489 research outputs found

    Politik Media dalam Membingkai Perempuan (Analisis Framing Pemberitaan Kasus Video Porno Yahya Zaini dan Maria Eva di Harian Umum Kompas dan Suara Merdeka)

    No full text
    Abstract: This research is a qualitative descriptive research which is aims to get an explanation about process of reality reconstruction doing by mass media, various kind of framing devices that is used, and woman representation at Kompas and Suara Merdeka news reporting about circulation of Yahya Zaini-Maria Eva porn video. In its execution, this research is using framing analysis method to gain information about way of mass media’s telling story. The data are collected by using qualitative content analysis applied to Kompas and Suara Merdeka news articles publish during December 2006. Unit of analysis determined based on Pan and Kosicki framing analysis model. Data validity is measured by triangulation technique. Data analysis is conducted by using the interactive data analysis technique. The result of this research shows that Kompas and Suara Merdeka have different point of view in reconstruction this case. Kompas showed careful news reporting while Suara Merdeka is more market oriented. Both of newspapers are uses same framing devices, including syntactic, script, thematic, and rhetoric. In representing woman, Kompas and Suara Merdeka are tending to frame woman in unfavorable ways.</jats:p

    SELFIE DAN NARSISME PEREMPUAN: AMBIVALENSI PEREMPUAN URBAN DALAM MENGKONSTRUKSI IDENTITAS DIRI SEBAGAI SUBYEK DI SMARTPHONE

    No full text
    Dalam pembangunan yang dominan, wanita selalu ditempatkan pada posisi subordinat tersebut. Perempuan adalah objek utama dari tatapan laki-laki. Representasi wanita di media massa dibangun berdasarkan stereotip laki-laki. Wanita yang ideal adalah orang yang memiliki kulit putih, mulus, tidak ada kulit keriput dan selalu terlihat segar dan muda. Selanjutnya, tipe ideal media wanita menjadi semacam standar penilaian dalam banyak sektor dalam masyarakat. Oleh karena itu, tak heran jika wanita sering subordinasi atau terpinggirkan dalam masyarakat karena tidak ada setiap wanita lajang adalah memiliki tipe ideal wanita cantik. Kemudian, ketika smartphone hadir dalam kehidupan sehari-hari wanita, smartphone memberikan kesempatan bagi perempuan sebagai pengguna, untuk membangun identitas mereka sendirian, bukan sebagai objek gairah laki-laki, tetapi sebagai subjek. Dengan menggunakan pendekatan etnografi, penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan budaya selfie yang umum ditemukan di kalangan wanita pengguna smartphone. Kata kunci : wanita, smartphone, selfi

    Smartphonisasi Agama: Transformasi Perilaku Beragama Perempuan Urban di Era Digital

    No full text
    Sebelum teknologi digital, termasuk smartphone menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat, aktivitas beragama lebih merupakan bagian dari urusan privat daripada publik. Hampir semua agama mengajarkan bahwa ritual keagamaan baik yang dilakukan secara vertikal antara manusia dengan Tuhannya maupun secara horisontal antara manusia dengan manusia hendaknya dilakukan semata-mata untuk mendapatkan pahala dari Tuhan. Pamer keshalehan menjadi semacam tabu untuk dilakukan. Namun kini, smartphone telah mlelahirkan kultur baru dimana perilaku beragama tidak lagi merupakan urusan pribadi manusia dengan Tuhannya, namun juga menjadi bagian dari aktivitas yang biasa dipajang di ruang display media, khususnya smartphone. Praktek beragama kemudian mengalami smartphonisasi ketika karakteristik dan logika smartphone kemudian telah turut membentuk praktek beragama di era digital ini. Menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi penelitian ini mencoba mengungkapkan bagaimana transformasi perilaku beragama di kalangan perempuan urba

    Smartphonisasi Agama: Transformasi Perilaku Beragama Perempuan Urban di Era Digital

    No full text
    Sebelum teknologi digital, termasuk smartphone menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat, aktivitas beragama lebih merupakan bagian dari urusan privat daripada publik. Hampir semua agama mengajarkan bahwa ritual keagamaan baik yang dilakukan secara vertikal antara manusia dengan Tuhannya maupun secara horisontal antara manusia dengan manusia hendaknya dilakukan semata-mata untuk mendapatkan pahala dari Tuhan. Pamer keshalehan menjadi semacam tabu untuk dilakukan. Namun kini, smartphone telah mlelahirkan kultur baru dimana perilaku beragama tidak lagi merupakan urusan pribadi manusia dengan Tuhannya, namun juga menjadi bagian dari aktivitas yang biasa dipajang di ruang display media, khususnya smartphone. Praktek beragama kemudian mengalami smartphonisasi ketika karakteristik dan logika smartphone kemudian telah turut membentuk praktek beragama di era digital ini. Menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi penelitian ini mencoba mengungkapkan bagaimana transformasi perilaku beragama di kalangan perempuan urba

    Benturan Kepentingan dalam Manajemen Berita Televisi

    No full text
    Television was described as the most important and credible source of news. But, the news is not a neutral product That's why running a news operation so different from any other business. News manager faces some dilemmatic problems. He should make journalistic quality and financial success go hand in hand. This article examines some problems that are faced by television news manager in Indonesia. Attention is given to the conflict of interest of those who finance them

    SELFIE DAN NARSISME PEREMPUAN: AMBIVALENSI PEREMPUAN URBAN DALAM MENGKONSTRUKSI IDENTITAS DIRI SEBAGAI SUBYEK DI SMARTPHONE

    No full text
    Dalam pembangunan yang dominan, wanita selalu ditempatkan pada posisi subordinat tersebut. Perempuan adalah objek utama dari tatapan laki-laki. Representasi wanita di media massa dibangun berdasarkan stereotip laki-laki. Wanita yang ideal adalah orang yang memiliki kulit putih, mulus, tidak ada kulit keriput dan selalu terlihat segar dan muda. Selanjutnya, tipe ideal media wanita menjadi semacam standar penilaian dalam banyak sektor dalam masyarakat. Oleh karena itu, tak heran jika wanita sering subordinasi atau terpinggirkan dalam masyarakat karena tidak ada setiap wanita lajang adalah memiliki tipe ideal wanita cantik. Kemudian, ketika smartphone hadir dalam kehidupan sehari-hari wanita, smartphone memberikan kesempatan bagi perempuan sebagai pengguna, untuk membangun identitas mereka sendirian, bukan sebagai objek gairah laki-laki, tetapi sebagai subjek. Dengan menggunakan pendekatan etnografi, penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan budaya selfie yang umum ditemukan di kalangan wanita pengguna smartphone. Kata kunci : wanita, smartphone, selfi

    Benturan Kepentingan dalam Manajemen Berita Televisi

    No full text
    Television was described as the most important and credible source of news. But, the news is not a neutral product That's why running a news operation so different from any other business. News manager faces some dilemmatic problems. He should make journalistic quality and financial success go hand in hand. This article examines some problems that are faced by television news manager in Indonesia. Attention is given to the conflict of interest of those who finance them

    Teori komunikasi/ Santoso

    No full text
    vi, 126 hal.; 23 cm
    corecore