1,720,964 research outputs found
PENGEMBANGAN KELING KUMANG AGROWISATA DI KECAMATAN KELAM PERMAI KABUPATEN SINTANG
Keling Kumang Agrowisata merupakan objek wisata baru di Kecamatan Kelam Permai yang memiliki berbagai potensi wisata alam. Keling Kumang Agrowisata saat ini masih dalam tahap pembangunan, sehingga masih belum sempurna dan masih diperlukan pengembangan sebagai pelindung dan pelestari lingkungan. Permasalahan tersebut meliputi masih kurangnya fasilitas umum dan infratsruktur kurang memadai. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi wisata Keling Kumang Agrowisata di Kecamatan Kelam Permai. Pendekatan penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. sedangkan variable yang digunakan meliputi aspek 3A, yaitu atraksi, aksesbilitas dan amenitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa Keling Kumang Agrowisata berada di posisi yang strategis dan tidak juah dari Kota Sintang. Sedangkan sarana dan prasarana yang tersedia, jumlahnya sudah mencukupi dan kondisinya cukup baik
FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PERKEMBANGAN KAWASAN PERMUKIMAN KELURAHAN SIANTAN TENGAH KECAMATAN PONTIANAK UTARA
Perubahan penggunaan lahan yang terjadi setiap tahun menyebabkan perkembangan kawasan permukiman Kelurahan Siantan Tengah dari tahun 2014-2019 terjadi cukup pesat. Hal tersebut dapat terjadi karena terdapat 6 (enam) faktor yang mempengaruhinya. Atas dasar itu penelitian ini bertujuan untuk mencari luasan perubahan lahan yang terjadi dan melihat faktor yang paling mempengaruhi. Adapun faktor-faktor yang ditemukan menjadi pengaruh perkembangan sesuai dengan variabel penelitian terdahulu yaitu sosial demografi, aksesibilitas, ketersediaan fasilitas umum sarana dan prasarana, aktivitas ekonomi dan nilai lahan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, sedangkan teknik analisa data menggunakan teknik overlay untuk mencari perubahan lahan yang terjadi dan teknik skoring untuk melihat faktor yang paling mempengaruhi. Melalui teknik overlay ditemukan bahwa permukiman merupakan penggunaan lahan yang paling besar mengalami perubahan dari tahun 2014-2019, sedangkan untuk tingkatan faktor yang paling mempengaruhi perubahan yang terjadi yaitu (1) nilai lahan, (2) sosial demografi, (3) aktivitas ekonomi, (4) fasilitas umum sarana, (5) aksesibilitas dan (6) fasilitas umum prasarana. Kata kunci: Kelurahan Siantan Tengah, nilai lahan, perkembangan permukiman, perubahan laha
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
ASAL DAN TUJUAN PERGERAKAN BARANG BERDASARKAN METODE BELANJA DI KOTA PONTIANAK
Teknologi membuat perubahan pada aktivitas harian masyarakat salah satunya dalam menentukan pemilihan lokasi belanja. Lokasi belanja yang awalnya hanya berupa kawasan perdagangan konvensional (metode offline), sekarang muncul metode belanja baru yaitu metode online. Metode online menawarkan jangkauan pemilihan lokasi yang lebih luas hingga lintas provinsi atau negara dengan pergerakan orang yang minimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis asal dan tujuan pergerakan barang berdasarkan metode belanja di Kota Pontianak. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah masyarakat Kota Pontianak. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Pengelompokkan barang akan dikelompokkan menjadi barang konvenian dan barang emergensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden yang paling dominan antara yang memilih metode offline dan metode online adalah dilihat dari segi umur responden pemilih. Mayoritas pemenuhan barang konvenian dengan metode online adalah perdagangan layanan dalam Kota Pontianak, untuk metode offline adalah perdagangan skala pelayanan kecamatan. Pemenuhan barang emergensi untuk metode online adalah perdagangan jangkauan layanan nasional, untuk metode offline adalah perdagangan skala pelayanan kota. Kata Kunci: belanja offline; belanja online; pergerakan barang; Kota Pontiana
TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENGEMBANGKAN DESA WISATA DI KAMPUNG WISATA KUANTAN KOTA PONTIANAK
Pariwisata tidak hanya dikelola oleh badan atau lembaga yang besar, tapi kini juga bisa dikelola oleh masyarakat dengan program desa wisata. Program Desa Wisata di Kota Pontianak salah satunya adalah Kampung Wisata Kuantan. Desa wisata ini dikembangkan dan dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana tingkat partisipasi masyarakat di Kampung Wisata Kuantan dan Kampung Budaya dalam mengembangkan desa wisata. Faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat, dan dalam bentuk apa saja masyarakat memberikan partisipasi. Melihat perbedaan tingkat partisipasi dengan jarak penelitian dari radius 100, 200, dan 300 m dari titik Kampung Wisata Kuantan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Terdapat tiga variabel dalam penelitian ini yaitu faktor partisipasi, bentuk partisipasi, dan tingkat partisipasi berdasarkan tangga partisipasi Arnstein. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda, untuk melihat pengaruh variabel bebas (faktor parisipasi dan bentuk partisipasi) dan variabel terikat (kemauan orang berpartisipasi). Faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat di Kampung Wisata Kuantan adalah bentuk partipasi. Tingkat partisipasi pada tiap radius memiliki perbedaan yang signifikan. Seperti pada radius 100 m tingkat partisipasi masyarakat berada pada tingkat kekuasaan masyarakat. Sedangkan pada radius 200 m, tingkat partisipasi masyarakat tergolong rendah, yaitu berada pada tingkat tidak ada partisipasi. Pada radius 300 m, 20.59% masyarakat berada pada tingkat tokenism, hal ini baik jika dilakukan pendampingan yang baik, tetapi bisa jadi buruk jika tidak mendapat pendampingan yang baik. Dampak wisata yang kecil pada masyarakat radius 200-300 m, menjadi alasan masyarakat radius ini berada pada tingkat tidak ada partipasi
ARAHAN SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH DI KAWASAN PERMUKIMAN KAMPUNG BETING KECAMATAN PONTIANAK TIMUR
Salah satu masalah utama dihadapi permukiman yaitu persampahan. Permukiman Kampung Beting termasuk dalam peruntukan kawasan pariwisata adat budaya, sehingga perlu adanya peningkatan kualitas lingkungan, terutama masalah sampah domestik, karena belum adanya sistem pengelolaan sampah. permasalahan sampah di Kampung Beting dikarenakan minimnya sarana persampahan, kebiasaan masyarakat membuang sampah diparit, kolong rumah dan sungai, kepedatan penduduk, kurangnya kesadaran menjaga kebersihan lingkungan. Sehingga tujuan penelitian ini untuk mengkaji arahan sistem pengelolan sampah yang sesuai di pemukiman Kampung Beting Kecamatan Pontianak Timur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, teknis analisis yang digunakan yaitu: proyeksi penduduk dan timbunan sampah untuk mengetahui kebutuhan fasilitas pendukung pengelolaan sampah, analisis deskriptif tanggapan responden melihat kondisi wilayah dan kondisi sosial masyarakat, dan analisis SWOT untuk arahan sistem pengelolaan sampah Kampung Beting. Berdasarkan potensi, masalah, peluang dan ancaman Kampung Beting berada di kuadran III SWOT yaitu memaksimalkan unsur peluang kawasan, dengan menjadikan Kampung Beting sebagai kampung wisata berwawasan lingkungan untuk mengatasi kelemahan, sehingga sistem pengelolaan sampah diarahkan dengan pemilahan sampah dari sumber, pewadahan dengan memisahkan sampah organik dan anorganik, pengangkutan diarahkan menggunakan fasilitas sepeda gerobak, serta pola pengumpulan tidak langsung dengan pengeoptimalan TPS yang ada dan pembangunan TPS terapung. penerapan pengelolaannya menggunakan peran serta masyarakat dengan sosialisasi secara bertahap, memberdayakan masyarakat dengan adukasi bagi anak-anak dan pelatihan terhadap ibu-ibu rumah tangga untuk mendaur ulang dan pengomposan sampah serta pengoptimalan partisipasi melalui kerja bakti. Kata-kata kunci: Pengelolaan Sampah, Kampung Beting, Analsis SWOT, Peran Serta Masyaraka
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK OBJEK WISATA ALAM DI PULAU LEMUKUTAN KECAMATAN SUNGAI RAYA KEPULAUAN KABUPATEN BENGKAYANG
Pulau Lemukutan merupakan salah satu objek wisata yang sangat potensial yang berada di Desa Wisata Pulau Lemukutan Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang. Permasalahan pada objek wisata ini yaitu kurangnya informasi lokasi wisata, aksesibilitas penunjang yang kurang memadai, sarana dan prasarana yang belum lengkap, jaringan listrik dan telekomunikasi yang terbatas serta masih kurangnya pengelolaan. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi karakteristik Objek Wisata Alam Pulau Lemukutan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang berfungsi untuk memberikan gambaran terhadap obyek yang diteliti berdasarkan 3 aspek yaitu atraksi, aksesibilitas dan amenitas. Teknik pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pulau Lemukutan memiliki beragam atraksi seperti pemandangan sunset, sunrise, ikan-ikan hias, terumbu karang, rumput laut, tambak mutiara, dapat melakukan snorkeling, diving, kano, memancing, jet ski, jalan pinggir pulau dengan pemandangan alam dan aktifitas masyarakat. Sarana prasarana terdapat fasilitas air bersih, toilet, tempat makan, tempat ibadah, serta penginapan. Namun terdapat masalah kurangnya sarana pendukung transportasi penyeberangan baik dari sisi dukungan sarana pelayanan dan informasi maupun volume pergerakan transportasi menuju daerah destinasi wisata.Kata kunci:karakteristik, Pulau Lemukutan, wisata ala
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
