4 research outputs found
Gambaran program kesehatan jiwa: penanganan ODGJ pasung di kabupaten Cilacap
Objektif: Kajian ini bermaksud memberikan gambaran tentang pelaksanaan program kesehatan jiwa terutama penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) pasung di Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah. Metode: Review data sekunder yang berasal dari Data Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap Tahun 2018, jurnal-jurnal terkait serta wawancara tidak mendalam dengan keluarga dan masyarakat. Hasil: Menurut Badan Pusat Statistik (2018) jumlah Penduduk Kabupaten Cilacap sebanyak 1.785.971 jiwa dengan jumlah orang dengan angka gangguan jiwa mencapai 1.643 penderita, merupakan angka yang banyak tetapi sedikit perhatian karena tidak menyebabkan outbreak, ataupun kematian langsung tapi berdampak ekonomi jangka panjang (kurang produktif). Program kesehatan jiwa terutama penanganan ODGJ pasung dilaksanakan tahun 2011, sesuai himbauan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 1 Tahun 2012 tentang Penanggulangan Pasung di Provinsi Jawa Tengah. Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui Dinas Kesehatan mulai melakukan pendataan untuk menemukan ODGJ pasung, ditemukan 88 penderita dari 2010-2011. Beberapa kajian menarik kenapa pasien yang ditangani sangat fluktuatif, karena memang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Berdasarkan wawancara sederhana dengan keluarga dan masyarakat ada beberapa alasan kenapa mereka melakukan pemasungan 1) Ketidaktahuan keluarga tentang perawatan ODGJ 2) Keterbatasan ekonomi keluarga penderita ODGJ 3) Dorongan mayarakat sekitar penderita ODGJ 4) Keputusasaan keluarga 5) Ketidaktahuan mencari pertolongan (Health Literacy). Saat itu rujukan ke RSJ menjadi pilihan tercepat menyeleaikan masalah tetapi ternyata tidak karena penderita kambuhan, kurangnya follow up dari puskesmas, ketidakteraturan minum obat, dan belum optimalnya dukungan lingkungan. Sehingga dilakukan alternatif implementasi lainnya seperti penyuluhan ODGJ ke masyarakat, kemudahan keluarga ODGJ mengakses pelayanan kesehatan di puskesmas, penyampaian kepada keluarga dan masyarakat untuk mencegah pemasungan, menghubungi petugas kesehatan/puskesmas terdekat apabila menemukan kasus pasung, , kunjungan rumah penderita ODGJ untuk mencegah pemasungan, sistem rujukan berjenjang, penanganan sederhana pasien gaduh gelisah, dan pembentukan Desa Siaga Sehat Jiwa (DSSJ). Simpulan: Masalah kesehatan jiwa seperti halnya masalah kesehatan lainnya tidak akan selesai, sehingga dalam pelaksanaan dibutuhkan kerjasama dengan pengambil keputusan, organisasi profesi, institusi pendidikan kesehatan, LSM, tenaga kesehatan, pelayanan kesehatan swasta melalui proses advokasi, pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.Objektif: Kajian ini bermaksud memberikan gambaran tentang pelaksanaan program kesehatan jiwa terutama penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) pasung di Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah. Metode: Review data sekunder yang berasal dari Data Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap Tahun 2018, jurnal-jurnal terkait serta wawancara tidak mendalam dengan keluarga dan masyarakat. Hasil: Penduduk Kabupaten Cilacap sebanyak 1.785.971 jiwa, ODGJ mencapai 1.643 penderita, merupakan angka yang banyak tetapi sedikit perhatian karena tidak menyebabkan outbreak, ataupun kematian langsung tapi berdampak ekonomi jangka panjang (kurang produktif). Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui Dinas Kesehatan mulai melakukan pendataan untuk menemukan ODGJ pasung, ditemukan 88 penderita dari 2010-2011. Berdasarkan wawancara sederhana dengan keluarga dan masyarakat ada beberapa alasan kenapa mereka melakukan pemasungan : 1) Ketidaktahuan keluarga tentang perawatan ODGJ, 2) Keterbatasan dana, 3) Dorongan mayarakat sekitar, 4) Keputusasaan keluarga, 5) Ketidaktahuan mencari pertolongan (Health Literacy). Saat itu rujukan ke RSJ menjadi pilihan tercepat menyelesaikan masalah tetapi ternyata tidak menyelesaikan masalah karena penderita cenderung kambuhan, kurangnya follow up dari puskesmas, ketidakteraturan minum obat, dan belum optimalnya dukungan lingkungan. Simpulan: Penanganan masalah kesehatan jiwa dibutuhkan kerjasama dengan pengambil keputusan, organisasi profesi, institusi pendidikan kesehatan, LSM, tenaga kesehatan, pelayanan kesehatan swasta melalui proses advokasi, pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif
The roles of hajj and umrah facilitating guides in promoting healthy lifestyles among Indonesian pilgrims
Background: Hajj pilgrimage has the potential to spread acute and rapid infectious respiratory and digestive diseases because of the gathering of over two million people from various countries with different characteristics. Purpose: This study explored the role of KBIHU in promoting the healthy behavior of prospective pilgrims in the Cilacap Regency.Method: Qualitative methods with a case study approach. Data analysis uses the thematic analysis of Miles and Huberman's interactive model. Results: The results showed five themes, six categories, and twenty-five subcategories. 1]. Internal management roles in promoting healthy behavior: (a) institutional perception of authority and its limitation, and networking, (b) guidance, service, assistance, and protection functions, and (c) planning, implementation, and evaluation. 2]. Efforts to promote healthy behavior: coordination between agencies, coordination with the public health office and community health center, and the role of innovation. 3]. tips on promoting healthy behaviors: maximizing the role of mentors, involving pilgrims and alumni of health workers, involving fellow worshipers, use of social media, AKHI, TKHI, and "karu-karom." 4]. KBIHU support: health policy, the pilgrimage "istithaah," and pilgrims' rights and obligations. 5]. Problems in implementation: the fact of pilgrims and pilgrimage diseases
Teknologi Sediaan Farmasi: Inovasi dan Transformasi Produk
Buku ajar berjudul Teknologi Sediaan Farmasi: Inovasi dan Transformasi Produk membahas perkembangan terbaru dalam pembuatan dan pengolahan obat. Berbagai teknik modern dijelaskan untuk menunjukkan bagaimana obat bisa dibuat lebih efektif, aman, dan mudah digunakan.
Pembaca akan menemukan informasi tentang inovasi dalam formulasi obat, teknologi terbaru dalam penghantaran zat aktif, serta cara meningkatkan kualitas dan efisiensi produk farmasi. Buku ini juga mengulas bagaimana kemajuan di bidang ini dapat membantu meningkatkan akses masyarakat terhadap obat yang lebih baik.
Ditulis untuk semua kalangan, buku ini cocok bagi masyarakat umum yang ingin memahami perkembangan dunia farmasi dan bagaimana teknologi terus mengubah cara obat dikembangkan serta digunakan
