2 research outputs found
keefektifan bimbingan kelompok menggunakan teknik sosiodrama untuk meningkatkan keterampilan prososial siswa smpn 15 kota malang
ABSTRAKSetia , Indra Cahya 2019 Keefektifan Bimbingan Kelompok Menggunakan Teknik Sosiodrama untuk meningkatkan Keterampilan Prososial siswa SMPN 15 kota Malang Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang dosenPembimbing(1) Drs. Djoko Budi Santoso, M.Pd(2) Drs. Hariadi Kusumo, M.Pd Kata Kunci: Keterampilan Prososial, sosiodramaPerilaku prososial adalah suatu kategori tindakan yang diartikan oleh suatu masyarakat atau seseorang sebagai tindakan yang secara umum memiliki manfaat bagi orang-orang lain. Perilaku prososial didasari dari motivasi dalam diri yaitu keinginan untuk bermanfaat bagi orang lain serta dapat ditinjau dari situasi ketika perilaku prososial tersebut muncul di tempat kejadian. Perilaku prososial adalah perilaku yang memberi manfaat bagi orang lain. Diaplikasikan pada setiap perilaku membantu orang lain yang membutuhkan tanpa si pelaku memperoleh manfaat langsung pada saat melaksanakan perilaku tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas teknik sosiodrama untuk meningkatkan kemampuan prososial peserta didik yang sedang berada pada tingkat SMP.Metode penelitian yang digunakan adalah model eksperimen semu (quasi-experimental) dengan menggunakan rancangan one group (pre-tes dan post-tes) yaitu pemberian instrumen skala prososial sebagai alat ukur. Dilanjutkan dengan pre-test dan post-test kepada subyek kemudian ditentukan subyek mana saja yang diberikan treatment setelah diberikan akan diberikan post-test untuk mengukur peningkatan keterampilan prososial. Penelitian ini menggunakan analisis uji wilcoxon yaitu untuk melihat perbandingan antara sebelum diberikan treatment dengan sesudah diberikan treatment hal ini dapat dilihat dari hasil Asym. Sig. (2 tailed) sebesar 0,001 sehingga kurang dari ambang batas yaitu 0,05. Dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah diberikan treatment yaitu berupa peningkatan keterampilan prososial terutama pada subyek . Hipotesis yang ditawarkan dalam penelitian ini adalah bahwa teknik sosiodrama efektif untuk meningkatkan keterampilan prososial peserta didik. Disarankan Bagi Guru BK, teknik sosiodrama dapat dimanfaatkan sebagai variasi pembelajaran dalam melatihkan keterampilan bersosial yang lebih adaptif terhadap para peserta didik. Bagi peneliti, diharapkan ketika meneliti terdapat satu teknik selain sosiodrama dan diterapkan kedalam kelompok kontrol sebagai pembanding dari teknik sosiodrama.
SISTEM BUKA KUNCI OTOMATIS RFID BERDASARKAN SISTEM INFORMASI PENJADWALAN GENETIKA
Facilities at Universitas Perjuangan every period there is always repair or replacement. This happened because of the lack of control over access to classrooms at Universitas Perjuangan. This RFID automatic unlocking system based on genetic scheduling aims to manage classrooms in order to maintain existing facilities, so that unauthorized persons cannot use the room. The author completed this through several stages including data collection by observation and interviews, data analysis, design of tools and information systems, implementation of tools and information systems, trials, and integration. Based on the test results, it can be concluded that the implementation of the automatic unlock system based on genetic scheduling can work according to the designed working principle. This is shown in all circuits when working, the microcontroller can send the UID that is faced and also the information system can respond and adjust to the schedule database that is active every time.Sarana dan prasarana di Universitas Perjuangan, setiap periodenya selalu ada perbaikan maupun penggantian barang yang rusak. Hal tersebut terjadi karena kurang terkontrolnya akses ke ruangan kelas di Universitas Perjuangan. Sistem buka kunci otomatis RFID berdasarkan penjadwalan genetika ini bertujuan untuk memanajemen ruangan kelas guna menjaga sarana prasarana fasilitas yang ada, sehingga orang yang tidak berkepentingan tidak bisa menggunakan ruangan tersebut. Penulis menyelesaikan ini melalui beberapa tahapan yang diantaranya ada pengumpulan data yang dilakukan dengan observasi dan wawancara, analisa data, desain alat dan sistem informasi, implementasi alat dan sistem informasi, uji coba, dan integrasi. Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa hasil implementasi dari sistem buka kunci otomatis berdasarkan penjadwalan genetika ini dapat bekerja sesuai dengan prinsip kerja yang dirancang. Hal tersebut ditunjukkan pada semua rangkaian pada saat bekerja, mikrokontroler dapat mengirim UID yang dihadapkan dan juga sistem informasi dapat merespon dan menyesuaikan dengan database jadwal yang aktif tiap waktunya
