217 research outputs found
Artikel Eva Handayani
Students are a very important element in educational and teaching activities in schools. Educational institutions are established for the benefit of students. Therefore it needs to get enough attention from the implementation of education in order to achieve the objectives of national education as a whole.Therefore, as a prospective educator later, in order to be able to administer for students so that the learning process runs well it is necessary to understand about the administration of students / students. Therefore, the author tries to make a paper that discusses the administration of students
ANALISIS KEBUTUHAN SARANA DAN PRASARANA : Studi Kasus di SMP Tutwuri Handayani Cimahi
Penelitian ini berjudul ”Analisis Kebutuhan Sarana dan Prasarana (Studi Kasus di SMP Tutwuri Handayani Cimahi)”. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada ketersediaan sarana dan prasarana di sekolah yang belum sepenuhnya mengikuti aturan yang berlaku. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan tentang ketersediaan sarana dan prasarana di SMP Tutwuri Handayani Cimahi. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hal ini berdasrakan pada kondisi dan konteks masalah yang dikaji, yaitu mengenai gambaran sarana dan prasarana di sekolah dan sejauh mana tingkat ketercapaian standar sarana dan prasarana. Untuk pengumpulan data, peneliti menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh di lapangan dilakukan analisis data untuk mendapatkan temuan penelitian. Keabsahan data diuji dengan kredibilitas data dan konfirmabilitas. Temuan penelitian yaitu kondisi sarana dan prasarana di SMP Tutwuri Handayani yang cukup baik dan sesuai dengan standar sarana dan prasarana pendidikan. Namun masih ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan media pembelajaran agar digunakan sebaik mungkin. Upaya pemenuhan fasilitas pendidikan sekolah tersebut dilakukan dengan cara menganalisis alternatif pemecahan masalah melalui penilaian kekuatan dan kelemahan setiap alternatif pemecahan. Hasil yang diperlihatkan berdasarkan komponen alternatif pemecahan memperlihatkan bahwa komponen pelibatan dunia usaha dan industri menjadi pilihan pertama untuk menyelesaikan permasalahan keterbatasan sarana prasarana. Penulis dapat menyimpulkan bahwa proses pemenuhan sarana dan prasarana yang dilakukan sekolah dapat dikatakan cukup baik namun belum secara keseluruhan mengikuti aturan yang berlaku dan penulis dapat merekomendasikan pelaksanaan pemenuhan standar sarana dan prasarana di SMP Tutwuri Handayani Cimahi.;--This research entitled " Need Analysis of School Facilities at SMP Tutwuri Handayani". The background of this research is based on the availability of facilities and infrastructure in schools that have not fully followed the applicable rules. The purpose of this study was to describe the availability of facilities and infrastructure at SMP Tutwuri Handayani. The method that will be used in this research is descriptive method with a qualitative approach. This is based on the conditions and context of the problem being studied, namely regarding the description of facilities and infrastructure at the school and the extent to which the standard of facilities and infrastructure is reached. For data collection, researchers used observation, interviews, and documentation. Data obtained in the field were analyzed using data to obtain research findings. The validity of the data was tested with data credibility and confirmation. Research findings are the condition of the facilities and infrastructure at SMP Tutwuri Handayani which is quite good and in accordance with the standards of educational facilities and infrastructure. But there are still some things that must be considered in the use of learning media so that they are used as best as possible. Efforts to fulfill the school education facilities are carried out by analyzing alternative solutions to problems through assessing the strengths and weaknesses of each alternative solution. The results shown based on the alternative components of the solution show that the component of business and industry involvement is the first choice to solve the problem of limited infrastructure. The author can conclude that the process of fulfilling the facilities and infrastructure carried out by the school can be said to be quite good but not yet in full compliance with the applicable rules and the author can recommend the implementation of the standard of facilities and infrastructure at SMP Tutwuri Handayani
THE EFFECT OF USING CLUE GAME STRATEGY TOWARDS STUDENTS’ SPEAKING ABILITY AT THE SECOND YEAR OF JUNIOR HIGH SCHOOL 2 TELUK KUANTAN
SMPN 2 Teluk Kuantan, merupakan salah satu sekolah yang menggunakan
kurikulum KTSP sebagai pedoman dalam proses belajar mengajar. Setelah
melakukan riset awal pada sekolah ini, penulis menemukan bahwa beberapa siswa
kelas dua masih memiliki kemampuan yang lemah dalam berbicara yang terbukti
bahwa mereka masih menemukan kesulitan dalam mengepresikan ide mereka, masih
takut berbicara didipan kelas dan masih memiliki kekurangan dalam grammar,
pronunciation dan vocabulary. Dengan demikian, penulis tertarik untuk melakukan
penelitian yang berjudul Pengaruh dari penggunaan Strategi Clue Game terhadap
Kemampuan berbicara siswa Kelas Dua SMPN 2 Teluk Kuantan.
Jenis penelitian ini adalah penelitian quasy eksperimen. Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk mencari perbedaan yang signifikan terhadap kemampuan berbicara
siswa yang diajarkan dengan menggunakan strategi konvensional dan yang diajarkan
dengan menggunakan Strategi Clue Game. Subjek dari penelitian ini adalah siswa
kelas dua SMPN 2 Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi. Pada penelitian ini,
penulis mengambil 2 kelas dari 4 kelas; kelas eksperimen dan kelas kontrol. Ini
berarti bahwa ada 50 siswa yang terlibat sebagai sample dari total keseluruhan siswa
yang menggunakan pengelompokan sampel yang didapat secara acak berdasarkan
kelas. Dalam mengumpulkan data, penulis menggunakan test. Dalam penelitian ini,
penulis menganalisa data dengan menggunakan program komputer SPSS .
Akhirnya penulis menemukan rata-rata nilai tes akhir siswa di kelas kontrol
adalah 51.12. Sedangkan rata-rata nilai tes akhir siswa di kelas eksperiment adalah
71.36. Hasil dari t dihitung dari perbedaan signifikan antara siswa yang diajarkan
strategi konvensional dan strategi Clue Game adalah (7.363). Hasil ini lebih tinggi
dari t-table pada signifikan 5% (2,01) dan 1% (2,68). Ho ditolak dan Ha diterima. Ini
berarti bahwa ada perbedaan yang signifikan dari kemampuan siswa dalam berbicara
teks narative yang diajarkan dengan menggunakan strategi konvensional dan yang
diajarkan dengan strategi Clue Game
Strategi Pertahanan Maritim Republik Rakyat Tiongkok di Laut Cina Timur
Strategi pertahanan maritim Tiongkok didasari oleh adanya ancaman
keamanan di Laut Cina Timur. Ancaman keamanan Tiongkok di laut Cina Timur
berawal dari Kebijakan Jepang pada tahun 2012 yang membeli tiga dari lima
pulau Diaoyu/Senkaku. Ancaman kedua yang muncul adalah kebijakan Pivot Asia
atau perimbangan kembali Amerika Serikat. Kebijakan Pivot Asia Amerika
Serikat untuk meningkatkan eksistensi militernya di laut Cina Timur. Kebijakan
Pivot Asia berdampak signifikan dengan meningkatnya aktivitas militer bersama
dengan negara aliansi
Teknologi Ekstrusi dalam Pengolahan Pangan
Berbagai produk makanan yang diolah dengan proses ekstrusi,
banyak beredar di masyarakat. Hampir semua snack, biskuit,
dan aneka makanan siap saji, yang dipajang digerai
supermarket diolah dengan menggunakan teknologi ekstrusi. Akan
tetapi hingga saat ini pengetahuan mengenai teknologi ekstrusi di
kalangan produsen makanan di Indonesia masih belum dikuasai.
Buku ini berisi mengenai: ekstruder dan prinsip kerjanya,
ekstruder ulir tunggal dan ganda, perubahan nutrisi selama ekstrusi,
produk pangan hasil olahan ekstruder dan penggunaan ekstruder
dalam pengolahan daging tiruan. Pemahaman secara rinci mengenai
komponen-komponen ekstruder, jenis-jenis ekstruder, sistem kerja
ekstruder, perubahan-perubahan yang terjadi pada berbagai
komponen pangan ketika diekstrusi dan aplikasi ekstruder dalam
pengolahan pangan dan daging tiruan dapat dipelajari dalam buku
ini. Seluruh isi buku ini memberikan gambaran yang menyeluruh
mengenai teknologi ekstrusi dalam pengolahan pangan.
Buku ini sangat bermanfaat untuk dibaca tidak hanya di kalangan
produsen makanan tetapi lebih sesuai untuk bahan bacaan
akademisi, mahasiswa, dan peneliti yang tertarik dalam
pengembangan produk pangan terekstrusi. Dengan gaya bahasa
yang ilmiah diharapkan buku ini dapat dijadikan acuan untuk
pengembangan ilmu dan teknologi pengolahan pangan dan menjadi
sumber referensi bagi kalangan akademisi
Sosialisasi Pembuatan Permen Jeli Kopi sebagai Diversifikasi Produk Olahan Kopi di Desa Pakis Kecamatan Panti Jember
Kegiatan Pengabdian Masyarakat Program Pengabdian Pemula (PPP) ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada ibu-ibu anggota koperasi di Desa Pakis Kecamatan Panti Kabupaten Jember tentang pembuatan permen jeli sebagai diversifikasi produk olahan kopi, cara pengemasan, analisis usaha, serta pemasaran produk. Pelatihan ini perlu dilakukan karena proses produksi yang melimpah tidak diimbangi dengan penjualan yang terjadi di Desa Pakis, khususnya pada sektor kopi. Akibatnya, banyak petani yang rela merugi karena terpaksa menjual hasil panennya dengan harga yang murah, bahkan sering dibuang atau dikonsumsi pribadi. Oleh karena itu, diperlukan pembinaan terhadap petani dan masyarakat desa tersebut untuk mengolah kopi menjadi produk olahan yang siap konsumsi. Program pengabdian masyarakat ini diadakan untuk mengatasi masalah tersebut, bahkan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat Desa Pakis. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan selama 3 bulan, yaitu mulai bulan Oktober 2018 sampai Desember 2018. Jumlah peserta sekitar 20 orang ibu-ibu anggota koperasi. Kegiatan ini meliputi sosialisasi dan pelatihan pembuatan permen jeli, pendampingan pembukuan sederhana, dan pemasaran produk. Pelatihan dilaksanakan dengan metode ceramah, diskusi, peragaan oleh tim pelaksana, dan praktik dari para peserta pelatihan. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan respon seluruh peserta yang sangat antusias dalam mengikuti kegiatan serta adanya motivasi untuk mengembangkan permen jeli kopi menjadi bentuk usaha kecil.Kegiatan Pengabdian Masyarakat Program Pengabdian Pemula (PPP) ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada ibu-ibu anggota koperasi di Desa Pakis Kecamatan Panti Kabupaten Jember tentang pembuatan permen jeli sebagai diversifikasi produk olahan kopi, cara pengemasan, analisis usaha, serta pemasaran produk. Pelatihan ini perlu dilakukan karena proses produksi yang melimpah tidak diimbangi dengan penjualan yang terjadi di Desa Pakis, khususnya pada sektor kopi. Akibatnya, banyak petani yang rela merugi karena terpaksa menjual hasil panennya dengan harga yang murah, bahkan sering dibuang atau dikonsumsi pribadi. Oleh karena itu, diperlukan pembinaan terhadap petani dan masyarakat desa tersebut untuk mengolah kopi menjadi produk olahan yang siap konsumsi. Program pengabdian masyarakat ini diadakan untuk mengatasi masalah tersebut, bahkan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat Desa Pakis. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan selama 3 bulan, yaitu mulai bulan Oktober 2018 sampai Desember 2018. Jumlah peserta sekitar 20 orang ibu-ibu anggota koperasi. Kegiatan ini meliputi sosialisasi dan pelatihan pembuatan permen jeli, pendampingan pembukuan sederhana, dan pemasaran produk. Pelatihan dilaksanakan dengan metode ceramah, diskusi, peragaan oleh tim pelaksana, dan praktik dari para peserta pelatihan. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan respon seluruh peserta yang sangat antusias dalam mengikuti kegiatan serta adanya motivasi untuk mengembangkan permen jeli kopi menjadi bentuk usaha kecil
Pelatihan Proses Pembuatan Biskuit dari Tepung Pepaya dan Pisang di Desa Silo, Jember
Desa Silo adalah salah satu daerah pertanian potensial di Kabupaten Jember, khususnya sebagai daerah penghasil buah pepaya. Akhir-akhir ini, penjualan buah pepaya terhambat karena stok pasar masih tinggi. Ini memaksa petani untuk kehilangan penghasilan, dan masalah yang sama juga terjadi pada petani buah pisang. Akibatnya, stok pepaya dan buah pisang berlimpah di Desa Silo, dan petani kesulitan menjual komoditas itu. Oleh karena itu, program pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk menginisiasi peluang bisnis bagi masyarakat di Desa Silo khususnya bagi petani melalui pelatihan proses pembuatan biskuit dengan memanfaatkan buah pepaya dan pisang. Sekitar 28 anggota Gerakan Kesejahteraan Keluarga Desa Silo bergabung dalam program pengabdian masyarakat ini. Implementasi program pengabdian masyarakat terdiri dari pendekatan dan pengumpulan data peserta, persiapan peralatan dan materi pelatihan, kegiatan pelatihan, dan pendampingan peserta. Hasil dari program pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa para peserta antusias dan aktif selama pelatihan karena mereka memperoleh wawasan baru yang bisa menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah ekonomi petani di Desa Silo. Para peserta cukup terampil membuat biskuit karena peralatan yang digunakan sederhana dan mudah dioperasikan, serta aditif makanan yang digunakan mudah ditemukan di pasaran. Evaluasi sensorik menunjukkan bahwa panelis lebih suka biskuit yang terbuat dari bubuk pepaya dan pisang daripada yang dibuat dari salah satu bubuk itu. Ini menunjukkan bahwa buah pepaya dan pisang dapat diolah menjadi bentuk biskuit, yang akan menjadi peluang bisnis yang bagus bagi para petani di Desa Silo.Desa Silo adalah salah satu daerah pertanian potensial di Kabupaten Jember, khususnya sebagai daerah penghasil buah pepaya. Akhir-akhir ini, penjualan buah pepaya terhambat karena stok pasar masih tinggi. Ini memaksa petani untuk kehilangan penghasilan, dan masalah yang sama juga terjadi pada petani buah pisang. Akibatnya, stok pepaya dan buah pisang berlimpah di Desa Silo, dan petani kesulitan menjual komoditas itu. Oleh karena itu, program pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk menginisiasi peluang bisnis bagi masyarakat di Desa Silo khususnya bagi petani melalui pelatihan proses pembuatan biskuit dengan memanfaatkan buah pepaya dan pisang. Sekitar 28 anggota Gerakan Kesejahteraan Keluarga Desa Silo bergabung dalam program pengabdian masyarakat ini. Implementasi program pengabdian masyarakat terdiri dari pendekatan dan pengumpulan data peserta, persiapan peralatan dan materi pelatihan, kegiatan pelatihan, dan pendampingan peserta. Hasil dari program pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa para peserta antusias dan aktif selama pelatihan karena mereka memperoleh wawasan baru yang bisa menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah ekonomi petani di Desa Silo. Para peserta cukup terampil membuat biskuit karena peralatan yang digunakan sederhana dan mudah dioperasikan, serta aditif makanan yang digunakan mudah ditemukan di pasaran. Evaluasi sensorik menunjukkan bahwa panelis lebih suka biskuit yang terbuat dari bubuk pepaya dan pisang daripada yang dibuat dari salah satu bubuk itu. Ini menunjukkan bahwa buah pepaya dan pisang dapat diolah menjadi bentuk biskuit, yang akan menjadi peluang bisnis yang bagus bagi para petani di Desa Silo
Pengaruh variasi konsentrasi tempe kedelai dan kulit pisang ambon (Musa paradisiaca) terhadap aktivitas antioksidan dan daya terima steak tempe
Background: Tempe contains bioactive compounds in the form of isoflavones, scientifically proven to have antioxidant abilities. In addition, banana peel antioxidants are quite high compared to the fruit flesh. Food products that are high in antioxidants have the potential to reduce various degenerative diseases. The combination of antioxidants from soybean tempeh and Ambon banana peel is expected to be one of the efforts to maintain health by minimizing the risk factors for chronic disease due to hypercholesterolemia.Objective: The study aimed to analyze the effect of varying soy tempeh and Ambon banana peel concentrations on tempeh steak's antioxidant activity and acceptability.Method: Research using design Quasi-Experiment, with one group posttest-only design. This research was conducted in January-March 2023. The research procedure began with making tempeh steak with the formulation of the comparison of soybean tempe: Ambon banana skin, namely F1 (30%: 70%), F2 (40%: 60%), F3 (50%: 50%), F4 (60%:40%). There were 4 experimental groups and 3 repetitions. Then, the antioxidant test was carried out using the DPPH method at the Jember State Polytechnic Bioscience Laboratory. The data was analyzed using this method by Kruskal Wallis. Acceptance test was carried out on 30 untrained panelists using the hedonic method at the Integrated Laboratory of FKM University of Jember and data analysis using the test Friedman, at a significance level of 95% CI.Results: The results of the antioxidant activity test showed no significant difference in the average antioxidant activity of tempeh steak (p= 0,951). The average results of antioxidant activity were F1 (70,61%), F2 (71.77%,) F3 (70,64%), F4 (71,44%). Acceptability test results showed significant differences in terms of aroma (p= 0,004), taste (p= 0,026), and overall (p= 0,004), but not significantly different in terms of color (p= 0,055) and texture (p= 0,157). The most preferred experimental group is F4[A2] (p= 0,004).Conclusion: The content of soy tempeh and Ambon banana skin contribute to each other in increasing the percentage of antioxidant inhibition so that it affects the increase in the antioxidant activity of tempeh steak. The higher the concentration of soy tempeh used, the higher the level of preference for the acceptance of tempeh steak. The product recommended in this study was the F4 sample with an average antioxidant activity yield of 71,44%, and the panelists preferred the F4 sample
Analisis Betakaroten, Gula Total, dan Organoleptik Selai Variasi Ubi Ungu (Ipomoea batatas L. Poir) dengan Gula Singkong (Manihot esculenta)
ABSTRAK
Latar Belakang: Produktivitas ubi ungu di Indonesia cukup tinggi, salah satunya di Bondowoso yang mencapai 213,84 kuintal/ha. Ubi ungu merupakan salah satu jenis ubi jalar di Indonesia dan mengandung betakaroten sebesar 4237 µg/100 yang mampu menjaga sel dari radikal bebas dan menurunkan risiko diabetes mellitus bagi penderita prediabetes. Prevalensi prediabetes di Indonesia termasuk kategori tertinggi ketiga di dunia sebesar 27,7 juta jiwa. Prevalensi prediabetes pada tahun 2022 di Kecamatan Tapen, Bondowoso berdasarkan data Puskesmas Tapen ditemukan sebesar 12,36%.
Tujuan: Menganalisis betakaroten, gula total, dan organoleptik selai variasi ubi ungu dengan gula singkong.
Metode: Quasi experimental dengan post-test only control group design untuk mengetahui kadar betakaroten, gula total, dan organoleptik selai setelah perlakuan. Selai ubi ungu dibuat dengan mengukus ubi ungu pada suhu 95˚C selama 30 menit, lalu diblender, perbandingan air dan ubi ungu sebesar 2:1, pektin 1%, dan gula singkong lalu dipanaskan pada suhu 90˚C berturut-turut selama 3 menit dan 17 menit. Variasi perbandingan gula singkong dan ubi ungu antara lain 0%:100%; 15%:85%; 30%:70%; 45%:55%. Kadar betakaroten dianalisis dengan metode Spektrofotometri UV-Vis, gula total dengan metode Luff Schoorl, organoleptik dengan metode uji hedonik. Analisis data kadar betakaroten dan gula total mengggunakan uji One Way Anova dan uji lanjut Duncan, sedangkan analisis data uji organoleptik menggunakan uji Kruskall Wallis dan uji lanjut Dunn.
Hasil: Hasil rata-rata kadar betakaroten pada perlakuan X0, X1, X2, dan X3 berturut-turut adalah 4230,3 µg/100 gram.; 3464 µg/100 gram.; 2955,6 µg/100 gram.; dan 2257,3 µg/100 gram. Selain itu, rata-rata kadar gula total pada perlakuan X0, X1, X2, dan X3 berturut-turut adalah 2,2%; 13,7%; 27,5%; dan 39,2%. Selai yang paling disukai panelis adalah sampel X3 atau selai dengan variasi 45% gula singkong dan 55% ubi ungu.
Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan pada kadar betakaroten, gula total, dan organoleptik selai variasi ubi ungu dengan gula singkong. Selai variasi ubi ungu dengan gula singkong dapat diterima panelis dari aspek warna, aroma, rasa, tekstur, dan keseluruhan
CHARLES DICKENS' VIEW OF THE INDUSTRIAL REVOLUTION AS REFLECTED IN HARD TIMES
Trikaloka Handayani Putri University of Pesantren Tinggi Darul’ulum [email protected] Abstract Literature represents the views of the author of this life, or certain ideas about life. In other words, the author was part of his work. Many authors consider the environment is likely to be used as an ingredient of literary writing. Of course, the authors include a view of social phenomena that occur in his work. Industrial Revolution is one of the major phenomena that occur in the UK that brings great change to society. Besejarah events portrayed very nicely by Charles Dickens, the novelist who also observers of social reform through his novel Hard Times. This study aims to determine the views of the Charles Dickens Industrial Revolution trough genetic structuralism approach. key words: society, view, phenomena   Abstrak Karya sastra merupakan pandangan seorang pengarang terhadap hidup ini atau ide-ide tertentu tentang kehidupan. Dengan kata lain, penulis adalah bagian dari karyanya. Banyak penulis menganggap lingkungan sangat mungkin untuk dijadikan suatu bahan penulisan karya sastra. Tentu saja, penulis menyertakan pandangan terhadap fenomena sosial yang terjadi di dalam karyanya. Revolusi Industri merupakan salah satu fenomena besar yang terjadi di Inggris yang membawa perubahan besar bagi masyarakatnya. Peristiwa besejarah digambarkan dengan sangat apik oleh Charles Dickens, seorang penulis novel yang juga pemerhati reformasi sosial melalui novelnya yang berjudul Hard Times. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan Charles Dickens tentang revolusi Industri melalui pendekatan strukturalisme genetik. kata kunci: masyarakat, pandangan, fenomen
- …
