35 research outputs found
MATHEMATICAL DIFFICULTIES LEARNERS IN SOLVING CREATIVE THINKING IN THE GEOMETRY ABILITY
The purpose of this study to identify the Difficulties and disadvantages experience by learners in terms of the process of settlement problems of mathematical creative thinking abilities part of indicators. The research instrument used was a matter of mathematics creative thinking ability test and interview guidelines Subject in this study in class VIII-D Junior High School. Based on the research results, Difficulties and disadvantages experienced by learners when solving test creative thinking abilities mathematics include, most learners do not express a variety of ideas, ideas or plans of settlement diverse, does not solve the problem in various ways, does not try to solve problems in ways own or use a non-standard way, and most learners do not develop and elaborate the answer in solving problems
Peningkatan Kemampuan Pemahaman dan Berpikir Kritis Matematis Peserta Didik SMP Negeri 12 Tasikmalaya melalui Metode Inkuiri Model Alberta
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) peningkatkan kemampuan pemahaman dan berpikir kritis matematis peserta didik yang memperoleh pembelajaran dengan metode inkuiri model Alberta dibanding dengan metode konvensional, (2) perbedaan peningkatan kemampuan pemahaman dan berpikir
kritis matematis peserta didik kelompok atas, sedang dan bawah antara yang memperoleh pembelajaran dengan metode inkuiri model Alberta dengan yang memperoleh pembelajaran konvensional, (3) asosiasi antara peningkatan
kemampuan pemahaman dan berpikir kritis matematis peserta didik serta (4) sikap peserta didik setelah mengikuti pembelajaran dengan metode inkuiri model Alberta.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII SMP Negeri 12 Tasikmalaya, sedangkan sampel diambil secara random dari seluruh kelas VIII SMP Negeri 12 Tasikmalaya yang diambil dua kelas untuk dijadikan
kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen yang digunakan terdiri dari tes kemampuan pemahaman, tes kemampuan berpikir kritis dan angket skala sikap.
Pengolahan data menggunakan uji gain ternormalisasi, uji-t, ANOVA dua jalur, dan koefisien kontingensi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan pemahaman dan berpikir kritis matematis peserta didik yang memperoleh pembelajaran dengan metode inkuiri model Alberta lebih baik daripada peserta didik yang memperoleh pembelajaran konvensional. Terdapat perbedaan peningkatan
kemampuan pemahaman dan berpikir kritis matematis peserta didik kelompok atas, sedang dan bawah antara yang memperoleh pembelajaran dengan metode inkuiri model Alberta dengan yang memperoleh pembelajaran konvensional.
Selain itu terdapat asosiasi antara peningkatan kemampuan pemahaman dan berpikir kritis matematis peserta didik. Peserta didik di kelas eksperimen menunjukkan sikap positif terhadap pembelajaran dengan metode inkuiri model Alberta
Pengaruh penggunaan pendekatan konstruktivisme terhadap kemampuan berpikir kritis matematik mahasiswa
This study aimed to determine the positive influence of constructivist approach to students’ mathematical critical thinking skills and to investigate the students’ attitude towards the use of a constructivist approach. Population in this study were all students of 2014 batch of economic education, Faculty of Teacher Training and Education, Siliwangi University. The sample used was purposive random sampling for consideration, taken two class of five existing classes. One class was class D become an experimental class that used a constructivist approach and the other class was class B become control class using conventional learning model. Data in this study were taken through the test of critical thinking skills and attitude questionnaires that were given in the experimental class. Data were analysed by the average difference test and attitude scale. The results showed a positive effect of the use of constructivism approach toward students’ mathematical critical thinking skills and students showed a positive attitude to the use of a constructivist approach
KEPUASAN MAHASISWA BERDASARKAN KINERJA DOSEN DALAM PROSES PERKULIAHAN DI FKIP JURUSAN MATEMATIKA UNIVERSITAS SILIWANGI
Penelitian ini untuk mengetahui kepuasan mahasiswa berdasarkan kinerja dosen dalam proses perkuliahan di FKIP Jurusan Matematika Universitas Siliwangi. Ada beberapa tujuan penelitian ini. Pertama, mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa yang dipengaruhi oleh kinerja dosen dalam proses perkuliahan; Kedua, mengetahui kepuasan mahasiswa yang diakibatkan oleh kinerja dosen dalam proses perkuliahan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika dan peneliti mengambil mahasiswa semester ganjil untuk dijadikan sampel penelitian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi angket yang diberikan kepada mahasiswa. Analisis data menggunakan korelasi untuk mengetahui pengaruh kinerja dosen terhadap kepuasan mahasiswa dalam proses perkuliahan. Target penelitian yang ingin dicapai adalah publikasi ilmiah dalam jurnal yang memiliki ISSN atau jurnal nasional terakreditasi. Setelah melaksanakan penelitian, hasil yang diperoleh adalah terdapat hubungan antara kepuasan mahasiswa dilihat dari sisi tangible, reliability, assurance dan emphaty dengan kinerja dosen dalam proses perkuliahan. Sedangkan kepuasan mahasiswa dilihat dari sisi responsiveness tidak terdapat hubungan terhadap kinerja dosen dalam proses perkuliahan. Adapun hasil kepuasan mahasiswa terhadap kinerja dosen menunjukkan bahwa mahasiswa cukup puas terhadap kinerja dosen dari berbagai aspek dan faktor yang terdapat dalam proses perkuliahan.Kata Kunci : Kepuasan Mahasiswa, Kinerja Dosen, Proses Perkuliahan
KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIK PESERTA DIDIK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY ALBERTA
The aims of this study are : (1) to identify the influences of the using Inquiry Alberta Learning model to the ability of students’ creativity mathematical thinking, (2) to identify the students’ difficulties faced who get treated by Inquiry Alberta model in completing the tests of mathematical creative thinking ability, (3) to identify students’ difficulties faced who get treated by Problem Based Learning model in completing the tests of mathematical creative thinking ability. The research method used is the Sequential Explanatory Mixed Method Desaign. A question tests of mathematical creative thinking ability and interview guidelines were used as research instrument. Based on the research result , data processing, data analysis and hypothesis testing indicate that (1) there is an effect of using the Inquiry Alberta Learning model in the ability of students’ creativity mathematical thinking. (2) the students’ difficulties faced who get treated by Inquiry Alberta model in completing the test of mathematical creativity thinking ability are in aspects of flexibility, originality, and comprehensively. (3) the students’ difficulties faced who get treated by Problem Based Learning model in completing the test of mathematical creativity thinking ability are also in aspects of fluency, flexibility, originality, and comprehensively
KONTRIBUSI PENGGUNAAN MODEL DISCOVERY LEARNING TERHADAP PENINGKATKAN KEMAMPUAN KONEKSI DAN KOMUNIKASI MATEMATIK PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA ANGKATAN 2015-2016
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan koneksi dan komunikasi matematik mahasiswa yang lebih baik antara yang mengikuti pembelajaran dengan model Discovery Learningdengan yang mengikuti   pembelajaran langsung, serta untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan koneksi dan komunikasi matematik mahasiswa kelompok tinggi, sedang dan rendah yang mengikuti pembelajaran dengan model Discovery Learning. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa angkatan 2015-2016. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa kelas D sebagai kelas eksperimen dan E sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi soal tes kemampuan koneksi dan komunikasi matematik. Analisis data menggunakan uji perbedaan dua rata-rata untuk mengetahui peningkatan yang lebih baik antara kelas eksperimen dan kelas kontrol serta ANOVA satu arah dengan uji Scheffe untuk mengetahui peningkatan yang lebih baik antara kelompok tinggi, sedang dan rendah. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan koneksi dan komunikasi matematik mahasiswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Discovery Learninglebih baik dari mahasiswa yang mengikuti pembelajaran langsung. Peningkatan kemampuan koneksi dan komunikasi matematik mahasiswa kelompok sedang lebih baik dari kelompok tinggi dan rendah yang mengikuti pembelajaran dengan model Discovery Learning.Kata Kunci : Discovery Learning, Kemampuan Koneksi dan Komunikasi Matemati
KORELASI ANTARA KECEMASAN BELAJAR DENGAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIK PESERTA DIDIK DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL)
This research aimed to know the anxiety learning by using problem based learning model, the ability of problem solving by using problem based learning model, the correlation between anxiety learning with mathematic problem solving ability of learners by using problem based learning model. The method used in this research was an experimental method. The population were all of the students at grade VIII in MTs Negeri 6 Ciamis and the sampel used was VIII E class using random samping technique, then they were given mathematic learning with problem based learning model. Data were collected throught test mathematic problem solving ability and questionnaire anxiety learning. The techniques was using simple linear regression test. Based on data analysis, it could be concluded that there was student anxiety learning whos learning by using of Problem Based Learning model were classified as medium, student mathematic problem solving whos learning by using of Problem Based Learning model were classified as good. The second conclusion correlation between mathematical problem solving ability with anxiety learning through Problem Based Learning model with a low negative correlation classification
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR REFLEKTIF PESERTA DIDIK DITINJAU DARI SELF REGULATED LEARNING
The purpose of this study is to describe the reflective thinking skills of students in terms of Self Regulated Learning. The data collection techniques used were reflective thinking skills tests, Self Regulated Learning questionnaires, and unstructured interviews. The main instrument in this study is the researcher himself with other instruments in the form of reflective thinking skills test questions and Self Regulated Learning questionnaires. The data sources of this study are S-26 subjects who have high Self Regulated Learning, S-16 subjects who have medium Self Regulated Learning and S-4 subjects who have low Self Regulated Learning. Data analysis techniques used include data reduction, data presentation and conclusion drawing. Based on the results of the study, it was found that the reflective thinking skills of S-26, S-16 and S-4 subjects were able to write down what was known and asked, able to explain the known relationship with the asked and explain the methods used and able to relate and associate problems that had been faced with the problems asked. S-26 is able to determine the purpose of the problem and is able to detect the truth in determining the answer so as to get the right answer results. S-16 is able to determine the purpose of the problem, able to detect the truth in determining the answer but has not been able to detect errors in the number of books on the first shelf so that the answer results are not correct. While S-4 is able to determine the purpose of the problem but has not been able to detect errors and correctness in determining the answer so that the answer results are not right
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS SCRACTH UNTUK MENGOPTIMALKAN PROBLEM SOLVING SISWA
Permasalahan yang ditemui pada saat observasi awal terdiri dari: kemampuan problem solving siswa masih rendah dilihat dari hasil ulangan pada materi garis dan sudut; pihak sekolah membutuhkan media pembelajaran yang dapat menunjang serta dapat mengotimalkan problem solving siswa, menciptakan variasi pembelajaran kreatif. Penelitian ini[U1] bertujuan mengembangkan dan menghasilkan produk berupa media pembelajaran berbasis Scratch untuk mengoptimalkan problem solving siswa pada bidang Geometri. Penelitian pengembangan yang dipakai adalah model PPE dengan terdiri atas tiga tahapan diantaranya: Planning, Production, dan Evaluation. Subjek sebanyak 32 siswa kelas VII disalah satu SMP Negeri di kabupaten Tasikmalaya. Berdasarkan hasil penelitian media pembelajaran berbasis Scratch layak digunakan dalam aktivitas dikelas yang telah memenuhi kriteria validitas dan efektifitas. Penilaian validasi ahli materi memperoleh nilai persentase sebesar 88.09% merupakan kategori paling valid, juga besarnya persentase validitas ahli media adalah73.75% merupakan kategori valid. Tanggapan peserta didik terhadap penggunaan media pembelajaran berbasis Scratch pada materi segitiga dan segiempat sangat positif dengan persentase sebesar 90.73%. Efektifitas siswa berkaitan dengan problem solving siswa pada materi segiempat dan segitiga mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yakni sebesar 81.25% lebih optimal dibandingkan dengan problem solving saat observasi awal penelitian. Pengembangan media pembelajaran berbasis Scratch dapat dijadikan rujukan bagi guru matematika, selain dapat mengotimalkan problem solving siswa, juga dapat menciptakan variasi pembelajaran kreatif yang sesuai dengan perkembangan jaman saat ini
Pelatihan Penerapan Rumus-Rumus Cepat Matematika Pada Anak-Anak SD di Lingkungan Perum Bumi Citra Saguling Kawalu Tasikmalaya
Matematika dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit dan tidak menyenangkan. Sehingga anak-anak kurang begitu menyukai terhadap pelajaran matematika. Upaya meningkatkan kemampuan pemahaman terhadap matematika sangat dibutuhkan cara yang mudah dan dapat dipahami oleh anak-anak dalam pembelajarannya. Penerapan rumus-rumus cepat matematika merupakan hal yang dapat membuat anak-anak suka terhadap matematika. Bentuk pembelajaran dengan menerapkan rumus-rumus cepat dapat memudahkan dan dapat meningkatkan pemahaman serta keterampilan anak-anak dalam mengerjakan soal matematika. Metode pelaksanaan kegiatan ini mengacu kepada metode pelatihan yang terdiri dari tahap persiapan dan pelaksanaan. Metode yang dilakukan diiharapkan dapat menghasilkan target luaran untuk menghasilkan produk berupa Buku penerapan rumus-rumus cepat matematika dan menyenangkan, serta menghasilkan publikasi ilmiah yang dapat diterbitkan pada jurnal Nasional Terakreditas
