuntasan secara klasikal ini disebabkan oleh satu deskriptor yang tidak dilakukan oleh guru yaitu memberikan contoh masing-masing penjelasan tentang hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membacakan puisi, sehingga siswa tidak mempunyai gambaran yang jelas tentang hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membacakan puisi. Pada siklus II seluruh deskriptor pada aktivitas guru muncul dan satu deskriptor pada aktivitas siswa tidak muncul, sehingga tetap masuk pada kategori sangat baik. Hasil tes unjuk kerja siswa pada siklus II dari 26 siswa hanya 2 siswa yang belum mencapai standar ketuntasan belajar minimal. Hasil tersebut sudah mencapai ketuntasan belajar secara klasikal, sehingga tidak perlu dilanjutkan pada siklus berikutnya. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa kualitas proses pembelajaran membacakan puisi siswa kelas VIIIB SMP Negeri Sumbermalang melalui kegiatan membacakan syair lagu-lagu populer remaja meningkat. Peningkatan ini ditunjukkan dengan meningkatnya tingkat keberhasilan tindakan aktivitas guru dan siswa pada siklus I dan siklus II. Oleh karena itu, dikemukakan saran sebagai berikut. Pertama, agar tumbuh rasa percaya diri dan motivasi siswa sebaiknya guru menciptakan suasana yang santai dan menyenangkan dalam pembelajaran. Kedua, rasa senang dan gemar membaca khususnya tentang sastra sebaiknya ditingkatkan oleh siswa. Ketiga, karena kegiatan apresiasi lagulagu populer remaja dapat meningkatkan kualitas pembelajaran apresiasi puisi maka disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian lanjutan pada kasus dan kelas yang sama atau mirip untuk menguji kebenaran hasil penelitian dengan menambah landasan teori yang digunakan dan memperhatikan kualitas syair lagu

    Peningkatan Kualitas Pembelajaran Apresiasi Puisi Siswa Kelas VIIIB SMPN 1 Sumbermalang Situbondo melalui Kegiatan Apresiasi Lagu-lagu Populer Remaja

    No full text
    Observasi awal menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran apresiasi puisi di kelas VIIIB SMP Negeri Sumbermalang, Situbondo kurang baik. Kurang baiknya kualitas pembelajaran ini disebabkan oleh faktor guru dan siswa. Hal ini terlihat ketika diberi kesempatan oleh guru untuk membacakan puisi di depan teman-temannya, hanya ada 2 dari 38 siswa yang berani membacakan. Siswa juga tidak berani merespon hal-hal yang telah disampaikan guru, sehingga tidak ada interaksi dalam kegiatan pembelajaran. Lagu dipilih sebagai usaha untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, karena lagu banyak diminati dan mudah dipahami oleh siswa sesuai dengan tingkat kemampuannya. Dalam penelitian ini kurang baiknya kualitas pembelajaran apresiasi puisi ditingkatkan melalui kegiatan apresiasi lagu-lagu populer remaja, karena pada dasarnya syair dalam lagu adalah puisi. Kegiatan membacakan puisi berdasarkan tinjauan pustaka dalam penelitian ini pada dasarnya adalah membacakan untuk orang lain yang merupakan suatu kegiatan pertunjukan bernilai seni, sehingga diperlukan teknik-teknik tertentu. Teknik yang perlu dikuasai dalam membacakan puisi antara lain teknik vokal, mimik/ekspresi, gesture/gerak, dan penghayatan terhadap isi puisi. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan jenis penelitian simultan terpadu. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, dilakukan kolaboratif antara peneliti dan guru. Sumber data dalam penelitian ini adalah proses kegiatan pembelajaran apresiasi puisi melalui kegiatan apresiasi lagu-lagu populer remaja, lembar observasi, lembar penilaian tes unjuk kerja siswa, serta dokumentasi berupa rekaman audio visual. Data diperoleh dari subjek terteliti, yakni guru bidang studi bahasa Indonesia kelas VIIIB dan siswa kelas VIIIB SMP Negeri Sumbermalang. Teknik pengumpulan data pada setiap siklus diperoleh melalui teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik tes unjuk kerja. Pelaksanaan pembelajaran membacakan puisi melalui kegiatan membacakan syair lagu-lagu populer remaja pada siklus I sesuai dengan format pengamatan terdapat satu deskriptor yang tidak muncul baik pada aktivitas guru maupun aktivitas siswa, walaupun bagitu aktivitas guru dan siswa masuk pada kategori sangat baik berdasarkan tingkat keberhasilan tindakan. Hasil tes unjuk kerja siswa pada siklus I, dari 24 siswa sebanyak 20 siswa telah mencapai ketuntasan belajar minimal dan 4 siswa belum mencapai ketuntasan minimal. Hasil tersebut belum mencapai ketuntasan belajar secara klasikal. Belum tercapainya ketuntasan secara klasikal ini disebabkan oleh satu deskriptor yang tidak dilakukan oleh guru yaitu memberikan contoh masing-masing penjelasan tentang hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membacakan puisi, sehingga siswa tidak mempunyai gambaran yang jelas tentang hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membacakan puisi. Pada siklus II seluruh deskriptor pada aktivitas guru muncul dan satu deskriptor pada aktivitas siswa tidak muncul, sehingga tetap masuk pada kategori sangat baik. Hasil tes unjuk kerja siswa pada siklus II dari 26 siswa hanya 2 siswa yang belum mencapai standar ketuntasan belajar minimal. Hasil tersebut sudah mencapai ketuntasan belajar secara klasikal, sehingga tidak perlu dilanjutkan pada siklus berikutnya. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa kualitas proses pembelajaran membacakan puisi siswa kelas VIIIB SMP Negeri Sumbermalang melalui kegiatan membacakan syair lagu-lagu populer remaja meningkat. Peningkatan ini ditunjukkan dengan meningkatnya tingkat keberhasilan tindakan aktivitas guru dan siswa pada siklus I dan siklus II. Oleh karena itu, dikemukakan saran sebagai berikut. Pertama, agar tumbuh rasa percaya diri dan motivasi siswa sebaiknya guru menciptakan suasana yang santai dan menyenangkan dalam pembelajaran. Kedua, rasa senang dan gemar membaca khususnya tentang sastra sebaiknya ditingkatkan oleh siswa. Ketiga, karena kegiatan apresiasi lagulagu populer remaja dapat meningkatkan kualitas pembelajaran apresiasi puisi maka disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian lanjutan pada kasus dan kelas yang sama atau mirip untuk menguji kebenaran hasil penelitian dengan menambah landasan teori yang digunakan dan memperhatikan kualitas syair lagu

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
    corecore